spocjournal.com

Refleksi Diri Menyambut Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili

Oleh: Js. Maria Engeline Santoso, S.Kom, M.Ag

Semangat baru mewarnai tahun baru nasional yang belum lama berlalu, dengan melihat kejadian yang satu tahun kemarin dimana kejadian yang baik perlu dilanjutkan, kejadian yang buruk ditinggalkan. Tak lama setelah tahun baru nasional, bersiap-siap menyongsong tahun baru Imlek yang ditandai dengan banyak hujan.

Tradisi Tahun Baru Imlek
Menjelang tahun baru Imlek, warga Tionghoa di manapun berada tentunya akan disibukkan oleh berbagai kegiatan yang telah berlangsung secara turun temurun atau disebut tradisi. Contohnya membereskan rumah, warna merah, dan angpao.

  • Membereskan rumah
    Membereskan rumah, bukan berarti harus membangun, bisa saja renovasi atau sekedar mengecat ulang tembok-tembok yang sudah mulai kusam. Pertanyaannya kenapa harus capai-capai keluar tenaga dan biaya untuk membereskan rumah? Sebenarnya kalau ditilik maknanya membereskan rumah bisa diartikan sama dengan membenahi diri. Karena untuk menghadapi sesuatu yang baru, dalam hal ini tahun yang baru tentu peru persiapan dalam segala hal, fisik maupun psikis.
  • Warna merah.
    Kertas merah dengan tulisan fu福 yang terbalik. Apakah sekedar hiasan biar ramai rumahnya? Tidak. Tulisan福yang artinya kebahagiaan, nasib baik. Dibalik fu dao le 福倒了terbalik masuk ke rumah. Jadi sebagai isyarat agar rejeki masuk ke dalam rumah, menjadi lebih makmur. Tulisan membentuk satu kata dengan arti yang baik/positif. Kata ini menunjukkan perbuatan agar kita bersemangat untuk melakukan apa yang tertera pada tulisan itu
    Nabi bersabda, “Orang yang memahami ajaran lama, lalu dapat menerapkan pada yang baru, dia boleh dijadikan guru.” (Lunyu II:11)
  • Angpao 红包 bungkusan merah.
    Warna merah diasosiasikan dengan Tahun Baru Imlek karena dipercaya sebagai warna yang ditakuti nian shou. Dalam mitologi Tionghoa, raksasa nian adalah sejenis makhluk buas yang hidup di dasar laut/gunung. Sekali pada saat musim semi/sekitar tahun baru Imlek, makhluk itu keluar untuk mengganggu manusia terutama anak-anak. Jadi dengan memberikan angpao ke anak-anak, anak-anak tidak diganggu. Namun arti yang lebih luas adalah berbuat kebajikan/memberikan aura yang baik/positif. Membuang aura negatif, memberi angpao ke barongsai.
    Tadi itu sedikit cerita soal tradisi menjelang tahun baru Imlek. Namun yang perlu diketahui tidak hanya soal tradisi tapi juga melakukan refleksi diri agar pergantian tahun menjadi lebih bermakna.
    Resolusi adalah hasil dari introspeksi dan evaluasi. Rangkaian itu dinamakan refleksi. Refleksi diri dimulai dengan introspeksi kemudian evaluasi dilanjutkan dengan resolusi. Mengimankan tekad adalah proses untuk mewujudkan resolusi. Maka, tema besarnya adalah “Refleksi diri menyambut tahun baru Imlek 2568 Kongzili”.


Refleksi Diri
Refleksi adalah cerminan/gambaran, refleksi diri yaitu menilai diri sendiri, kelebihan dan kekurangan? keberhasilan apa yang telah dicapai? Kegagalan? Kenapa hal tersebut terjadi?

Introspeksi Diri
Introspeksi adalah koreksi/mawas diri, introspeksi diri yaitu melihat ke dalam diri. Sesungguhnya peredaran waktu, detik ke menit, menit ke jam, jam ke hari, hari ke minggu, minggu ke bulan, bulan ke tahun, tahun ke umur kita. Semuanya adalah kesempatan untuk mengoreksi diri pada apa yang telah kita lakukan.
Zeng zi berkata, “Tiap hari aku memeriksa diri dalam tiga hal: Sebagai manusia adakah aku berlaku tidak Satya? Bergaul dengan kawan dan sahabat adakah aku berlaku tidak dapat dipercaya? Dan adakah ajaran Guru yang tidak kulatih?” (Lunyu I:4)

Evaluasi Diri
Evaluasi adalah penilaian, ada 3 evaluasi terhadap diri yang perlu dilakukan, yaitu evaluasi waktu, evaluasi perilaku, dan evaluasi hubungan.

  1. Evaluasi waktu
    Waktu yang lalu, yang sekarang, dan yang akan datang harus selalu menjadi objek korelasi. Cobalah jujur, waktu yang lalu banyak kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat atau tidak. Apabila waktu yang lalu lebih banyak kita sia-siakan, maka jadikan waktu yang sekarang ini sebagai titik masuk untuk menggunakan waktu dengan bermanfaat. Selanjutnya adalah waktu yang akan datang.
  2. Evaluasi perilaku
    Waktu akan bisa berarti jika ada perilaku. Perilaku mencakup pikiran, ucapan, dan perbuatan. Sudah selaraskah antara pikiran, ucapan, dan perbuatan? Jika pikiran kita dimasuki hal-hal negatif terus, ucapan akan ikut negatif, dan akhirnya perbuatan juga negatif. Sebaliknya jika pikiran kita terus dijejali hal-hal positif, pergi beribadah ke Kongmiao/Litang, pikiran tentram damai, ucapan yang keluar dari mulut ikut enak didengar, dan niscaya tingkah laku/tindakan akan baik pula.
  3. Evaluasi relasi
    Umumnya relasi/hubungan dilihat dari 3 dimensi: individu, sosial, dan vertikal terhadap Tuhan. Tapi dalam agama Khonghucu lebih mendalam, yaitu ke atas, bawah, depan, belakang, kanan, dan kiri yang dinamai dengan Jalan Suci yang bersifat siku.
    Ke Atas     → kepada Tuhan/ibadah.
    Ke Bawah → kepada bumi/alam semesta.
    Ke Depan  → teman-teman baru yang akan membawa baik hal positif maupun hal negatif.
    Ke Belakang → teman-teman lama yang telah mengisi lembaran kehidupan kita.
    Ke Kanan  → pasangan hidup, suami/istri yang setia menemani hidup.
    Ke Kiri       → orangtua, sudahkan berbakti pada ayah bunda?
    Dengan mengevaluasi diri dari segi waktu, perilaku, dan relasi dengan berpedoman pada ayat berikut ini: Nabi bersabda, “Hal yang sudah terjadi tidak perlu dipercakapkan, hal yang sudah terlanjur tidak perlu dicegah, dan hal yang sudah lampau tidak perlu disalah-salahkan.” (Lunyu III:21.2)
    Jadi, yang terpenting adalah menyadari kesalahan yang sudah berlalu, ke depan bertekad untuk memperbaiki.

Resolusi Diri
Resolusi adalah hasil dari introspeksi dan evaluasi, resolusi diri yaitu hal yang diinginkan/target bagi diri sendiri. Pergantian tahun menjadi momen yang tepat untuk melakukan refleksi, dan evalusi diri secara menyeluruh. Saat yang tepat untuk kita bercermin dengan segenap kerendahan hati dan ketulusan jiwa tentang apa yang telah dilakukan setahun yang lalu dan apa yang direncanakan setahun ke depan.

Ingatlah pepatah: “Mata uang yang paling berharga di dunia ini adalah waktu. Tidak seorangpun bisa membeli waktu yang sudah terpakai.” Oleh karenanya, ini saat yang tepat untuk membuat resolusi baru dalam segala hal.

Dengan resolusi tersebut, kita akan terus memiliki semangat untuk memperbaiki kekurangan selama tahun monyet dam menyalakan semangat untuk menghadapi tantangan tahun ayam agar kita menjadi pribadi yang lebih baik, targetnya menjadi seorang Junzi.

Membuat resolusi sesuai dengan sabda Nabi, “Jalan Suci seorang Junzi itu seumpama pergi ke tempat jauh, harus dimulai dari dekat; seumpama mendaki ke tempat tinggi, harus dimulai dari bawah.” (Zhongyong XIV:1)

  1. Bertanggung jawab atas kehidupan.
    Berarti semua perbuatan adalah penyebab semua kesuksesan dan kegagalan. Jadi, apa pun yang akan terjadi pada diri kita di tahun mendatang terletak di tangan kita sendiri. Mulailah dengan hal yang simple, mudah kemudian step by step meningkat menjadi kompleks dan sukar.
  2. Berhenti menyalahkan.
    Kita bisa menyalahkan kondisi ekonomi, cuaca, macet, polusi, sekolah, sikap teman, orangtua, dsb. Hal-hal tersebut memang ada tapi jika semua itu adalah faktor penentu, tidak akan ada yang sukses. Padahal kenyataanya banyak orang yang berhasil mengatasi faktor-faktor yang membatasi tersebut dan mencapai kesuksesan. Yang menghambat sukses adalah diri sendiri. Berhenti membuat alasan dan menyalahkan. Semangat!
  3. Berhenti mengeluh.
    Kedengarannya mudah, tapi praktiknya tidak semudah mengucapkannya. Biasanya orang mengeluh karena merasa bisa mendapatkan yang lebih baik. Orang mengeluhkan hal-hal yang dapat dirubah. Setiap orang tahu matahari terbit dari Timur dan tenggelam ke Barat, tidak ada yang mengeluhkan hal tersebut karena memang hukum alam yang tidak dapat diubah.
    Sadarkah dengan mengeluh, semua hal buruk yang terjadi pada kita tidak akan pernah berubah. Karena energi negatif/aura jelek. Jadi berhentilah mengeluh, mengeluh akan membuat kita semakin tidak bersemangat. Mari ubah tindakan kita bila ingin mengubah hasilnya.
    Resolusi tadi tidak akan ada gunanya jika hanya sebatas di bibir/kertas, yang penting adalah komitmen untuk melakukannya. Bahasa agamanya mengimankan tekad. Iman/cheng 诚 adalah selarasnya pikiran, ucapan, dan perbuatan. Perlu iman yang kokoh, kuat untuk refleksi diri.
    Adapun yang dinamai mengimankan tekad itu ialah tidak mendustai diri sendiri, yakni sebagai membenci bau busuk dan menyukai keelokan. Inilah yang dinamai bahagia di dalam diri sejati. Maka seorang Junzi sangat hati-hati pada waktu seorang diri. (Daxue VI:1)

Peribadahan Tahun Baru Imlek
Tahun baru Imlek, bukan sekedar pergantian tahun (shio Monyet ke Ayam) tapi ada serangkaian ibadah yang perlu dipersiapkan mulai 1 minggu sebelum dan 2 minggu sesudah Imlek. Rangkaian kegiatan ibadah yang dilakukan umat Khonghucu dalam merayakan Tahun Baru Imlek, antara lain:

  1. Hari persaudaraan (Zao Jun Shang Tian) kenaikan malaikat dapur menghadap Tian seminggu sebelum Tahun Baru, tanggal 24 bulan 12 melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan, berderma dan bersedekah bagi fakir miskin.
  2. Sembahyang syukur malam penutupan tahun baru , dilaksanakan pada saat zhi shi pukul 23.00-01.00
  3. Sembahyang tahun baru, dilaksanakan pagi hari mulai pukul 08.00-11.00
  4. Sembahyang kepada leluhur, hari ke-4 setelah Tahun Baru bertepatan dengan turunnya kembali malaikat dapur
  5. Sembahyang besar kepada Tuhan (Jing Tian Kong) seminggu sesudah Tahun Baru tanggal 8/9 pada saat zhi shi pukul 23.00-01.00
    Sebelum melaksanakan sembahyang besar ini, didahului dengan melakukan chi cai selama 7 hari mulai tgl 2-8. Pada hari terakhir bersuci diri, mandi keramas dan berpuasa dari jam 05:00-21:00 atau sampai selesai sembahyang besar.
  6. Sembahyang syukur saat Yuan Xiao (cap go meh) dua minggu setelah Tahun Baru pada saat chen shi-zhi shi pukul 15.00-01.00

Mari gunakan momen tahun baru Imlek untuk berkumpul bersama keluarga, sanak saudara, teman, dan mempertebal keimanan kita.

Persiapkan diri dengan sungguh-sungguh dalam menyambut Tahun Baru agar benar-benar membawa berkah, diiawali dengan melakukan refleksi diri mulai dari introspeksi diri, evaluasi dan resolusi agar lebih bersemangat dalam menyongsong masa depan yang lebih cerah. Serta mengimankan tekad untuk mewujudkan resolusi yang sudah kita buat. Diakhiri dengan mempersiapan diri untuk melaksanakan rangkaian peribadahan.

Selamat menyambut tahun baru Imlek 2568 Kongzili.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:25 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:104 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:214 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:293 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:353 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:295 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:167 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:135 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:151 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:169 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 56 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com