spocjournal.com

Peserta Didik Khonghucu Belum Mendapatkan Pendidikan Agama Sesuai Agamanya

Oleh: Js. Sugiandi S.A, S.Kom, M. Ag.

Di hari pertama, Kamis 20 April 2017, berangkat dari Kota Depok sekitar jam 11.00 WIB menuju bandara Soekarno Hatta. Pesawat Garuda menuju ke Bangka Belitung memakan waktu sekitar satu jam. Pesawat yang seharusnya mendarat sekitar jam 16.00 WIB namun delay kurang lebih satu jam, sehingga sampai di Pangkal Pinang sekitar jam 17.00. WIB.  Setibanya di bandara Dipati Amir langsung menuju hotel terdekat.  Jam 18.30 WIB, dari Sekretaris  Matakin Babel bernama Suryanto Chandra mengajak untuk bertemu dengan ketua Matakin Prov. Babel Tjhin Teh Hian di sebuah kedai coffee miliknya. Di awal pembicaran peneliti Litbang Kemenag Bapak Husen mengatakan maksud dan tujuan diadakan penelitian Pendidikan Keagamaan Khonghucu tersebut.

(Catatan Js. Sugiandi S.A, S.Kom, M. Ag. Mendampingi Penelitian Pendidikan Kegamaan Khonghucu oleh Husen Hasan Basri, S.Ag. M.Si dari Badan Litbang Kemenag R.I tentang di Provinsi Bangka Belitung dari tanggal 20 s.d 26 April 2017)

Di hari pertama, Kamis 20 April 2017, berangkat dari Kota Depok sekitar jam 11.00 WIB menuju bandara Soekarno Hatta. Pesawat Garuda menuju ke Bangka Belitung memakan waktu sekitar satu jam. Pesawat yang seharusnya mendarat sekitar jam 16.00 WIB namun delay kurang lebih satu jam, sehingga sampai di Pangkal Pinang sekitar jam 17.00. WIB.  Setibanya di bandara Dipati Amir langsung menuju hotel terdekat. 

Jam 18.30 WIB, dari Sekretaris  Matakin Babel bernama Suryanto Chandra mengajak untuk bertemu dengan ketua Matakin Prov. Babel Tjhin Teh Hian di sebuah kedai coffee miliknya.

Di awal pembicaran peneliti Litbang Kemenag Bapak Husen mengatakan maksud dan tujuan diadakan penelitian Pendidikan Keagamaan Khonghucu tersebut. Setelah itu terjadi komunikasi yang lancar, kemudian berdiskusi dan menggali informasi dari kedua  pengurus Matakin Prov. Babel. Semua informasi ini adalah sebagai gambaran awal yang sangat bermanfaat bagi Bapak Husen untuk meneliti pada hari hari berikutnya. Wawancara yang dilakukan berlangsung cukup lama, diawali dari hal yang sederhana sampai pada pertanyaan yang mendalam. Tanpa terasa waktu menunjukan pukul 23.00 WIB, saatnya untuk beristirahat.

Di hari kedua, Jumat 21 April 2017, hasil diskusi dan menggali informasi terkait pendidikan keagamaan Khonghucu pada malam hari kemarin, mulailah ditulis dan dikonsep draf kuesioner yang akan dibagikan di Xue Tang 学堂 atau lengkapnya  Ru Jiao Xue Tang 儒教学堂 artinya Ruang Belajar Agama Khonghucu.

Kuesioner yang dibuat berjumlah empat: pertama untuk guru, kedua untuk peserta didik, ketiga untuk orang tua peserta didik, dan keempat untuk kepala/pimpinan sekolah. 

Menurut Bapak Husen penelitian yang sesuai kondisi ini adalah metode mix, maksudnya dengan metode kualitatif induktif untuk menangkap numena dari fenomena-fenomena yang ada dan metode menyebarkan kuesioner untuk mendapatkan data kuantitatif. Melalui penelitian semacam ini diharapkan datanya valid, ilmiah dan lebih akurat. Karena dianggap sebagai peneliti yang netral, berangkat dari pengetahuan kosong tentang obyek yang akan diteliti.

Setelah sholat Jumat, Kasubbag Hukum dan Kub Bapak Teguh Agung Nugroho, SE  datang ke hotel yang kami tempati, untuk mengajak ke Kanwil Prov Babel. Di sana kuesioner yang sudah dibuat semalam di-print dan diperbanyak sesuai kebutuhan untuk malam nanti yang akan disebarkan saat kebaktian di Makin Pangkal Pinang.

Pada pukul 19.00 WIB dimulai kebaktian secara berjamaah di Xue  Tang 学堂 yang dimanfaatkan juga sebagai Li Tang 礼堂 setelah kurang lebih dua jam kebaktian berlangsung maka kuesioner dibagikan ke berberapa umat kebaktian yang memang dianggap representatif untuk mengisi kuesioner.

Pada hari ketiga, Sabtu 22 April 2017, saatnya untuk mengunjungi Kelenteng  keluarga Pak Teh Hian. Kata Kelenteng itu sendiri berasal dari  教 人 亭- jiao ren ting atau bahasa Hokkiannya kauw lang teng. Di masyarakat  Prov. Babel menyebut kelenteng kecil dengan Pe Kong,  di sini banyak sekali kelenteng-kelenteng yang bentuknya kecil sebagai sarana ibadah keluarga. Dari Pe Kong-Pe Kong kecil ini yang seiring perkembangan ekonomi pemiliknya dan banyaknya masyarakat bersembahyang kemudian dibuat bangun lebih besar yang di sebut dengan Kelenteng.

Di Kelenteng ini Pak Teh Hian bersama keluarga setiap harinya melakukan sembahyang. Pak Teh Hian mengatakan bahwa Pek Kong-nya juga banyak didatangi setiap harinya oleh  masyarakat sekitarnya untuk bersembahyang.

Setelah dari sini, kemudian menuju ke Sungai Liat untuk mendatangi sekolah bercirikan Agama Khonghucu milik yayasan MATAKIN Pusat.

Sebelum berangkat ke Sungai Liat-Kabupaten Bangka, rombongan kecil ini  menjemput seorang teman peneliti bernama Bapak Rasidih di hotel Pangkal Pinang. Tanpa direncanakan, mungkin ini Firman Tian, Tuhan YME dapat bertemu Pak Rasidih di Pangkal Pinang dalam rangka hal yang sama sebagai tugas penelitian. Namun Pak Rasidih, mengatakan bahwa ia meneliti baru awal terkait pelayanan hak-hak sipil agama Khonghucu di Babel yang kemungkinan bulan depan akan dilanjutkan. Setelah itu bergegaslah berangkat ke Sungai Liat, dengan enam orang plus driver. Dalam perjalanan tersebut terlihat di kanan-kiri rimbun pepohonan dan kebun kelapa sawit serta lada. Perjalanan ditempuh kurang lebih 45 menit dari Pangkal Pinang. 

Setelah sampai di sini, melakukan wawancara dengan Bapak Sunyoto, seorang pelaksana harian yayasan sekolah Sriwijaya yang merupakan sekolah bercirikan Khonghucu.

Di sana peneliti mendapatkan informasi dari guru-guru Sriwijaya, termasuk kepada guru agama Khonghucu yang merangkap guru sekolah Minggu bernama Dq. Siska. Peneliti juga berkesempatan bertanya jawab kepada peserta didik Sekolah Sriwijaya.

Setelah berdiskusi dan mendapat masukan dari guru di sekolah Sriwijaya. Sekitar jam 15.00 WIB  menuju Menuju Desa Trubus-Bangka Tengah, yang menarik penduduk tersebut mayoritas  70 ℅ lebih beragama Khonghucu dan Kepala Desanya beragama Khonghucu bernama Js. Ngiat Hiung.

Dari sana, sekitar jam 19.30 WIB menghadiri Kebaktian di Makin Koba. Peneliti mengamati proses kebaktian dan usai kebaktian mewawancari pengurus Makin tersebut. Semua hal ini merupakan bagian dari bahan-bahan penelitian. Umat yang melakukan ibadah tersebut bervariasi dari anak kecil sampai orang tua.

Di hari keempat, Minggu 23 April 2017, di pagi hari cerah dan ditemani secangkir kopi serta makanan ringan, peneliti menulis hasil penelitian di Makin Koba. Dan siang harinya melakukan wawancara kepada tokoh di masyarakat tersebut penganut Khonghucu  bernama Bapak Acoy  yang merupakan ketua Kelenteng Kwan Tei Bio/Guan De Miao管德庙 -Jebus. Pada malam harinya peneliti mengikuti kebaktian bersama masyarakat setempat di Li Tang Trubus. Sebuah bangunan sederhana di samping Kelenteng, tempat mereka belajar agama dan beribadah berjamaah yang dipimpin oleh rohaniwan Khonghucu. Li Tang ini selalu penuh dengan umat yang ingin mendapatkan siraman rohani.

Di hari ke lima, Senin 24 April 2017, peneliti bergegas dari Trubus ke Parit Tiga yang memakan waktu cukup lama ibarat dari timur Babel ke barat Babel. Sekitar 5 jam, pada jam 13.00 WIB sampailah di Parit Tiga, Bangka Barat. Di sini terdapat Kelenteng ci de fu 祠德福dan sampingnya terdapat Li Tang 礼堂 di bawah naungan Makin Parit Tiga-Jebus.

Kemudian berbincang kepada Bapak Drs.Oktavianus Yan, M.Ag, beliau merupakan penganut Khonghucu yang berdedikasi tinggi sebagai guru sekolah Minggu merangkap sebagai guru di sekolah formal yang ditugaskan Matakin mengajar di daerah tersebut. Sambil makan siang tidak jauh dari kelenteng, peneliti kembali menggali informasi kepada Bapak  Oktavianus dan Bapak Thomas L yang merupakan seorang Kepala Desa beragama Khonghucu.

Pada malam harinya, jam 19.00 WIB dilakukan pembelajaran dan sosialisasi terkait kedatangan peneliti kepada umat setempat di sebuah Li Tang yang berimpitan dengan Kelenteng ci de fu 祠德福. Selain peneliti bertanya-jawab kepada umat tersebut, peneliti juga memberikan kuisener terkiat penelitiannya.

Dari rangkaian penelitian selama lima hari ini, Pak Husen mengambil kesimpulan "bahwa Kebaktian yang dilakukan Makin-Makin merupakan bagian pembelajaran bagi peserta didik Khonghucu, begitu pula persembahyangan yang dilakukan di Kelenteng/Mio/Bio merupakan pembelajaran psikomotorik."

Di hari ke enam Selasa 25 April 2017, Pagi harinya peneliti Pak Husen menulis hasil penelitian kemarin, setelah jam 10.30 WIB berangkat ke sekolah Bahkti. Merupakan sekolah bercirikan agama Khonghucu yang awal didirikan sebagai sekolah Tionghoa bernafaskan Khonghucu.

Di sekolah Bakti, Pak Husen mewawancarai Kepala Sekolah Bakti menyangkut pendidikan sekolah tersebut, terutama jumlah murid dan guru Agama Khonghucu. Menurut kepala sekolah tersebut "dahulu semua murid di sini 100 ℅ beragama Khonghucu, termasuk Bapak Kades ini. Murid pada tahun ini berjumlah sekitar 700 an dan 30 % an beragama Khonghucu serta guru agama Khonghucu hanya satu yaitu Bapak Oktavianus Yan".

Setelah dari sekolah tersebut, oleh Pak Kades diantarkan ke tempat ibadah Kelenteng Fu De Miao 福德庙 dan bertemu salah satu pengurus Kelenteng untuk diwawancarai. Yang menarik untuk dicatat adalah "Disebutkan bahwa hampir semua warga desa ini beragama Khonghucu, ditandai masih melakukan ritual dan perayaan ibadah seperti Imlek, Cap Go Meh, Cheng Beng, Twan Yang dll, tetapi hampir sebagian KTP-nya beragama Buddha dan mereka tidak pernah ke Vihara"

Hari ke tujuh, Rabu 26 April 2017, Pada pagi harinya peneliti ke yayasan sekolah Pembina untuk melengkapi data penelitian. Salah satu sekolah yang bercirikan Agama Khonghucu di pangkal pinang. Di sana peneliti bertemu dengan guru agama Khonghucu bernama Dq. Novitasari, S.Pd. untuk diwawancara dan mengambil kuesioner yang sebelumnya pernah diberikan.

Setelah itu menuju ke sekolah Sriwijaya di Sungai Liat untuk mengambil kuesioner yang beberapa hari yang lalu diberikan kepada guru agama Khonghucu bernama Dq. Siska Susilawati dan Dq. Teristin. 

Dari penelitian ini Bapak Husen memberikan kesimpulan singkat yang didasari atas data jumlah siswa Khonghucu yang berjumlah ribuan dengan jumlah guru agama Khonghucu kurang dari sepulu orang, serta data wawancara dan kuesioner disebarkan. Disimpulkan bahwa "masih banyaknya peserta didik agama Khonghucu yang tidak mendapatkan pendidikan agama sesuai agamanya di sekolah formal, hal ini tentunya tidak sesuai amanat UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003. Dalam hal ini negara mesti hadir dalam pengadaan guru agama Khonghucu dan untuk mempercepat hal diperlukan affirmative action yang salah satu cara dengan Diklat penyetaraan calon guru agama Khonghucu".  Bapak Husen menunjukkan keseriusan perkataannya dengan memperlihatkan bahwa ia langsung WA-an kepada Kepala Badan Diklat perihal temuannya ini dan Kepala Badan merespon dengan baik. Namun setelah guru-guru terjun mengajar di Sekolah-sekolah dan terkait kesinambungan perlu dipikirkan bagaimana tentang kesejahteraannya, karena ini akan menimulkan permasalahan baru nantinya.

Tugas mendamping peneliti selama tujuh hari kiranya telah usai, saatnya pendamping  ke bandara Dipati Amir untuk kembali ke Jakarta. Puji syukur Kepada Tian, semoga hasil dari penelitian Bapak Husen ini dapat kiranya menjadi masukan untuk Kepala Badan Litbang dan rekomendasi Menteri Agama R.I, Bapak Lukman Hakim Saifuddin untuk menentukan kebijakan atas kesetaraan terhadap pendidikan keagamaan Khonghucu, serta dapat digunakan oleh orang-orang atau lembaga yang berkepentingan.
Shanzai.

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:159 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:171 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:100 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:643 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:591 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:110 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:190 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:176 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 69 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com