spocjournal.com

Imlek Dan Sembahyang Leluhur

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Menjelang Imlek 2568 ketika kita sedang sibuk menghadapi persiapan Imlek tiba-tiba orang tua kita sakit dan harus di rawat di RS. Tentu saja segala acara yang sudah kita siapkan menjadi terbelengkai. Kita harus memprioritaskan orang tua kita dan merawatnya.

Banyak tenaga, waktu dan bahkan uang yang harus kita keluarkan agar proses pengobatan dan penyembuhan orang tua agar bisa cepat. Hal ini tidak mudah sebab diantara kita kadang tidak tahan mengeluh menghadapi cobaan diatas.

Apa hubungan sakit orang tua dengan Imlek ? Tentu saja kita harus paham bahwa Imlek adalah sarana perjumpaaan dan kumpulnya keluarga.Kita harus datang ke rumah orang tua untuk Pai Kwi dan mengucapkan tahun baru sebagai rasa syukur kita. Apabila dalam kondisi Imlek semacam itu lalu orang tua berbaring di rumah sakit tentu saja akan menimbulkan ketidak nyamanan.

Tapi berkat Kebajikan kita dan juga Kebajikan orang tua kita dengan tetap berusaha menjalani pengobatan serta berpikir positif bahwa Tian pasti berikan jalan terbaik sehingga akhirnya orang tua saya yang baru operasi prostat diperbolehkan pulang rumah pada saat saat sebelum Imlek tiba. Semua itu bisa terjadi karena adanya keyakinan positif orang tua bahwa pasti sembuh dan selamat dari penyakit yang menimpa.

Apa yang menjadi keyakinan orang tua akan kesembuhan? Padahal usia orang tua yang masuk usia 86 adalah usia rawan untuk melakukan tindakan medis. Orang tua saya Setio Widjojo dengan mantap mengatakan bahwa keyakinannya akan kwi dan sien ( nyawa dan roh ). Orang yang telah meninggal dunia atau para leluhur kita akan memberikan petuah petuahnya lewat media mimpi. Dari mimpi itulah kadang kita mendapatkan pencerahan Illahi yang cocok. Mimpi orang tua dan bertemu dengan nenek  yang mengatakan jangan ikut nenek dulu karena belum ada tempat disana ! Adalah bukan sekedar mimpi di siang bolong, melainkan firasat atau petunjuk Tian kepada kita. Itulah masalah after life, masalah rahasia Tian yang terang dan diterangkan dihadapan kita.

Dari mimpi itulah orang tua saya yang masih berbaring di RS seakan dan memang mendapatkan kekuatan bahwa dirinya akan mampu menghadapi cobaan dan yakin pasti sembuh.

Apa yang dikatakan orang tua melalui kejujurannya bahwa ia telah mimpi ketemu mamanya yang sudah meninggal. Kata mamanya : " Jangan ikut aku dahulu ,tempat kamu belum ada ". Artinya orang tua saya tidak boleh keburu meninggalkan dunia .

Pengalaman spiritual tersebut muncul pada saat  orang tersebut sedang kritis sakitnya. Keyakinan tersebut tidak bisa kita lepaskan dari Keimanan Khonghucu yakni adanya keyakinan adanya nyawa dan roh.

Jadi leluhur kita adalah sebagai perantara yang kadang memberikan tanda tanda dan arah dari Tian. Oleh karena itu menjelang Imlek kita selalu menjalankan ritual sembahyang leluhur sebagai keyakinan kita bahwa arwahnya masih datang ke dunia melihat anak cucunya yang sedang berkumpul. Inilah pengalaman spiritual yang tidak bisa kita nalarkan karena merupakan nilai nilai religius yang luhur itu.                       

Apa hubungan sakit orang tua dengan Imlek ? Tentu saja kita harus paham bahwa Imlek adalah sarana perjumpaaan dan kumpulnya keluarga. Kita harus datang ke rumah orang tua untuk Pai Kwi dan mengucapkan tahun baru sebagai rasa syukur kita. Apabila dalam kondisi Imlek semacam itu lalu orang tua berbaring di rumah sakit tentu saja akan menimbulkan ketidak nyamanan.

Tapi berkat Kebajikan kita dan juga Kebajikan orang tua kita dengan tetap berusaha menjalani pengobatan serta berpikir positif bahwa Tian pasti berikan jalan terbaik sehingga akhirnya orang tua saya yang baru operasi prostat diperbolehkan pulang rumah pada saat-saat sebelum Imlek tiba. Semua itu bisa terjadi karena adanya keyakinan positif orang tua bahwa pasti sembuh dan selamat dari penyakit yang menimpa.

Apa yang menjadi keyakinan orang tua akan kesembuhan ? Padahal usia orang tua yang masuk usia 86 adalah usia rawan untuk melakukan tindakan medis. Orang tua saya Setio Widjojo dengan mantap mengatakan bahwa keyakinannya akan kwi dan sien (nyawa dan roh). Orang yang telah meninggal dunia atau para leluhur kita akan memberikan petuah petuahnya lewat media mimpi. Dari mimpi itulah kadang kita mendapatkan pencerahan Illahi yang cocok. Pimpi orang tua dan bertemu dengan nenek  yang mengatakan jangan ikut nenek dulu karena belum ada tempat disana ! Adalah bukan sekedar mimpi di siang bolong,melainkan firasat atau petunjuk Tian kepada kita. Itulah masalah after life ,masalah rahasia Tian yang terang dan diterangkan dihadapan kita.

Dari mimpi itulah orang tua saya yang masih berbaring di RS seakan dan memang mendapatkan kekuatan bahwa dirinya akan mampu menghadapi cobaan dan yakin pasti sembuh. Apa yang dikatakan orang tua melalui kejujurannya bahwa ia telah mimpi ketemu mamanya yang sudah meninggal.Kata mamanya : " Jangan ikut aku dahulu ,tempat kamu belum ada " . Artinya orang tua saya tidak boleh keburu meninggalkan dunia .

Pengalaman spiritual tersebut muncul pada saat  orang tersebut sedang kritis sakitnya. Keyakinan tersebut tidak bisa kita lepaskan dari Keimanan Khonghucu yakni adanya keyakinan adanya nyawa dan roh.

Jadi leluhur kita adalah sebagai perantara yang kadang memberikan tanda tanda dan arah dari Tian. Oleh karena itu menjelang Imlek kita selalu menjalankan ritual sembahyang leluhur sebagai keyakinan kita bahwa arwahnya masih datang ke dunia melihat anak cucunya yang sedang berkumpul. Inilah pengalaman spiritual yang tidak bisa kita nalarkan karena merupakan nilai-nilai religius yang luhur itu.

Berkaitan dengan sembahyang leluhur Nabi Kongzi bersabda bahwa ada tiga hal yang dimuliakan, (1) memuliakan orang orang besar, (2) memulikan sabda para Nabi (3) memulikan Firman Tian YME (Lun gi XVI : 8). Orang orang besar adalah orang yang berjasa terhadap agama termasuk orang tua kita dan leluhur kita. Kita wajib memuliakannnya. Di ayat yang lain disebutkan bahwa hendaknya kita berbakti kepada orang tua kita pada saat orang tua masih hidup. Setelah orang tua kita meninggal kita juga harus mengantarkan jenasahnya sampai ke tempat pemakaman  dan kita wajib menyembahyangi.

Sembahyang leluhur adalah sarana belajar kita untuk bisa sembahyang kepada Tian dengan benar disanping leluhur adalah sarana perantara  komunikasi kita dengan Tian.  Dao itu seperti kita naik gunung diawali dari kaki gunung hingga puncaknya.Iman kita juga demikian seperti anak tangga yang secara bertahap. Pemahaman akan Tian diawali dengan memahami manusia. Maka di agama Khonghucu ada persembahyangan leluhur sebagai tahapan dalam belajar memahami manusia. Mereka yang bisa memahami manusia dengan benar, dia akan bisa memahami Tian dengan benar pula.

Maka memasuki Imlek 2568 jangan lupa  persiapkan altar leluhur untuk melakukan upacara sembahyang dengan sederhana. Sembahyang leluhur merupakan serangkaian upacara penting dalam perayaan Imlek. Sehingga Imlek bukan sekedar budaya dan tradisi yang kering tidak memiliki makna, tetapi Imlek merupakan rangkaian ritual sebagai bagianbdari ibadah umat Khonghucu.

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 54 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com