spocjournal.com

Sembahyang CHANG 嘗 di saat Zhongqiu 中秋 di Kelenteng Kongzi Miao, Makin Manado

Tanggal 15 bulan 8 Yinli yang jatuh pada tanggal 24 September 2018, Makin Manado melaksanakan Sembahyang “Chang” di saat Zhongqiu di Kelenteng Kongzi Miao Manado. Sembahyang pada malam yang suci di bulan purnama raya, para pengurus Makin Manado, umat maupun simpatisan berhimpun  melaksanakan Sembahyang Chang di altar Tian 天 yang  dipimpin  oleh Js. Liem Liliany Lontoh, Ketua Matakin Prov. DKI Jakarta (yang kebetulan sedang berada di Manado untuk melakukan penelitian tentang Upacara Perkabungan yang ada di Manado) didampingi oleh Js. Pon Riano Baggy, Ketua Matakin Provinsi Sulut dan Dq. Ardy Ang, seorang aktivis Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (PAKIN) Manado.

Selama berada di Manado Js. Liem Liliany Lontoh telah beberapa kali mengikuti kebaktian bersama, bahkan pernah mengisi khotbah uraian agama.

Peribadahan 嘗 Chang pada saat 中秋 Zhongqiu (disingkat Qiuchang 秋嘗, lihat Kamus Istilah Keagamaan (KIK) Khonghucu) merupakan salah satu peribadahan besar ke hadapan 天 Tian yg sesuai/terkait dengan 4 musim yang ada, yakni:
Saat Musim semi 春 chun: sembahyang 祠 ci
Saat Musim panas 夏 xia : sembahyang 禴 yue
Saat Musim gugur 秋 qiu: sembahyang 嘗 chang
Saat Musim dingin  冬 dong  : sembahyang  烝 zheng

(Sumber: kitab Liji  禮記bagian Mingtang Wei 明堂位, juga dalam  kitab Shijing 詩經 bagian 天保 Tian Bao)
Tapi juga karena pada saat itu sedang musim / saat panen, maka pada saat Zhongqiu ini juga diadakan sembahyang kepada Malaikat Bumi/Fude  Zhengshen.
Pada musim Rontok yang berlangsung dari bulan Tujuh (Chiet Gwee/Qiyue) hingga bulan Sembilan Imlek (Kau Gwee/Jiuyue), digelar 2 kali persembahyangan. Pada awal musim Rontok digelar sembahyang Zhongyuan 中元yang terdiri dari dua tahap.

Tahap pertama pada sekitar awal hingga pertengahan bulan Tujuh, digelar sembahyang bagi arwah Orangtua dan atau Leluhur secara orang per orang di rumah masing-masing. Persembahyangan ini dilakukan pula oleh Nabi Kongzi (551-479 SM) seperti yang tersurat dalam kitab Liji XXI.Bag.1(8) Jiyi, Makna Sembahyang.
Tahap kedua, di sekitar pertengahan hingga akhir bulan Tujuh digelar sembahyang bagi Arwah Sahabat atau sembahyang untuk Kedamaian Semua/dunia akhirat (King Hoo Peng/Jing Hao Peng 敬好朋 atau Jing He Ping 敬和平) di rumah-rumah atau di tempat ibadah/ibadat, seperti di Kelenteng, Khongcu Bio/Kongzi  Miao dan Bun Bio/Wenmiao.
Kemudian di pertengahan Musim Rontok (bulan delapan, Pwe Gwee/Bayue) yakni di saat Zhongqiu, digelar persembahyangan baik secara orang per orang di rumah masing-masing atau di tempat/rumah-rumah ibadat. Pada saat Zhongqiu ini menurut kitab Liji IV.C.Bag.II.9, antara lain disebutkan menaikkan sembahyang kepada Shangdi 上帝 (Tuhan Yang Maha Tinggi/Maha Kuasa). Tentunya di samping itu juga dilakukan sembahyang kepada Malaikat Bumi.

Dalam sembahyang itu, biasanya tersaji Zhongqiu Yuebing/Tiong Chiu Gwat Phia 中秋月餅(kue bulan) sebagai sajian khas. Persembahan sajian khas pada setiap musim terkandung dalam Kitab Zhongyong XVIII:3.

Bersembahyang kepada Shangdi/Tian/Tuhan di antara keempat musim dikaitkan pula dengan sembahyang kepada Malaikat Bumi 福德正神 (Hok Tek Ceng Sin/Fude Zhengshen) > simak Liji IV.D.Bag III.(16-17). Dan hal ini terkait pula dengan prinsip Yin dan Yang, sebagaimana dimaksud dalam kitab Yijing 易經, Babaran Agung A.V.24 dan 30 yang masing-masing berbunyi: satu Yin satu Yang, itulah Jalan Suci (Dao). Yang menyempurnakan peta (Xiang)  itulah yang dinamai Khian/Qian 乾, pencipta; dan yang memberi bentuk tertentu itulah yang dinamai Khun/Kun 坤ciptaan, penanggap.
Persembahyangan pada musim panas, mengungkapkan maraknya sifat Yang dan sembahyang musim rontok (Chang) mengungkapkan maraknya sifat Yin > Liji XXII (24 ) Jitong, Sempurnanya Persembahyangan. Oleh karena itu, bagi umat Khonghucu melaksanakan sembahyang Duanyang pada musim panas di bulan Go Gwee/Wuyue, berkaitan dengan Matahari (unsur Yang); sedangkan yang terkait dengan unsur Im/Yin (Bulan) adalah sembahyang pada musim Rontok. Di antara berbagai Bulan Purnama (Yuanyue 圓月) di sepanjang tahun, bulan purnama pada tanggal 15 bulan Delapan itulah yang dianggap lebih sempurna.

Dalam kitab Yijing, Babaran Agung B.V. (32) tertulis; Begitu Matahari pergi, datanglah Bulan. Begitu Bulan pergi, datanglah Matahari. Matahari, Bulan, saling mendorong/ bergantian dan terbitlah terang. Dingin pergi panas datang. Panas pergi dingin datang. Dingin dan Panas saling mendorong dan sempurnalah masa satu tahun. Yang pergi itu berkurang kian berkurang. Yang datang itu bertambah kian bertambah. Proses kian berkurang, kian bertambah, saling mempengaruhi dan membawakan berkah untuk pertumbuhan/kehidupan.
Namun jangan lupa, dalam menggelar persembahyangan Nabi Kongzi berpesan, bahwa dari pada mewah mencolok, lebih baik sederhana (Lunyu III:4.3). Dan tidak mengharuskan mempersembahkan jenis suatu sajian yang sukar didapat (Mengzi V.B:4.6).

Bahwa sembahyang setiap pergantian musim, di antaranya sembahyang pada pertengahan musim Rontok/ Zhongqiu itu, sebagai suatu kewajiban yang patut dilaksanakan oleh umat Khonghucu untuk mensyukuri berkah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga dapat melalui setiap pergantian musim dalam kondisi sebagaimana yang diharapkan (Zhonyong XV:3). Karena sembahyang itu adalah pokok dari agama. > Liji XXII (12).

Bahwa sembahyang tersebut, menyiratkan keterpaduan unsur Yang (Qian) dengan unsur Yin (Kun) yang perlu diharmonisasikan. > Liji XLI (12). Maka sebagai insan yang beradab, rasa syukur pun disampaikan kepada Malaikat Bumi (Sinbeng/Shenming Hok Tek Ceng Sin / Fude Zhengshen) >Liji XXV:6, karena hasil yang diperoleh dari bumi telah dapat menunjang kehidupan.
Bahwa saat Bulan (paling) Purnama di pertengahan musim Rontok yang terlambangkan pada kue Tiong Chiu Gwat Phia / Zhongqiu Yuebing (disingkat Tiong Chiu Phia / Zhongqiu Bing) mengingatkan pula semangat perjuangan yang digalang dari persatuan kesatuan, yang mana dengan itu akan berhasil dalam mewujudkan suatu tujuan. > Mengzi  II.B:1.

Note : Keterangan mengenai persembahyangan Chang disadur dari tulisan  Xs. Tjandra Rahardja Muljadi, Sumber : khonghucuindonesia.wordpress.com sedangkan edit istilah bahasa Kitab dan aksara Hanzinya oleh Ws. Vekky Lin.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Camat Ploso Menampilkan Hanoman

17-08-2019 Hits:480 Medissa

Gerak Jalan 16 Agustus 2019 Ploso Jombang umum kemaren sengaja ditampilkan regu Hanoman Medissa oleh bapak Camat Drs.Ec.Suwignyo,MSc.

Read more

SMP N Ploso dan Medissa

16-08-2019 Hits:281 Medissa

SMP N Ploso dan Medissa

Jumat, 16 Agustus 2019 gerak jalan SD dan SMP Sekecamatan Ploso dimulai pada jam 8 pagi. Pada pembukaan gerak jalan...

Read more

Pak Tjiptoadi Dan Hobinya

13-05-2019 Hits:438 Medissa

Pak Tjiptoadi Dan Hobinya

Siapa yang tidak kenal dengan Tjiptoadi ? Semua teman-teman Medissa pasti banyak mengenalnya.

Read more

Optimis Reuni Akbar

03-05-2019 Hits:326 Medissa

Optimis Reuni Akbar

Ketika banyak angkatan mau mengadakan reuni sendiri sendiri, dalam benak pikiran ini adalah semakin sedikit yang ikut Reuni Akbar.

Read more

Berbagi

02-05-2019 Hits:299 Medissa

Berbagi

Memberi itu lebih baik daripada menerima. Mengunjungi itu lebih baik daripada dikunjungi.

Read more

Nurul Hidayat Di Medissa

01-05-2019 Hits:384 Medissa

Nurul Hidayat Di Medissa

Nurul Hidayat, lahir di Jombang 28 Januari 1971 merupakan angkatan 1987 SMP N Ploso.

Read more

Komitmen Menyatukan Semua Angkatan

30-04-2019 Hits:300 Medissa

Komitmen Menyatukan Semua Angkatan

Tanggal 9 Juni 2019 di SMP N Negeri Ploso yang kita nantikan adalah moment untuk menyatukan semua angkatan dalam sebuah...

Read more

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

21-03-2019 Hits:366 Berita Foto

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

Pagi itu seperti biasa, saya datang ke rumah papa dan membawa mie pangsit.

Read more

Sarasehan Kerukunan

21-02-2019 Hits:331 Berita Foto

Sarasehan Kerukunan

Sarasehan kerukunan antar umat beragama se Jawa Timur tahun 2019 di Harris Hotel & Conventions, Kota Malang berlangsung dari tanggal...

Read more

Imlek Hari Raya Khonghucu

10-02-2019 Hits:746 Berita Foto

Imlek Hari Raya Khonghucu

Dihadapan kaca mata pemerintah bahwa Imlek adalah Hari Raya Keagamaan yakni Hari Raya Khonghucu meski didalam masyarakat Tionghoa ada yang...

Read more

Jurnal Penelitian Pengaruh Etika Confucius Terhadap Kewirausahaan, Kemampuan Usaha Dan Kinerja Usaha Pedagang Eceran Etnis Tionghoa Di Surabaya.,
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA


Wei De Dong Tian, Jalan Menuju Tuhan, Sebuah Kumpulan Khotbah Minggu
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Untuk informasi lebih lanjut Contact Us

Gallery Download

Download Cahaya Setia 541-550

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 18 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com