spocjournal.com

Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili Momentum Untuk Bekerja dan Berkarya Nyata

Oleh.  Js. Sugiandi S.A., S.Kom. M.Ag

Salam Dalam Kebajikan,
Wei De Dong Tian.

Merayakan Tahun Baru Imlek bukan hanya milik etnis Tionghoa atau warga negara Tiongkok. Merayakan Tahun Baru Imlek dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa melihat asal  etnis, suku, bangsa, bahkan negara. Seperti merayakan pergantian Tahun Baru Masehi berkumpul bersama teman-teman, makan bersama-sama, bakar jagung, ayam dan lain-lain. Atau kebiasaan pulang mudik saat datangnya Idul Fitri, meskipun bukan penganut agama tersebut. Hal-hal semacam ini sah-sah bagi semua agama, namun ketika dalam suasana Tahun Baru Imlek dikaitkan dengan ritual agama dan ritual tersebut yang dicampur adukkan antar agama. Seperti Misa Imlek atau mungkin kalau ada Misa Nyepi, ritual Persembahyangan Imlek di Vihara/Wihara. Kerancuan persembayangan Tahun Baru Imlek di Vihara/Wihara berawal dari Klenteng-Klenteng yang telah ada didaftarkan sebagai tempat ibadah Buddha menjadi Wihara berlandaskan Surat Keputusan Ditjen Bimas Buddha No: DJ.VI/128/SK/2007 tanggal 9 November 2007. Akhirnya persepsi yang timbul di masyarakat bahwa Klenteng adalah Wihara, termasuk ritual Tahun Baru Imlek yang dilakukan di Klenteng disamakan dengan Wihara. Hal-hal semacam inilah yang menimbulkan keresahan dan permasalahan di antara agama.

Keberadaan Tahun Baru Imlek berhubungan dengan  agama besar yang telah ada ribuan tahun mempengaruhi peradaban manusia yaitu Ru Jiao yang di Indonesia dikenal sebagai Agama Khonghucu. Ajaran agama ini penuh dengan nilai-nilai humanis yang dapat diterima hampir semua manusia, melintasi sekat; etnis, suku, ras, bangsa, negara bahkan agama. Tahun Baru Imlek yang saat ini diperingati, tidak terlepas dari peran Nabi dalam jajaran Agama Khonghucu khususnya Nabi Kongzi yang merupakan rasul di dalam agama Khonghucu. Nabi Kongzi selain mendapatkan Wahyu dari Tian, telah berhasil menyebarkan ajaran Kebajikan. Peranan Nabi Kongzi sangat penting untuk mengembangkan moral dan martabat manusia, sehingga sangat dihormati oleh semua kalangan, menjadi guru dan tempat bertanya para raja-raja di zamannya.

Demi memperhatikan kesejahteraan rakyat yang mata pencahariannya sebagai petani, Nabi Kongzi (551 sM - 479 sM) menyerukan agar menggunakan penanggalan Xia (2205 s.M - 1766 s.M), karena waktu yang tepat sebagai awal musim tanam atau awal musim semi bagi masyarakat agraris. Sabda ini tertulis di dalam kitab Si Shu bagian Lun Yu XV:11;
子 曰 :行 夏 之 時 。:
“Pakailah penanggalan Dinasti Xia."

Namun pada saat zaman dinasti Han, raja ke VI; kaisar Han Wu Di, pada tahun 104 s.M, barulah  seruhan tersebut dipergunakan dan untuk menghormati Nabi Kongzi, memberikan titah bahwa perhitungan awal Tahun Baru dihitung sejak tahun lahir Nabi Kongzi yaitu tahun 551 Sebelum Mashei. Maka kalau sekarang kita merayakan Tahun Baru Imlek yang ke 2568, angka tersebut didapat dari penjumlahan 551 sM+2017 tahun Masehi. Sebelum dicanangkan Tahun Baru selalu berubah-rubah, perayaan Tahun Baru sempat dilakukan pada musim dingin dan hal ini tentunya tidak tepat.

Telah dijelaskan di atas kalimat Agama Khonghucu dan Tahun Baru Imlek, hanya ada di Indonesia atau sudah menjadi serapan bahasa Indonesia. Imlek terangkain dari dua suku kata; Im/Yin itu bulan dan Lek itu penanggalan, maksudnya penanggalan yang dihitung berdasarkan bulan. Hal ini sebenarnya tidak tepat kalau disebut perhitungan penanggalan berdasarkan bulan, karena penanggalan yang merujuk pada dinasti Xia ini menggunakan perhitungan bulan/Im/Yin dan matahari/Yang.  Maka kata yang tepat menjadi  Im Yang Lek  atau penanggalan berdasarkan peredaran bulan dan matahari. Bila merujuk pada ayat yang diwahyukan kepada Nabi Kongzi dan maklumat kaisar Han Wu Di penyebutan yang tepat dan benar adalah Tahun Baru Kongzili (penanggalan Khonghucu). Di Indonesia penyebutan Tahun Baru Imlek ditetapkan melalui regulasi tiga menteri tentang hari libur dan cuti bersama yang mana untuk tahun 2017 tertulis Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili.

Matakin dan Imleknas
Perjuangan Matakin cukup panjang untuk menjadikannya Tahun Baru Imlek menjadi hari libur Nasional Indonesia. Sejak zaman proklamator bangsa ini, yaitu Presiden Soekarno hari raya Tahun Baru Imlek sudah menjadi hari raya besar keagamaan Khonghucu di Indonesia. Pada tahun 1946, ketika Republik Indonesia baru berdiri, Presiden Soekarno mengeluarkan Penetapan Pemerintah tentang hari-hari raya umat beragama No.2/OEM-1946 yang pada pasal 4 nya menetapkan 4 hari raya orang Tionghoa yaitu Tahun Baru Imlek, hari wafatnya Khonghucu (tanggal 18 bulan 2 Imlek), Ceng Beng dan hari lahirnya Nabi Kongzi/Khongcu (tanggal 27 bulan 8 Imlek). Kalaupun dalam regulasi disebutkan hari raya orang Tionghoa karena pada saat itu 99,9 % orang Tionghoa beragama Khonghucu dan harus juga dipahami siapa saja orang-orang terlibat langsung membuat regulasi tersebut. Apabila tidak mengikut sertakan/tidak ada orang beragama Khonghucu, dapat dipastikan kata tersebut tercipta menurut padangan peserta dalam rapat pembuatan regulasi tersebut. Seperti kata Ru Jiao menjadi Agama Khonghucu, Tahun Baru Kongzili menjadi Tahun Baru Imlek dan masih banyak lagi hal-hal seperti ini.

Perayaan Tahun Baru Imlek Tingkat Nasional pertama kali yang dilaksanakan MATAKIN, tentunya berhubungan dengan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid yang mengeluarkan Keputusan Presiden No. 6 tahun 2000 tertanggal 17 Januari tahun 2000 tentang pencabutan Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967 di masa Orde Baru yang membelenggu umat Khonghucu selama dua dasawarsa. Atas jasa-jasanya ini, umat Khonghucu menyebutnya sebagai Bapak Khonghucu. Keppres ini ditindaklanjuti oleh Menteri Agama RI dengan menerbitkan Surat No. 13 tahun 2001 tertanggal 21 Januari 2001, yang menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur fakultatif. Sedangkan Menteri Dalam Negeri mengeluarkan surat tertanggal 31 Maret 2000 No. 124. 477/805/SJ perihal pencabutan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI tertanggal 18 November 1979 No. 477/47054 perihal Petunjuk Pengisian Kolom “Agama” Pada Lampiran SK Mendagri No. 221a Tahun 1995, yang hanya mengakui lima agama dilayani oleh pemerintah dan tentunya agama Khonghucu tidak termasuk di dalam lima agama tersebut. Dengan terbitnya surat Kemenag RI dan Mendagri otomatis agama Khonghucu “diakui” untuk dilayani kembali oleh pemerintah.

Pada masa Pemerintah K.H. Abdurrahman Wahid mengukir tonggak sejarah dirayakannya Tahun Baru Imlek Tingkat Nasional pertama kali pada tanggal 17 Februari 2000 di Jakarta dan Cap Go Meh tingkat Nasional pertama kali di Surabaya bulan Oktober 2000 yang dihadiri Presiden K.H. Abdurrahman Wahid bersama bersama ribuan umat Khonghucu dengan MATAKIN sebagai penyelenggara.

Presiden Megawati Soekarnoputripun menggantikan mantan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati Soekarnoputri memiliki simpati yang sama dengan mantan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid, meneruskan program pemulihan hak sipil Agama Khonghucu dengan menetapkan Hari Raya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Nasional pada tanggal 9 April 2002 dengan Keputusan Presiden No. 19 Tahun 2002. Keputusan Presiden ini ditindaklanjuti oleh menteri Agama dengan mengeluarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 331 Tahun 2002 tertanggal 25 Juni 2002 Tentang Tahun Baru Imlek sebagai hari Libur Nasional. Satu bukti kesungguhan Presiden Megawati yang menjadikan Tahun Baru Imlek menjadi hari Libur Nasional ialah selalu hadir berturut-turut selama tiga kali merayakan Tahun Baru Imlek Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh MATAKIN. Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek Tingkat Nasional yang dihadiri presiden dilanjutkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Memaknai Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili
Pada tanggal 4 Februari Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili secara nasional di Gedung Teater Bhinneka Tunggal Ika Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang merupakan miniatur dari simbol keanekaragaman bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI. Tahun Baru Imlek merupakan saat yang tepat untuk introspeksi diri, mawas diri, membangun rasa kepedulian kepada sesama manusia, alam sekitaranya dan mendekatkan diri kepada Sang Khalik, Tuhan Yang Maha Esa. Tema Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili Tingkat Nasional yang dilaksanakan Matakin, yaitu “Junzi Lambat Bicara, Tangkas Bekerja” sesuai dengan kondisi bangsa saat ini yang memerlukan kerja nyata bukan hanya bicara.

Tema ini mengingatkan agar rakyat Indonesia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk senantiasa bekerja dan terus berkarya yang berlandaskan kesungguhan hati. Melakukan pekerjaan tepat guna, sesuai keinginan yang dicapai dengan seefisiensi mungkin. Bekerja dengan integritas tinggi, bukan sekedar sebuah wacana tanpa sebuah hasil nyata.

Tema tersebut sesuai dengan semangat pemeritah saat ini, membangun dan  bekerja nyata. Untuk ketercapaian misi pemerintah tersebut diperlukan kerjasama dari semua komponen bangsa termasuk umat Khonghucu. Dengan bekerja bersama-sama, maka kesejahteraan ini akan mudah tercapai. Berkerja bersama-sama ini sesuai spirit ajaran agama Khonghucu yang tertulis dalam kitab Si Shu, "bila ingin maju, maka bantulah orang lain maju". (Kitab Si Shu bagian Lu Yu VI:30). Tema juga mengisyaratkan agar umat Khonghucu memiliki semangat bekerja yang dilandansi kebajikan untuk kontribusinya membangun bangsa dan negara. Bekerja dengan cekatan, cerdas, bersungguh-sungguh hingga menghasilkan sebuah hasil yang nyata demi ketercapaian bersama. Sehingga nantinya bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat, kuat, jaya, sejahtera, mandiri dan berbudaya.

Hakekat Tahun Baru Imlek
Perayaan Tahun Baru Imlek bagi umat Khonghucu bukan semata-mata untuk berpesta dan berhura-hura, memakai pakaian baru, makan bersama keluarga besar. Namun pada hakikatnya untuk mempererat tali persaudaraan diantara keluarga, yang lebih luas unruk mempererat rasa persaudaraan di masyarakat dan warga bangsa. Melakukan berbuat bajik kepada sesama manusia dan mendedikasikan untuk kemajuan keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia. Spirit Tahun Baru Imlek sebaiknya diarahkan untuk lebih meneladani dan mencontohkan kehidupan Nabi Kongzi yang telah berdedikasi tinggi untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia dengan ajaran-ajaran yang humanis.

Menteri Agama R.I., Bapak Lukman Hakim dalam sambutan Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili Tingkat Nasional mengatakan "Hakekat Tahun Baru adalah mengoreksi perjalanan tahun lalu dan merencanakan tahun yang akan berjalan, berupaya memperbaharui diri setiap hari agar setiap hari maju." Kalimat tersebut sesuai yang disabdakan oleh Nabi Kongzi  Bila suatu hari dapat memperbaharui diri, perbaharuilah terus setiap hari dan jagalah agar baharu selama-lamanya. (Kitab Si Shu bagian Ajaran Besar Bab II : 1)

Ajaran agama Khonghucu memiliki nilai luhur universal yang dapat diterima semua agama, etnis, ras dan golongan. Apabila nilai-nilai universal ini yang dikembangkan maka rasa persaudaraan sebagai warga negara semakin kuat. Seperti diketahui bersama, hampir setiap ajaran Khonghucu mengandung ajaran universal, seperti benih-benih kebajikan; Cinta Kasih, Kebenaran, Susila, Bijaksana dan Dapat Dipercaya yang diwariskan Tian kepada setiap manusia. Ajaran seperti ini, apabila diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari akan menumbuhkan keharmonisan di antara masyarakat.

Beragama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk itu peran rohaniwan dan tokoh agama sangat penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Terkait hal tersebut sambutan Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili Tingkat Nasional Menteri Agama mengatakan "apabila nilai-nilai ajaran universal dari masing-masing agama diyakini dan diamalkan oleh masing-masing ini akan menjadi unsur pembentuk nation and character building bangsa Indonesia yang majemuk". Menteri Agamapun berpesan kepada Umat Khonghucu, rohaniwan dan tokoh agama Khonghucu, agar terus berperan untuk menumbuh kembangkan kerukunan dan toleransi kepada sesama warga bangsa. Saling menghormati dan saling menghargai identitas keyakinan antarumat beragama dalam upaya menjaga keutuhan NKRI.

Pada akhir tulisan ini perkenankan saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili kepada Umat Khonghucu di seluruh Tanah Air dan seraya berdoa, semoga sepanjang tahun ini senantiasa dilimpahkan lima rakhmat kebahagiaan; Panjang usia, Kaya Mulia, Sehat Lahir Batin, Selalu Menyukai Kebajikan dan Sampai akhir hidup menggenapi Kebajikan.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:162 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:873 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:113 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:234 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:129 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:400 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:294 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:228 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:171 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:714 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 78 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com