spocjournal.com

Filsafat Metafisika Xun Zi : Kosmologi & Ontologi Segi Tiga Semesta

Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Kosmologi
Kosmologi adalah filsafat yang merumuskan gambaran manusia tentang alam semesta. Setiap manusia, betapapun sederhananya, pasti mempunyai gambaran tentang alam semesta, namun gambaran itu belum dapat disebut Kosmologi karena tidak berdasar sistem filsafat. Contohnya, orang primitif menggambarkan dunia sebagai taman yang berbentuk meja bundar dan langit di atas sebagai atap. Di luar atap itu bermukim para dewa yang mengatur terbitnya matahari, turunnya hujan, dan munculnya bulan. Gambaran alam semesta seperti  itu akan berubah setelah pemahaman ilmunya berkembang.

1. Yi Jing  menjabarkan filsafat Proses
Dalam kitab Yi Jing (Wilhelm,1965) tertulis, yang  mula-mula ada yaitu sesuatu yang tanpa bentuk disebut Wu Ji ( 無 極 ). Dari yang tanpa bentuk itu muncul sepasang kekuatan yin dan yang.  Perpaduan kekuatan Yin Yang ini melahirkan Yang Maha Besar atau Tai Ji ( 太 極  ) sebagai wujud yang punya bentuk. Tai Ji artinya yang maha besar, juga berarti awal dari alam semesta dan isinya. Dari Tai Ji lahirlah  Si Xiang ( 四 相  ) atau empat pasangan garis Yin dan Yang. Dari Si Xiang muncullah Ba Gua ( 八  卦 ) atau Delapan Trigram.

Dari Ba Gua lahir semua benda di alam semesta ini. Simbol Ba Gia yang dimaksud seperti dibawah ini.


----------            ----  ----        ----  ----        ----  ----
----------            ----  ----        ----  ----        ---------
----------            ----  ----        ----------        ---------
langit                  bumi         petir            danau


----------             -----------       ----  ----      ----------                               
----------             ----    ----      ---------       ----  ----
----   ----            ----    ----      ----  ----      ----------
  angin               gunung        air             api


Dengan demikian, semua benda di alam semesta ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, dan saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Dari “tanpa bentuk” sampai muncul benda dan makhluk di alam semesta ini merupakan proses yang tidak dapat dihentikan, penjelasan kitab Yi Jing ini sesuai pada filsafat Proses..       

Menurut teori Yin Yang, hal-hal yang berbeda atau berlawanan merupakan pasangan yang saling melengkapi, seperti baik buruk, besar kecil, laki perempuan, buruh majikan, isi dan bentuk, kebajikan dan keadilan, kesusilaan dan musik. Isi atau ide itu luas maka bersifat yang, bentuk itu terbatas maka bersifat yin. Musik itu ide maka bersifat yang kesusilaan itu bentuk maka bersifat yin. Kebajikan itu memberi maka bersifat yang, keadilan itu diminta maka bersifat yin. Hukum yang berlandaskan kebajikan dan keadilan, hukum yang diajarkan Xun Zi, adalah hukum yang memenuhi keseimbangan Yin Yang (Li Jing Quan, dalam Kongzi Jijinhui,1993: 63).

Unsur Yin dan Yang selalu berada bersama dan saling membantu atau saling bertentangan. Hal itu bergantung pada keseimbangan di antara dua unsur itu. Kedua unsur itu selalu mencari keseimbangan antara mereka sendiri. Apabila keadaan mereka belum seimbang, pasti terjadi pergerakan yang mengakibatkan goncangan. Ketidakseimbangan itu terjadi antara lain karena salah satu unsurnya terlalu besar atau terlalu kecil. Unsur Yin Yang itu bisa besar atau kecil, akibat dipengaruhi oleh faktor tertentu. Untuk mengembalikan keseimbangan dua unsur tersebut bisa dilakukan dengan memperbesar unsur yang kecil agar berubah menjadi besar.

Perubahan unsur dari besar menjadi kecil, atau dari kecil menjadi besar, juga menimbulkan dampak pada realitas. Perubahan adalah sebuah proses yang menghasilkan realitas baru. Dialektika komplementer Yin Yang akan menghasilkan keseimbangan baru. Keseimbangan itu ada dua macam yaitu keseimbangan yang statis dan yang dinamis. Keseimbangan yang statis yaitu keseimbangan yang tenang, tidak banyak gejolak. Keseimbangan yang dinamis adalah keseimbangan yang disertai dengan perubahan terus-menerus. Contohnya, masyarakat yang telah mendapat pendidikan yang baik selalu ingin meningkatkan kepandaian dan kecerdasannya. Peningkatan kepandaian dan kecerdasan masyarakat juga akan merubah perilakunya.

Apabila unsur Yin dan Yang selalu berubah dalam kadar yang tepat, keseimbangan itu disebut keseimbangan dinamis. Apabila perubahan kadar unsur Yin dan Yang itu terlalu jauh, maka akan terjadi benturan hebat. Di dalam kitab Yi Jing disebut dengan kata revolusi atau ge (  革  ) untuk menamai benturan Yin Yang itu. Contohnya, pembangunan yang hanya menguntungkan golongan atas saja menjadikan rakyat semakin menderita. Keadaan yang tidak seimbang ini bisa menyebabkan revolusi sosial (Wilhelm, 1965 : 189).

Menurut Capra (2004: 6), realitas itu satu, manusia, bumi dan benda-benda lain adalah bagian dari realitas itu. Hubungan antara benda-benda itu saling terikat, terutama hubungan antara makhluk hidup yang berdekatan. Menurut ilmu Biologi tubuh organisme terdiri dari unsur-unsur kimia yang tersusun dalam struktur tententu, dibatasi oleh membran dan disebut sel. Setiap sel mengandung DNA selain bangunan biokimia yang strukturnya kompleks. Sel itu tidak dapat hidup sendiri mereka membutuhkan lingkungan yang menyediakan oksigen dan makanan lain, serta kondisi udara tertentu. Virus adalah  benda mati, namun akan menjadi hidup kalau dia menempel pada makhluk hidup.

Gambaran dari kehidupan biologis tersebut tidak berbeda dengan kehidupan manusia di dalam masyarakat. Manusia bisa disamakan dengan sel yang bisa hidup apabila dia berada dalam kondisi lingkungan yang memenuhi syarat, dan hidup bersama orang-orang lain saling bekerja sama. Manusia bisa seperti hewan bersel satu, yang bisa hidup sendiri, tetapi hidupnya tidak layak sebagai manusia. Manusia mempunyai kecerdasan dan kepribadian, meskipun hidup dalam masyarakat tidak menjadi parasit bagi orang lain. Manusia tetap dituntut mempunyai kemandirian, meskipun hidup dalam kelompok karena manusia mempunyai harga diri.

Xun Zi juga memiliki rumusan atau gambaran tentang alam semesta seperti yang sudah tertulis dalam kitab Yi Jing tersebut di atas. Xun Zi sudah memahami hukum alam. Dia menjelaskan bahwa alam semesta ini mempunyai aturan yang tetap. Semua benda di angkasa, seperti bulan dan matahari bergerak dengan teratur, dan menentukan pergantian musim di bumi. Hujan, petir, dan awan adalah gejala alam bukan pekerjaan para dewa (Zhang, 1993: 7).

Realitas ini pada hakikatnya adalah perubahan, atau mengalami proses yang tidak berhenti. Perubahan itu ada aturannya, sesuai dengan struktur Yin dan Yang. Sesuatu yang bersifat Yin maksimal disebut Da Yin ( 大 陰 ). Apabila Da Yin ditambah dengan unsur yang bersifat Yin, akan berubah menjadi bersifat Yang. Sebaliknya, sifat Yang maksimal disebut Da Yang ( 大  陽 ). Apabila Da Yang ditambah unsur Yang akan berubah menjadi bersifat Yin. Hal itu menunjukkan bahwa suatu unsur yang terlalu dominan menyebabkan keseimbangan tidak stabil. Contohnya, orang makan nasi berlebihan menyebabkan sakit. Apabila Yin minim atau Sao Yin ( 少 陰 ) ditambah dengan unsur yin akan tetap Yin. Begitu pula sifat Yang minim atau Sao Yang ( 少  陽  ) bila ditambah sifat Yang tetap bersifat Yang.

Kaidah ini menjelaskan bahwa segala sesuatu tidak boleh berlebihan. Sesuatu yang sudah baik harus tetap dijaga kebaikannya, jangan berlebihan. Sesuatu yang sudah besar jangan diperbesar lagi ada resiko hancur bila berlebihan. Hal yang sebaliknya, yang sudah terpojok jangan dipojokkan lagi, ada kemungkinan dia akan berbalik menjadi kuat.

Apabila ada sesuatu yang sudah baik, dan kita ingin membuat yang lebih baik, buatlah sesuatu yang baru lebih baik daripada yang sudah ada. Apabila yang baru ini lebih baik dari pada yang lama, maka yang lama itu akan memperbaiki dirinya atau hilang. Contohnya, jika membangun sebuah kota, jangan dihancurkan kota yang lama. Bangun dulu kota yang baru, setelah itu kota yang lama akan membangun diriny sendiri atau lenyap.

2.Realitas sebagai Proses Organis
Untuk penjelasan tentang filsafat organisme ini saya membandingkan dengan filsafat A.N. Whitehead sebagai berikut:

Whitehead menggambarkan realitas ini sebagai proses yang tidak pernah berhenti. Proses itu disebutnya Realitas Primer, hasil dari proses disebut Realitas Sekunder. Realitas hanya satu, terdiri dari kumpulan entitas aktual yang banyak dan saling terkait. Tidak ada entitas aktual yang lepas dari yang lain. Suatu entitas aktual telah menjadi dirinya sendiri, suatu saat tertentu akan mencapai kejenuhan (satisfaction), kemudian akan berubah menjadi entitas aktual yang baru. Proses bukanlah sebab akibat, dan tidak bisa ditelusuri kembali. Terjadinya proses itu karena banyak faktor dari entitas aktual lain atau dari dirinya sendiri, dan tidak dapat diuraikan satu persatu (Whitehead, 1929: 78)

Capra (2004: 83) menyebutkan bahwa filsafat organisme melihat adanya struktur dan pola organisasi pada realitas. Pola organisasi itu terdiri dari jaringan yang sangat banyak, saling berkaitan dan mempunyai hubungan yang sangat kompleks. Hubungan itu tidak linear seperti garis lurus, tetapi bersifat cyclis yaitu melingkar. Contohnya, jaringan saraf dalam otak yang jumlahnya jutaan dan hubumgannya sangat kompleks. 

Whitehead (1929: 219) menyebutkan bahwa Tuhan adalah Entitas paling aktual dan non temporal, artinya Tuhan itu tidak terpengaruh oleh perubahan apa pun. Realitas hidup manusia merupakan proses organis. Anak lahir dari orang tuanya. Orang tua juga lahir dari orang tuanya, dan seterusnya. Tidak ada manusia yang tidak mempunyai bapak ibu. Alam semesta itu juga muncul dari pasangan Yin dan Yang atas kehendak Tuhan. Semua benda muncul dari langit dan bumi. Dengan demikian semua benda di alam itu saling terkait, tidak ada yang lepas sendiri.

Capra (2004: 6) menjelaskan bahwa dalam proses itu struktur dan pola organisasi jaringan tidak diam, tetapi juga terjadi perubahan yang tidak sama. Ada jaringan yang perubahannya cepat dan positif, namun ada jaringan yang lambat perubahannya. Dalam seluruh proses itu hasilnya bergantung pada tarik menarik antara berbagai kekuatan jaringan tersebut.
Proses itu ada asal usulnya, tidak muncul mendadak dari kekosongan. Proses mempunyai struktur yaitu awal dan akhir, pangkal dan ujung, batin dan lahir, angan-angan dan kenyataan. Guna menciptakan kehidupan yang sejahtera, orang selalu mulai dengan angan-angan, perencanaan, ilmu pengetahuan, tekad, dan kemauan, yang semuanya ada dalam batin. Dengan niat yang berada dalam batin, semua cita-cita itu diperjuangkan untuk dicapai

Whitehead (1929: 210) menjelaskan bahwa manusia mempunyai kesadaran, kecerdasan, perasaan, dan pengalaman. Oleh karena itu, manusia dapat memahami realitas yang terdiri dari banyak entitas ini. Kemampuan memahami realitas itu disebutnya prehensi atau pencerapan. Apabila pencerapan terhadap entitas yang banyak itu disatukan dalam satu kesatuan yang bulat maka disebut komprehensi. Dengan memiliki, prehensi dan komprehensi manusia dapat menyusun konsep yang abstrak seperti Causa Prima dari Aristoteles dan Yin Yang dari Nabi Kongzi. 

Pengalaman manusia terhadap kehidupan dalam alam semesta, dan kemampuan manusia mencerap realitas menyebabkan manusia dapat merumuskan filsafat Kosmologi. Masyarakat yang tidak mempunyai Kosmologi yang sistematis tidak dapat membangun kehidupan duniawi yang sejahtera. Masyarakat primitif tidak memiliki kepekaan batin, dan tidak memiliki kepekaan koseptual karena pengalaman batin mereka diartikan sebagai pengalaman mistis. Pengalaman mistis itu mendorong mereka melakukan upacara-upacara mengusir setan. Menurut mereka, setan itu penyebab munculnya masalah. Masyarakat primitif tidak memiliki Konsep Kosmologi. 

Menurut Whitehead, kecerdasan dan intuisi manusia juga membentuk kepekaan (feeling) terhadap realitas yang di hadapannya. Kepekaan itu ada dua macam yaitu kepekaan fisikal dan kepekaan konseptual. Entitas aktual yang banyak seperti kemiskinan, ketidak adilan, kebodohan menimbulkan kepekaan fisikal karena gejalanya dapat dilihat oleh mata. Pada sebagian orang yang cerdas semua gejala tersebut juga menimbulkan kepekaan konseptual. Kepekaan fisikal seseorang menimbulkan rasa kasihan lalu mendorong dia memberikan bantuan uang atau bantuan berupa barang. Orang yang memiliki kepekaan konseptual tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi menyusun program kerja jangka panjang cara menanggulangi kemiskinan itu (Whitehead,1923: 299).

Menurut Xun Zi, kepekaan manusia itu terletak pada hati nurani atau lu ( 虑 ). Orang yang hati nuraninya tertutup, tidak lagi mempunyai kepekaan terhadap nasib orang lain. Dia menekankan bahwa pendidikan bukan mengajarkan ketrampilan kepada anak didik, tetapi membuka hati nuraninya untuk peka terhadap keadaan masyarakat di sekitarnya dan nasib manusia pada umumnya (Zhang, 1993: 42)..

Pada zaman dinasti Han (   汉  ), kosmologi Nabi Kongzi berkembang pesat. Salah satu hasil pengembangkan kosmologi Nabi Kongzi adalah pengetahuan Feng Shui ( 风 水 ). Pengetahuan Feng Shui ini menjabarkan kosmologi menjadi pelajaran bagi masyarakat umum agar menjaga kelestarian alam dan menjaga kerapian lingkungan demi kesejahteraan hidup bersama. Melaksanakan semua petunjuk dalam pengetahuan Feng Shui adalah membangun lingkungan yang ideal karena Feng Shui menyatukan ruang, waktu, gerak, dan energi dalam sistem kehidupan manusia, agar hidup manusia sejahtera (Wong Seng Tian, 1993: 7 ).


Ontologi Segi Tiga Semesta

Ontologi adalah filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Apabila orang akan membicarakan filsafat tentang sesuatu, pertama orang itu menetapkan dulu bahwa sesuatu itu ada, ada dalam angan-angan, ada dalam kemungkinan, atau ada dalam kenyataan yang akan menjadi dasar keberadaan yang lain. Apabila orang akan membicarakan manusia, yang pertama ditetapkan adalah Tuhan sebagai pencipta alam semesta dan manusia (Bakker, 1992: 14).

Ada aliran filsafat Materialisme yang meyakini bahwa yang ada itu hanya materi. Segala yang non materi itu tidak ada. Mereka tidak percaya adanya Tuhan karena Tuhan itu tidak bisa dilihat. Filsafat Materialisme ini sangat besar pengaruhnya di Eropa. Banyak orang yang tidak mempelajari filsafat dengan mendalam secara tidak disadari telah menjadi pengikut Materialisme. Charles Darwin adalah salah satu pengikut filsafat Materialisme Mekanistik. Teori Evolusinya sangat berpengaruh di bidang ilmu Biologi. Banyak orang yang mempelajari Biologi tidak mengetahui bahwa teori Evolusi itu lahir dari aliran Filsafat Materialisme Mekanistik.

Materialisme Mekanistik mengajarkan bahwa alam semesta ini tidak diciptakan oleh Tuhan, tetapi muncul dari mekanisme alam. Ada yang berpendapat bahwa alam ini terjadi dari kabut yang berputar, kemudian menjadi padat dan terpecah menjadi alam semesta ini. Munculnya makhluk hidup dan manusia di bumi ini juga hasil proses mekanistik. Manusia terjadi dari perkembangan makhluk bersel satu yang mengalami evolusi selama jutaan tahun. Manusia tidak punya roh, setelah mati semuanya selesai, tidak perlu ada upacara sembahyang kepada arwah.

Filsafat Materialisme Mekanistik ini juga menjadi dasar ajaran Kapitalisme Liberal. Menurut mereka ekonomi itu mengikuti mekanisme pasar, biarkan pasar yang mengatur sendiri. Negara tidak perlu ikut campur masalah ekonomi, tetapi negara harus melindungi hak individu dan kekayaannya. Paham Kapitalisme Liberal ini muncul di Eropa pada saat di sana bermunculan orang-orang kaya, paham ini sesuai untuk membentengi diri mereka.

Kapitalisme Liberal pada abad XIX di Eropa telah membuat jurang antara para majikan yang kaya dan para buruh yang miskin. Dalam kenyataannya Kapitalisme Liberal ini menciptakan ketidak-adilan sosial. Buruh yang bekerja keras hanya mendapat upah sedikit, sedang majikan mendapat keuntungan besar. Hal ini mendapat kritikan dari Karal Marx yang beraliran filsafat Materialisme Dialektik. Menurutnya sistem ekonomi yang baik adalah sistem Sosialisme. Kapital tidak dikuasai oleh majikan tetapi dikuasai oleh buruh. Untuk mencapai masyarakat sosialis harus melalui masyarakat kapitalis lebih dulu. Dalam negara yang bukan kapitalis tidak banyak perusahaan dan tidak banyak buruh maka tidak dapat digerakkan paham Sosialisme ini.

Ontologi dari aliran Materialisme adalah materi, yang non materi tidak ada. Di Yunani, Plato mendirikan aliran filsafat Idealisme yang mengajarkan bahwa yang ada itu hanya Idea. Ada dunia Idea yang sangat sempurna yang tidak dapat dilihat oleh manusia. Dunia yang tampak ini tidak sempurna karena hanya bayangan dari semua yang ada di dunia Idea. Benda-benda yang ada di dunia ini tampak buruk, dan di dunia banyak penderitaan karena hanya bayangan dari keadaan yang berada di dunia Idea itu. Bagi Plato, dunia Idea adalah ibarat Surga, dan dunia ini ibarat Neraka. Ontologi Plato adalah dunia Idea.

Aliaran Buddhisme yang disebut Sunyavada menjelaskan bahwa alam semesta ini hanya kayalan manusia saja, yang sebenarnya tidak ada. Manusia berkayal karena manusia bodoh atau Awidya. Karena kebodohan manusia itu tidak dapat membedakan antara yang nyata dan yang tidak nyata. Kesedihan, kesenangan, penderitaan, dan kebahagiaan itu hanya kayalan manusia saja. Yang ada itu sebenarnya hanyalah kekosongan belaka, sunya artinya kosong. Ontologi dari Sunyavada ini adalah Kosong. 

Tiga Entitas Utama

Xun Zi menyatakan bahwa Tuhan mengatur musim, bumi mengatur kekayaannya, dan manusia mengatur masyarakatnya. Apabila manusia mengabaikan pekerjaan Tuhan dan bumi, dan tidak mengatur kehidupan bersama dalam masyarakat itu artinya manusia berbuat kecerobohan (Zhang, 1993: 346)  Ontologi dari filsafat Xun Zi tidak berbeda dengan ajaran Nabi Kongzi atau Meng Zi. Xun Zi belajar dari kitab yang sudah tertulis sebagai kitab Klasik. Dalam bab XXX dari kitab Tengah Sempurna atau Zhong Yong ( 中 庸 ), salah satu bab dari kitab Kesusilaan atau Li Ji (  礼  记 ), menyebutkan ada tiga entitas utama yaitu: Tuhan, manusia, dan bumi atau alam semesta. Tiga entitas utama itu disebut  San Cai ( 三  才 ). Entitas Ketuhanan atau Tian Dao  ( 天  道 ). Entitas kemanusiaan  atau Ren Dao ( 人  道 ). Entitas Alam atau Di Dao ( 地 道 ). Tiga Entitas Utama ini berjalan sejajar, tidak tumpang tindih dan tidak berhimpitan. Maksudnya, Tuhan sebagai pencipta alam semesta dan isinya mempunyai otoritas yang mutlak, tidak dapat dipengaruhi oleh apapun. Hubungan antara Tuhan dan manusia bergantung pada iman yang dimiliki manusia. Agar manusia beriman harus dididik dan diajarkan agama serta menjalankan ibadah.

Ontologi Xun Zi adalah San Cai. Istilah San Cai saya Indonesiakan dengan Segi Tiga Semesta karena mempunyai Tiga Entitas Utama yang mewakili semesta. Konsep Segi tiga Semesta atau San Cai bukan bersifat fisik atau materi, tetapi bersifat ide abstrak. Ajaran Xun Zi tidak termasuk Materialisme, tetapi termasuk Idealisme karena San Cai itu bersifat ide. Manusia, alam semesta, dan Tuhan dalam konsep San Cai merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Konsep San Cai itu hanya dapat dipahami dalam pikiran manusia. Xun Zi mengingatkan  tanggungjawab manusia kepada Tuhan, kepada sesama manusia, dan kepada bumi. Konsep ini dikenal dengan ungkapan Tian Ren He Yi  (  天  人  合  一 ) atau Tuhan dan Manusia bersatu (Zhan, 1996: 4).

a. Di Dao   (hubungan manusia dengan alam)

Alam atau bumi adalah tempat hidup manusia dan makhluk hidup lain. Tubuh manusia berasal dari unsur-unsur kimiawi yang berasal dari bumi. Dengan perkataan lain, tubuh manusia berasal dari bumi dan mendapatkan makanan dari bumi, sedangkan roh manusia diperoleh dari Tuhan. Manusia mempunyai roh dan raga, oleh karena itu, manusia wajib menjaga kelestarian alam agar sumber kehidupannya tidak habis. Dalam kepercayaan orang Tiongkok zaman purba, bumi dijaga oleh Malaikat Bumi, disebut Fu De Zheng Shen ( 福 德 正 神 ), artinya dewa yang memberi rejeki dan menjaga perilaku kebajikan manusia. Pemujaan terhadap Malaikat Bumi ini tetap dilestarikan oleh Agama Khonghucu. Mitos Malaikat Bumi ini menyangkut dua kepentingan yaitu menjaga kelestarian alam dan menjaga perilaku manusia. Sampai sekarang banyak kelenteng dibuat oleh masyarakat Tionghua untuk memuja Malaikat Bumi.

Xun Zi mengajarkan agar masyarakat mempelajari sifat-sifat benda yang berada di bumi, dan dapat memanfaatkannya untuk meringankan beban hidup. Xun Zi menulis: ”Karena manusia sudah dapat membuat perahu tidak perlu menyeberangi sungai dengan berenang. Orang melakukan perjalanan jauh tidak perlu berjalan kaki karena sudah ada kereta yang ditarik kuda” (Zhang, 1993: 2).

Xun Zi sangat menghargai teknologi karena dapat meringankan pekerjaan manusia. Teknologi berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam, yaitu memanfaatkan sumber daya alam, air, angin, dan hasil tambang untuk meringankan hidup manusia. Dalam usaha menyejahterakan hidup manusia, pemanfaatan sumber daya alam adalah usaha yang sangat penting. Menurut Peursen (1976), teknologi adalah memperbesar fungsi anggota badan manusia. Misalnya, kapak membantu fungsi tangan. Kereta membantu fungsi kaki. Kaca mata membantu fungsi mata.

b. Ren Dao (Hubungan Kemanusiaan)
Hubungan antar-manusia adalah hubungan yang sangat penting. Hubungan itu perlu dijaga keselarasannya supaya semua bisa bekerja sama dengan baik. Manusia dalam berinteraksi perlu memperhatikan kedudukan dan kehormatan orang lain. Nabi Kongzi menyebutkan lima hubungan, yaitu: (a) hubungan antara atasan dengan bawahan, (b).hubungan suami dengan istri, (c) hubungan orang tua dengan anak, (d) hubungan antar-saudara, (e) hubungan antar-teman.

Xun Zi menambahkan satu lagi, yaitu hubungan antara guru dan murid. Hubungan ini dipandang sangat penting karena nasib bangsa sangat bergantung pada hubungan antara guru dan murid. Menurut John Dewey (1964), guru adalah agen perubahan dalam masyarakat. Apabila guru tidak dapat memberikan pendidikan yang baik dan tidak dapat mendorong muridnya menjadi orang yang berguna maka kacaulah masyarakat. Menurut Xun Zi, guru tidak hanya memberi pelajaran kepada murid, tetapi wajib memberi teladan yang baik dalam segala tindakannya. Hubungan guru dengan murid sangat istimewa. Guru yang pandai dapat mengembangkan bakat muridnya sehingga menjadi orang yang pandai dan berguna untuk negara dan bangsa (Zhang, 1993: 19).     

Menurut Xun Zi, hubungan antar-manusia perlu diatur dengan baik oleh negara. Pengaturan itu meliputi semua bidang kehidupan seperti kegiatan ekonomi, pengembangan kesenian, urusan perkawinan, dan upacara keagamaan. Pegawai pemerintah dan sistem birokrasi berfungsi membantu mengatur hubungan antar-manusia agar tercipta ketertiban, dan tidak memepersulit rakyat yang seharusnya dilayani dengan baik. Kebajikan dan keadilan dalam masyarakat kemunculannya bergantung pada kejujuran dan kesungguhan para pejabat negara dalam mengatur rakyatnya. Apabila ada rakyat yang melawan negara atau mengacau negara diberi hukuman yang berat. Orang yang menjadi pejabat dan pegawai negara wajib menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, apabila lalai atau melanggar peraturan juga dihukum berat (Zhang, 1993: 144).

Hubungan sesama pribadi diatur oleh norma masyarakat. Apabila norma itu dilanggar menimbulkan keretakan hubungan. Akibat lanjutannya yaitu orang kehilangan banyak teman atau hubungan dengan teman tidak serasi. Hubungan antar pribadi juga diatur dengan undang-undang tersendiri, seperti undang-undang perseroan dan undang-undang perkawinan.

Orang perlu membedakan hubungan individu dengan negara dan hubungan antara individu dengan individu. Hubungan antar individu sebagian diatur oleh norma dan sebagian diatur oleh hukum. Problem individu yang menyangkut kepentingan negara atau masyarakat dialihkan menjadi problem negara. Misalnya, seseorang yang membunuh orang lain atau mencuri barang molok orang lain dianggap membahayakan keselamatan masyarakat dan negara. Sedangkan hubungan individu dengan negara sudah diatur oleh hukum.

Biasanya orang merasa tidak bersalah apabila tidak melanggar undang-undang, dan tidak berurusan dengan polisi. Misalnya orang berteriak-teriak pada malam hari di jalan umum, dia merasa tidak bersalah karena ini jalan umum. Orang ini juga sadar bahwa rumah-rumah di sekitar jalan umum itu ditempati banyak orang yang sedang istirahat. Orang semacam ini lupa pada tatanan moral. Di negara berkembang banyak hal belum diatur oleh undang-undang, banyak perbuatan orang yang merugikan orang lain, tetapi tidak dapat ditangani oleh pengadilan.

c. Tian Dao (Hubungan manusia dengan Tuhan)
Adanya pengakuan terhadap sifat-sifat Tuhan membuktikan bahwa Xun Zi mengakui adanya kesadaran transenden. Xun Zi juga memberi peran yang penting bagi perkembangan agama karena agama berfungsi menyalurkan aktivitas spiritual manusia. Dalam kehidupan manusia banyak hal-hal yang tidak dapat dipahami dengan pikiran biasa. Manusia memerlukan iman dan kepercayaan untuk memahaminya, yaitu diperlukan dasar lain yang tidak empiris. Agama memberikan gambaran lain yang transenden kepada kehidupan ini sehingga manusia dapat memperoleh jawaban dan penjelasan terhadap pengalaman spiritualnya (Zhang, 1993: 196).

Menurut Fung Yu Lan, Xun Zi memberikan sumbangan yang amat besar terhadap agama Khonghucu, yaitu penjelasannya tentang makna upacara duka dan persembahan sesaji kepada para arwah. Xun Zi mendukung upacara besar keagamaan dengan khidmat dan khusuk.Xun Zi juga setuju adanya upacara duka diadakan secara besar-besaran dan khidmad karena kematian dipandang sebagai perpisahan. Xun Zi berpendapat bahwa kelahiran seorang bayi adalah peristiwa manusia memasuki dunia, selayaknya disambut dengan suka cita. Kematian adalah peristiwa seseorang keluar dari dunia, selayaknya diantarkan dengan upacara kehormatan (Fung, 1966: 148).

Peran agama terhadap kehidupan manusia amat penting. Agama tidak hanya memberikan harapan kepada manusia, tetapi juga menyalurkan emosi manusia yang tersumbat. Dalam hidupnya, manusia mengalami banyak hal yang ruwet, yang tidak dapat diatasi dengan cara apa pun. Apabila menghadapi masalah seperti itu, untuk mencari jawabannya manusia dapat masuk ke dunia yang lebih tinggi yaitu dunia transenden, atau Tian Dao.( 天 道 ). Dalam dunia transenden semua masalah yang ruwet dan menyakitkan diberi makna baru.


Sumber dari Disertasi Xs. Dr. Oesman Arif M.Pd yang berjudul : Penyelenggaraan Negara menurut Filsafat Xun Zi.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:245 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:894 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:115 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:240 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:135 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:404 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:298 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:234 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:176 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:719 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 48 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com