spocjournal.com

Hidup Dalam Cinta Kasih Berjalan Lurus Dalam Kebenaran

Oleh: Ws. Mulyadi Liang.,S.Pd.Ing.,MA

Wei De Dong Tian! 惟德动天
(Hanya dalam kebajikan Tuhan berkenan)
Selamat memasuki Tahun Baru Imlek (Kongzili) 1 Zheng Yue 2568, Tian senantiasa memberkahi kita semua sepanjang tahun yang baharu ini. Shanzai!

Sejarah perayaan Tahun Baru Imlek (Kongzili) telah berlangsung berabad-abad lamanya, pada masa lalu di negara Tiongkok, Kaisar (Tianzi) sendiri secara langsung memimpin doa kehadapan Shangdi 上帝 (Tuhan Yang Maha Tinggi, Maha Kuasa) bermohon agar dikaruniai berlimpah keberkahan bagi seluruh rakyatnya.  “… Pada bulan ini, hawa langit turun dan hawa bumi naik. Langit dan bumi harmonis dalam kebersamaan. Rumput dan pohon-pohonan bergerak tumbuh…” 1

Perayaan Tahun Baru Imlek bertepatan dengan tibanya musim semi di negeri asalnya, oleh karena itu orang sering menyebutnya sebagai perayaan tibanya musim semi (Chun 春). Bagi umat Khonghucu perayaan Tahun Baru Imlek (Kongzili) bukan hanya sekedar untuk menyambut datangnya musim semi, melainkan memiliki nilai-nilai religius yang mendalam sebagaimana tersurat didalam kitab suci Si Shu Wujing  四书 五经

Hari raya Tahun Baru Imlek (Kongzili) telah resmi menjadi salah satu hari libur nasional di Indonesia dimulai sejak tahun 2002 pada saat Presiden Megawati Soekarno Putri menetapkannya pada saat perayaan Tahun Baru Imlek Nasional yang diselenggarakan oleh Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) di PRJ Kemayoran Jakarta. Perayaan Tahun Baru Imlek untuk pertama kalinya dirayakan secara nasional dan dihadiri oleh Presiden K.H.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang saat itu menjabat sebagai Presiden ke 4 Republik Indonesia. Gus Dur, demikian nama panggilan akrab terhadap beliau adalah merupakan Bapak bangsa yang telah mencabut Inpres No.14 tahun 1967 yang membelenggu kehidupan keberagamaan umat Khonghucu selama lebih dari 30 tahun lamanya. Sejak saat itulah, perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Me mulai dapat dirayakan kembali di seluruh Indonesia. Sejak saat itu, masyarakat Tionghoa khususnya dapat mengekpresikan kembali budaya barongsai dan permainan liong pada saat perayaan Tahun Baru Imlek sebagai bagian dari kemeriahan perayaan  hari raya ini. Pernak-pernik seperti lampion berwarna merah menghiasi jalan-jalan dan rumah ibadat (kelenteng), hingga suasananya menjadi semakin semarak.

Kita patut bersyukur kepada pemerintah Indonesia yang telah memulihkan kembali hak-hak sipil bagi umat Khonghucu. Selain kedua nama Presiden tersebut di atas, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah merupakan kepala negara yang menuntaskan hak-hak sipil bagi umat Khonghucu sampai pada akhir masa jabatannya tahun 2014 yang lalu. Harapan umat Khonghucu untuk memiliki Dirjen Khonghucu yang akan menaungi dan memberikan pelayanan bagi umat Khonghucu di Indonesia sebelum berakhirnya masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono nampaknya belum juga terwujud sampai saat ini  pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.  Kita berharap agar pemerintahan pada saat ini mau memperhatikan hal ini, mengingat umat Khonghucu sudah tertinggal jauh selama lebih dari tiga dekade dibandingkan dengan umat beragama lainnya dalam hal pembinaan umat, penyediaan sarana dan prasarana rumah ibadah, pendidikan dan sebagainya.

Agama Khonghucu adalah merupakan salah satu dari enam agama yang mendapatkan perlindungan dan bantuan dari pemerintah Indonesia, sebagaimana tercantum dalam Penpres No.1 tahun 1965 junto Undang-undang No.5 tahun 1969.  Agama-agama tersebut adalah Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Namun demikian, selain dari ke-enam agama tersebut, pemerintahpun berkewajiban untuk mengayomi dan melindungi agama-agama lain yang ada di Indonesia sebagaimana dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29. Oleh karena itu umat Khonghucu sebagai Warga negara Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama di negara ini.

SEMANGAT SALING BERBAGI
Hak-hak sipil umat Khonghucu saat ini telah dipulihkan, hingga umat Khonghucu sebagai bagian dari bangsa Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara Indonesia. Selain daripada itu, umat Khonghucu tidak usah ragu-ragu lagi untuk menyatakan dirinya sebagai penganut agama Khonghucu dan melaksanakan ajaran agamanya di dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagaimana telah menjadi kewajiban bagi setiap umat Khonghucu, bahwa pada saat menjelang perayaan Tahun Baru kita bersama-sama wajib berderma dengan cara membantu orang lain. Hari Ji Si Siang Ang yang jatuh pada tanggal 24 bulan ke-12 Yinli disebut sebagai Hari Persaudaraan dan diyakini bahwa pada saat itu Zhao Jun (Malaikat Dapur) naik ke langit untuk melaporkan semua kejadian di kolong langit ini, semua perbuatan baik dan buruk umat manusia di dunia ini akan dilaporkan kepada Tian Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, umat Khonghucu harus senantiasa mengimani bahwa hanya Kebajikan sajalah yang berkenan kepada Tian, memang hanya satu saja yakni Kebajikan (Wei De Dong Tian, Xian You Yi De  惟德动天, 现有一德  Namun demikian, berbuat kebajikan bukan hanya cukup dilakukan hanya satu kali saja saat menjelang perayaan Tahun Baru supaya kita mendapat laporan yang baik di hadapan Tian. Melainkan kita harus senantiasa melakukannya setiap saat dan pada setiap kesempatan, dengan demikian hal itu akan menjadi tabungan bagi kita kelak dikemudian hari bila saatnya kita harus kembali menghadap kepada sang Khalik.

Murid Nabi Kongzi yang bernama ZiLu bertanya tentang seorang Junzi (Susilawan). Nabi bersabda, “Ia membina dirinya, dengan pernuh hormat.”

Setelah berbuat demikian, lalu bagaimana? “Ia membina dirinya untuk memberi sentosa kepada orang lain.”
Setelah dapat berbuat demikian lalu bagaimana? “Ia membina diri untuk memberi sentosa kepada segenap rakyat.
Membina diri untuk dapat memberi sentosa kepada seluruh rakyat, meskipun Yao dan Shun masih khawatir belum dapat melaksanakan dengan sempurna. 2

Nabi Kongzi senantiasa mengajarkan kepada umatnya untuk selalu membina diri dan meluruskan hati terlebih dahulu sebagai langkah awalnya. Setelah ia mampu melaksanakan hal itu, selanjutnya ia berkewajiban pula untuk berbagi dengan orang-orang di sekitar sehingga merekapun akan merasa gembira dan sentosa. Selanjutnya diperluas sampai kepada seluruh rakyat atau sesama.  Dalam hal ini, seorang raja suci seperti Yao dan Shun saja masih khawatir belum dapat melaksanakannya dengan sempurna artinya bahwa proses membina diri itu harus dilakukan secara terus menerus sepanjang hayat, kita tidak boleh merasa puas diri. Bagi seorang pemimpin berkewajiban untuk memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyatnya. Dapat dipastikan bahwa hal itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Maka dikatakan bahwa, “Seorang yang berperi Cinta kasih ingin tegak, maka ia berusaha agar orang lainpun tegak; ia ingin maju, maka berusaha agar orang lainpun maju." 3 Itulah yang dinamakan seorang yang berperi Cinta kasih. Semangat untuk saling berbagi adalah merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan ini. Sehingga kebahagiaan yang kita rasakan, harus dapat dirasakan pula oleh orang lain. Ingat, bahwa “Seorang yang penuh Cinta Kasih menggunakan harta untuk mengembangkan diri. Seorang yang tidak berperi Cinta Kasih, mengabdikan dirinya untuk menumpuk harta." 4 Hidup ini bukan hanya sekedar untuk mencari harta dan kekayaan untuk memuaskan kebutuhan duniawi kita saja, melainkan harta yang kita dapatkan dengan jalan yang benar harus dapat digunakan pula untuk mengembangkan Cinta Kasih kepada sesama. Untuk berbagi, kita tidak perlu menunggu sampai diri kita sudah merasa mampu tapi bisa dimulai dari hal-hal yang sangat kecil sekalipun tapi akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Seperti gerakan seribu rupiah yang didengungkan oleh Matakin saat ini, adalah merupakan gerakan yang sangat sederhana untuk dilakukan tapi memang tidaklah mudah dilakukan tanpa adanya kesadaran dari semua pihak. Dengan cara menyisihkan uang belanja atau uang jajan Rp.1.000,- (Seribu rupiah) saja per hari, berapa banyak dana yang bisa dihimpun dalam satu bulan dan bahkan dalam satu tahun bilamana semua umat Khonghucu mau melakukannya. Dengan dana yang terkumpul tersebut diharapkan program kerja Makin-Makin di seluruh Indonesia dalam memberikan pelayanan kepada umatnya akan dapat terlaksana dengan baik dan pada akhirnya akan kembali pada umatnya. Demikian pula, seperti gerakan pengumpulan uang koin kebajikan bisa juga dilaksanakan di lingkungan Makin masing-masing, hal ini harus secara terus menerus dilaksanakan sebagai wujud untuk menumbuhkan semangat saling berbagi karena dari hasil uang koin yang terkumpul tersebut dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan berbagai program kerja Makin yang dapat dirasakan seluruh umat.  Dalam memberdayakan ekonomi umat, maka setiap MAKIN dapat membentuk wadah seperti koperasi yang juga dapat membantu memberikan kesejahteraan kepada para anggotanya. Sebenarnya banyak cara yang dapat kita lakukan, cuma semua itu kembali kepada diri kita masing-masing apakah kita mau melakukannya atau tidak?

Hidup lurus dalam jalan Kebenaran
Berbagai macam peristiwa yang terjadi di negeri ini adalah merupakan cermin dari kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Bahkan berita yang terjadi sepanjang tahun dan tidak pernah berhenti sampai saat ini, yaitu perkara yang menyangkut tindak pidana KORUPSI. Kata ‘korupsi’ berasal dari bahasa Inggris   ‘corruption’. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, korupsi berarti penyelewengan atau penyalah gunaan uang negara (perusahaan dsb.) untuk keuntungan pribadi atau orang lain; korupsi waktu = penggunaan waktu dinas (bekerja) untuk urusan pribadi; mengorupsi = menyelewengkan atau menggelapkan (uang dsb.) Istilah ini begitu populer saat ini terutama setelah adanya lembaga negara KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang bertugas dan bertanggung jawab untuk memberantas segala tindakan korupsi yang sangat merugikan bangsa, negara dan masrarakat.  Hendaklah hal ini akan menjadi cermin pula bagi kita dalam menjalani kehidupan ini. Kita harus berusaha untuk menghindari perilaku yang tak terpuji dengan cara senantiasa berjalan lurus di dalam Kebenaran. Didalam mencari hartapun harus dijalani sesuai dengan Jalan Suci, Nabi Kongzi bersabda bahwa harta dan kemuliaan yang didapatkan tidak berlandaskan pada Jalan Suci itu bagaikan awan berlalu saja, bahkan  habisnyapun tidak akan karuan. Jangan hanya mengejar keuntungan saja, karena akan berakibat pada penyesesalan. Nabi Kongzi bersabda, “Seorang Junzi (Susilawan) mengerti akan Kebenaran, sebaliknya seorang rendah budi hanya mengerti akan keuntungan.”   

Janganlah menjadi orang yang tamak akan harta, karena ketamakan itu akan berakibat fatal kepada diri kita sendiri. Tidak ada satu orangpun yang ingin menderita dalam hidupnya, sebaliknya tidak ada pula orang yang tidak mempunyai keinginan untuk mempunyai kedudukan dan memperoleh kekayaan. Namun hendaklah kita ingat, bahwa semua itu harus senantiasa diperoleh dengan cara yang benar. Bila kita mengabaikan semua itu, maka hilanglah sudah kepercayaan yang telah diberikan kepada diri kita. Bukankah manusia telah dikaruniai Watak Sejati (Xing) oleh Tian yang harus dikembangkan dalam hidup ini? Jaga, rawat dan kembangkanlah Watak Sejati karunia Tian yang terbesar dalam diri kita tersebut untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia dan sentosa. Nabi Kongzi bersabda:

“Kaya dan berkedudukan mulia ialah keinginan tiap orang, tetapi bial tidak dapat dicapai dengan Jalan Suci, janganlah ditempati. Miskin dan berkedudukan rendah ialah kebencian tiap orang, tetapi bila tidak dapat disingkiri dengan Jalan Suci, janganlah ditinggalkan.

Seorang Junzi (Susilawan) bila meninggalkan Cinta Kasih, bagaimanakah memperoleh sebutan itu?
Seorang Junzi sekalipun sesaat makan tidak melanggar Cinta Kasih; didalam kesibukan juga demikian, bahkan didalam topan dan bahayapun ia tetap demikian.” 6

Nabi mengajarkan kepada umatnya, betapapun banyaknya godaan dan ujian dalam hidup ini, kita harus senantiasa sadar untuk tidak meninggalkan Cinta Kasih dan Kebenaran. Meskipun ujian dan tantangan menghadang di hadapan kita, kita harus tetap memegang teguh Kebenaran sebagai benteng pertahanan diri kita.

Marilah kita sambut datangnya Tahun Baru Imlek (Kongzili) 2568 ini dengan penuh suka cita dan harapan agar kondisi rakyat dan bangsa Indonesia bisa lebih baik lagi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga apa yang menjadi harapan dari seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan negara yang makmur dan sejahtera serta berkeadilan akan  terwujud.  Huang Yi Shang Di, Wei Tian You De 皇一上帝, 惟天有. Shanzai!  善哉

Depok, 15 Januari 2017 Masehi

Catatan:

  • Matakin, Kitab Suci Li Ji (Catatan Kesusilaan) IVA: I.13-14, Jakarta: Pelita Kebajikan, cetakan kedua, 2011, h.155
  • Matakin, Si Shu (Kitab Yang Empat), Lun Yu (Sabda Suci) XIV:42, h.270
  • Ibid. h.157
  • Matakin, Shi Shu (Kitab Yang Empat), Da Xue (Ajaran Besar) X:20.h.31
  • Ibid., Lun Yu (Sabda Suci) IV:12, 16, h.128-129
  • Ibid.,Lun Yu (Sabda Suci)  IV:5, h.125-126

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:25 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:104 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:214 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:293 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:353 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:295 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:167 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:135 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:151 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:169 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 62 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com