spocjournal.com

Mengunjungi Rumah Ibadah Boen Bio Surabaya

Oleh : Ir. B. Kusuma

Foto BoenBio Tempo Dulu

 

Sudah lama mendengar ketenaran Boen Bio di Surabaya, penulis ingin mengunjungi rumah ibada tersebut. Baru-baru ini bertemu keluarga Dr. Ongky Setio Kuncoro, SE, MM, MBA, seorang tokoh dan rohaniwan Agama Khonghcu, pendiri Study Park of Confucius, dengan website-nya spocjournal.com menerbitkan journal khusus tentang Agama Khonghucu. Senang sekali diantar oleh Ibu Emmy, istrinya Ongky, dapat berkunjung ke Rumah Ibadah Boen Bio, Surabaya.

Merasa senang dapat melongok Boen Bio itu, sebuah Rumah Ibadah khusus untuk Agama Khonghucu, maka menulis artikel ini untuk menyambut hari lahir Confucius (551 SM - 479 SM), di Indonesia dikenal sebagai Nabi Khonghucu, yang lahir menurut penanggalan Imlek tanggal 27 bulan 8, pada tahun 551 SM. Jadi tahun ini, hari ulang tahun kelahiran Khonghucu ke 2564 jatuh pada 1 Oktober 2013. Baik diketahui bahwa menurut Kalender Imlek tahun ini adalah tahun 2564, sama dengan tahun kelahiran Khonghucu, yaitu tahun 2013 + 551 = 2564.

 

Foto BoenBio Saat Ini

 

BOEN BIO Surabaya.
Rumah Ibadah Boen Bio dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1907, merupakan sebuah bangunan tua yang sudah berusia lebih dari 100 tahun menjadi sebuah cagar budaya yang harus dilestarikan.

Rumah ibadah itu menjadi istimewa, karena sejak awal dibangun sebagai rumah ibadah khusus untuk agama Khonghucu, menjadi satu-satunya Rumah Ibadah Agama Khonghucu di Indonesia, maupun di Asia Tenggara. Boen Bio yang secara harfiah berarti “Kuil Sastra Budaya”, Rumah Ibadah Khonghucu, biasa disebut “Litang” (= Gerbang Kebajikan), tercatat hanya ada di China, Jepang dan Taiwan. Jadi Boen Bio di Surabaya menarik bagi seluruh umat agama dan penganut ajaran Khonghucu mancanegara.

Rumah Ibadah Agama Khonghucu berbeda dengan Klenteng agama Tao atau Tridharma, yang di meja altarnya terdapat patung-patung Toapekong dan dewa-dewi Kwankong, Kwan Im dll, sedangkan di meja altar Rumah Ibadah Agama Khonghucu tidak ada patung-patung itu, hanya ada papan nama, dikenal sebagai Sinci. Adanya foto Khonghucu, tentunya bukan foto asli, tapi foto dari lukisan, pada masa sebelum Masehi pasti belum ada foto hanya ada lukisan.

Boen Bio itu bukan klenteng tertua ataupun terbesar, namun sangat terkenal dan bersejarah, tercatat dahulu Boen Bio itu dibangun dengan sebagian biaya, yang diperoleh dari hasil keputusan pengadilan, atas perselisihan pengusaha Tionghoa memboikot pengusaha Belanda di Surabaya, yang bergabung dalam Handels Vereniging Amsterdam (H.V.A.). Awalnya pada tahun 1902, para pengusaha Belanda melakukan penekanan dan menghancurkan bisnis pengusaha Tionghoa. Membuat para pengusaha Tionghoa bersatu, mengadakan suatu gerakan melawan pengusaha Belanda dengan pemboikotan. Akhirnya pengadilan memutuskan H.V.A. disalahkan dan harus membayar f. 25.000,-- (duapuluh lima ribu Gulden). Sebagian dari dana itu digunakan untuk membangun Boen Bio, halmana menjadi catatan sejarah menarik. Dahulu dibangun di kawasan kota lama, sekarang merupakan pusat niaga kota Surabaya, tepatnya di jl. Kapasan No. 131, Surabaya.

Meja Altar BoenBio Surabaya (foto 1)

 

 

Meja Altar BoenBio Surabaya (foto 2)

 

BERARSITEKTUR CHINA.
Boen Bio terletak di pecinan Surabaya, keseluruhan dibangun berarsitektur China, dari halaman muka sampai halaman dalam kental sekali bergaya Tiongkok. Sepasang patung singa terletak di muka gerbang, di serambi muka ada 4 kolom berukir model naga, dengan 5 buah pintu masuk berukuran besar, berwarna merah dan diberi relief bermotif seni China, semua dinding pemisah berukiran model China, dengan dekorasi kaligrafi semboyan-semboyan kebajikan Khonghucu. Pada dinding dalam terdapat kaligrafi China indah, ada tulisan kanji “zhongxiao”, artinya Setia & Berbakti, dan tulisan “lianjie”, berarti Hati Suci tidak Korupsi.

Demikian pula dasar bangunan, berlantai tegel jadoel motif Tiongkok, sedangkan atapnya meski pada wuwungan atap tidak ada patung naga, seperti lazimnya pada bangunan klenteng, tapi diberi patung-patung singa untuk menangkal bala dan corak atapnya tampak ber-arsitektur China.

Di ruang dalam Boen Bio, selain kaligrafi di atas terdapat ada banyak papan bertulisan kanji Mandarin, seperti diketahui Khonghucu banyak menulis tentang moral, sejarah, kesustraan dan falsafah, berupa pepatah ataupun kata-kata mutiara, serta ajaran-ajaran ahlak, etika, perilaku terhormat serta menghormati orang tua.

Sebuah saran, alangkah baiknya di bawah semua kata-kata mutiara serta ajaran-ajaran Nabi Khonghucu supaya dituliskan pin-yin dan terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia, dengan demikian makna ajaran-ajaran Khonghucu yang demikian luhur dan bermakna, dapat lebih dipahami dan diresapi untuk dihayati oleh para umat dan seluruh pengunjung.

 

 

Foto Nabi Khonghucu

 

BENTENG TERAKHIR.
Seorang penulis muda, Shinta A Dewi ISR seorang Muslimah menulis sebuah buku berjudul: Boen Bio, Benteng Terakhir Umat Khonghucu. Memang pada zaman kolonial dulu para umatnya harus tetap tabah dengan datangnya agama lain. Lebih hebat lagi, pada zaman Orde Baru, para umat Khonhucu harus represif bertahan sehubungan Instruksi Presiden No. 14 tahun 1967.

Bersyukur Presiden Abdulrraman Wahid dengan SK Presiden No. 6 tahun 2000, mencabut Instruksi Presiden No. 14 tahun 1967, sekarang umat agama Khonghucu dapat melakukan ritual ibadah dengan tenang dan khusyuk di Boen Bio itu.

Di Tiongkok Agama Khonghuchu disebut sebagai Kong Jiao atau Ru Jiao, yang artinya Agama Umat Berbudi Luhur, dan bersifat hati lembut. Agama Khonghucu berkembang di Korea, Jepang, Taiwan, Vietnam dan sebagainya. Di dunia barat Confucius dikenal sebagai seorang filsuf besar, ajarannya dinilai mulia sekali, menekankan untuk hidup berbuat kebajikan, menarik banyak orang untuk mempelajari dan menghayatinya.

 

AJARAN KHONGHUCU.
Ajaran Khonghucu antara lain, supaya dapat melakukan Delapan Kebajikan, yaitu Berbakti, Rendah Hati, Setia, Terpercaya, Bersusila, Hati Suci, Tahu Malu. Serta ditekankan Lima Sifat Mulia, yang dikenal dalam dialek Hokian sebagai Jin, Gie, Li, Tie Sin, yang bermakna Cinta Kasih, Kebenaran, Santun, Bijaksana dan Terpercaya, kelimanya banyak digunakan untuk nama 5 orang anak, diharapkan anak itu akan bersifat mulia sesuai makna nama pemberian.

Khonghucu banyak menuliskan kata-kata mutiara, yang sangat baik dalam kehidupan antara lain:

  1. Hal-hal yang tidak kita inginkan, jangan kita lakukan kepada orang lain.
  2. Ilmu pengetahuan untuk semua orang tidak ada perbedaan.
  3. Kalau kita ingin maju, usahakanlah orang lain juga maju.
  4. Alam semesta untuk semua orang.

 

AKULTURASI.
Karena sudah lebih dari seabad tahun, proses akulturasi masyarakat sekitar rumah ibadah itu berlangsung mulus, bertahun-tahun dilaporkan bahwa pada malam hari ulang tahun Khonghucu selalu diadakan pertunjukan Wayang Kulit dengan berbagai lakon. Mereka bersyukur teringat pada zaman perang, pernah bom yang dijatuhkan di sekitarnya tidak meledak, mereka percaya kiranya berkat adanya Boen Bio itu. Demikian pula pada tahun 1945-an, saat para pejuang Indonesia mempertahankan kemerdekaan, di daerah kota tua itu terjadi pertempuran sengit, kalau ada pemuda yang diuber-uber pihak militer Belanda dan sekutu, mereka mengumpat di Boen Bio maka selamatlah.

Sebagai sebuah bangunan tua menjadi cagar udaya, syukur rumah ibadah itu yang dikelola oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) terpelihara baik. Seharusnya dapat pula menjadi sebuah objek wisata menarik bagi wisatawan mancanegara umumnya dan umat agama serta penganut ajaran Khonghucu khususnya, yang tersebar di seluruh dunia. (B.Kusuma)

 

Penulis di Boen Bio Surabaya

 

Kaligrafi tulisan kanji “ZhongXiao”, artinya Setia dan Berbakti

 

 

Kaligrafi tulisan kanji “LianJie”, artinya Hati Suci tidak Korupsi

 

Pintu Masuk Ber-Relief Lukisan (foto 1)

 

Pintu Masuk Ber-Relief Lukisan(foto 2)

 

Pintu Masuk Ber-Relief Lukisan(foto 3)

 

Prasasti catatan sejarah Boen Bio

 

Prasasti Daftar Penyumbang Pembangunan Boen Bio

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:55 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:224 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:310 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:248 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:122 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:90 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:110 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:129 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Bersama Setiadi Joyosentoso

04-03-2018 Hits:543 Berita Foto

Bersama Setiadi Joyosentoso

Setiadi Joyosetoso bos PT. Surya Putra Barutama yang beralamat di jalan Kedurus 23 adalah sosok seorang bisnisman yang merangkak dari...

Read more

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

03-03-2018 Hits:256 Berita Foto

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

Pagi ini rombongan menuju pasar tradisionil. Pasar tersebut tidak seperti pasar lainnya yang kelihatan jorok. Di dekat pasar ada bubur...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 76 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com