spocjournal.com

Ayo Luruskan Berita Imlek

Oleh: Drs. Uung Sendana, SH & Bratayana Ongkowijaya, SE, XDS

Jefrey Lie mesti belajar sejarah Tiongkok lagi dengan benar dan belajar sejarah Filsafat Tiongkok kata Drs.Uung Sendana L Linggaraja,SH. Dia juga mesti belajar sishu wujing. Sehingga dia tahu setelah Huang Di, apakah awal tahun baru di awal musim semi pada penanggalan tersebut juga digunakan pada saat dinasti Shang, Zhou dan Qin. Sehingga kalau tahu, dia tentu takkan mengatakan tahun baru diawal musim semi telah 4715 tahun dirayakan oleh orang Tionghoa. Tahun baru di awal musim semi memang digunakan pada saat dinasti Xia, tetapi tidak digunakan pada zaman dinasti Shang, Zhou dan Qin. Barulah pada saat dinasti Han tahun 104 SM penanggalan dinasti Xia digunakan kembali karena penghormatan kaisar Han Wu Di pada Nabi Kongzi (pada saat dinasti Han, agama Khonghucu menjadi agama negara), Kaisar Han mengacu pada kitab sishu kita, yaitu kitab Lunyu sehingga dia menetapkan kembali kepenanggalan dinasti Xia setelah selama 3 dinasti tidak digunakan.

Selanjutnya Uung Sendana mengatakan bahwa Point pokoknya setelah dinasti Xia, tidak digunakan lagi oleh dinasti Shang, Zhou, Qin, bahkan Han permulaan. Karena sabda Nabi Kongzi, Kaisar Han yang telah menetapkan Khonghucu sebagai agama negara menetapkan penanggalan Xia tersebut menjadi penanggalan 'imlek' tersebut resmi menjadi penanggalan negara.

Point kedua: Dan perlu ditegaskan dalam konteks Indonesia, tak ada satupun hari libur berdasarkan etnis. Jadi Tahun Baru Imlek bukanlah hari libur untuk etnis Tionghoa, karena kalau tahun baru imlek adalah hari libur etnis Tionghoa, maka etnis lain seperti etnis jawa, sunda, batak, belitong dll bisa menuntut hari tahun baru etnis mereka libur juga. Di Indonesia hari libur ditetapkan berdasarkan hari nasional dan hari keagamaan. Tahun baru imlek jelas merupakan hari libur agama Khonghucu maka dalam Surat Keputusan 3 menteri mengenai hari libur tahun 2017 dikatakan hari libur tahun baru imlek 2568 Kongzili. Lalu untuk apa dia ingin mengubah menjadi hari libur etnis Tionghoa dengan tahun 4715? Itu hal mendasar sebetulnya Kata Uung Sendana.

Kita hidup di Indonesia, kalau kukuh imlek itu tradisi, kita akan kehilangan kebebasan kita dan hari libur kita. Dan yang memperjuangkan kebebasan itu cuma Matakin, orang Tionghoa yang lain tiarap semua saat hak hak sipil umat Khonghucu dan orang Tionghoa dimarjinalkan. Itulah yang dinamakan dengan pencuri kebajikan. Pada saat saat sulit banyak orang menghilang, tetapi pada saat sekarang banyak orang yang merebutkan Imlek jadi miliknya. Sementara banyak isue diluar bahwa Imlek adalah Mitos, dalan hal ini Bratayana Xds dengan enteng berkomentar sebagai berikut :

Soal adanya mitos, legenda dan sejarah imlek, biarlah itu menjadi catatan sejarah kata Brataya, Xds, Seperti yang sudah diposting berulang-ulang dan bertahun-tahun, bahwa kalau bukan karena nabi Kongzi yang dilaksanakan Han Wu Di menggunakan penanggalan Xia, maka sincia tidak seperti sekarang (sejak Han Wu Di, penanggalan yang digunakan tidak pernah berubah lagi). Sementara, dinasty Shang yang menggantikan dinasty Xia tidak menggunakan penanggalan dinasty Xia (menentukan sendiri) dan dinasty Zhou yang menggantikan dinasty Shang juga menentukan sincia sendiri demikian pula era Qin.
Dinasty Han pun, baru raja ke VI (Han Wu Di) memutuskan untuk mengikuti sabda Nabi Kongzi. Seandainya Han Wu Di tidak menentukan hal tersebut (mengikuti anjuran Nabi Kongzi), kita tidak pernah tahu sekarang sincia nya menggunakan penanggalan yang mana. Jadi ketika orang menggunakan penanggalan yang sekarang dipakai, jelas itu adalah penanggalan Kongzi li (2568)

Secara Yuridis bahwa keberadan Agama Khonghucu dilindungi Undang Undang yakni UU no 5 Tahun 1965 bahwa agama agama di Indonesia termasuk Khonghucu.Juga Jauh sebelumnya sudah ada ada perpres No.2. Oem/1946 tentang hari libur fakultatif, lagi lagi menunjukkan tentang Khonghucu, bukan yang Libur fakultatif salah satunya mengarah Imlek yang menjadi hari raya umat Khonghucu.

 

Bratayana, Xds dalam makalahnya menguaraikan Imlek dengan panjang lebar sebagai berikut :Tahun Baru Kongzi li - 孔 子 曆
Sistem penanggalan lazimnya terkait dengan suatu kepercayaan/keyakinan (agama), karena memang penanggalan diadakan untuk memberikan pegangan bagi umat (beragama), utamanya dalam melakukan ritual/persembahyangan (ibadah) seperti yang dituntunkan dalam kitab sucinya sebagai panggilan iman.

Ada tiga system penanggalan yang dikenal, yakni;

1. yang pertama adalah Lunar (bulan) system (penanggalan Hijriah, satu tahunnya 354 hari),
2. yang kedua Solar (matahari) sytem, (penanggalan Masehi, satu tahunnya 365 ¼ hari). Selisih inilah yang menyebabkan hari raya Idul Fitri setiap tahunnya maju 11 hari dibandingkan penanggalan Masehi.
3. Yang ketiga Luni-solar system, merupakan gabungan dari kedua system di atas (penanggalan Pertanian, 農 曆 - Nong Li; yang kemudian hari dikenal sebagai penanggalan Khonghucu, 孔 子 曆 - Kongzi li). Dimana selisih hari dari kedua system itu dikonversikan dengan apa yang disebut bulan kabisat (閏 月 - Run Yue) dengan perhitungan setiap (siklus) 19 tahun dilakukan penyesuaian (disisipkan bulan kabisat) sebanyak 7 kali. (19 X 11 = 209 equivalent dengan 7 bulan). Dengan demikian, hari raya Tahun Baru penanggalan Khonghucu, 孔 子 曆 - Kongzi li, setiap tahunnya jatuh pada kisaran 20 Januari (大 寒 - da han) - 19 Pebruari (雨 水 - yu shui). (karena perhitungan tertentu dengan adanya bulan kabisat sebanyak 7 kali dalam 19 tahun).

帝 曰 : 咨 ,汝 羲 暨 和 !
朞 三 百 有 六 旬 有 六 日 ,以 閏 月 ,定 四 時 成 歲 。
允 釐 百 工 ,庶 績 咸 熙 。
Nabi Baginda Yao bersabda, “O ! kamu, Xi dan He, camkan, setahun itu ada 366 hari”;
Dengan mengingat adanya bulan kabisat, tetapkanlah ke empat musim dalam setahun.
Aturlah beratus pekerja itu sehingga semua pekerjaan sepanjang tahun terselenggara baik.
(唐 書 - 堯 典 ; Tang Shu - Yao Dian)

Penyebutan penanggalan Yinli/Imlek (陰 曆) untuk penanggalan Khonghucu, sebenarnya salah kaprah. Karena Yinli/Imlek (陰 曆) menunjuk pada Lunar system sedang untuk Solar system disebut Yangli/Yanglek (陽 曆), maka untuk penyebutan penanggalan Khonghucu, 孔 子 曆 - Kongzi li yang merupakan gabungan dari lunar system dengan Solar system (Luni-solar system) seharusnya Yinyangli/Imyanglek (陰 陽 曆).

Kenapa disebut penanggalan Khonghucu, 孔 子 曆 - Kongzi li?

System penanggalan ini mempunyai sejarah yang panjang dan unik, sejak pertama kali dibuat (era– NABI BAGINDA PURBA SUCI (黃 帝) Huang Di; (2698 s.M - 2598 s.M), penentuan Tahun Baru nya mengalami perubahan dari satu dinasti ke dinasti yang lain.

Nabi Khongcu (孔 子 ; 551 s.M - 479 s.M) yang hidup pada zaman 春 秋 - Chun Qiu akhir era dinasti周 - Zhou (1122 s.M - 255 s.M), menyerukan untuk menggunakan penanggalan dinasti 夏 - Xia (2205 s.M - 1766 s.M) karena Nabi Khongcu melihat bahwa penentuan Tahun Baru seyogyanya dikaitkan dengan ketepatan perhitungan musim yang juga merupakan aspek kultural-filosofis dimana akan memudahkan rakyat dalam bercocok-tanam, hal ini mengingat pula begitu pentingnya aspek ketepatan musim tanam, diawal musim semi bagi masyarakat agraris, yang menumpukan hidupnya dengan bersawah-ladang, yang mana hasilnya untuk memenuhi kebutuhan pokok umat manusia. Mereka adalah rakyat berbagai bangsa, berabad-abad sehingga sekarang.

Inilah Wahyu Tian (天 賜 - Tian Ci) yang diturunkan bagi kesejahteraan insan ciptaanNya melalui Nabi Khongcu!
子 曰 :行 夏 之 時 。
Nabi (Khongcu) bersabda : “Pakailah penanggalan Dinasti Xia.”
(論 語 - Lun Yu XV: 11)

Pada saat itu, penguasa belum/tidak memperhatikan sabda Nabi Khongcu tersebut (hanya raja yang mempunyai kewenangan untuk menetapkan system penanggalan dengan Tahun Baru nya). Namun Tian berkehendak lain, pada zaman dinasti 漢 - Han, raja ke VI; 漢 武 帝 - kaisar Han Wu Di, pada tahun 104 s.M, mencanangkan penggunaan system penanggalan seperti yang di sabdakan Nabi Khongcu. Kemudian awal tahunnya ditentukan dengan menggunakan tahun kelahiran Nabi Khongcu (551 s.M). Itulah sebabnya perhitungan penanggalan Khonghucu, 孔 子 曆 - Kongzi li, kini menunjuk angka 2568 tahun (551 s.M + 2017 M). Sejak itu, penggunaan system penanggalan ini sampai sekarang tidak pernah berubah lagi.

Seandainya漢 武 帝 - kaisar Han Wu Di tidak mencanangkan system penanggalan seperti yang di-sabda-kan Nabi Khongcu, maka orang tidak akan pernah tahu apa yang terjadi (menggunakan system yang mana dan kapan penentuan tahun barunya). Karena orang menggunakan system penanggalan seperti yang dicanangkan oleh kaisar 漢 武 帝 - Han Wu Di yang menyumber dari sabda Nabi Khongcu, maka system penanggalan yang digunakan sekarang ini disebut penanggalan Khonghucu, 孔 子 曆 - Kongzi li.

Makna filosofis Tahun Baru bagi umat Agama Khonghucu
Berbicara mengenai makna Tahun Baru, apanya yang baru? Iman Khonghucu menegaskan: ‘Baru’ (新 - Xin) mempunyai demensi yang bisa berarti: ‘Awal atau Pada-mulanya’ bertujuan memperbaiki (memperbaharui), bermaksud selalu ‘Baharu’, dengan artian: agar ‘lebih baik dan lebih baik lagi’.
苟 日 新 , 日 日 新 , 又 日 新 .
“Bila suatu hari dapat membaharui diri,
perbaharuilah terus tiap hari dan jagalah agar baharu selama-lamanya!”
(大 學 - Thai Hak II: 1)

Dimanakah konteks relevansi akan nilai religi dalam setiap tahun baru?
Kalau dihubungkan dengan konsep imani ‘天 - Tian (Tuhan/Sang Khalik)’, ‘地 - Di (Bumi/Sarana)’ dan ‘人 - Ren (Manusia)’ dalam 儒 教 - Ru Jiao (agama Khonghucu), maka ada makna yang tersirat dalam hubungan ini;

Bukankah Dia Sang Khalik menjadi ‘終 始 - Zhong Shi’ (PrimaCausa-CausaFinalis) semesta dan turunannya berarti ada awal dan akhir? Dimana orang mau mengawali dan kapan akan mengakhiri? Ini semua berada pada ‘titik’ relatif imagi manusia.

Maka tahun baru, senantiasa berarti ‘kesempatan baru’ (新 的 機 會 - Xin De Ji Hui)
Bukankah bumi menjadi ‘sarana’ yang menyediakan semua? Hanya mungkin ada yang ‘salah’ dalam mengelolanya. Orang mau ‘mencari’ atau men ‘sia-sia’ kannya, Bumi tetap menyediakan Harapan bagi insan beriman.

Maka tahun baru, selalu merupakan ‘harapan baru’ (新 的 希 望 - Xin De Xi Wang)
Bukankah manusia adalah ciptaanNya, yang ter ‘mulia’, mengapa manusia tak berdaya- usaha dan ulet bekerja? manusia seharusnya dengan Iman dan Taqwa berupaya selaras (bahagia) didalam Jalan SuciNya (樂 天 - Le Tian).

Maka tahun baru, adalah sebuah ‘perjuangan baru’ (新 的 挑 戰 - Xin De Tiao Zhan)
天 - Tian; Tuhan/Sang Khalik memberi Kesempatan,
地 - Di; Bumi/Sarana menyediakan Harapan,
人 - Ren; Manusia harus Berusaha!

Dari uraian di atas, jelas dan tegaslah bahwa apa yang dimaksud dengan penyebutan ‘kaprah’ penanggalan Yinli/Imlek (陰 曆), yang benar dan seharusnya adalah disebut penanggalan Khonghucu, 孔 子 曆 - Kongzi li. Dan itu bukan sekedar teradisi yang tanpa bersumber kepada Kitab Suci (Khonghucu) yang diwahyukan Tian, Tuhan Sang Khalik. Lebih-lebih dari anggapan sekedar sebagai ‘tahun baru nya kaum Tionghoa’ belaka, ataupun hanya suatu ‘perayaan’ yang diwujudkan dengan segala bentuk ‘eurofianya’. Melainkan memuat ‘Makna Suci’ sebagai ‘Panggilan Ibadah’ yang luhur dan mulia bagi umat yang mengimaninya, Shanzai (善 哉).

恭 賀 新 禧
Selamat Melaksanakan Ibadah Tahun Baru (Kongzi li 2568)

宅天命, 作新民
Berada Dalam Firman Tian , Menjadi Rakyat Baharu

永言配命,自求多福
Perilaku Selalu Manunggal Firman , Menjadikan Diri Penuh Berkah

善 哉 - shanzai

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:25 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:104 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:214 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:293 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:353 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:295 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:167 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:135 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:151 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:169 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 52 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com