spocjournal.com

Pengalaman Spiritual : Memahami Dao

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Pendahuluan
Pagi  ini  saya  mendengar  bahwa  Edy  suami  Fang Fang yang saya kenal sejak lama ketika masih sama- sama bekerja di PT. Kasogi Internasional,Tbk telah meninggal dunia karena pendarahan otak. Pria yang berumur 44 tahun ini adalah sosok pendiam yang dalam kehidupan sehari-hari sangat ketat menjaga makanan. Mama-nya yang selalu menyiapkan  makanan  setiap  hari  dengan  gizi  dan  diet ketat ternyata tidak mampu juga membuat Edy lepas dari penyakit tekanan darah tinggi. Rupanya makanan yang dijaga secara ketat juga tidak membawa kebaikan bagi kesehatan seseorang. Kebiasaan dietnya hanya dilanggar beberapa  hari  saja  telah  membuat  kesehatan  Edy  drop dan akhirnya stroke. Inilah yang sering dikatakan bahwa segala sesuatu itu harus harmoni ( dalam Kitab Zhongyong, lebih cenderung tidak kurang dan tidak lebih atau wajar- wajar  saja ). Seorang yang makan daging yang berlebihan akan menjadikan kolesterol, namun tanpa makan daging sama  sekali akan  membuat tubuh lemah. Mereka yang diet ketat dengan tanpa makan daging sama sekali  belum tentu  baik  meskipun  banyak  protein  didapatkan    juga dari sayuran. Ketika mereka lama tidak mengkomsumsi daging kemudian mengkomsumsinya, maka tubuh ini akan terkejut sehingga membuat penolakan. Kesaksian Sinze Tedy bahwa ada seorang Tabib Budha yang kesehariannya tidak makan daging samasekali, dia hanya mengkomsumsi sayuran, buah- buahan ternyata juga terkena kanker usus. Ini menandakan kepada kita bahwa orang hidup itu harus Zhong (sewajarnya) termasuk dalam mengkumsumsi makanan. Hidup secara Zhong akan membuat seseorang sehat serta dalam keseimbangan yang alami, patuh pada aturan alam, bahagia di dalam Dao ( Jalan Suci ).

Hidup dalam Dao memang bukan saja menjaga keseimbangan makanan saja, tetapi menjaga keseimbangan keseluruhan mental spiritual kita, menjaga keharmonisan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam lingkungannya dan juga menjaga keseimbangan antara manusia dengan Tian sebagai Khalik Pencipta Alam. Keseimbangan antara kehidupan rohani dan kehidupan duniawi,  keseimbangan  antara  bekerja  dan  beribadah dan seterusnya merupakan cermin dari ajaran agama Khonghucu.

 

Dao dan Keseimbangan

Bagaimanakah pemahaman Dao secara sederhana dalam kehidupan sehari hari ? seringkali kita dihadapkan pada perenungan yang mendalam dalam menterjemahkan ayat- ayat dalam agama Khonghucu untuk bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari hari. Seperti apa yang telah menjadi tradisi kita yang berlaku ribuan tahun lalu, tentu ada maksud dan tujuan. Mengapa ketika  sakit, kita tidak boleh mengunjungi orang sakit atau mendatangi upacara duka ? Nampaknya hal ini sangat sepele, namun kita harus meneliti hakekat tiap perkara seperti yang yang diajarkan oleh agama Khonghucu. Pola pemikiran masyarakat kita yang berlaku sepanjang sejarah adalah merupakan bagian dari ajaran Yin Yang dalam Kitab Yak King (I Ching) hampir 5000 tahun yang lalu. Pemahaman Yin Yang seperti diatas dapat kita analogikan dengan cara-cara ilmiah dan masuk akal. Manusia yang memiliki unsur Yin (Negatif) dan Yang (positif) adalah selalu dalam kondisi seimbang, hamonis dan saling melengkapi. Ketika keseimbangan Yin Yang ini terganggu, maka akan mengakibatkan hilangnya keseimbangan tubuh kita juga pikiran serta jiwa kita. Maka diperlukan keseimbangan yang ideal agar manusia itu sehat baik pikiran dan jiwanya.

Ketika kita sakit maka keseimbangan tubuh kita tidak maksimal  artinya   bahwa   orang   sakit   itu   unsur   Yin (- negatifnya) lebih dominan atau kita katakan bahwa seorang yang sakit itu energy atau hawa atau Chi nya negative ( - ). Sama juga dengan orang yang telah meninggal dunia memiliki Chi negative . Oleh sebab itu ketika kita sakit ( negative - ) dan kita menghadiri kematian yang ( negative - juga)   akan menjadikan unsur (negative - -) bertambah banyak. Ini akan menjadikan orang yang sakit itu menjadi parah sakitnya. Dalam tradisi Jawa kita kenal dengan istilah sawanen ( seorang anak kecil melihat temannya meninggal dan mengantar ke pemakanam, setelah pulang dia menjadi sakit). Kecenderungan sakit ini dalam teori modern bisa dikatakan faktor psikologis, namun pada intinya karena unsur Yin ( negative ) dari jenasah dalam pandangan Khonghucu.  Berkaitan  dengan  konsep  Yin  dan  Yang diatas maka sebaiknya    seorang yang sakit (-) hendaknya dikunjungi oleh orang yang sehat(+), atau orang yang sehat(+) mengunjungi orang sakit(-) agar cepat sembuh. Inilah ajaran Yin Yang yang sangat rasional dan ilmiah itu. Seperti juga ketika ada orang sedih(-) berkumpul dengan orang sedih(-) maka dimungkinkan bunuh diri (- -). Orang sedih (-) harus dikunjungi oleh orang gembira(+) agar yang sedih ini bisa gembira. Atau orang yang lemah(-) harus didampingi orang kuat(+) agar yang lemah menjadi kuat. Orang miskin (-) harus berkumpul dengan orang kaya(+) agar mendapatkan pengalaman atau mencontoh semangat kerjanya. Orang bodoh (-) harus berkumpul dengan orang pandai (+) biar menjadi pandai, orang pandai memberikan ilmunya kepada orang bodoh ( semakin ilmunya diberikan, maka semakin bertambah pandai ). Inilah yang dikatakan sebagai ajaran bahwa “ hidup ini harus bermanfaat bagi orang lain”. Seberapa besar kebaikan yang kita tanamkan kepada orang lain ? seberapa kebajikan yang kita tanamkan dalam hidup ini ? inilah ukuran dari penilaian Tian kepada manusia. Hanya Kebajikan Tian Berkenan.

Dengan memahami Yin Yang kita telah masuk dalam Dao ( Jalan Suci ) yang benar seperti yang dikatakan didalam Kitab Yak King  :

Satu YIN (negative), satu YANG(positif),itulah yang dinamai Jalan Suci ( Too/Dao ) “( Babaran Agung(A) IV,V:24 ).

Dalam pemahaman ini bahwa Dao itu keseimbangan agung yakni keseimbangan perbuatan dan tingkah laku untuk mencapai kesempurnaan hidup yang dikehendaki Tian ( Tian ). Lebih jelas lagi bahwa mereka yang hidup dalam keseimbangan agung Yin Yang akan terjalin harmonisasi hubungan antara manusia dengan manusia, alam semesta dan Tian sebagai pencipta alam. Keseimbangan agung inilah yang disebut Ya Xinzhong sebagai SURGA itu seperti dibawah ini :

“The Way of Heaven is called the Yin and Yang, the Way of the Earth is called the yielding and the firm, and the Way of Humans is called humaneness and righteousness “ ( Yao Xinzhong,2000:p 139 )

Dari pemahaman Dao diatas, pemikiran kita semakin terbuka lebar bahwa Dao itu sangat luas dan sangat rahasia hakekatnya “ Dao (Jalan Suci ) seorang Junzi sangat luas guna, dan sangat rahasia hakekatnya “ ( Zhongyong BAB XI : 1 ).

Luas dan sangat rahasia itu menyangkut sisi- sisi penggalian diri ( pembinaan diri ) yang sangat sulit dilakukan, membutuhkan pengorbanan, komitmen iman yang dalam. Manusia dihadapkan pada pembinaan diri yang tiada pernah henti menjadi manusia yang seutuhnya ( learning to be human ), menjalankan segala anjuran postif ajaran Nabi,  menjahui  segala  hal  yang  tidak  patut  dilakukan untuk menjadi seorang Junzi. Secara Horisontal mampu melakukan hubungan kemasyarakatan ( Lima hubungan kemasyarakatan ) yang dilandasi dengan Tripusaka. Inilah Dao secara horizontal sebagai landasan dan kunci hidup manusia dalam rangka melakukan hubungan secara vertikal dengan Tian sebagai Khalik Pencipta Alam.

Sebagai landasan dari pemahaman akan Dao adalah perilaku dan tingkah baik kita dimana kita harus menanamkan kebajikan sebagai landasan moralitas kita menuju hakekat Tian. Dalam hal ini pemahaman akan Tian bisa dipahami melalui memahami manusia. Inilah yang dikatakan dengan Tahapan Iman itu yang menekankan Kebajikan sebagai kunci dasar menuju pada kehendak Tian. Namun demikian tidaklah cukup hanya mengandalkan media Kebajikan saja dalam menuju kehendak Tian, dalam hal ini   dibutuhkan suatu komintmen Iman yang kuat.

Zigong berkata,” Ajaran Guru tentang kitab-kitan dapat kuperoleh dengan mendengar, tetapi Ajaran Guru tentang Watak Sejati dan Jalan Suci Tian, tidak dapat kuperoleh ( hanya ) dengan mendengar “ (Lunyu V : 13 )

Artinya bahwa ajaran Khonghucu tentang Dao ini tidak semata mata melihat realitas hidup saja secara empirik, ada sisi- sisi yang tidak bisa dijangkau oleh perbuatan dan tingkah laku manusia meskipun tingkah laku dan perbuatan manusia itu sebagai modal dasar agar Tian berkenan. Ada sisi-sisi yang sangat abstrak yang sangat sulit dihapami dengan akal dan rasio tapi ini memiliki andil besar dalam membentuk kepribadian manusia dalam hubungannya dengan Tian. Inilah yang dikatakan dengan Iman itu.

Pandangan ini menolak sebagian orang yang tidak memahami Khonghucu sehingga dengan seenaknya menuding bahwa Khonghucu ini hanya ajaran filsafat (etika moral saja). Ayat- ayat diatas sebagai contoh sekaligus sebagai penguat dari aliran Neo Konfucianisme yang lebih cenderung memahami agama Khonghucu masuk dalam wilayah religius yang sangat mendalam itu. Maka bicara Dao itu bukan hal yang fisik saja, memang dalam bentuk fisiknya adalah Kebajikan (perbuatan baik manusia ) namun dalam bentuk spikisnya adalah Iman yang menjadi keyakinan dan kepercayaan akan keberadaan Tian dan hukum hukumnya. Antara Kebajikan dan Iman menjadi satu paket yang harus dikejar oleh seorang Junzi. Hal ini dapat kita pahami dengan jelas bahwa dibutuhkan Kebajikan (Puncak Kebajikan) sekaligus puncak Dao (Puncak Jalan Suci).

Maka dikatakan, “ Kalau bukan yang telah mencapai Puncak Kebajikan, tidak akan dapat Dia mencapai Puncak jalan Suci “ ( Zhongyong XXVI : 5 ).

Bagi  penulis  bahwa  yang  telah  mencapai  puncak  Dao tentu saja akan berada pada puncak Iman, menjadi seorang Junzi yang Tritunggal dengan langit dan bumi (Zhongyong XXI:1), yang mampu meramalkan kejadian yang akan datang dan bahkan bisa seperti malaikat (Zhongyong XXIII : 1).

 

Dao itu Manusiawi

Oleh karena itulah Dao itu tidak perlu dipahami sebagai hal yang jauh dan sulit, Dao itu contohnya adalah diri kita sendiri . Ada didalam diri kita dan bersemayam didalam hati kita.

Nabi bersabda, “Jalan Suci itu tidak jauh dari manusia. Bila orang memaksudkan Jalan Suci itu ialah hal menjahui
manusia, itu bukan Jalan Suci “ ( Zhongyong XII : 1 ).

Apa yang ada dalam diri kita baik pria atau wanita ? kita hendaknya melihat ayat Mengzi bahwa didalam diri kita itu telah diberikan Xing (Watak Sejati) yang merupakan moral atau etika moral sekaligus Iman didalamnya. Maka Dao yang ada didalam diri kita ini tidak lain adalah juga Kebajikan yang sangat dikehendaki oleh Tian itu sendiri. Kebajikan itu dapat kita lihat atau dekati dengan apa yang disebut perbuatan baik dan paling terkenal dalam agama Khonghucu yakni “Teposarira“. Disini Tepasarira itu sebagai kompas atau arah atau pendekataan dari gambaran Dao.

Satya dan Tepasarira( tahu menimbang) itu tidak jauh dari Jalan Suci ( Dao ).Apa yang tidak diharapkan mengena diri sendiri, janganlah diberikan orang lain “ (Zhongyong XII : 13)

Dao itu lebih jelas lagi kembali pada kesimpulan semula yakni bagaimana kita melakukan pembinaan diri untuk melakukan hubungan kemasyrakatan yang baik, menjalin hubungan harmonis dengan keluarga , masyarakat, dunia untuk menjadi manusia yang utuh (berkebajikan)

Adapun Jalan Suci ( Dao ) yang harus ditempuh di dunia ini mempunyai Lima Perkara dengan Tiga Pusaka ……….. (Zhongyong Bab XIX : 8 ) .

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa Dao itu bisa ditempuh melalui dua syarat mutlak yakni ; pertama (1) melalui Kebajikan (perbuatan baik manusia), yang kedua (2) melalui Iman (komitmen pribadi yang kuat). Apabila kedua  syarat  tersebut  dapat  ditempuh  seorang  Junzi, maka tidak ada lagi keraguan dalam kehidupan ini. Maka disabdakan Nabi ,” Pagi mendengar Jalan Suci, sore hari matipun ikhlas” (Lunyu IV : 8 ).

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 63 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com