spocjournal.com

Menapak Tilas Rumah Tua Ekspatriat Di Nagasaki

Oleh : Ir. B. Kusuma

Mengikuti sejarah Jepang era pemerintahan Shogun Tokugawa, pada kurun waktu 1639 - 1859 Jepang mengisolasi diri, menutup hubungan dengan negara lain. Secara geografis kota Nagasaki yang berlokasi di pantai barat Pulau Kyushu, adalah sebuah kota pelabuhan yang paling dekat dengan negara tetangga, dan paling banyak dikunjungi pendatang dari luar, memaksa Nagasaki menjadi satu-satunya pelabuhan di Jepang yang boleh melayani perdagangan dengan negara asing.

Awalnya hanya Tiongkok dan Belanda yang dapat izin untuk berbisnis disana, halmana sangat ditentang negara lain, dianggap hanya menjadi monopoli kedua negara. Baru pada tahun 1859, Jepang membuka pintu bagi orang Inggris, Prancis, Amerika dan beberapa negara lainnya.

Di samping Nagasaki terkenal karena pernah dijatuhi bom atom, Nagasaki merupakan “jendela” hubungan Jepang dengan dunia barat, sehingga kota itu menyimpan peninggalan sejarah yang sangat menarik, serta paling banyak menerima pengaruh budaya dari luar, namun masyarakat Jepang dikenal sangat teguh mempertahankan budaya mereka.

Di tengah kota Nagasaki ada dua bukit kecil Higashiyamate dan Minamiyamate, dahulu pada zaman Shogun, daerah itu merupakan kawasan konsesi dan ditetapkan sebagai tempat khusus penghunian orang asing. Disana ada banyak gedung peninggalan ekspatriat dari abad ke-19, berdasarkan keputusan pemerintah Jepang. hampir semua bangunan itu masuk dalam daftar  “Aset Budaya” dan “Pusaka Nasional”, menjadi bangunan “cagar Budaya” yang dikonservasi. Sekarang menjadi sentra wisata sejarah, banyak dikunjungi bukan oleh wisatawan Jepang saja, juga wisatawan mancanegara.

Sedangkan lembah antara kedua bukit itu. sekarang sudah berubah menjadi tempat pemukiman penduduk Jepang, Sewaktu penulis berkunjung ke sana, dari kaki bukit Minamiyamate kami jalan mendaki, pada kedua sisi jalan setapak itu berjejer toko cendramata.

 

GEREJA KATOLIK OURA.
Jalan mendaki 5 menit saja, tiba di Gereja Katolik Oura. Sebuah bangunan Gereja dibangun tahun 1863 berarsitektur Gothic oleh Pastor Bernard Petitjean dari Prancis. Saat itu sebenarnya larangan beragama Kristen di Jepang belum dicabut, atas izin Shogun untuk membangun rumah ibadah bagi orang asing. Gereja itu merupakan bangunan kayu gaya barat pertama di Jepang,

Pada tahun 1933, bangunan gereja ini ditetapkan sebagai sebuah Pusaka Nasional di Jepang,  merupakan satu-satunya bangunan berarsitektur barat yang masuk daftar Pusaka Nasional.

 

 



Gereja Katolik Oura, Sebuah Bangunan Berarsitektur Gothic

 



Makam & Patung Pastor Bernard Patitjean Dan Patung Pastor Francis Xavier

 



Ruang Altar Gereja Katolik Oura

 



Bangunan Tua Di Samping Gedung Gereja Oura (foto1)

 



Bangunan Tua Di Samping Gedung Gereja Oura (foto2)

 



Patung Bunda Maria Terbuat Dari Marmer Putih Didirikan Tepat Dimuka Gereja

 

GLOVER GARDEN.
Melanjutkan jalan mendaki menuju Glover Garden pada lereng bukit, sebuah taman asri paduan gaya Inggris dan Jepang. Disana ada 9 buah gedung tua, diantaranya ada 3 gedung menarik berarsitektur Barat, dikenal sebagai Rumah Glover, Ringer dan Alt. Atas ketetapan pemerintah, ketiga rumah itu masuk daftar “Aset Budaya” Jepang, berurutan tahun 1961, 1966 dan 1970.

Setelah Jepang membuka pintu bagi orang asing pada 1859, maka berdatangan usahawan Eropa, antara lain datang seorang pengusaha kaya dari Scotland Thomas Black Glover (1838 – 1912). Tahun 1863 di atas lahan seluas 3000 M di lereng bukit itu, ia membangun sebuah rumah tinggal konstruksi kayu gaya barat, dari serambi rumah itu dapat melihat pelabuhan dan kota Nagasaki, suatu panorama yang indah. Glover dengan aktivitas bisnisnya diakui berkonstribusi besar dalam memodernisasi Jepang.

Kemudian pada 1864 datang Frederich Ringer (1840 – 1908), awalnya ia bekerja pada Glover, kemudian berusaha sendiri, ia membangun sebuah rumah tinggal berkonstruksi batu. Sekarang di dalam rumah Ringer terdapat kotak musik, meski telah dirubah menggunakan sistem digital.  menghibur para pengunjung dengan lagu-lagu yang direkam seabad yang lalu.

Terakhir pada 1868 William Alt (1840 – 1905) seorang pedagang daun teh membangun rumah ke-3, Tak lama ia tinggal disana, kemudian rumahnya itu digunakan sebagai gedung sekolah, disusul menjadi gedung konsulat.

Rumah di Taman Glover itu pernah menjadi milik Mitsubishi Nagasaki Shipyard pada 1939, kemudian tahun 1957 dihibahkan kepada pemerintah daerah Nagasaki, dijadikan museum dengan taman yang indah, setiap tahun rata-rata dikunjungi sekitar 13 juta orang pelancong.

 



Panorama Indah Dari Taman Glover Dapat Melihat Pelabuhan & Kota Nagasaki (foto1)

 



Panorama Indah Dari Taman Glover Dapat Melihat Pelabuhan & Kota Nagasaki (foto2)

 



Panorama Indah Dari Taman Glover Dapat Melihat Pelabuhan & Kota Nagasaki (foto3)

 



Panorama Indah Dari Taman Glover Dapat Melihat Pelabuhan & Kota Nagasaki (foto4)

 



Panorama Indah Dari Taman Glover Dapat Melihat Pelabuhan & Kota Nagasaki (foto5)

 



Panorama Indah Dari Taman Glover Dapat Melihat Pelabuhan & Kota Nagasaki (foto6)

 



Glover House, Rumah Konstuksi Kayu Bergaya Barat (foto1)

 



Glover House, Rumah Konstuksi Kayu Bergaya Barat (foto2)

 



Kolam Air Dan Air Mancur Di Taman Glover (foto1)

 



Kolam Air Dan Air Mancur Di Taman Glover (foto2)

 



Rumah-Rumah Berarsitektur Perpaduan Barat Dan Jepang (foto1)

 



Rumah-Rumah Berarsitektur Perpaduan Barat Dan Jepang (foto2)

 



Rumah-Rumah Berarsitektur Perpaduan Barat Dan Jepang (foto3)

 



Rumah Ringer Berkonstruksi Batu Gaya Barat

 



Rumah Alt Berkonstruksi Batu Gaya Barat

 

DUTCH SLOPE.
Melanjutkan berjalan kaki mendaki bukit Higashiyamate melalui jalan mendaki disebut “Dutch Slope” atau “Oranda-Zaka”. Sebuah ramp berkonstruksi batu dibangun pada abad ke-19, menuju  perumahan orang Belanda atau “Oranda-San”. Pada lereng bukit itu ada 7 rumah bergaya barat, berjajar dalam 2 baris sesuai kontur tanah bukit, sebagai tempat penghunian orang Belanda, sesuai izin pada zaman Edo, hanya orang Belanda yang boleh bermukim disana. Kini rumah-rumah itu masuk dalam daftar gedung-gedung yang dilestarikan, diglunakan sebagai Museum Foto dan Museum Artifak hasil galian di Nagasaki.

 



Dutch Slope Dan Perumahan Orang Belanda Dengan Desain Barat (foto1)

 



Dutch Slope Dan Perumahan Orang Belanda Dengan Desain Barat (foto2)

 



Perumahan Orang Belanda Dengan Desain Gaya Barat (foto1)

 



Perumahan Orang Belanda Dengan Desain Gaya Barat (foto2)

 



Perumahan Orang Belanda Dengan Desain Gaya Barat (foto3)

 

RUMAH IBADAH  CONFUSIUS.
Di kaki bukit HIgashiyamate ada sebuah bangunan besar beratap lengkung berarsitektur khas Tiongkok, sarat dengan ornamen naga terlihat indah dan megah dan berwarna-warni mencolok mata. Dibangun tahun 1893 sebagai Rumah Ibadah Konfusius, dalam bahasa Jepang disebut  Koshi-Byo. Konfusius (551 – 479 SM) adalah seorang filsuf besar, kebajikan sesuai ajarannya dipahami pula oleh masyarakat Jepang.

Di halaman belakang rumah ibadah itu, pada 1982 dibangun gedung tambahan bertingkat 3, untuk digunakan sebagai Museum Sejarah Tiongkok dan Museum Istana, diisi barang-barang dari Museum Nasional di Beijing.

 



Rumah Ibadah Konfusius Berarsitektur Tiongkok Sarat Ornamen Naga

 



Meja Altar Di Ruang Utama

 



Patung-Patung Terbuat Dari Marmer Putih Melukiskan Murid-Murid Nabi Kongzi (foto1)

 



Patung-Patung Terbuat Dari Marmer Putih Melukiskan Murid-Murid Nabi Kongzi (foto2)

 



Gerbang Rumah Ibadah Konflusisus Tampak Megah Bernuansa Tiongkok Dengan Ornamen Naga

 

CHINA TOWN.
Dengan naik tram listrik, kami menuju pusat kota untuk mengunjungi China Town, yang dikenal sebagai Shinchinachi dan objek wisata lainnya.

Awalnya pada tahun 1689, pada areal seluas 30.000 M2 dijadikan kawasan pemukiman orang Tionghoa yang berimigrasi ke Jepang, Dengan berkembangnya Nagasaki, sekarang kawasan itu sudah menjadi daerah padat dihuni penduduk Jepang, dikenal sebagai daerah Kannai-machi. Namun disana masih tertinggal 3 rumah ibadah tua, yaitu Kuil Doyin-do dibangun tahun 1687, Kuil Tenko-do dibangun tahun 1736, dan Kuil Kannon-do dibangun tahan 1837.

Pada 1702 pemerintah daerah menunjuk kawasan baru, untuk dibangun Sinchi China Town,  Kawasan Sinchinachi itu berkembang pesat, di sana berjajar bangunan mewah, untuk kantor, toko, restoran dan berbagai warung mie. Seperti umumnya kawasan dagang orang Tionghoa, dengan lorong-lorong sarat dengan beraneka lampu hiasan, papan reklame dengan tulisan kanji.  Kawasan itu memiliki 4 buah gerbang cantik gaya Tiongkok.

 



Gerbang China Town di Nagasaki

 



Lorong Di China Town Berjajar Toko, Restoran, Warung Mie Dll, Bergaya Tiongkok

 



China Town Jelas Kental Bernuansa Tiongkok

 

PUSAT DAGANG VOC BELANDA.
Dahulu pada zaman Edo tahun 1639, di laut lepas pelabuhan Nagasaki ada sebuah pulau kecil Dejima, pulau buatan guna mengisolasi orang portugis yang datang ke Jepang, untuk menangkal pengaruh budaya barat, pendatang bangsa Portugis itu hanya boleh menghuni di pulau Dejima itu. 3 tahun kemudian mereka angkat kaki, sehingga pulau itu kosong. Baru pada 1641 dijadikan pusat dagang VOC dari Belanda. Mereka memperoleh hak bermukim dan membangun berbagai sarana usaha dagang di Dejima. Selama 2 abad pulau itu menjadi mata rantai hubungan antara Jepang dengan Eropa dan untuk pertukaran informasi Jepang dengan dunia internasional.

Dengan adanya proyek reklamasi, menjadikan pulau Dejima menyatu dengan daratan, sekarang hanya dibatasi oleh sebuah solokan kecil. Dengan menyeberangi jembatan kecil saja sudah dapat mencapai Dejima, melihat beragam bangunan yang dahulu dibangun Belanda. Ada bekas pabrik, rumah ibadah, teater dan sebagainya. Sekarang gedung-gedung itu dipugar menjadi monumen sejarah, ada yang digunakan sebagai Museum Sejarah, Gedung Teater tua memutar film pendek mempertunjukkan sejarah Dejima selama 12 menit.

Menelusuri gedung-gedung tua bekas rumah tinggal ekspatriat di Nagasaki berabad yang lalu, yang hingga kini tetap terawat baik, sungguh menarik dapat mengikuti realitas sejarah dari zaman Edo (1603 – 1867), saat Jepang mengucilkan diri dari pergaulan internasional, kemudian terpaksa ada pengaruh budaya luar dari Tiongkok, Belanda, Prancis, Inggris dll.

Sebenarnya di Nagasaki masih ada banyak objek wisata sejarah lainnya, karena waktu terbatas  kami tak sempat mengunjungi seluruhnya. Selain ada Patung & Taman perdamaian dan Museum Bom Atom, masih banyak bangunan kuil, rumah, kantor, jembatan, makam kuno dan lainnya, semua terkait dengan pendatang asing berabad-abad yang lalu.
 
Dunia pariwisata menyumbangkan pendapatan ketiga bagi pemerintah daerah Nagasaki, mereka menggalakan promosi wisata bagi wisatawan domestik dan mancanegara, konon saat ini mereka mengharapkan kedatangan wisatawan dari Tiongkok, karena mereka sekarang dianggap punya banyak uang. Untuk berwisata melihat peninggalan sejarah Rumah Ibadah Confusius dan China Town di Nagasaki, yang ada hubungan sejarah dengan Tiongkok.

Setiap masuk rumah peninggalan dan museum tersebut di atas, tiap orang harus membeli karcis masuk seharga antara Y 300,- sampai Y 600.-  atau sekitar  Rp. 25.000,--  -  Rp. 50.000,--
  (B.Kusuma)

 

 



Bangunan Bekas Pabrik Buatan Belanda Di Dejima (foto1)

 



Bangunan Bekas Pabrik Buatan Belanda Di Dejima (foto2)

 



Bangunan Bekas Pabrik Buatan Belanda Di Dejima (foto3)

 



Saluran Kecil Batas Dengan Tembok Kuno Pulau Dejima

 



Patung di Taman Perdamaian Bom Atom Nagasaki

 

 



Banyak monumen di Taman Perdamaian Bom Atom Nagasaki

 



Penulis Di Monumen Perdamaian Nagasaki

 

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:186 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:179 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:112 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:651 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:601 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:111 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:191 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:178 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 46 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com