spocjournal.com

Filsafat Metafisika Xun Zi : Filsafat Ketuhanan


Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Filsafat di Tiongkok pada zaman Xun Zi belum sistematis. Istilah filsafat saja belum dikenal, dan belum ada pembagian yang jelas cabang-cabangnya. Xun Zi sendiri menyebut ajarannya dengan sebutan Da Ru (  大 儒 ), artinya Ajaran Nabi Kongzi Makro. Saya melakukan penjabaran filsafat Xun Zi berdasarkan sistematika yang sederhana, yang lazim dipakai untuk mempelajari filsafat Barat. Sistematika yang dimaksud yaitu dimulai dari metafisika dengan cabang-cabangnya, antara lain ontologi, antropologi metafisika (filsafat manusia), kosmologi, theodicea, filsafat kebudayaan, filsafat politik, filsafat pendidikan, dan filsafat hukum.

Filsafat Metafisika di Tiongkok tidak kompleks seperti di Barat karena alam pikiran orang Tionghua realistis. Filsafat Tiongkok pada umumnya menggunakan dialektika Yin Yang sebagai metode berpikir, sesuai yang tertulis dalam kitab Yi Jing. Kitab Yi Jing ini bagian dari kitab Klasik Nabi Kongzi yang paling banyak dipelajari orang sampai zaman sekarang.

Metafisika adalah bagian filsafat yang paling dasar. Artinya, orang yang mempelajari filsafat harus mulai dari bagian ini. Orang yang mempelajari ilmu pengetahuan biasanya berangkat dari pengalaman yang nyata, ada bendanya, bisa dilihat, bisa didengar. Orang belajar berfilsafat adalah belajar berpikir tentang sesuatu yang sangat besar yang tidak mungkin bisa dilihat atau didengar, tetapi hanya dapat dibayangkan saja. Untuk memikirkan hal seperti itu orang hanya dapat menggunakan logika. Dalam filsafat Barat ada logika tradisional, logika modern, logika banyak nilai, dan sebagainya. Dalam Filsafat Xun Zi yang dipakai adalah logika dalam kitab Yi Jing.  Prinsip Yin Yang adalah dua unsur yang berbeda, tetapi selalu bersama dan saling melengkapi. Pemikiran dengan prinsip Yin Yang ini disebut dialektika komplementer. Contoh yang mudah untuk memahami dialektika komplementer yaitu adanya suami istri, siang dan malam, baik dan buruk, benar dan salah. Prinsip Yin Yang ini hanya bisa dibayangkan, dan dijadikan dasar berpikir.

Dalam prinsip YinYang tidak ada kebenaran mutlak atau kesalahan mutlak, pasti ada ruang sedikit untuk kebenaran dalam kesalahan. Sebaliknya juga ada ruang sedikit bagi kesalahan dalam kebenaran. Benar dan salah tidak terpisah sama sekali, baik dan buruk juga tidak terpisah sama sekali. Dalam Kitab Yi Jing prinsip Yin Yang itu dibahas secara mendalam, dan orang Nabi Kongzi khususnya dan orang Tionghua pada umumnya berpikir untuk memecahkan berbagai masalah menggunakan sistem Trigram dan hexagram yang termuat dalam kitab Yi Jing.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad XIX telah membuat orang Barat mengabaikan metafisika. Namun, akibat terjadi perang Dunia Pertama orang Barat mulai menyadari bahwa ada kesalahan dalam cara berpikir manusia.  Pada awal abad XX banyak filsuf mulai sadar untuk mempelajari metafisika kembali, untuk memahami realitas yang sudah terbagi-bagi oleh ilmu-ilmu pengetahuan khusus. Filsafat memerlukan metafisika baru agar manusia dapat memahami realitas sebagai satu kesatuan. Munculnya kesadaran bahwa realitas sebagai satu kesatuan karena di dunia munculnya persoalan ekologi, kesehatan, ketimpangan ekonomi masyarakat dunia, dan adanya perang dunia dua kali (Capra, 2000: 5).

Filsafat Xun Zi menggunakan prinsip Yin Yang dan berpedoman pada kitab Yi Jing yang termasuk aliran filsafat Proses Organis. Dalam bukunya pada bab I Xun Zi menjelaskan filsafat Metafisikanya sebagai filsafat Organisme, atau disebut Juga filsafat Proses Organis. Dia menjelaskan bahwa alam semesta sebagai realitas itu seperti tubuh manusia. Semua bagian dari tubuh manusia itu saling berhubungan dan saling terkait. Apabila ada bagian dari tubuh sakit seluruh tubuh mesarakan sakit. Alam semesta juga sama seperti tubuh, semua benda dalam alam ini saling terikat dan saling bergantungan. Hewan hidup bergantung pada tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan bergantung pada tanah, air. sinar matahari, dan makhluk lain seperti bakteri, cacing, kupu, dan burung.  

Whitehead merumuskan metafisikanya guna merumuskan kembali kebenaran yang bersifat koheren, logis, dan pasti. Menurutnya, realitas itu harus dipahami sebagai satu organisme, semua bagian dari organisme itu saling terkait dan saling bergantungan. Whitehead juga mengakui bahwa filsafat Organisme yang dikembangkannya bersumber dari filsafat Tiongkok dan India (Whitehead. 1929: 2).

Xun Zi telah memiliki pemikiran yang sama dengan Whitehead. Dia berpendapat bahwa realitas itu satu yang terdiri atas bagian-bagian yang tidak terpisahkan. Realitas digambarkan seperti tubuh manusia yang terdiri atas organ tubuh yang berbeda fungsinya, tetapi saling terkait dan bekerja sama. Fungsi setiap organ saling terkait, setiap organ bekerja untuk kepentingan seluruh tubuh. Mulut mengunyah makanan yang hasilnya dimanfaatkan oleh seluruh tubuh. Mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar demi kepentingan seluruh tubuh (Zhang,1993:  12).

Xun Zi menjelaskan proses alam semesta dengan teori Yin Yang, seperti yang sudah tertulis dalam kitab Yi Jing. Proses alam semesta ini digerakkan oleh dua unsur Yin dan Yang. Dengan perkataan lain, realitas itu adalah sebuah proses yang tidak pernah berhenti. Yin Yang adalah dua unsur abstrak yang menggambarkan dua sifat yang berlawanan, seperti bulan dan matahari,  kutub positif dan kutub negatif, anoda dan katoda, laki-laki dan perempuan, besar dan kecil, baik dan buruk. Dua sifat itu hanya ada dalam angan-angan untuk memahami realitas dan prosesnya (Wilhelm, 1964).

Realitas bukanlah benda, melainkan merupakan aturan atau rumusan untuk memberi makna kepada benda-benda yang berada di luar kesadaran manusia. Semakin tinggi kecerdasan manusia rumusan realitas itu menjadi semakin abstrak. Realitas itu bersifat transenden, artinya di luar pengalaman manusia, tetapi memberi perspektif terhadap pengalaman manusia. Realitas tidak dapat ditemukan di luar pengetahuan dan kebudayaan. Tegasnya realitas adalah rumusan yang dibuat manusia dengan bekal bahasa dan budaya untuk memahami dunia dan isinya. Realitas itu dilukiskan oleh sejarah dalam wujud peperangan, kebiadaban, kesedihan, kejahatan, pengkhianatan, dan kecurangan, akan tetapi, juga terdapat kegembiraan, kemajuan peradaban, kelahiran nabi-nabi besar, dan kelahiran seniman besar (Peursen,1990 : 10).

Whitehead mengakui bahwa dia mengadopsi filsafat Proses Organis itu dari filsafat Tiongkok dan India, tetapi sama sekali tidak menyebutkan nama tokoh atau nama aliran. Pada tahun 1923 Homer Dubs, orang Ingris, menerjemahkan 18 bab tulisan Xun Zi. Enam tahun kemudian (1929) Whitehead menulis bukunya yang berjudul Process And Reality.

Dari fenomena ini saya menduga bahwa Whitehead sudah membaca tulisan Xun Zi yang sudah diterjemahkan oleh Homer Dubs tersebut. Yang dimaksud oleh Whitehead dengan bersumber dari filsafat Tiongkok mungkin pemikiran Xun Zi. Saya berani menduga demikian karena saya belum pernah menemukan tulisan lain dari penulis Tiongkok yang menjabarkan filsafat Proses Organis yang demikian jelas.  Fritjoff Capra pada akhir abad XX juga membahas filsafat Prose Organis dengan mengambil sumber dari Kitab Yi Jing. Tulisan Whitehead lebih dahulu tujuh puluh tahun dari pada tulisan Capra.

Adapun filsafat Metafisika itu dibagi dalam lima bagian. Saya akan menjelaskan dengan urutan sebagai berikut: 1.Theodicea atau Filsafat Ketuhanan, 2.Kosmologi atau Filsafat Alam Semesta. 3.Ontologi atau filsafat tentang Yang Ada. 4.Filsafat Manusia atau Antropologi Metafisika. 5.Filsafat Kejiwaan atau Psikologi Metafisika. Urutan ini saya sesuaikan dengan pemikiran Xun Zi dan ajaran agama Khonghucu. Filsafat Ketuhanan saya utamakan karena Tuhan adalah mencipta alam semesta, awal dari segala yang ada.    


1. Filsafat Ketuhanan


a. Tuhan Mahakuasa
Nabi Kongzi menjelaskan bahwa Tuhan itu tidak dapat dilihat dan tidak dapat dipegang, tetapi semua perkara tidak ada yang tanpa dia. Tuhan menampakkan keuasaan-Nya dengan menciptakan alam semesta yang teratur, dan disertai dengan hukum alam yang sangat sistematis. Nabi Kongzi menyatakan bahwa Tuhan tidak berbicara, tetapi musim selalu berganti dengan teratur. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Kongzi mengajarkan agar orang memahami Tuhan sebagai pribadi. Artinya, alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan dengan kehendak-Nya. Berbeda dengan konsep Emanasi yang menyatakan bahwa alam semesta ini muncul dengan sendirinya seperti rambut tumbuh dari kepala. Meskipun yang punya kepala tidak ingin rumbutnya tumbuh panjang, tetapi rambut itu tetap tumbuh panjang. Dalam Kitab Yi Jing juga disebutkan bahwa Tuhan itu mencipta, mengatur, memelihara, dan meluruskan.

Xun Zi menjelaskan keberadaan Tuhan dan kekuasaan-Nya seperti yang diajarkan oleh Nabi Kongzi. Xun Zi menambahkan sifat Tuhan yang tidak kompromis. Tuhan sebagai Yang Maha Kuasa tidak dapat didikte atau diperintah oleh manusia. Kedudukan Tuhan di atas semua yang ada, maka manusia hanya bisa menjalankan tugas dari Tuhan dengan segala yang telah diberikan-Nya.   


b. Sifat-sifat Tuhan menurut Xun Zi
Dalam buku Xun Zi bab XVII (Zhang,1993: 245) berjudul Perundingan Tentang Tuhan atau Tian Lun ( 天  论 ) atau Concerning Heaven disebutkan tujuh sifat Tuhan, yaitu:

1).Kekuasaan Tuhan itu mutlak, atau Tian Zhi ( 天 职 ). Tuhan mempunyai jabatan tertinggi, sebagai pencipta dan pengatur, maka tidak terpengaruh oleh apa pun. Mungkin ada orang yang tidak pernah minta kepada Tuhan dengan cara berdoa atau melakukan upacara, tetapi oleh Tuhan diberi rejeki banyak. Ada juga orang yang setiap hari berdoa minta banyak rejeki kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak memberi lebih banyak. Tidak ada yang dapat menggugat keputusan Tuhan. Tuhan sebenarnya sudah berlaku adil, semua makhluk hidup disediakan makanan, tetapi mereka harus mengambilnya sendiri atau bekerja.

2) Tuhan Yang Maha Pencipta, atau Tian Gong ( 天 共 ). Tuhan telah menciptakan alam dan isinya. Manusia sebagai makhluk paling cerdas selayaknya dapat memelihara alam ini yang menjadi sumber hidupnya. Kenyataanya, tidak semua manusia dapat menjaga kelestarian alam. Manusia yang sudah berbudaya tinggi dan menguasai ilmu pengetahuan tentang lingkungan hidup dapat melestarikan alam. Mereka yang telah mempunyai cukup pengetahuan tentang fungsi dan manfaat kekuatan alam dapat menjaga kelestarian alam, dan itu menandakan kebudayaannya telah tinggi. 

3)  Tuhan memberi manusia pancaindra agar dapat mengenal dunia luar. Sifat ini disebut Tian Jun ( 天 君 ). Akan tetapi, manusia juga perlu pengetahuan, perlu belajar, agar dapat memanfaatkan pancaindra secara optimal. Manusia tidak hanya mampu memahami benda-benda, tetapi juga dapat menciptakan simbol dan huruf sehingga dapat menyimpan pengalaman dan menyampaikannya kepada orang lain yang berada di tempat lain dan pada waktu yang berbeda.

4) Tuhan memberi manusia organ tubuh agar manusia selalu sehat dan bahagia. sifat itu disebut Tian Guan ( 天  官 ). Manusia wajib belajar menjaga tubuhnya sendiri agar selalu sehat. Untuk itu, manusia perlu pengetahuan tentang kesehatan.

5) Tuhan memberi manusia perasaan agar dapat membedakan antara penderitaan dan kesenangan. Sifat itu disebut Tian Qing ( 天 情 ). Setiap manusia dapat merasakan penderitaan dan kesenangan, tetapi untuk mengendalikan diri agar tidak jatuh dalam penderitaan dan bisa memperoleh kesenangan yang benar, perlu belajar dalam waktu lama. 

6). Tuhan memberi manusia makanan agar dapat hidup dan berumur panjang. Sifat itu disebut Tian Yang ( 天 養 ). Namun, manusia wajib belajar memilih makanan yang menyehatkan, bukan hanya makanan yang enak dan membuat perut kenyang..

7). Tuhan memberi manusia alam semesta yang tertib, dan manusia juga harus membuat masyarakat yang tertib. Ketertiban dari Tuhan itu disebut Tian Zheng (天 政). Manusia diperintah agar menjaga kelestarian alam, menjadikan alam ini sebagai tempat yang aman dan nyaman, tetapi manusia perlu belajar hidup tertib. Dalam masyarakat yang kurang berbudaya, orang-orangnya belum mampu menertibkan hidupnya sendiri, belum mandiri, dan tidak dapat menjaga kelestarian lingkungan alam maupun lingkungan sosial.


c. Hubungan Tuhan dengan manusia dalam ritual
Nabi Kongzi berkata: “Kalau aku tahu cara bersembahyang kepada Tuhan yang paling benar maka aku dapat mengatur negara seperti membalikkan telapak tangan saja” (Lun Yu, jilid 3) Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya memahami peribadahan kepada Tuhan.
 Dengan perkataan lain, untuk mencapai keberhasilan pekerjaan di dunia ini diperlukan kesadaran moral yang religius, bukan etika yang sekuler. Moral yang religius itu adalah moral yang didasari ketulusan hati atau cheng ( 诚 ), tanpa pamrih. Contoh, orang tua merawat anak dan mendidiknya demi masa depan anak itu sendiri. Sebaliknya, orang memelihara ternak untuk keuntungan ekonomi. Mengukur ketulusan hati manusia memang sukar, tidak dapat ditunjukkan dengan wajah manis atau benda dan makanan yang berharga mahal. Saat orang bersembahyang kepada Tuhan seyogyanya dengan hati tulus. Demikian pula orang memimpin negara, juga wajib dengan  ketulusan hati.

Nabi Kongzi dan Xun Zi mengajarkan orang untuk melakukan pekerjaan dengan ketulusan hati, jangan karena terpaksa atau ada pamrih lain. Misalnya, orang belajar supaya menjadi pandai, bukan belajar untuk mendapatkan pekerjaan. Xun Zi menulis: “ Sapi belajar supaya dapat bekerja menarik bajak di sawah. Kuda belajar agar dapat menarik kereta di jalan. Manusia yang belajar ilmu supaya mendapat pekerjaan, apa bedanya dengan sapi dan kuda” (Zhang,1993: 6)


Sumber dari Disertasi Xs. Dr. Oesman Arif M.Pd yang berjudul : Penyelenggaraan Negara menurut Filsafat Xun Zi.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:186 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:179 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:112 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:651 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:601 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:111 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:191 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:178 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 41 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com