spocjournal.com

Imlek, Agama-Agama Sejuk Dan Kedamaian

 Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Ketika banyak demontrasi dan ketika banyak konflik antar umat manusia, terjadi kekerasan, penghakiman, marilah kita merenung sejenak. Mulailah kembali kepada bisikan alam. Suara ombak lautan yang menenangkan jiwa dan bisa juga kita lihat begitu indah alam ini diberikan Tian beserta harmoninya. Manusia manusia duduk di pinggir pantai, ada juga yang berenang dan bermain dengan suka cita. Ini adalah bentuk dari indahnya kedamaian bukan kita mendengarkan khotbah khotbah penghujat yang menimbulkan kebencian dan kemunafikan. Alam sebagai bukti dan sekaligus gambaran dimana bahwa Tian memberikan kedamaian bathin dan kehidupan yang harmonis. Kembalilah kepada kondisi alam yang asli karena disitulah jiwa asli kita yang murni pemberian Tian akan meraga keluar, itulah Xing yang sebenarnya.

Lihatlah agama-agama alami yang memberikan rasa damai dan tidak pernah membuat kepala pening dan menyita energi suci.Tidak ada penghujatan dan tidak ada konflik,melainkan damai dan harmoni seperti 2568 tahun yang lalu ketika Nabi Kongzi lahir dimana alam telah bersahabat dengan manusia.Munculnya air panas secara tiba tiba untuk memandikan sang bayi suci yakni Nabi.

Alam yang bersahabat dan umat manusia yang beri kedamaian itu tak salah bila tahun 1988 para pemegang nobel dunia dari berbagai disiplin ilmu mengatakan mari kembali dan menengok 2.500 tahun lalu yakni ajaran Nabi Kongzi agar dunia damai sejahtera. Pernyataan tersebut jelas menegaskan kepada umat dunia bahwa Khonghucu pembawa damai dunia. Ini bukan sekedar slogan melainkan sebuah kenyataan,ini bukan seledar propaganda tapi memang kenyataan dimana sampai saat sekarang manusia dengan pola pikir harmoni yang menganut sistem ajaran Khonghucu dapat hidup jauh dari konflik. Masalah besar dikecilkan dan masalah kecil dihilangkan. Semua itu merupakan bagian dari pembangkitan jiwa jiwa luhur melalui Xing.Melatih membangkitkan Xing dengan cara menenangkan pikiran kita di alam yang damai dan indah itu. Rasakan ombak lautan dan angin yang meniup hingga kita berpikir jernih. Mulailah menenangkan diri seperti ajaran Nabi Kongzi dan kembali pada Xing yang asli pemberian Tian.

Memasuki Hari Raya Imlek 2568 kita diingatkan melalui ketauladanan Nabi Kongzi untuk mengembangkan agama dari Tian. Bahwa agama Khonghucu dikembangkan tidak melalui kekerasan dan peperangan, melainkan melalui jalur budaya dan pendidikan secara damai. Nabi Kongzi selalu berkeliling dari pemerintahan satu ke pemerintahan lain,dari negara satu ke negara lain untuk mengenalkan budaya leluhur dan mengajarkan nilai-nilai etika moral, peribadatan, musik, memanah serta matematika. Semua bidang pengajarannya diterapkan di sekolah sekolah dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi .Jalur penyiaran agama lewat pendidikan menjadikan agama Khonghucu terkenal sebagai agama kaun lemah lembut atau disebut Ji Kau.Tak salah bila Nabi Kongzi terkenal dengan Guru Sepanjang masa.

Perkembangan agama Khonghucu hingga di mancanegara baik Hongkong,Korea,Jepang,Singapura,Vietnam, dan beberapa negara lainnya termasuk Indonesia berjalan ribuan tahun silam. Perkembangan agama tersebut dibawa oleh kaum pedagang dan guru-guru yang dijalankan tanpa melalui konflik.Bahkan agama Khonghucu telah menyatu dengan alam sekitarnya sehingga membedakan antara penganut Khonghucu di satu negara dengan negara lain.Ini menunjukkan bahwa ada penyesuaian penyesuaian nilai agama terhadap budaya native. Kenyataan ini juga pernah diucapkan oleh Prof.Dr.Lee T.Oei bahwa agama Khonghucu sesuai dengan nilai nilai Pancasila.

Khususnya di Indonesia para penyebar agama Khonghucu di abad 15 an bahkan sebelumnya mereka datang ke Indonesia tanpa membawa istri, ada juga yang masih single semua,mereka mereka itu tentu menikah dengan penduduk asli Indonesia dan keturunannya dikenal dengan Cina peranakan.Disitulah terjadi perpaduan budaya meski keturunannya adalah penganut Khonghucu tradisional yang tumbuh sampai saat sekarang.

Hal inilah menunjukan bahwa agama Khonghucu tumbuh di Indonesia secara damai dan tanpa ada konflik apapun. Dalam Kitab Shi Su , Ji Kang Zi bertanya tentang pemerintahan kepada Nabi Kongzi, "Bagaimanakah bila dibunuh orang orang yang ingkar dari Jalan Suci, untuk mengembangkan Jalan Suci ?" Nabi Kongzi menjawab, " Kamu memangku jabatan pemerintahan mengapa harus membunuh? Bila kamu nerbuat baik ,niscaya rakyat akan mengikuti baik, dan kebajikan rakyat laksana rumput, kemana angin bertiup ,disitulah rumput mengarah " ( Lun Yu XII : 1 & 2). Ayat diatas secara analogi menjelaskan kepada kita bahwa pengembangan agama itu tidak boleh dijalankan melalui kekerasan, melainkan harus dijalankan secara ketauladanan. Apalagi harus melakukan pembunuhan untuk mengembangkan agama, hal tersebut tentu ditentang oleh ajaran agama .

Apabila ada orang lainpun berlaku jahat kepada kita, kita tidak boleh membalas kejahatan dengan kekerasan melainkan dengan kelurusan.Hal ini sepwrti dalam Kitab Lun Yu XIV 34,3

"Balaslah Kejahatan dengan Kelurusan dan balaslah Kebajikan dengan Kebajikan ". Menurut pandangan agama Khongucu bahwa radikalisme muncul dari kebiasaan yang dialami dalam keluarga. Bila keluarga dalam kondisi rukun dan damai maka akan jauh dari pemikiran radikalisme, sebaliknya kalau keluarga itu tidak damai dan penuh dengan kekosongan hati maka dengan mudah akan munculnya pemikiran kekerasan yang memicu pada radikalisme.Disamping itu karena kekuarangan ketauladaan bisa mengarah pada tindakan radikalisme.

Ajaran agama Khonghucu mementingkan hubungan keluarga sebagai masyarakat kecil dalam pembentukan mental dan penataan hidup yang harmoni melalui konsep Lima Hubungan Kemasyarakatan atau Wulun.

 

Masyarakat terkecil keluarga apabila harmoni akan membentuk kehidupan masyarakat,bangsa,negara bahkan dunia . "Bila dalam keluarga saling mengasihi niscaya seluruh Negara akan dalam Cinta Kasih.Bila dalam tiap keluarga saling mengalah, niscaya seluruh negara akan didalam suasana saling mengalah "(Ajaran Besar BAB IX : 3) " Maka teraturnya Negara itu sesungguhnya berpangkal pada keberesan dalam rumah tangga "(Ajaran Besar IX ; 5 )

 

Marilah melalui even Imlek ini kembali mengembalikan menyelesaikan konflik dengan menerapkan nilai nilai luhur agama untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 61 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com