spocjournal.com

Ajaran Khonghucu Menjadikan Semangat Hidup, Bekerja Keras Dan Sukses

Oleh: Darman WIjaya CRBC

Saya dilahirkan dari keluarga Khonghucu dimana orang tua saya selalu mengajarkan kepada saya hidup harus jujur dan tidak boleh bermalas-malasan. Kebiasaan hidup yang penuh disiplin yang menjadi cirikhas keluarga kami itulah mengakar dalam kehidupan saya.

Meskipun saya dilahirkan dari keluarga miskin, namun hidup saya dipenuhi dengan kebahagiaan sebab hidup itu bukan seberapa besar harta yang dimiliki, melainkan bagaimana hidup ini bisa memberikan kontribusi positif kepada teman, sahabat bahkan bangsa dan negara.

Setiap orang tentu menginginkan kekayaan, itu adalah wajar dan manusiawi. Namun demikian Nabi Kongzi memberikan pemahaman kepada kita semua agar mengejar kekayaan dengan jalan yang benar. Sebaliknya kemiskinan adalah hal yang paling dibenci setiap orang namun janganlah menyingkirkan kemiskinan dengan cara yang tidak benar pula.

Filosofi menghadapi masalah sudah ditanamkan orang tua saya sejak kecil. Saya berkeyakinan bahwa apa yang diterapkan orang tua saya sejak kecil itu merupakan nilai-nilai Khonghucu. Nilai nilai Khonghucu menjadi bagian dari kehidupan keluarga kami yang selalu mempengaruhi tingkah laku dan perbuatan kami semua.

Mengejar kekayaan dan menyingkirkan kemiskinan dengan jalan benar itulah menumbuhkan semangat bekerja keras, ulet dan tidak pernah putus asa. Meskipun dalam perjalanan hidup tidak semuanya berjalan dengan lancar, bagaikan sebuah payung. Payung memang bisa melindungi kita dari jatuhnya hujan, namun payung tidak bisa mencegah datangnya hujan. Seperti payung itulah masalah akan datang dan tidak bisa kita hindari. Untuk itulah saya berkeyakinan bahwa masalah bukan harus dihindari melainkan dihadapi dan dicarikan jalan penyelesaiannnya.

Sekarang saya baru sadar benar bahwa begitu agung ajaran Khonghucu masuk dalam segala aspek kehidupan orang Tionghoa. Nilai nilai Ren = Cinta Kasih, Li = Tata Krama, Yi= Kebenaran, Zhi= Kebijaksanan dan Xin= dapat dipercaya merupakan nilai universal yang apabila diterapkan akan menjadi seorang yang sukses dalam kehidupan ini. Tak heran apabila sebagian besar orang Tionghoa dalam bisnisnya sukses dikarenakan konsekwen dengan nilai nilai Khonghucu tersebut.

Nabi Kongzi juga mengajarkan kepada kita semua bahwa hidup itu tidak boleh pasrah dan menyerah. Jika tenaga tidak mencukupi dalam menghadapi pekerjaan, maka kita tidak boleh pasrah begitu saja. Kita boleh berhenti sejenak untuk menyusun kekuatan baru dan melanjutkan pekerjaan hingga tuntas dan berhasil. Filofofi ini menggambarkan kepada kita semua bahwa kita harus meninggalkan kebiasaan buruk menyerah dan putus asa.

Kesalahan paling besar bagi manusia adalah kita berhenti dan pasrah ketika menghadapi persoalan dan kegagalan. Ketika kita gagal dalam mengembangkan usaha, maka kita tidak boleh berhenti disitu, melainkan harus mencoba terus menerus sambil mempelajari kelemahan dan kegagalan tersebut. Sikap dan semangat maju tanpa menyerah itulah yang saya terapkan sejak saya masih kecil.

Salah satu murid Nabi Kongzi Cu Gong yang waktu itu tidak malu memakai baju compang camping, makan dengan nasi kasar dan tidur dengan beralaskan tangan adalah menunjukkan kederhaaan dan tidak malu hidup miskin dan bekerja keras. Rupanya apa yang saya lakukan waktu itu juga demikian.Disaat teman teman lainnya malu jualan roti, saya justru bangga jualan roti. Di usia 11 tahun itu saya sudah bisa mandiri dan bisa mencari uang sendiri dengan senang hati.

Sejak usia 11 tahun dan saya duduk di SD (Sekolah Dasar) usia dimana untuk ukuran anak sekarang adalah usia bermain, saya sudah berjualan roti dengan keliling kampung kampung dengan bersepeda.

Berjualan roti disamping saya mendapatkan keuntungan juga mendapatkan pengalaman berbisnis. Disanalah saya diajari untuk menjadi seorang anak yang sabar, melayani pembeli dan bisa bergaul dengan berbagai karakter manusia. Tentu saja saya menjadi anak yang dewasa lebih awal dari anak anak yang lainnya seusia saya.

Berjualan roti disamping saya mendapatkan keuntungan juga mendapatkan pengalaman berbisnis. Disalah saya diajari untuk menjadi seorang anak yang sabar, melayani pembeli dan bisa bergaul dengan berbagai karekter manusia. Tentu saja saya menjadi anak yang dewasa lebih awal dari anak anak yang lainnya seusia saya.

Nabi Kongzi mengajarkan kita untuk hidup bermasyarakat, bukan bertapa di hutan untuk mencari pencerahan.Justru agama itu diperuntukkan untuk manusia bukan hewan dan tumbuhan, menjadi pedagang roti adalah hidup bermasyarakat yang lebih banyak memberikan kontribusi positif. Saya sadar bahwa hidup tidak boleh statis danbpuas dengan kondisi yang ada. Untuk itulah saya selalu berpikir pekerjaan baru apa yang bisa saya jalani agar saya mendapatkan keuntungan lebih banyak, saya lebih maju. Apa yang saya lakukan waktu itu sesuai dengan semangat ajaran Nabi Kongzi bahwa, jika orang lain bisa melaukan 1 x aku harus bisa melakukan 10x, dan jika orang lain bisa melakukan 10x , aku harus bisa melakukan 1000 x. Kita harus bekerja keras dan lebih sukses dari sebelumnya. Jikalau hari ini lebih baik dari hari kemaren dan hari yang akan datang harus lebih baik dari hari ini.

Dalam tempayan Raja Tang terukir kalimat, " Bila suatu hari dapat membaharui diri, perbaharuilah terus tiap hari dan jagalah agar baharu selama-lamanya"( Da Xue Bab II : 1).

Bisnis roti sudah berhasil dan saya tidak boleh berhenti disana, maka 2 tahun kemudian saya bisnis rokok. Bisnis rokok adalah bisnis baru yang tentunya banyak orang membutuhkannya.

Berpindahnya bisnis roti ke rokok adalah proses pendewasaan, semakin banyak pengalaman yang saya dapat. Bagaikan sebuah permata yang bila digosok semakin mengkilap. Itulah pengalaman diri saya sendiri. Semakin banyak pengalaman akan semakin membuat saya banyak pengetahuan sekaligus menjadi lebih tekun dalam berbisnis. "Laksana tanduk dibelah, dikikir, laksana batu dipahat, di gosok. Betapa teliti dan tekun dia, betapa terang dan mulia...." ( Da Xue Bab III : 4).

Bisnis harus berkembang dan gak boleh puas dengan kondisi yang ada. Maka 2 tahun kemudian ketika usia ku 15 tahun sudah bisa buka toko kelontongan di jalan pasar malam Jambi. Suatu kebanggaan bagi saya. Seorang anak yang masih ingusan sudah usaha sendiri. Semua itu berkat ketekunan dan keuletan.

Hidup adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti. Seperti juga berbisnis. Berbisnis selalu mencari peluang yang terbaik. Semakin usia saya dewasa semakin saya memiliki kepekaan dalam berbisnis. Dari bisnis roti menjadi bisnis rokok dan beralih ke toko kelontong adalah suatu proses kemajuan yang luar biasa.

Nabi bersabda, "Pada waktu berusia 15 tahun, sudah teguh semangat semangat belajarKu.
2." Usia 30 tahun, tegaklah pendirian."
3."Usia 40 tahun, tiada lagi keraguan dalamnpikiran."
4."Usia 50 tahun, telah mengerti akan Firman Tian."
5."Usia 60 tahun, pendengaran telah menjadi alat yang patuh untuk menerima kebenaran".
6."Usia 70 tahun, Aku sudah dapat mengikuti hati dengan tidak melanggar Garis Kebenaran."( Lun Yu Jilid II : 4).

Apakah tujuan hidup saya mengejar kesuksesan bisnis melulu saja ?
Ternyata disela sela kesibukan bisnis saya, saya telah mengabdikan diri untuk menjadi guru les Mandarin. Saya harus bisa membagi waktu kapan belajar dan kapan berbisnis serta kapan saya harus bisa memberikan kontribusi positif dalam memberikan pengetahuan kepada orang lain. Ini adalah keseimbangah hidup saya yang sungguh luar biasa. Tidak semua orang akan bisa melakukan ini. Namun demikian saya sadar bahwa menjadi guru les bahasa Mandarin tentu saja tidak lepas dari kata-kata muntiara ajaran Nabi Kongzi. Banyak kutipan bijak dari Khonghucu yang tidak saya sadari sebagai bagian dari proses belajar agama. Saya harus patuh kepada orang tua, bakti kepada leluhur, sembahyang dan selalu hormat kepada sahabat. Semua itu adalah proses pendewasaan saya ketika saya menjadi guru mandarin.

Pada tahun 1970 saya mulai menekuni bisnis kopi bubuk meski dalam skala kecil. Usaha tersebut terus berkembang sampai akhirnya saya bisa membuka pabrik roti.

Hidup ini harus berubah lebih baik dan menuju kesuksesan. Tidak hanya cukup berhenti disitu. Saya bisa  produksi sabun cream, pembotolan spirtus dan buat cuka makan, distributor semen padang, teh bubuk, sari manis dan berbagai macam produk lainnya.

Pada tahun 2000, ketika modal saya sudah mulai besar. Saya menambah lagi lagi bisnis baru yakni perusahaan developer, perhotelan dan bank BPR. Semua ini saya lakukan dengan serius, tekun dan menjaga kepercayaan.  Kiat sukses saya adalah bekerja dengan tanpa lelah. Saya bekerja mulai pagi hari hingga jam 12 malam dengan gembira.

Keuletan dan yang paling penting adalah menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat itulah yang melandasi bisnis saya semakin berkembang pesat. Xin = Kepercayaan menjadi landasan pokok bisnis saya sampai saat sekarang. Berdasrkan Xin itulah hubungan bisnis saya dengan sahabat dan rekan bisnis semakin kuat.Dengan demikian saya gampang mendapatkan modal dan gampang menjual barang.

Kunci sukses saya lainnya adalah karena saya dalam bekerja mendapatkan dukungan penuh dari keluarga.
Sikap menjaga keharmonisan dengan istri dan anak anak adalah menjadi hal yang utama. Meskipun kadang dalam hidup ini ada selisih paham diantara kami, terutama di depan anak-anak, saya tidak mau berdebat depan istri. Ketauladanan sebagai ayah harus saya pertahankan sampai kapanpun. Semua itu akan menjadi contoh baik buat anak- anak. Sejak anak-anak saya masih kecil, saya selalu mendidik mereka dengan saling menyayangi diantara sesama saudara dan keluarga. Bahkan dengan teman- teman di sekolah.

Saya membiasakan di rumah berkomunikasi memakai bahasa mandarin. Anak-anak harus rajin belajar karena bekal ilmu yang tinggi akan menjadi modal dalam kehidupan mereka. Dengan pengetahuan yang dimiliki setidaknya dapat digunakan untuk menghadapi kehidupan khususnya menjadi seorang bisnis. Memberikan bekal ilmu akan lebih penting ketimbang memberikan segudang modal menurut saya. Kalau uang yang di diberikan bisa habis habis dalam sekejao, akan tetapi kalau ilmu yang diberikan tidak akan habis selama- lamanya.

Dalam membina keluarga saya juga memberi mereka kebebasan untuk menentukan pilihan pendidikan sesuai yang mereka inginkan. saat ini mereka semua sudah lulus jadi sarjana baik S1maupun S2.

Demikianlah bahwa semua itu bisa terwujud karena saya menerapkan nilai nilai Khonghucu dalam kehidupan saya baik dalam berkeluarga maupun dalam bermasyarakat.


Dq. Darwan Wijaya secara aktif mengikuti DAK

 

Pendidikan dan Pelatihan Agama Khonghucu (DAK) 25 Jam yang berlangsung di Hotel Hariston Jakarta akan berakhir besok tanggal 13 Januari 2019. Ada 2 calon rohaniwan yang akan mengikuti ujian terbuka besok yakni Dede Hasan Sanjaya dan Darman Wijaya.

Diklat Agama Khonghucu yang diadakan oleh Dewan Rohaniwan Matakin rencana ditutup pukul 15.00 WIB dan dilanjutkan dengan ujian terbuka Rohaniwan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagai syarat menjadi rohaniwan.

Syarat-syarat tersebut diantara :

  1. Calon rohaniwan yang telah diajukan oleh Makin setempat dengan mengajukan surat resmi kepada Matakin yangditanda tangani oleh Ketua dan sekretaris.
  2. Surat rekomendasi dari 2 orang rohaniwan senior setempat
  3. Sertifikat DAK sesuai dengan jenjang rohaniwan
  4. Mengirimkan makalah yang berkaitan dengan Agama Khonghucu
  5. Mengimani agama Khonghucu serta KTP agama Khonghucu.
  6. Setia pada korp Rohaniwan khususnya Matakin( Majelis Tinggi Agama Khonghucu)
  7. Telah lulus dalam wawancara oleh 3 rohaniwan yang ditunjuk Matakin
  8. Telah mengikuti ujian terbuka oleh team penguji yang berjumlah 3 rohaniwan dan dinyatakan lulus.
  9. Berita acara kelulusan diberikan kepada Matakin untuk menjadi syarat Li Yuan Rohaniwan.
  10. Li Yuan Rohaniwan dilakukan oleh rohaniwan yang telah ditunjuk oleh Matakin.
  11. Berita acara Li Yuan Rohaniwan diberikan Matakin untuk dikeluarkan Sertifikat Rohaniwan beserta NUR( Nomor Urut Rohaniwan).

 

 


Nampak Dq. Darwan Wijaya setelah mengikuti kebaktian di TMII Jakarta pada tanggal 22 Desember 2018

 


Suasana DAK di Hotel Hariston Jakarta.

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Camat Ploso Menampilkan Hanoman

17-08-2019 Hits:480 Medissa

Gerak Jalan 16 Agustus 2019 Ploso Jombang umum kemaren sengaja ditampilkan regu Hanoman Medissa oleh bapak Camat Drs.Ec.Suwignyo,MSc.

Read more

SMP N Ploso dan Medissa

16-08-2019 Hits:281 Medissa

SMP N Ploso dan Medissa

Jumat, 16 Agustus 2019 gerak jalan SD dan SMP Sekecamatan Ploso dimulai pada jam 8 pagi. Pada pembukaan gerak jalan...

Read more

Pak Tjiptoadi Dan Hobinya

13-05-2019 Hits:438 Medissa

Pak Tjiptoadi Dan Hobinya

Siapa yang tidak kenal dengan Tjiptoadi ? Semua teman-teman Medissa pasti banyak mengenalnya.

Read more

Optimis Reuni Akbar

03-05-2019 Hits:326 Medissa

Optimis Reuni Akbar

Ketika banyak angkatan mau mengadakan reuni sendiri sendiri, dalam benak pikiran ini adalah semakin sedikit yang ikut Reuni Akbar.

Read more

Berbagi

02-05-2019 Hits:299 Medissa

Berbagi

Memberi itu lebih baik daripada menerima. Mengunjungi itu lebih baik daripada dikunjungi.

Read more

Nurul Hidayat Di Medissa

01-05-2019 Hits:384 Medissa

Nurul Hidayat Di Medissa

Nurul Hidayat, lahir di Jombang 28 Januari 1971 merupakan angkatan 1987 SMP N Ploso.

Read more

Komitmen Menyatukan Semua Angkatan

30-04-2019 Hits:300 Medissa

Komitmen Menyatukan Semua Angkatan

Tanggal 9 Juni 2019 di SMP N Negeri Ploso yang kita nantikan adalah moment untuk menyatukan semua angkatan dalam sebuah...

Read more

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

21-03-2019 Hits:366 Berita Foto

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

Pagi itu seperti biasa, saya datang ke rumah papa dan membawa mie pangsit.

Read more

Sarasehan Kerukunan

21-02-2019 Hits:330 Berita Foto

Sarasehan Kerukunan

Sarasehan kerukunan antar umat beragama se Jawa Timur tahun 2019 di Harris Hotel & Conventions, Kota Malang berlangsung dari tanggal...

Read more

Imlek Hari Raya Khonghucu

10-02-2019 Hits:746 Berita Foto

Imlek Hari Raya Khonghucu

Dihadapan kaca mata pemerintah bahwa Imlek adalah Hari Raya Keagamaan yakni Hari Raya Khonghucu meski didalam masyarakat Tionghoa ada yang...

Read more

Jurnal Penelitian Pengaruh Etika Confucius Terhadap Kewirausahaan, Kemampuan Usaha Dan Kinerja Usaha Pedagang Eceran Etnis Tionghoa Di Surabaya.,
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA


Wei De Dong Tian, Jalan Menuju Tuhan, Sebuah Kumpulan Khotbah Minggu
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Untuk informasi lebih lanjut Contact Us

Gallery Download

Download Cahaya Setia 541-550

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 12 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com