spocjournal.com

Iman dengan Unsur Jalan Suci (DAO) dalam Agama Khonghucu

 

Oleh: Angelin

Pendahuluan
Makhluk hidup diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Maha Pencipta segalanya. Terkadang manusia menganggap hidup didunia hanya sementara saja. Ada manusia yang hidup sesuai jalan kebenaran, tetapi ada juga manusia yang menentukan jalan hidupnya sendiri dengan tidak mengindahkan jalan kebenaran. Agama diciptakan untuk mengajarkan kebenaran atau menciptakan ajaran kedamaian dengan umatnya yang harus melakukan firman.

Tian Telah menciptakan manusia di dunia ini dengan dibekali Xing (Watak Sejati). Watak sejati adalah Roh Kebajikan asli yang diberikan Tian Kepada manusia yang berupa Ren, Yi, Li dan Zhi. Nilai-nilai asli itulah yang menjadikan manusia sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya baik tumbuhan atau hewan. Roh Kebajikan itu adalah Gen asli Tian untuk manusia. Dengan Roh Kebajikan itulah manusia sekaligus mengemban tugas Tian untuk mengawal dan menjaga Xing agar tetap seperti semula.

Namun demikianlah dalam kenyataan hidup manusia tidaklah bisa menjaganya dengan baik sehingga kadangkala manusia menyimpang dari perbuatannya sehingga Xing menjadi kotor, dan manusia lepas dari kontrol kehidupannya. Untuk mengembalikan Xing agar tidak kotor lagi maka manusia memerlukan bimbingan ajaran agama.1

Pembahasan

Definisi Iman
Menurut Xs. Tjhie Tjay Ing, iman merupakan kepercayaan atau keyakinan yang berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan yang dipeluk oleh setiap insan. Iman atau CHENG yang mengandung makna “sempurnanya kata, batin dan perbuatan”, maka iman merupakan sikap atau suasana batin yang menunjukkan sempurnanya kepercayaan, keyakinan kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa, kepada Mu Dou atau Genta RokhaniNya serta Kebenaran Ajaran Agama yang dibimbingkan.2

Kepercayaan dan keyakinan akan kebenaran ajaran agama yang dipeluknya, seseorang yang beriman akan membina diri dengan sungguh-sungguh, sebulat tekad, dengan tulus dan jujur akan melaksanakan ajaran agamanya (hidup menempuh jalan suci atau Dao). Iman bukan hanya menyempurnakan diri sendiri tetapi melainkan juga menyempurnakan segenap wujud juga. Cinta kasih itulah penyempurnaan diri dan bijaksana itulah menyempurnakan segenap wujud.3

Jadi, kita memeluk suatu agama yang sudah kita imani bukan hanya karena faktor keturunan dikarenakan orang tua atau leluhur kita memang pada awal mulanya memeluk suatu agama tertentu, tetapi bagaimana kita yang menentukan, akankah kita berada di jalan yang sama dengan orang tua kita untuk memeluk sebuah agama yang akan kita imani. Kita mengimani suatu ajaran agama untuk mengamalkannya pada diri kita dan lingkungan sekitar. Sehingga hidup kita berada di jalan kebenaran yang tidak melenceng pada perbuatan yang dilarang oleh agama kita.

Unsur Iman Dalam Dao (Jalan Suci)
Tindakan dan perbuatan baik itu sudah terkandung dalam pengertian “Wei De Dong Tian” itu sendiri yang memiliki makna “Hanya dengan kebajikan saja Tian berkenan”. Memang Tian itu menyukai satu yakni kebajikan. Tian menjadikan manusia hidup didunia ini untuk berbuat bajik. Perbuatan bajik merupakan amanah dari Tian secara langsung.4
Menghubungkan salah satu unsur iman, maka saya memilih Dao yakni jalan suci, dibawah ini merupakan ayat yang mendukung.

Tengah Sempurna BAB XXIV IMAN (CHENG - SING) DAN DAO – TOO:
1. Cheng-Sing itu harus disempurnakan sendiri dan dao-too itu harus dijalani sendiri pula.
2. Chen - Sing itulah pangkal dan ujung segenap wujud. Tanpa Cheng - Sing, suatupun tiada. maka, seorang Junzi - Kuncu memuliakan Cheng - Sing.
3. Cheng - Sing itu bukan dimaksudkan selesai dengan menyempurnakan diri sendiri, melainkan menyempurnakan segenap wujud juga. Cinta kasih itu menyempurnakan diri dan bijaksana itu menyempurnakan segenap wujud. inilah kebajikan Xing - Sing dan inilah keesaan luar dalam dari pada dao - too. Maka setiap saat jangan dilalaikan.

Penjabaran ayat pada Kitab Tengah Sempurna Bab XXIV ayat 1-3 adalah iman itu harus disempurnakan sendiri dan jalan suci (dao) itu harus disempurnakan sendiri pula. Jadi kita sebagai siswa nabi harus mampu menyempurnakan dan menjalani jalan suci seorang diri. Karena jalan suci itu ada didalam diri kita. Caranya adalah dalam Tengah Sempurna Bab Utama Ayat 1 dikatakan:

“Firman Tian itulah watak sejati, hidup mengikuti watak sejati itulah dinamai menempuh jalan suci. Bimbingan untuk menempuh jalan suci itulah dinamai agama”.
Dua hal yang saya garis bawahi ialah “hidup mengikuti watak sejati itu dinamai menempuh jalan suci”, pada paparan ini adalah bagaimana kita mampu memperoleh iman. Dengan mengembangkan watak sejati. Lalu cara menempuh jalan suci itu harus dilalui sendiri pula. Maka penjelasannya ada pada bait berikutnya. “Bimbingan untuk menempuh jalan suci itulah di namai agama”. Maka setiap manusia di diwajibkan untuk memeluk agama masing-masing.

Sebelumnya dikatakan bahwa untuk memperoleh iman kita perlu mengembangkan watak sejati, watak sejati manusia berisi: cinta kasih, kebenaran, susila bijaksana dan akhirnya mampu untuk dapat dipercaya. Cinta kasih itulah hati manusia, jika kita mampu mengunakan cinta kasih dalam kehidupan, misalnya: mengajar anak-anak yang berkebutuhan khusus (penderita autisme) atau kaum miskin dengan memberikan pendidikan formal atau memberikan makanan. Demikianlah cinta kasih manusia. Kebijaksanaan, dengan belajar dari kehidupan yang kita jalani, maka kebijaksanaan adalah penjembatan antara cinta kasih dan kebenaran saat kita berinteraksi dengan kehidupan sosial. Dimana kita tidak hanya mampu memisahkan mana salah dan mana benar. Tapi mampu berbuat zhong (tengah). Maka inilah hal yang luar bisa dari iman itu sendiri. Menjadikan manusia mampu hidup di dalam cinta kasih dan kebijaksanaan. Mampu hidup selaras dengan jalan suci yang Tuhan firmankan.

Penutup

Kesimpulan
Maka dikatakan kita tidak boleh lalai dalam mengembangkan watak sejati kita. Tetapi harus selalu berusaha untuk selalu menerapkan dan menjalankan firman Tuhan di kehidupan ini. Serta selalu belajar dan belajar untuk mampu mengembangkan dan melaksanakannya dalam kehidupan. Agar jika mendapatkan yang tidak sesuai kita selalu tetap berada di jalan tengah untuk menghadapinya.

Daftar Pustaka

  • Dr. Drs. Ws. Kuncono, Ongky Setio, SH., M. M. “Wei De Dong Tian ; Jalan Menuju Tuhan: Sebuah Kumpulan Kotbah Minggu”. SPOC (Study Park Of Confucius), Sidoarjo, Cetakan I, 2017.
  • MATAKIN. 2016. “Kitab Si Shu (Kitab Yang Empat)”. PT. Sumber Agung Sejati, Jakarta.
  • Xs. Tjhie Tjay Ing. “Panduan Pengajaran Dasar Agama Khonghucu”. MATAKIN, Jakarta.

Catatan:

  1. Wei De Dong Tian ; Jalan Menuju Tuhan: Sebuah Kumpulan Kotbah Minggu, h 46.
  2. Panduan Pengajaran Dasar Agama Khonghucu, h177.
  3. Panduan Pengajaran Dasar Agama Khonghucu, h178.
  4. Wei De Dong Tian ; Jalan Menuju Tuhan: Sebuah Kumpulan Kotbah Minggu, h 21.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:55 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:224 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:310 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:248 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:122 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:90 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:110 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:129 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Bersama Setiadi Joyosentoso

04-03-2018 Hits:543 Berita Foto

Bersama Setiadi Joyosentoso

Setiadi Joyosetoso bos PT. Surya Putra Barutama yang beralamat di jalan Kedurus 23 adalah sosok seorang bisnisman yang merangkak dari...

Read more

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

03-03-2018 Hits:256 Berita Foto

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

Pagi ini rombongan menuju pasar tradisionil. Pasar tersebut tidak seperti pasar lainnya yang kelihatan jorok. Di dekat pasar ada bubur...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 60 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com