spocjournal.com

Misa Imlek Menyesatkan Dan Mengaburkan?

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Belakangan ini setelah Imlek dinyatakan sebagai Hari Raya Nasional dan libur secara Nasional, maka banyak moment Imlek digunakan oleh semua orang untuk ikut merayakan. Bahkan 2 sampai 3 tahun lalu banyak juga gereja yang mengadakan misa Imlek.

Meski sudah banyak anjuran bahwa masalah Imlek siapapun boleh merayakan asal jangan sampai ada ritual imlek yang dilakukan oleh selain umat Khonghucu, namun masih saja ada misa Imlek di daerah daerah. Kejadian diatas tentu saja akan mendapatkan reaksi dari umat Khonghucu sebab disamping tidak layak juga bisa mengaburkan makna Rari Raya Sucinya.

Pemantauan Js.Andi Tjiok bahwa misa imlek memang dibuat misa oriental, lagunyapun ada yang versi mandarin, bahkan dulu ada yang dijual, saya kan  masuk di vocal group saint voices audisi di kampus dibawah yayasan Santa Maria. Awal imlek diakui dulu dijual tiketnya misa imlek Rp.50.000, saya  sudah terlanjur  profesional ya tetep nyanyi tetapi  besoknya saya resign. Karena hati nurani menolak. Mereka buat seperti show dan di komersilkan.

Beberapa pendapat tokoh Khonghucu berkaitan dengan adanya Misa Imlek.Saya pribadi tidak setuju karena hal ini akan mengaburkan Hari Raya Keagamaan .Biarlah tiap tiap agama merayakan Hari Raya masing masing. Jangan ada pengabil alihan Hari Raya Agama satu terhadap agama lain, hal itu merupakan sikap tidak toleransi sekaligus merupakan pelecehan agama (Dr.Ws.Ongky SK ).

Menurut Ws.Widi Priyatno, "Ketika kita membiarkan agama lain mengadakan misa imlek dengan  segala macam pernak pernik imlek, bukan tidak mungkin nilai religius bagi umat Khonghucu  akan hilang. Mereka merayakan imlek intern dalam keluarga yang masih Tionghoa gak masalah. Yang jadi masalah  adalah ketika suatu agama mengadakan ritual yg bukan bagian dari  ritual keagaman mereka ini yg sesat (Ws.Widi Priyatno )

Toleransi bukan berarti kita membiarkan mereka mencampur aduk ajaran agama. Kalau mereka ingin  mengadakan ritual imlek, ya masuk saja  jadi umat  Khonghucu.

Imlek bukan sekedar hari Raya Budaya, kalau Imlek dirayakan sebagai hari raya budaya, kenapa mereka itu tidak merayakan sejak dahulu kala ? ( Js.Ekasung). Maka dengan jelas bahwa gejala adanya misa Imlek ini muncul beberapa tahun ini sebagai upaya politisasi agama. Tak salah bila Ws.A Hay mengatakan bahwa ada  ribuan budaya di Indonesia jika libur Imlek adalah keputusan libur budaya, maka akan ada ribuan budaya Indonesia yang menuntut perayaan budayanya.Maka pemerintah memberikan hari libur nasional Imlek jelas sebagai hari libur karena Hari Raya Khonghucu.

Menurut Js.Lim Kong Tjun,"Karena Imlek sudah menjadi hari raya Nasional,maka benar bahwa siapapun kita sebagai bagian anak Bangsa boleh untuk ambil bagian didalam merayakannya.

Tetapi ada tetapinya,kalau sudah mengarah terhadap satu acara yang disebut sebagai misa (ritual) ,maka kita sebagai umat Agama Khonghucu tentu saja menjadi kawatir apabila  misa Imlek tidak sesuai dengan makna yang sesungguhnya.

Pendapat Js.Yudi Yap, " Setahu saya di Indonesia itu tidak ada libur nasional berdasarkan tradisi, suku dan kaum, namun  yang ada adalah libur nasional  berdasarkan perayaan kenegaraan dan keagamaan, semestinya semua warga negara memahami itu, jadi tidak  ada lagi pendapat yang mengatakan hari libur tradisi atau budaya. Jadi  kita semua harusnya  faham hal ini "Memasuki Tahun Baru Imlek 2568,mari semua tokoh agama memberikan tauladan baik melalui kejujuran bahwa Hari Raya Imlek adalah milik umat Khonghucu. Silahkan siapa saja boleh ikut merayakan karena sudah menjadi Hari Raya Nasional, namun jangan ada lagi upacara ritual misalnya misa di gereja yang juatru adalah sikap tidak toleransi.

 

Beda dengan pendapat Tjoe tjoe mahasiswi UIN Perbandingan Agama, mengatakan bahwa Imlek boleh saja diadopsi oleh siapa saja.

Beberapa tahun yang lalu saya mendengar salah seorang kerabat mengatakan "baru pulang beribadah Misa Imlek".Saya sempat terperangah sejenak... Ternyata ada ya Misa Imlek.saya belum bertanya apakah misa ini telah ada sejak dulu kala, ketika Imlek masih belum menjadi hari raya di bumi tercinta.. ataukah baru-baru saja.

Apapun itu, menurut penjelasan yang saya dengar Misa ini diadakan untuk mengakomodir permintaan umat. Apakah hal ini diperbolehkan? selama hal ini diijinkan oleh struktur lembaga terkait dan yang melaksanakan merasakan kebahagiaan dalam melaksanakannya serta tambah berbahagia dalam jalan Tuhan, menurut pendapat pribadi saya ya  sah sah saja karena setiap detik, setiap saat, setiap hal dapat kita jadikan sebagai pemicu awal kegiatan positif untuk bersyukur kepadaNya melalui cara kita.Lalu sebagai umat Khonghucu yang secara langsung mengakui Imlek sebagai hari raya keagamaan bagaimana kita harus bereaksi?jika kita boleh mengamalkan Satya Dan Tepasarira, menurut pemikiran sederhana saya, semakin banyak yang merayakan dan beribadah sesuai agamanya, semakin banyak orang atau umat manapun yang melaksanakan ritual syukur.kepadaNya, semakin kebajikan itu terpelihara.

Semakin kebajikan terpelihara dan berkembang maka kita semakin yakin dan berbahagia serta kitapun selayaknya memanjatkan puji syukur kepadaNya, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama di Lithang atau Kelenteng. Bayangkan, ketika semua umat yang bhinneka bersama-sama beribadah Imlek menurut caranya masing, maka keharmonisan agung  terasakan, kebajikan tergaungkan dan ajaran Nabi Agung Khongcu teramalkan. Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan " Wei De Dong Tian". Xian You Yi De. Berkumpul tapi tidak berkelompok, berlomba tapi tidak berebut bersama menghargai perbedaan untuk menggapai keharmonisan Agung, untuk kemuliaan Tuhan.

Saya mengacu pada perkataan Nabi ketika ajaran ini akan dimusnahkan dijamanNya, jika Tuhan berkehendak meneruskan ajaran ini kepada generasi kemudian apa yang dapat diperbuat sijahat itu? dan ternyata saat ini kita masih menerima bimbingan Nabi atas perkenan Tian.

Tugas kita adalah mempelajari lebih dalam ajaran Nabi dan mengamalkannya dalam keseharian kita. Semakin kita mengamalkan semakin kurang alasan untuk takut kehilangan umat. semakin kurang alasan sesal kemudian kepada sesama. Semakin luas ruang bersyukur kita, karena pada hakekatNya Tian telah memberi setiap kita tugas dikelahiran kita saat ini dan setiap kita adalah pribadi yang unik, khusus, dan tiada yang sama 100%, karena Sang Pencipta sangat mengerti kita, mana diturunkan ajaran ajaran  dan atau agama agama yang berbeda cara yang disesuaikan dengan keunikan kita.
Kalau kita cermati, memang ada umat Khonghucu yang pindah agama. Pertanyaan saya, apakah ada umat lain yang pindah menjadi umat Khonghucu ?

Agama itu sangat personal, dan kita sendiri yang merasakan cara mana yang terbaik untuk kita agar kita dapat memaksimalkan pelaksanaan tugas yang telah dititahkanNya dalam kehidupan kita saat ini.

Tugas kita saat ini, mendalami ajaran Nabi atas kesempatan yang diberikanNya melalui dikti, pengajaran dengan pengetahuan dan pengamalan,memperkenalkan keunikan ajaran Nabi, maka yang mengerti kemudian dapat dengan sadar dan bijaksana menentukan cara beribadahNya sehingga Junzi sejati dapat berbagi lebih.

Banyak yang belum tahu tentang ajaran Khonghucu, mari kita perkenalkan dengan setepat mungkin.Bagai seorang pemanah, jika anak panahnya belum tepat sasaran, maka ia akan introspeksi diri, apakah caranya sudah tepat, yang manakah yang harus lebih dilatih dan dijalani agar disaat berikut sasaran menjadi lebih tepat. Pastinya harus terus berlatih dan semua ini telah dibimbingkan oleh Nabi.

Demikianlah sikap seorang Junzi seperti sang pemanah. implementasi rencana besar perlu proses, semua proses perlu waktu, bahkan memetik daun sebelum  waktunya adalah contoh sikap tidak berbakti, tidak sabar dalam hal-hal kecil (tidak sabar dalam waktu pemrosesan) akan merusak hal-hal besar.

 

Profile Tjoe Tjoe

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:25 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:104 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:214 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:293 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:353 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:295 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:167 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:135 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:151 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:169 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 71 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com