spocjournal.com

Pengalaman Spiritual : Manajemen Dan Kepemimpinan Confucius Bagian 2

 

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

 

1.   Ayah bunda Rakyat
Pemimpin menurut pandangan Confucius adalah menjadikan tumpuhan dan harapan dari rakyat, pemimpin akan berjuang dan memberikan kesejahteraan kepada rakyat banyak. Dalam hal ini pemimpin harus mengerti apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi rakyat banyak.

Sebagai rohaniwan harus belajar memahami apa yang dibutuhkan umat ! Umat membutuhkan pemecahan masalah, penghiburan dan tentu saja siraman rohani yang bisa membawa kesejukan dan ketenangan jiwa.

Didalam Kitab Sanjak (Shijing) tertulis, ”Bahagialah seorang Junzi, karena dialah ayah bunda rakyat,” Ia menyukai apa yang disukai rakyat dan membenci apa yang dibenci rakyat . Inilah yang dikatakan sebagai ayah bunda rakyat”( Shi jing II.II.VII.3 ) ( Daxue X : 3 ).

Pemimpin yang baik akan menjalankan apa yang telah dijanjikan dan selalu bekerja untuk kepentingan umum bukan kelompoknya.  Dewasa ini banyak para pemimpin yang mengobral janji ketika mencari pendukung untuk memenangkan dalam pemilihan umum, namun setelah menjabat, mereka tidak lagi menjalankan apa yang pernah diucapkannya. Pemimpin model semacam ini merupakan pengingkaran dari kejujuran sekaligus tidak akan mendapatkan kepercayaan dari rakyatnya. Maka pemimpin yang baik adalah selalu memperhatikan aspirasi rakyatnya dengan memenuhi apa yang telah dijanjikan ketika pada masa-masa kampanye.

Oleh  karena  itu  dalam  kitab  Daxue  X  :  5  dinyatakan pula , ” …. Maka dikatakan yang mendapat (hati) rakyat akan  mendapat  Negara,  yang  kehilangan  (hati)  rakyat akan kehilangan Negara”. Artinya bahwa mereka yang tidak mendapatkan dukungan rakyat akan runtuhlah pemerintahannya. “Yang berkebajikan niscaya mendapat (hati) rakyat; yang mendapat  rakyat niscaya mendapat daerah; yang mendapat daerah niscaya mendapat kekayaannya dan dengan kekayaan itu ia mendapatkan sumber pembelanjaan.

Lembaga agama yang dipimpin oleh rohaniwan yang bisa  mengetuk  hati  umatnya  dengan  penghiburan  dan pelayanan, tentunya akan banyak mendapatkan dukungan keuangan (financial) sehingga lembaga tersebut bisa melakukan   fungsinya   dengan   baik.   Lembaga   agama adalah produk rohani sebagai penghiburan umat serta memberikan siraman rohani yang segar. Sementara umat adalah produsen yang akan memberikan imbalan berupa sumbangan- sumbangan kepada lembaga agama.

Baik rohaniwan maupun pemerintahan khususnya pemimpinnya   harus    bisa    bekerja    dengan    hati-hati karena sebagai amanat rakyat/umat harus mendapatkan kepercayaan dan dukungan rakyat/umat banyak untuk bisa menjalankan program-programnya. Dengan kejujurannya akan mampu menghimpun sumber pembelanjaan dan melakukan pembangunan.

2.   Memerintah dengan Kebajikan
Pemimpin   hendaknya   memerintah   dengan   nilai- nilai Kebajikan sehingga semua rakyat akan menjalankan kebajikan. Pemimpin yang selalu memberikan tauladan kebaikan kepada semua masyarakat akan menjadikan panutan yang hidup sepanjang masa. Pemimpin akan digugu dan ditiru, dijadikan panutan dalam mencapai harapan masyarakatnya.

Nabi Kongzi bersabda, ”Pemerintahan yang berdasarkan Kebajikan itu laksana Kutub Utara tetap di tempatnya dan bintang-bintang lain mengelilinginya “ ( Lunyu II : 1 ).

Seperti matahari yang dikelilingi oleh planet-planet itulah pemimpin. Mereka menjadi poros dalam segala cita- cita, harapan dan pedoman kehidupan masyarakat. Hanya pemimpin yang bajik akan mampu membawa pekerjaan besar dunia dalam mensejahterakan rakyat banyak.

Ketika kemiskinan ada dimana- mana dan korupsi meraja lela, maka hal ini terjadi karena pemimpin tidak memberikan tauladan baik kepada rakyatnya. Bila pemimpin tidak berbuat curang dan bisa memberikan contoh kepada rakyatnya, maka rakyat akan mencontoh tindakan dan perbuatan pemimpinnya.

Begitu pula sebaliknya rohaniwan yang memiliki sikap dan moralitas baik akan menjadi tauladan bagi umatnya dalam segala gerak-geriknya. Oleh karena itu maka dibutuhkan sikap rohaniwan yang mudah menerima kritik, mampu meredam emosi, bertutur kata halus dan sopan serta memiliki kepribadian yang luhur.

3.   Berdasarkan Kebajikan dan Aturan
Dalam kehidupan ini, Undang Undang tidak cukup untuk menertibkan masyarakat, diperlukan ajaran agama dan moralitas dalam mengatur masyarakat. Oleh karena

itulah pemimpin yang berlandaskan pada moralitas dengan mendepankan etika moralnya akan mampu menertibkan dunia.

Nabi Kongzi bersabda, ”Dibimbing dengan undang- undang, dilengkapi dengan hukuman menjadikan rakyat hanya berusaha menghindari itu dan kehilangan perasaan harga diri”. Dibimbing dengan Kebajikan dan dilengkapi dengan Kesusilaan, menjadikan rakyat tumbuh perasaan harga diri dan berusaha hidup benar” (Lunyu II: 3).

Belum pernah ada kegemaran pihak atas akan laku Cinta Kasih (Ren) mengakibatkan pihak bawah tidak menyukai Kebenaran( Yi)” (Daxue X : 21 )
Mengzi berkata, ”Bila pemimpin berperi Cinta Kasih niscaya tiada yang tidak berperi Cinta Kasih. Bila pemimpin menjunjung Kebenaran, niscaya tiada yang tidak berlaku Benar.” (Mengzi IV B : 5)

4.   Perbanyak orang yang jujur
Ketika dalam lingkungan masyarakat banyak orang yang curang, maka akan terjadi korupsi yang berjemaah sehingga akan timbul budaya korupsi yang tidak pernah habis-habisnya. Hal inilah akan menjadikan orang-orang yang jujur akan pergi atau disingkirkan. Justru sebaliknya pemerintahan yang baik akan berusaha menyingkirkan orang-orang yang curang dan memperbanyak orang yang jujur. Hanya dengan demikian akan menjadikan organisasi dan pemerintahan sehat.

Rohaniwan yang jujur tidak akan pernah berbelit-belit dalam  dalam  menyelesaikan  persoalan,  melainkan  apa yang diucapkan dan dijanjikan akan ditepati. Hal ini akan tercermin dalam ketepatan menghadiri rapat,   sungguh- sungguh menepati janji, tidak menyembunyikan sesuatu yang menimbulkan kecurigaan bagi umat.

Pangeran Ai bertanya, “ Bagaimanakah caranya agar rakyat mau menurut? “ Nabi Kongzi menjawab, “Angkatlah orang yang jujur dan singkirkanlah orang yang curang; dengan demikian niscaya rakyat menurut. Kalau diangkat orang-orang yang curang dan disingkirkan orang yang jujur, niscaya rakyat tidak mau menurut.” (Lunyu II : 19). Disisi lain Nabi Kongzi bersabda , “ Angkatlah orang-orang yang lurus diatas orang-orang yang bengkok; dengan demikian dapat mengubah yang bengkok menjadi lurus.” (Lunyu XII : 22/3).

5.   Manajemen diri
Diri seorang pemimpin harus  lurus  terlebih dahulu baru bisa meluruskan orang lain. Maka pembinaan diri bagi pemimpin itu sangat penting sebagai upaya untuk menumbuh kembangkan kebaikan kepada orang lain. Pemimpin itu adalah tauladan kehidupan bagi orang lain. Jarang sekali ada seseorang yang bisa sukses dalan mengtur orang lain bila ia sendiri gagal dalam mengatur dirinya sendiri. Inilah manajemen diri yang harus diperhatikan oleh setiap pemimpin.

Nabi Kongzi bersabda,” Kalau seseorang dapat meluruskan diri, apa sukarnya mengurus pemerintahan? Kalau tidak dapat meluruskan diri, bagaimakah mungkin meluruskan orang lain? “ (Lunyu XIII: 13 ).

Pemimpin yang baik akan selalu menuntut dirinya begitu pula rohaniwan yang baik akan membenahi sikap dan tingkah lakunya dengan baik, memberi tauladan baik sehingga  ucapan  dan  khotbah-khotbahnya  menjadikan suri tauladan bagi umatnya. Maka rohaniwan masa depan adalah mereka yang bisa memberikan contoh segala bentuk ketauladanan.

6.   Menempatkan orang sesuai bidangnya
Sejak jaman Nabi Kongzi konsep manajemen (perencanaan, penyusunan staf, organisasi dan kontrol) sebenarnya sudah diterapkan. Khususnya penyusunan staf,

Nabi Kongzi bersabda,”Tempatkanlah orang-orang yang sesuai dengan kecakapannya; maafkanlah kesalahan- kesalahan kecil, dan angkatlah orang orang bijaksana.” (Lunyu XIII : 2).

Mengetahui seorang yang bijaksana tetapi tidak dapat mengangkatnya atau mengangkatnya tetapi terlambat, itulah  lalai  akan  Firman  (ming).  Mengetahui  seorang yang tidak baik tetapi tidak dapat menyingkirkan atau dapat menyingkirkan tetapi tidak sejauh-jauhnya, itulah kesalahan “ ( Zhongyong X :16 ).

Nabi Kongzi bersabda, “Kalau tiada atas hal yang berhubungan dengan kedudukanmu, janganlah ikut campur tangan.” (Lunyu VIII : 14 ) .

Pentingnya fungsi dan delegasi tiap karyawan atau anggota organisasi dalam bidang dan keahliannya agar pekerjaan bisa diselesaikan secara optimal. Funggsi manajemen semacam ini dibutuhkan oleh seorang pemimpin.

7.   Gembirakanlah yang dekat
Bahwa pemimpin hendaknya bisa memberikan kepuasan kepada masyarakat sehingga mereka akan berbondong-bondong  membantu  pemerintah  dengan suka  cita.  Dalam  lingkungan  bisnis  maka  pemimpin harus  mensejahterakan  karyawannya  sehingga  mereka akan   bekerja   dengan   motivasi   tinggi.   Sementara   di dalam organisasi, pemimpin harus memperhatikan para bawahannya serta memberikan kegembiraan, maka mereka akan memberitakan kebaikan pemimpinnya ke seluruh penjuru lautan.

Bagi organisasi keagamaan bahwa perhatian akan keutuhan umat menjadi hal yang paling penting. Oleh karena itu lembaga agama harus memberikan penghiburan dan pelayanan yang optimal sehingga umat menjadi gembira.

Nabi Kongzi bersabda,” Gembilaralah yang dekat, agar yang jauh suka datang .” (Lunyu XIII : 16) .

8.   Pemimpin harus adil
Seorang Junzi mengutamakan Keadilan di dalam pemerintahan ….” ( Mengzi IV B :2,4 ).

9.   Mengembangkan yang baik
Nabi bersabda,” Adapun yang menyebabkan Raja Shun itu  besar  bijaksananya  ialah;  ia  suka  bertanya  dan meneliti   kata-kata   yang   sederhana   sekalipun.   Yang buruk disembunyikan dan yang baik diluaskan. Dengan mengambil kedua ujung tiap perkara dan menetapkan Tengahnya, ia mengatur rakyat . Demikianlah sebabnya ia terkenal sebagai Raja Shun “ ( Zhongyong V : 1 ).

Sebisa mungkin berpikir secara positif thinking yakni masalah yang besar dikecilkan, masalah yang kecil dihilangkan. dengan cara demikian maka akan mampu menyelesaikan permasalahan dalam masyarakat.

10. Memerintah dengan Kesusilaan
Seorang pemimpin hendaknya memerintah pebantunya sesuai dengan Kesusilaan dan seorang pembantu mengabdi pemimpinnya dengan Kesatyaan “( Lunyu III : 19/2 )

Model   kepemimpinan   Confucius   ini   bila   dijalankan dengan sungguh-sungguh akan terciptakan organisasi yang harmonis, maju, damai dan bahagia serta memiliki kinerja yang luar biasa. Dalam bidang bisnis, bidang organisasi pemerintah maupun organisasi sosial, keagamaan maka gaya kepemimpinan Confucius sebagai alternative pemecahan permasalah manajemen di akhir abad XXI ini.

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 63 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com