spocjournal.com

Dia Datang Sebagai Genta Rohani Tian (Tianzhi Muduo)

Oleh: Ws. Mulyadi Liang.,S.Pd.Ing.,MA

Bertepatan dengan tanggal 21/22 Desember penanggalan Masehi, umat Khonghucu selalu merayakan Hari Genta Rohani atau dikenal dengan Dongzhi (Tangce, dialek Hokian). Mengapa hari tersebut ditetapkan sebagai Hari Genta Rohani, karena pada saat itulah Nabi Kongzi memutuskan untuk meninggalkan negeri Lu dan meninggalkan seluruh jabatannya mengembara dari satu negeri ke negeri lain untuk menebarkan Firman Tian demi kemanusiaan. Pengembaraan Nabi Kongzi berlangsung selama tiga belas tahun dengan ditemani para muridnya yang setia. Pada saat itu Nabi Kongzi berusia 56 tahun dan menjabat sebagai Perdana Menteri di negeri Lu, namun karena raja Lu Ai Gong telah terpedaya oleh tipu muslihat dari negeri Wei, hingga ia telah melupakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala pemerintahan. Meskipun ia telah diberikan peringatan oleh Nabi, tapi nampaknya raja Lu Ai Gong lebih suka berpesta pora bersama para penari cantik yang sengaja dikirim oleh negeri Wei hingga ia lupa segalanya.

Apabila kita menilik kembali kisah kelahiran Nabi Kongzi seperti tersurat dalam Tersurat dalam Sejarah Dinasti Zhou Timur Bab 78  (东 周列国志 - Dong Zhoulie guozhi), kelahiran Nabi Kongzi telah ditandai dengan berbagai macam tanda ajaib seperti munculnya Sang Qilin dalam penglihatan ibunda Yan Zhen Zai yang menyemburkan Kitab Batu Kumala (Yushu 玉书) dari mulutnya sebagai Wahyu yang diturunkan kepada Nabi Kongzi. Pertanda lain yang menunjukkan bahwa kelahiran sang bayi akan membawa damai bagi dunia seperti pada tubuhnya terdapat tulisan 制作定世苻 - Zhi Zuo Ding Shi Fu Sang (pembangun damai tertib bagi dunia), Tian telah mengutusNya sebagai Putera air suci yang kelak akan menggantikan Dinasti Zhou sebagai Raja Tanpa Mahkota (SUWANG) - 水 经  之 子,细 衰 周 而 素 王 shuijing zhizi, xishuai zhouer suwang  artinya bahwa Nabi Kongzi akan menjadi orang yang sangat berpengaruh di dunia ini meskipun beliau tidak memiliki kerajaan sebagaimana lazimnya seorang pemimpin negara atau raja.

Nabi Kongzi bukanlah hanya sekedar seorang Shengren atau sering diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai Sage atau the Holly man (orang Bijak atau Orang Suci), beliau adalah seorang Nabi Agung pembawa Firman Tian yang menjadi Genta Rohani Tuhan Yang Maha Esa (Dacheng Zhisheng Kongzi Wenxianshi 大成至聖孔子文先思) Nabi Kongzi adalah Nabi yang Besar, lengkap, dan sempurna sebagai Genta Rohani Tian (Tian zhi Muduo)
Kata Sheng 聖 dibangun dari tiga karakter huruf, yaitu:
耳 = er (telinga)
口 = kou (mulut)
王 = wang (raja)

Maka dapatlah diartikan bahwa seorang nabi itu adalah orang yang menerima Firman Tian dan menebarkankannya kepada seluruh umat manusia dengan cara mengajarkan ajarannya. Dengan demikian maka seorang nabi adalah pembawa misi Tian, sebagai perantara hubungan antara manusia dengan Tian sebagai sang Maha Pencipta semesta alam ini. Kenabiannya dapat kita simak dari peristiwa berikut ini, ketika Zigong seorang murid Nabi Kongzi ditanya oleh seorang pejabat berpangkat Dazai, “Seorang Nabikah Guru tuan, mengapa begitu banyak kecakapannya?” Kemudian Zigong menjawab dengan penuh keyakinan, “Memang Tian telah mengutusNya sebagai Nabi. Maka banyaklah kecakapannya.” Pada kesempatan lain Zigong menegaskan kembali dan berkata, ‘Dengan melihat peri Kesusilaannya dapat diketahui pemerintahannya. Dengan mendengar lagu-lagu musiknya dapat diketahui tentang Kebajikannya. Sejak beratus jaman yang lalu itu dan membandingkan raja-raja sepanjang ratusan jaman, kiranya tidaklah salah bahwa sejak adanya manusia hingga kini, belum ada yang seperti Guru (Kongzi) (自生民以来, 未有夫子也 - zisheng minyi lai, weiyou fuzi ye)

Yurou bekata, ‘Apakah pada manusia saja ada perbedaan tingkat ? Bukankah Qilin itu yang terlebih diantara hewan. Feng Huang diantara burung-burung.Tai Shan diantara gunung dan bukit, dan bengawan diantara selokan-selokan? Nabi dan rakyat jelata ialah umat sejenis, tetapi dia mempunyai kelebihan diantara jenisnya. Dialah yang terpilih dan terlebih mulia. Sejak ada manusia hingga kini, sungguh belum ada yang lebih sempurna dari Kongzi(Mengzi IIA : 2/27-28)

Tian menurunkan para utusannya ke dunia ini untuk menolong dunia yang berada di dalam kegelapan dan ingkar dari Jalan Suci, bilamana kita membaca dan memperhatikan sejarah turunnya berbagai agama di belahan bumi ini, maka kita akan tahu bahwa para nabi diturunkan oleh Tian pada saat keadaan yang kacau balau. Seperti Nabi Kongzi, beliau lahir pada saat negeri Tiongkok dalam keadaan kalut dimana peperangan terjadi terus menerus, perebutan kekuasaan antara satu kerajaan dengan kerajaan lain terjadi. Keadaan seperti ini membuat rakyat hidupnya sengsara dan terbengkalai. Dalam keadaan yang kalut tersebut, Tian berkenan menurunkan Nabi Kongzi sebagai Genta Rohani Tian (Tianzhi Muduo) untuk menata kembali keadaan masyarakat yang kacau balau tersebut menjadi damai dan tenteram, sehingga setiap orang bisa menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing sesuai dengan kedudukannya. Tian menurunkan manusia, ada yang dijadikan raja, ada yang dijadikan guru, dengan maksud membantu pekerjaan Tian Yang Maha Tinggi mencintai segenap umat di empat penjuru. Yang berbuat dosa maupun yang tidak berbuat dosa terserahkan kepadaku. Maka siapakah di dunia ini yang berani berbuat kejahatan ? Tetapi saat itu ada seorang yang berani berbuat jahat (Raja Tiu), maka sangat malulah Raja Wu. Demikianlah Keberanian Raja Wu, sekali beliau marah, rakyat diseluruh dunia dapat diselamatkan.(Mengzi  IB:3)

Peran seorang nabi adalah sangat besar dalam membimbing umat manusia kembali ke Jalan Suci, maka seorang nabi memiliki berbagai macam kecakapan sehingga ia mampu menata kembali kondisi masyarakat yang kacau menjadi lebih baik. Nabi Kongzi melakukan hal ini melalui pendidikan yang diberikan bukan saja kepada kaum bangsawan melainkan kepada rakyat jelata juga, karena hanya melalui pendidikan sajalah manusia dapat diperbaiki sikap dan moralnya.  Di dalam kitab Zhongyong XVII tersurat, “Maha besar Jalan Suci Nabi (大哉圣人 dazai shengren). Sangatlah luas Dia, berlaksa wujud dikembangkan dan dipelihara; kemuliaanNya meninggi langit. Alangkah besar peranan yang dijalankanNya; daripadanya ditetapkan tiga ratus macam tata susila dan tiga ribu macam peraturan.Hal ini menantikan orang kemudian yang dapat melaksanakannya. Maka dikatakan, “Kalau bukan yang telah mencapai Puncak Kebajikan, tidak akan dapat Dia mencapai Puncak Jalan Suci.” (苟不至德 至道不凝焉  gou bu zhi de, zhi dao bu ning yan)

Maka seorang Junzi memuliakan Kebajikan Watak Sejatinya dan menjalankan sifat suka belajar dan bertanya. Luas dan besarlah pengetahuannya sehingga memahami apa yang lembut dan rahasia; dengan ketinggian dan kegemilangannya ia menjalankan laku Tengah Sempurna; dengan mempelajari yang kuno ia dapat memahami yang baru; dengan ketulusan hati yang tebal ia menjunjung Kesusilaan

Di dalam menjalankan misinya seorang nabi pasti mengalami berbagai rintangan dan hambatan dari orang-orang yang memang tidak menyukainya, seperti halnya Nabi Kongzi yang pernah dihadang dan hendak dibinasakan oleh Sima Huan Tui seorang pembesar jahat di negeri Lu. Ia tidak merasa senang dengan kehadiran nabi, maka dalam suatu kesempatan Huan Tui hendak mencelakakan Nabi Kongzi beserta para muridnya ketika beliau sedang mengajar di sebuah bukit. Secara diam-diam Huan Tui memerintahkan para pengikutnya untuk membinasakan Nabi Kongzi bersama para muridnya dengan cara menebang pohon yang ada didekatnya. Namun Tian senantiasa memberikan perlindungan kepada Nabi Kongzi dan beliau bisa selamat dari niat jahat Huan Tui tersebut, beliau bersabda “Tian telah menyalakan Kebajikan dalam diriku, apa yang dapat dilakukan Huan Tui atas diriKu”. Nabi Kongzi adalah Nabi bagi semua umat manusia yang mau mengikuti ajarannya, hal ini tersurat dalam kitab Zhongyong XXX, “Hanya seorang Nabi (至圣 zhi sheng) yang sempurna di dunia ini dapat terang pendengaran, jelas penglihatan, cerdas pikiran, dan bijaksana; maka cukuplah Ia menjadi pemimpin. Keluasan hatinya, kemurahannya, keramah –tamahannya dan kelemah lembutannya, cukup untuk meliputi segala sesuatu. Semangatnya yang berkobar-kobar, keperkasaannya, kekerasan hatinya dan ketahan ujiannya, cukup untuk mengemudikan pekerjaan besar.Kejujurannya, kemuliaannya, ke-Tengahannya dan kelurusannya cukup untuk menunjukkan kesungguhannya.Ketertibannya, keberesannya, ketelitiannya dan kewaspadaannya cukup untuk membedakan segala sesuatu.Kebajikannya tersebar luas, dalam, tenang, dan mengalir tiada henti-hentinya, ibarat air keluar dari sumbernya. Keluasannya sebagai langit,ketenangannya dalam bagai tanpa batas. Maka rakyat yang melihatnya tiada yang tidak hormat. Rakyat yang mendengar kata-katanya tiada yang tidak menaruh percaya dan rakyat yang mengetahui perbuatannya tiada yang tidak bergembira.

Maka gema namanya meluas meliputi Negeri Tengah (zhongguo 中国), terberita hingga ke tempat bangsa Man (蛮) dan Mo (貊), kemana saja perahu dan kereta dapat mencapai, tenaga manusia dapat menempuhnya; yang dinaungi langit, yang didukung bumi, yang disinari matahari dan bulan, yang ditimpa salju dan embun. Semua mahkluk yang berdarah dan bernafas, tiada tidak yang tidak menjunjung tinggi dan mencintainya. Maka dikatakan, telah manunggal dengan Tuhan YME. (故曰配天 gu yue fei Tian)

Nabi Kongzi telah mencapai kesempurnaan dan manunggal dengan Tian karena beliau telah menjalankan misi dan mengabdikan dirinya bagi kemanusiaan selama hidupnya, bahkan ajarannya terus dilanjutkan oleh para murid dan pengikutnya sehingga bisa kita pelajari sampai saat ini. Maka seorang nabi adalah guru bagi beratus jaman, namanya akan tetap kekal dan abadi sepanjang masa. Seorang nabi adalah seorang yang dapat memberikan perubahan, dari keadaan yang kacau balau menjadi keadaan yang tenteram dan damai sebagaimana tersurat dalam kitab Mengzi VIIA:13.3.Maka di manapun seorang Junzi lewat, ia akan membawa perubahan, karena Tian telah menjaganya: pengaruhnya mengalir di atas, di bawah, di antara langit dan bumi.”

Setiap lima ratus tahun sekali Tian telah menurunkan orang-orang besar atau para nabi untuk membantu pekerjaan Tian, hal ini tersurat dalam kitab Mengzi VIIB:38, ““Dari Yao dan Shun sampai Chengtang kira-kira lima ratus tahun lamanya. Orang-orang seperti Yu dan Gaoyao masih dapat langsung mengenalnya, tetapi Chengtang mengenalnya hanya karena mendengar. “Dari Chengtang sampai Raja Wen  kira-kira lima ratus tahun lamanya. Orang-orang seperti Yiyin dan Laizhu masih dapat langsung mengenalnya, tetapi Raja Wen mengenalnya hanya karena mendengar.

“Dari Raja Wen sampai Kongzi  juga kira-kira lima ratus tahun lamanya. Orang-orang seperti Taigongwang dan Sanyisheng masih dapat langsung mengenalnya, tetapi Kongzi mengenalnya karena mendengar.

“Dari Kongzi sampai sekarang, baru kira-kira seratus tahun. Kalau dilihat jarak waktu Nabi meninggalkan kita, belum terlalu jauh dan kediaman Nabi juga dekat saja, bahkan sangat dekat. Mengapa tiada yang meneruskan ajaran Nya? Benarkah tiada yang meneruskan ajaranNya?”

Mengzi menuliskan kata penutupnya dengan suatu pertanyaan, “Benarkah tiada yang meneruskan ajaranNya?”  Ternyata apa yang menjadi keraguan Mengzi tidaklah terbukti, meskipun berbagai cobaan dan rintangan datang silih berganti dalam upaya memusnahkan ajaran nabi dari zaman ke zaman, namun sampai saat ini ajaranNya tetap berkumandang dan bergema ke seluruh dunia, melewati batas ruang dan waktu. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita semua untuk terus mengumandangkan ajaran suci Nabi Kongzi keseluruh penjuru dunia agar semua umat dapat hidup rukun, damai, tenteram dan sejahtera. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita semua yang telah mengerti dan sadar terlebih dahulu, membantu dan membimbing mereka yang belum mengerti dan belum sadar. “Tian menjelmakan rakyat, memerintahkan agar yang mengerti lebih dahulu menyedarkan yang belum mengerti, yang insaf lebih dahulu menyadarkan yang belum insaf. Aku, adalah rakyat Tian yang sudah insaf lebih dahulu, maka kewajibankulah dengan Jalan Suci itu menyedarkan rakyat. Kalau bukan aku yang harus menyedarkan, siapa pula harus diwajibkan ?” (Mengzi VA:7.5)

Selamat memperingati Hari Genta Rohani (Dongzhi). Tian senantiasa memberkahi kita semua. Huang Yi Shangdi, Wei Tian You De. Shanzai!

Hotel Sutan Jakarta, 19 Desember 2016

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 60 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com