spocjournal.com

Tujuan Hidup Manusia

Oleh : Js.Drs.Ongky Setio Kuncono,MM,MBA

Pendahuluan
           Seluruh agama samawi pada dasarnya ditopang oleh tiga prinsip umum : tauhid ( monoteisme), nubuah ( kenabian ), dan ma’ad ( hari kebangkitan ). Agama samawi diturunkan melalui para nabi yang pada gilirannya diberi tugas menjelaskan dan memberi jawab atas pelbagai persoalan paling fundamental yang dihadapi umat manusia. Setiap individu manusia yang dirundung pertanyaan mendasar seputar “dari mana aku datang”, “ untuk apa aku datang ( lahir ke dunia)”, dan “ kemana aku bakal pergi”. Pertanyaan pertanyaan diatas merupakan persoalan manusia yang jawabannya dapat ditemukan dalam ajaran agama. Namun dalam kenyataannya apakah suatu agama yang digolongkan agama samawi memberikan penjelansan yang terperinci tentang ma’ad ( hari kebangkitan ) yang secara umum diperjelas dengan istilah neraka dan surga ?

Pemberian suatu definisi agama tidaklah mudah, sebab agama itu sangat luas sekali dan menyangkut aspek kehidupan manusia. Untuk itulah bisa terjadi bahwa agama yang dikatakan bukan samawi lebih memberikan suatu definisi yang sangat rinci sekali yang justru bisa memberikan kategori  apa sebenarnya agama itu. Mestikah suatu agama yang tidak membicarakan masalah ma’ad secara mendetel kemudian tidak bisa dikategorikan suatu agama samawi ? Jadi definisi agama itu sendiri masih simpang siur bahkan belum bisa mewakili apa yang disebut agama itu.
            Tulisan ini tidak mendebatkan apakah Khonghucu itu agama samawi maupun bukan, melainkan penulis mencoba mencari pendekatan dengan membandingkan agama lain khususnya Islam dan Kristen sebagai jembatan untuk memahami konsep religius dalam agama Khonghucu. Atau penulis mencoba mengkaji kedekatan ajaran Khonghucu berkaitan dengan ma’ad yang lebih cenderung disebut dengan Surga dan Neraka. Walaupun penulis menyadari banyak pemikir Khonghucu yang tidak mau banyak membicarakan masalah ini . Namun banyak pemikir Khonghucu yang telah membangun tujuan akhir hidup manusia yang mengarah kepada after life tersebut. Tulisan Prof.Dr.Le T oei,  Xs. Tjhie Tjai Ing, Ws.Ongko Wijoyo,MBA telah memberi dasar dasar keimanan yang mengarah pada tujuan hidup.
           Sebagai pembanding dan sangat menarik untuk disimak bahwa dalam Kitab Injil itu terdapat keharusan membicarakan tentang surga berikut segala kenikmatannya, tanpa menyebut kata “ surga”satupun. Kecuali kata kata seperti “ malakut” , keselamatan,  kehidupan abadi, dan sejenisnya ( George Minois 2010 : 23 ).
            Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa agama Khonghucu juga tidak pernah menyinggung Surga dan Neraka melainkan suatu ungkapan seorang Junzi itu menuju ke “ atas “ , istilah “Keharibaan Tian”, “Puncak Kebaikan” , “Puncak Iman”,“puncak Dao/Tao” ( Jalan Suci ) dll. Oleh sebab itu penulis sering mengatakan karena keterbatasan bahasa saja yang mengakibatkan pemahaman tentang Surga dan Neraka menjadi asing bagi agama Khonghucu. Sementara Al-Quran dengan tegas memuat kata “ surga” berulang ulang sampai 143 kali ( Muhsin Qara ati ,Ma’ad, hal 281 ).

Hakekat Kematian dan Tujuan Hidup 
           Pertanyaan yang pertamakali terlintas dalam benak adalah, apakah kematian itu ? Apakah kematian itu bermakna berhentinya detak jantung dan tidak bekerjanya organ otak? Ataukah merupakan realitas yang jauh lebih luas dan rumit dari sekedar fenomena inderawi, rasional, dan pengetahuan kita ? . Kematian adalah rahasia terbesar, oleh karena itu, janganlah kita berharap mampu menganalisis kematian dalam ruang laboratorium . Namun setidaknya dapat diterima pandangan bahwa kepribadian manusia berhubungan dengan roh nya. Identitasnya tidak berubah dengan terputusnya anggota tubuh atau pencakokan jantung sekalipun. Dia masih “ aku” yang dulu, “ aku” beberapa tahun silam. Kematian pada hakekatnya bukanlah ketiadaan , melainkan sekedar perpindahan dari satu alam ke alam lain. Baik Khonghucu maupun Islam memiliki persamaan dalam pandangan ini.
Dalam Al-Quran disebutkan :
        “( Yaitu ), orang orang yang apabila tertimpa musibah, mereka mengucapkan , “ Inna Lillahi wa inna ilaihi rajiun” ( sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya ) ( QS. Al –Baqarah : 159 ).
         Ayat diatas memberi gambaran bahwa “dari Tuhan kembali kepada Tuhan” yang berarti pula bahwa mamusia dilahirkan kedunia ini memiliki tujuan akhir menuju kepada Tuhan. Tujuan kepada Tuhan sebagai Khalik pencipta alam dengan jelas didapatkan pada Kitab Iching / Kitab Yak King sebagai berikut:
 “ Maha Besar Khian( Tian ), Khalik Yang Maha Sempurna, berlaksana benda bermula dari padaNya ; Semuanya kepada Thian, Tuhan Yang Maha Esa” ( Thoan Thwan, Sabda I : 1,4 ).
         Kitab Yak King diatas menjelaskan proses tugas manusia didunia dimana dari manusia diturunkan didunia, mengisi kehidupan didunia dengan menjalankan Kebajikan hingga selesainya tugas manusia menghadap Khalik Penciptanya. Proses tersebut  diyakini dan diimani  oleh umat Khonghucu  dan selanjutnya dengan mengimani adanya proses kelahiran dan kematian ( penciptaan dan pencabutan ) sama juga meyakini adanya Kekuasaan yang Maha Tinggi. Proses kematian tidak berhenti disitu saja melainkan terus berlanjut dan ini merupakan hukum Tian (Tian Li) yang manusia bahkan Nabi pun tidak akan sanggup menjelaskannya.   
         Oleh karena itu kematian adalah proses awal kembali dan pengiringan menuju Tuhan. Manusia yang diciptakan Tuhan dari unsur api dan air serta unsur bumi ( tanah ), maka ketika manusia meninggal , tubuhnya pulang kepada tanah, inilah yang berkaitan dengan nyawa. Sedangkan Rokh-nya naik keatas ( kembali kepada tuhan,YME ) ( Lee Ki XXIV : 13 ). “ Jalan Suci Khian, Khalik semesta alam merubah dan melebur, menjadikan semua, masing masing lurus dalam Watak Sejati dan Firman melindungi kepadanya keharmonisan agung sehingga menjadikan segenap wujud, masing masing dibantu sesuai dengan sifatnya. Kepada pohon yang bersemi dibantu tumbuh, sementara kepada yang condong dibantu roboh” ( Tiong Yong Bab XVI : 3 ). Thian, Khalik  alam semesta tidak hanya menciptakan manusia tanpa tujuan. Maka dari Tuhan kembali kepada Tuhan itu tak lain adalah menghadap kepada Tian sebagai pencipta dengan tulus iklas, bersih suci sembahyang kepadaNya. Maka jelas bahwa manusia diciptakan kedunia ini untuk melakukan persujudan kepada Thian . “ Demikianlah menjadi umat manusia didunia berpuasa, membersihkan hati dan mengenakan pakaian lengkap sujud bersembahyang kepadaNya . Sungguh Maha Besar Dia, terasakan diatas dan di kanan kiri kita ! ( Tiong yong BAB XV: 3 ).
       Sebagai manusia yang disamping mempunyai kodrat kembali kepada penciptaNya dengan melalui aktifitas persembahyangan ( doa, kebaktian, sujud dll ) . Manusia memiliki profesi yang berbeda beda dan memiliki fungsi yang berbeda beda pula. Baik fungsi dan profesi yang berbeda beda tersebut tetap ditujukan kepada keridho’an Tuhan. Sebab pada hakekatnya manusia beraktifitas itu membantu pekerjaan Tuhan di dunia. Manusia menjadi wakil Tuhan di dunia.

Yang Tidak Dibicarakan Bukan Berarti Tidak Ada
     Meskipun Confucius tidak membicarakan Surga bukan berarti agama Khonghucu tidak meyakini adanya Surga. Seperti juga  Agama Kristen yang tidak bicara  Surga tapi justru  Surga selalu dibicarakan oleh para pemuka agama dan umatnya. Khonghucu lebih menekankan pada penataan hidup manusia didunia ini dengan benar (Yi). Apabila manusia sudah  dapat menerapkan Kebajikan dengan benar, maka rumah tangga, masyarakat bahkan Negara pun akan teratur dan harmonis. Keteraturan hidup didunia harus diciptakan oleh manusia sebagai ciptaan Tuhan agar Tuhan sebagai Pencipta sekaligus memberikan tugas suci manusia didunia ini berkenan. Umat Khonghucu meyakini bahwa Hanya dengan Kebajikan lah Tian itu berkenan (We De Dong Tian). Oleh karena ketika Nabi Khongcu ditanya oleh salah satu muridnya tentang kehidupan setelah mati, Beliau tidak mengatakan bahwa “ tidak ada kehidupan setelah mati ”. Jawaban Beliau adalah “ sebelum mengenal hidup untuk apa mengenal kematian” . Artinya bahwa pemahaman kehidupan didunia ini lebih dipentingkan dibandingkan memahami hal yang metafisik tentang setelah kematian.

Tujuan Hidup Sesuai Tian Li
       Tujuan hidup sesuai dengan Hukum Tuhan (Tian Li) adalah bahwa manusia harus menata kehidupan sesuai ketika saat sekarang hidup didunia. Hidup yang sesuai dengan Tian Li itu adalah hidup yang berkebajikan. Segala kegiatan hidup yang disukai dan dikehendaki Tian yakni berbakti kepada orang tua, memuliakan orang orang besar, memuliakan Sabda para Nabi dan memuliakan Firman Tian, Tuhan YME ( Lun Gi Jilid XVI: 8 ).
       Bagi seorang Junzi selalu membina diri, meluaskan pengetahuan dan wawasan, belajar dengan tiada jemu, mengoreksi diri, bekerja keras, menyempurnakan kualitas kehidupan yang layak, selalu merubah kehidupannya kearah yang lebih baik agar supaya hidup itu juga bermakna dan bermanfaat, tidak cukup berhenti disini melainkan harus juga bermanfaat dalam  kehidupan masyarakat, negara bahkan dunia. Dalam taraf ini manusia berusaha menjadi bagian dari masyarakat yang memberikan kontribusi baik bagi masyarakat dan negara. Hidup manusia baru dikatakan sempurna apabila hidupnya bermanfaat bagi orang lain, tidak menyusahkan orang lain atau menjadi parasit bahkan merugikan kepentingan orang lain. Apabila hal yang baik dan positif  dilakukan dan hal yang jelek ditinggalkan maka Tian akan berkenan ( We De Dong Tian ).
     Tujuan hidup sesuai Tian Li yaitu menuju kepuncak Kebajikan sekaligus Punjak Dao, menjadi Junzi ( seorang yang diridhoi Tian)  yang jalannya ke atas ( bukan ke bawah), karena keterbatasan bahasa sajalah yang orang tidak paham bahwa keatas itu adalah “Heaven” atau “ Surga” suatu cita cita tertinggi. Heaven sebagai simbul cita cita tertinggi dalam kehidupan manunia yang didalamnya adalah tidak lain sebagai kesempurnaan hidup yang dikehendaki Tian (We De Dong Tian ).
      Maka jelas apabila menjuju ke Surga “ Jalan menuju Surga” memerlukan kendaraan yakni Kebajikan itu sendiri. Oleh karena itu mengapa kita memusingkan Tujuan, bukannya kita harus menata kendaraan agar kita mencapai tujuan ? Khonghucu mengajarkan manusia untuk di jalan yang benar ( Dao ) agar mencapai tujuan akhir, bukan menjelaskan tujuan akhir tanpa memahami Dao.
Kesimpulan
       Kajian tentang tujuan hidup tidak bisa dilihat dari salah satu kaca mata agama, melainkan secara hakiki bahwa tujuan hidup hampir memiliki kesamaan dalam agama agama besar dunia. Untuk itulah perlu kiranya mengkaji maslah ini lebih mendetel lagi.

Daftar Pustaka
Georgoes Minois,2010,Sejarah Neraka, Penerbit Cahaya,Cetakan Pertama, Jakarta
Kitab SUSI Agama Khonghucu, Matakin
Kitab I Ching/ Yak King, Matakin

Istana Sahit, Jakarta 5-7-2012

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:25 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:104 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:214 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:293 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:353 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:295 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:167 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:135 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:151 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:169 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 19 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com