spocjournal.com

Napak Tilas Jalur Sutra Dan Sangkut-Pautnya Terhadap Hubungan Antara Budaya Khonghucu Dan Islam.

 Oleh : Bratayana Ongkowijaya, SE, XDS

 

The Golden Journey to Samarkand

Saat iring-iringan panjang kafilah melintasi dataran
Dengan langkah kaki nan berani dan gemerincing lonceng-lonceng perak
Jangan cari yang lain kecuali kemuliaan atau keuntungan,
Jangan pula cari pelipur lara di sumber-sumber air yang dikelilingi pepohonan palem

(James Elroy Flecker, The Golden Journey to Samarkand, London, Max Goschen, 1913, hal 4 ; terjemahan Noviatri Anggraini dari The Silk Road - Two Thousand Years in the Heart of Asia @ Frances Wood 2002.)

Jalur Sutra - Silk Road (Hanzi: 絲 綢 之 路 - sī chóu zhī lù, bahasa Persia     راه ابریشم  - Râh-e Abrisham), adalah sebuah jalur / rute perdagangan dengan moda transportasi caravan (unta) juga kapal laut, yang menghubungkan Tiongkok    (長 安 - Chang’an / 西 安 - Xi’an) sampai Eropa (Rome - Roma).


Silkroad-map (sumber Wikipedia)



Silkroad-map (sumber Wikipedia)

Istilah ‘Jalur Sutra’ (Seidenstrasse) pertama kali digunakan oleh ahli geografi Jerman, Ferdinand von Richthofen pada tahun 1877. Nama yang romantis ini mungkin terinspirasi oleh komoditas perdagangan dari Tiongkok sebagai komoditi unggulan, yaitu kain Sutra. Sebutan Jalur Sutra, memberikan kesan kaprah, nama  tersebut memberi kesan suatu perjalanan yang berkelanjutan. Pada kenyataannya,  barang-barang diangkut lewat serangkaian rute, oleh serangkaian agen, berpindah  begitu banyak  tangan sebelum akhirnya sampai ke tujuan akhir.

Para pedagang yang mengangkut barang-barang kebutuhan pokok dan barang-barang mewah dengan iring-iringan unta antara oasis-oasis di Jalur Sutra sangatlah beragam dalam bentuk fisik, bahasa, pakaian, budaya serta Keyakinan / agamanya.

Jalur yang dibuka untuk perdagangan ini sangat penting artinya, disamping memenuhi fungsi perekonomian (pertukaran barang), juga mempunyai peranan mengembangkan kebudayaan (akulturasi budaya dari tempat-tempat yang dilalui) sampai hubungan diplomasi (politik) yang merupakan dasar dari hubungan dunia modern.
Sekarang ini, istilah Jalur Sutra masih digunakan, namun punya arti yang  berbeda. Istilah tersebut tidak hanya mencakup suatu daerah yang secara geografis  begitu luas dengan ditandai oleh sejumlah pegunungan tinggi dan gurun, tetapi juga  suatu sejarah budaya yang panjang. 

George Babcock Cressey, mengungkapkan daripada menyatakan ukurannya dalam  jarak, daerah ini lebih baik dideskripsikan sebagai enam bulan dari Timur ke Barat dan satu bulan dari Utara ke Selatan. Sementara Marco Polo menyatakan Gurun ini begitu panjang membentang, perlu setahun untuk menyusuri dari ujung ke ujung (dua kali dari perkiraan George Babcock Cressey) dan butuh sebulan untuk menyeberanginya pada titik terdekat.

Tri-color figures of horses and groom Silk Dress in Tang Dynasty
Dinasty 漢 - Han (206 s.M - 220 M)            Dinasti唐 - Tang (618 - 907 M)

Perdagangan di sepanjang Jalur Sutra mulai berkembang pada masa dinasti Han (206 s.M - 220 M), mencapai jaman keemasan pada dinasti Tang (618 - 907 M).
Jalur Sutra dengan rute perdagangan dan pertukaran lintas-budaya dimulai pada abad kedua s.M. Petualangan 張 騫 - Zhang Qian (perintah 漢 武 帝 - Han Wudi, 140 s.M - 87 M) memulai perjalanan ke barat untuk kontak politik dengan orang      月 氏 - Yueshi, suku nomaden, di 138 s.M. guna beraliensi menghadapi 匈 奴 - Xiongnu, membuka ‘jalur’ yang dikemudian hari dikenal sebagai Jalur Sutra.

Jenderal Zhang Qian dikirim oleh Wudi dari Dinasti Han (206 s.M - 220 M) untuk merekrut Yueshi, yang juga merupakan musuh Xiongnu, di abad kedua s.M. Karena Xiongnu dianggap berpotensi mengganggu (tidak dapat dikendalikan secara permanen), Kaisar Wu memutuskan untuk beraliansi dengan Yueshi yang telah tergusur sampai ke lembah pinggiran barat padang gurun.

Namun, dalam rangka untuk mencapai Yueshi, Zhang Qian dengan kafilahnya harus menyeberangi wilayah Xiongnu. Dan Sayangnya, Zhang Qian berhasil ditangkap kelompok Xiongnu. Zhang Qian dan anak buahnya ditawan selama sepuluh tahun.
Suatu hari Zhang Qian berhasil melarikan diri. Ia melanjutkan perjalanan menuju utara Jalur Sutra ke Kashgar dan Ferghana. Akhirnya pada 128 s.M, Zhang Qian mencapai tujuan, Yueshi. Namun, dia terkejut karena orang-orang Yueshi tinggal dalam kedamaian, menetap dengan baik di berbagai oasis Asia Tengah dan tidak tertarik lagi untuk membalas dendam mereka pada Xiongnu.

Tanpa berhasil menarik Yueshi untuk memerangi Xiongnu, Zhang Qian pulang melalui selatan Jalur Sutra. Dalam perjalanannya kembali ke Tiongkok, dia ditangkap oleh suku 西 域 - Xi Yu ; 西 藏 - Xi Zhang (Tibet) yang bersekutu dengan Xiongnu, selama satu tahun dan lolos di 125 s.M. Setelah 13 tahun, Zhang Qian kembali ke negaranya. Sebuah perjalanan darat pertama antara Timur dan Barat yang pada akhirnya akan menghubungkan Tiongkok dengan Kekaisaran Roma.

Walau misi utama Zhang Qian gagal (merekrut Yueshi), namun ada yang dia bawa sebagai laporan kepada Kaisar Han Wudi, yakni pengalamannya sebagai  penjelajah terbesar Tiongkok, yang memulai kontak dengan suku-suku di Asia Tengah memberitahu keberadaan kerajaan di daerah Barat yang sebelumnya tidak diketahui seperti Ferghana, Samarkand, Bokhara dan lain-lain yang sekarang adalah bekas Uni Soviet, Pakistan dan Persia serta Roma, dengan segala produk-produk Khas mereka. Ini membuat Han Wudi tertarik untuk mengirimkan misi mengembangkan kontak yang dipimpin oleh Zhang Qian di 119 s.M. Pada saat yang sama, kerajaan di Asia Tengah mengirim utusan mereka ke Chang'an. Di sisi lain, Alexander Agung ekspansi ke Asia Tengah. Hubungan timur dan Barat berkembang dengan pesat. Ide-ide Han Wudi membuat perdamaian dengan negara-negara Barat telah dibangun, tidak hanya kontak diplomatik dan hubungan ekonomi tetapi juga pertukaran berbagai budaya dan agama antara Timur dan Barat.

Bahwa jalur perdagangan ini dianggap mencapai puncaknya pada dinasti Tang, berdasarkan beberapa alasan. Pertama, pemerintahannya kuat, serta perekonomiannya sangat maju. Chang’an menjadi kota metropolis internasional pada waktu itu, banyak pedagang, utusan asing, dan misionaris tinggal di Chang'an. Kedua, Kaisar memberi perhatian khusus pada pengelolaan kawasan Barat. Ketiga, membina hubungan baik dengan negara-negara kuat di sebelah barat, seperti Kekaisaran Romawi Timur (kekaisaran Bizantium), Kekaisaran Persia dan Arab. Semua faktor ini menyebabkan perdagangan sepanjang Jalan Sutra dan pertukaran budaya berkembang antara Barat dan Timur.

Salah satu prestasi Dinasti Tang (618 - 907 M) yang paling terkenal adalah keberhasilan yang tumbuh dari Jalan Sutra. Ini adalah rute perdagangan kuno yang menghubungkan Tiongkok dengan kekaisaran Roma. Perkiraan panjang jalan itu sekitar 6000 km, dirintis pada Dinasti Han (206 s.M - 220 M). Selain tujuan dari perdagangan, ini adalah rute menjalin kontak politik dan budaya dengan banyak negara di Asia Tengah bahkan sampai Eropa.

Sejarah mencatat masuknya agama Islam ke Tiongkok pada masa ini dan melalui Jalur Sutra. Masuknya agama Islam ke Tiongkok adalah kelanjutan dari kunjungan diplomatik Khalifah ke 3, Ustman bin Affan (577 - 656) yang mengirim utusan pertamanya ke Tiongkok pada tanggal 25 Agustus 651 M atau bertepatan dengan 2 Muharam 31 H. Utusan dari arab ini diterima langsung oleh kaisar           高 宗 - Gao Zong, era 永 徽 - Yong Hui (650 - 683 M). Sumber lain menyebutkan Delegasi yang mendarat di Tiongkok pada abad ke 7 tersebut dipimpin oleh sahabat Nabi Muhammad Saw, Abi Waggas. Dialah yang berperan menjelaskan perkembangan agama Islam dan kondisi ekonomi di negeri Arab pada masa itu di hadapan Kaisar dinasti Tang. Sejak itulah agama Islam berkembang di Tiongkok. Hal ini dibuktikan dengan adanya masjid 懷 聖 - Huaisheng berangka tahun 627 (masa pemerintahan Kaisar 太 宗 - Tai Zong, era 貞 觀 - Zhen Guan, 626 - 649).

鄭 和 - Zheng He (1371 - 1433), orang 回 - Hui, bernama asli 馬 和 - Ma He adalah seorang pelaut, explorer, diplomat dan laksamana armada yang memimpin pelayaran ekspedisi ke Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, dan Afrika Timur dari tahun 1405 - 1433 (sebanyak 7 kali pelayaran), pada masa pemerintahan Kaisar 永 樂 - Yongle (1402 - 1424) dari dinasti 明 - Ming (1368 - 1644). Zheng He adalah keturunan dari Sayyid Ajjal Syams al-Din Omar seorang Persia yang bertugas di administrasi kekaisaran 蒙 古 - Meng Gu (Mongol) dan Gubernur 雲 南 - Yunnan semasa dinasti 元 - Yuan awal.

Zheng He sudah mengabdi pada 朱 棣 - Zhu Di (燕 王 - Yan Wang) sejak berusia 9 tahun (1380) dimana Yan Wang (Pangeran Yan) berusia 20 tahun yang nantinya menjadi Kaisar Yongle, dan menghabiskan masa mudanya sebagai seorang prajurit di perbatasan utara. Zheng He juga dikenal sebagai 三 寶 / 三 保 - San Bao (三 寶 大 人 / 三 保 大 人 - San Bao Da Ren), sementara marga 鄭 - Zheng adalah penganugrahan, menggantikan marganya sendiri (馬 - Ma).

Dalam perjalanan expedisinya, Zheng He sebagai Kepala Utusan (正 使 -  Zhengshi) dibantu oleh 馬 歡 - Ma Huan, seorang Juru Bahasa merangkap Juru Tulis yang mencatat kejadian selama pelayaran tersebut, dan menulis 瀛 涯 勝 覽 - Yingya Shenglan (General Survey of the Ocean Shores) pada tahun 1416, memberikan laporan yang sangat rinci dari pengamatannya mengenai adat dan kehidupan masyarakat di pelabuhan yang  mereka kunjungi.

Di Indonesia, Ma Huan dikenal sebagai salah satu dari Wali Songo, yakni Sunan Ampel. Sedangkan istilah Sunan Ampel, artinya ‘Guru’ yang berkediaman di Ampel (daerah perkampungan di Surabaya). Kata Sunan atau Susuhunan, berasal dari bahasa Hokkian; suhu. Yang artinya, guru, pujangga, tetua, yang karena ilmunya layak untuk dihormati. (Lihat Adhy Sutikno, Pujangga Ma’ Huan, Surabaya, Pustaka Karya, 1962, hal. 5)

1st voyage     1405 - 1407  
Champa, Java, PalembangMalacca, Aru, Samudera, Lambri, Ceylon, Qiulon, KollamCochinCalicut

2nd voyage   1407 - 1409  
Champa, Java, Siam, Cochin, Ceylon, Calicut

3rd voyage    1409 - 1411  
Champa, Java, Malacca, Semudera, Ceylon, Quilon, Cochin, Calicut, Siam, Lambri, Kayal, Coimbatore, Puttanpur

4th voyage    1413 - 1415  
Champa, Kelantan, Pahang, Java, Palembang, Malacca, Semudera, Lambri, Ceylon, Cochin, Calicut, Kayal, Hormuz, Maldives, Mogadishu, Barawa, Malindi, Aden, Muscat, Dhofar

5th voyage    1417 - 1419
Champa, Pahang, Java, Malacca, Samudera, Lambri, Bengal, Ceylon, Sharwayn, Cochin, Calicut, Hormuz, Maldives, Mogadishu, Barawa, Malindi, Aden

6th voyage    1421 - 1422
Champa, Bengal, Ceylon, Calicut, Cochin, Maldives, Hormuz, Djofar, Aden, Mogadishu, Brava

7th voyage    1430 - 1433
Champa, Java, Palembang, Malacca, Semudera, Andaman and Nicobar, Islands, Bengal, Ceylon, Calicut, Hormuz, Aden, Gambali (possibly Coimbatore), Bengal, Laccadive and Maldive Islands, Djofar, Lasa, Aden, Mecca, Mogadishu, Brava 

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1f/Zheng_He.png/300px-Zheng_He.png
The route of the voyages of Zheng He’s fleet

 

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e4/Zheng_He%27s_ship_compared_to_Columbus%27s.jpg/350px-Zheng_He%27s_ship_compared_to_Columbus%27s.jpg
A display at the lbn Battuta Mall in Dubai, UAE,
compares the size of ships used by Zheng He and by Christopher Columbus


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6d/Cakra_Donya.JPG/220px-Cakra_Donya.JPG  

The Cakra Donya Bell, a gift from Zheng He to Pasai,    
now located at the Museum Aceh in Banda Aceh.

 

 Mu Duo - 木 鐸
                         

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c9/%E9%A9%AC%E5%85%AD%E7%94%B2%E4%B8%89%E5%AE%9D%E5%BA%99.JPG/220px-%E9%A9%AC%E5%85%AD%E7%94%B2%E4%B8%89%E5%AE%9D%E5%BA%99.JPG    

The San Bao Temple in Malacca   

 

  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/1/1c/Cheng_Hoo1.JPG/240px-Cheng_Hoo1.JPG
            The Zheng He Mosque in Surabaya.

 


Kelenteng Gedong Batu (Sam Po Kong) - Semarang


     
             Bedug Masjid Zheng He                                               Gu - 鼓

 

  
Masjid 懷 聖 (Huaisheng) - 廣 肇 (Guangzhou) tahun 627 M



                                   
                        Tang Zhuang - 唐 裝                   Zhong Shan Zhuang - 中 山 裝
                                                                                        
                                         
                 Zhong Shan Zhuang - 中 山 裝     Zhong Shan Zhuang - 中 山 裝

 

                                              
                               Baju  KoKo                                                 Baju  KoKo


  

Disampaikan pada Seminar Internasional
The Islam and Confucian Summit 2013
Hotel Hariston Best Western
Jakarta, 23 - 25 Agustus 2013

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:245 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:894 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:115 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:240 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:135 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:404 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:298 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:234 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:176 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:719 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 43 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com