spocjournal.com

Pengalaman Spiritual : Pemuda Khonghucu Di Simpang Jalan

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Pendahuluan
Memasuki abad globalisasi tentu saja kita tidak bisa menghindar tantangan-tantangan didepan mata kita. Isu- isu global seperti ekonomi bebas, modernisasi, etika moral, narkoba, budaya global, pemanasan global semuanya itu menjadi permasalahan yang harus dihadapi. Globalisai bukan dihindari, melainkan harus dihadapi dengan persiapan-persiapan matang.

Isu-isu global diatas tentunya akan menjadi suatu tantangan bagi pemuda dan pemudi khususnya para generasi muda Khonghucu. Ekonomi bebas akan menjadikan tantangan bagi kita semua untuk bisa meningkatkan kualitas SDM kita. Kalau generasi muda kita tidak mempersiapkan diri mulai saat sekarang dengan meningkatkan pendidikan dan keterampilan, maka tidak akan bisa bersaing dengan tenaga kerja asing yang datang di Indonesia. Orang-orang asing akan berbondong -bondong di Indonesia menjadi tenaga kerja profesional yang menjadi competitor para pemuda Khonghucu.

Tenaga kerja asing dengan keahliannya dan kepandaiannya dalam menguasai tehnologi tentunya mereka akan medapatkan gaji dan fasilitas yang lebih tinggi dari kita-kita ini yang masih ketinggalan. Mereka akan bisa mendirikan perusahan- perusaan sebagai pencetak uang, bisa mendirikan supermarket, pabrik pabrik,   dan semua sektor bisnis yang ada termasuk pendidikan, pertanian, perkebunan, tambang dll. Oleh karena itu para generasi Khonghucu tidak boleh hanya santai menerima nasib, melainkan harus ikut berlomba meningkatkan kualitas kehidupannya dengan meningkatkan pendidikan dan keterampilan, menguasai tehnologi dan modernisasi. Disisi lain para remaja harus juga menyiapkan mental, etika moralnya  untuk  menghadapi  pengaruh  negative  akibat dari globalisasi tersebut. Masalah narkoba, kebebebasan pergaulan,  kehamilan  diluar  nikah,  stres  dan  lain-lain yang berkaitan dengan Li ( kesusilaan ) dan masalah bakti menjadi masalah yang harus dihadapi oleh generasi muda Khonghucu .

Permasalahan
Begitu komplek masalah yang dihadapi oleh generasi muda Khonghucu memasuki abad XXI ini, namun demikian masalah masalah tersebut dapat dikelompokan menjadi empat kelompok sebagai berikuat :

  • Bagaimanakah pemuda dan pemudi Khonghucu menghadapi masalah kesuksesan hidup/ kemapanan hidup ?
  • Bagaimanakah pemuda dan pemudi generasi Khonghucu meghadapi masalah kesuksesan pendidikan ?
  • Bagaimanakah pemuda dan pemudi generasi Khonghucu mengahadapi keharmonisan hidup / keharmonisan dalam menemukan pasangannya ?
  • Bagaimana   pemuda   dan   pemudi   menghadapi
  • masalah Penguasaan fisik/ bakti dan Iman ?

Permasalahan penguasan fisik dan Iman menjadi hal yang utama harus diperhatikan sebab  ketiga hal diatas yakni kesuksesan, kemapanan, pendidikan, dan keharmonisan tanpa ada pengusaan fisik dan iman akan sia-sia. Pengusasan fisik adalah menjaga diri dari kesehatan fisik, jauh dari sakit yang timbul karena makan yang tidak diatur dengan baik (perlunya pola makan yang sehat), olahraga yang teratur, istirahat yang pada waktunya. Semua itu akan mendukung seseorang dalam mengejar masa depannya. Meskipun seseorang itu pandai serta hidupnya sukses apabila penguasaan fisik tidak pernah diperhatikan, maka sia-sia lah hidup ini. Nabi Kongzi memberikan pelajaran berkuda adalah bentuk dari upaya mengasah fisik Junzi agar sehat badannya dan cerdas pikirannya. Keseimbangan antara kesehatan fisik dan spikis menjadi salah satu tujuan agama.

Bagaimana Seharusnya Pemuda Pemudi Khonghucu

1. Pemuda Khonghucu Jangan di simpang Jalan
Pemuda Khonghucu jangan hanya di simpang jalan seperti orang yang lagi tersesat, pemuda harus mengambil inisiatif adan aktif mencari jalan keluar, memilih jalan yang tepat agar tidak salah langkah. Pergunakan kemapuan maksimal agar bisa mengahadapi tantangan dan peluang ke depan.

Pemuda dan   Pemudi  Khonghucu jangan  disimpang jalan,tapi harus mengambil langkah/ tindakan nyata. Kita harus yakin bahwa dengan  mengikuti ajarannya ( agama Khonghucu ) mampu menghadapi segala persoalan hidup”.

Pernyataan diatas saya sampaikan dalam Dispenkasi XXVII
di Ciampia- Bogor setahun yang lalu yang dihadiri sekitar
300 pemuda dan pemudi dari seluruh Indonesia. Keyakinan akan ajaran Khonghucu bisa menyelesaikan persoalan hidup harus diimbangi dengan keyakinan akan Iman Khonghucu. Bagaimana para generasi muda kita mampu mengimani agamanya dengan cara benar.

Yakinlah bahwa ajaran Khonghucu bukan sekedar janji- janji yang tiada solusi, ajaran Khonghucu adalah arah dan tujuan dan  pasti tercapai apabila para remaja Khonghucu memiliki keyakinan iman yang kuat. Ajaran Khonghucu apabila di aktualisasikan akan menjadi sumber pemecahan kehidupan sekaligus sumber pemecahan masalah. Semua persoalan hidup dan kehidupan akan mampu diatasai dengan ajaran agama yang turun dari langit itu.

Agar jangan sampai hidup di simpang jalan, maka Pemuda dan  pemudi  Khonghucu  harus  memiliki  tujuan  yang jelas dalam kehidupan ini. Harus memiliki cita- cita dan prinsip hidup untuk mencapai tujuan hidupnya. Tantangan yang paling berat bagi pemuda dan pemudi Khonghucu adalah bagaimana mengejar kesuksesan study, menggapai kemapanan hidup, mendapatkan pendamping hidup. Yang menjadi problem bagi kaum muda Khonghucu adalah terjadinya  pertentangan antara prinsip Iman keagamaan dengan   calon   jodoh.   Banyaknya   kaum   muda   yang memiliki pacar beda agama. Sering juga terjadi perkawinan beda agama yang kadangkala mendorong perselisihan- perselisihan. Bagi kaum pemudi Khonghucu ada semacam ketakutan bila mendapatkan jodoh diluar Iman Khonghucu, disisi lain mereka juga takut apabila tidak mendapatkan jodoh gara- gara mempertahankan agamanya. Hal inilah yang seringkali harus pindah agama agar mendapatkan jodoh. Permasalahan ini menjadi masalah utama khusunya bagi pemudi Khonghucu dewasa ini.

Dalam  menghadapi  masalah  krusial  ini,  maka  perlu kiranya para muda dan mudi menyusun kekuatan dengan membentuk kebaktian yang menarik dan bisa memberikan rasa nyaman, bahagia, serta menumbuhkan Iman. Mengadakan hubungan pemuda dan pemudi tingkat daerah bahkan bila perlu tingkat nasional secara rutin. Pertemuan ini disamping menambah Iman juga akan menjadikan kekuatan bagi pemuda dan pemudi untuk saling tukar pengalaman sehingga bisa saling menguatkan Iman. Disisi lain saya sangat mendukung membentuk keluarga besar Khonghucu dengan menjodohkan para pemuda dan pemudi Khonghucu di lingkungan Khonghucu. Cara-cara ini akan bisa mempertahankan umat Khonghucu sekaligus sebagai cara untuk memecahkan persoalan para muda dan mudi kita. Upaya ini akan bisa tercapai apabila kita memiliki pemuda dan pemudi Khonghucu yang giat belajar, giat bekerja menuju kesuksesan hidup.

Hidup di simpang jalan adalah bentuk keraguan yang harus dijauhi, pemuda dan pemudi harus mengambil sikap tegas melakukan tindakan nyata. Mengambil keputusan yang baik dan meninggalkan kebiasaan buruk. Masalah hidup harus dihadapi bukan dihindari. Melarikan diri dari permasalahan hidup sama dengan menunda masalah yang suatu hari pasti akan datang lagi. Oleh karena itu perlu kiranya menjadi pemuda dan pemudi dengan cepat melakukan perubahan apabila langkah-langkahnya salah (koresi diri). Penyadaran diri dengan meninggalkan kebiasan buruk seperti begadang yang tidak ada gunanya, minum- minuman keras apalagi narkoba harus dicegah. Bila perlu merokokpun harus dihindari sebagai hal yang sangat merugikan kesehatan. Pengambilan keputusan yang berani dan tepat sejak dini, akan menjadikan pemuda dan pemudi Khonghucu tidak lagi tinggal di simpang jalan, melainkan akan ada pilihan jalan yang benar sesuai dengan jalan Tian Yang Maha Esa.

 

Berani Mengambil Keputusan

Pengalaman buruk saya merokok sudah saya lakukan sejak masuk di perguruan tinggi sehingga merokok menjadikan kebiasaan yang sangat sulit saya tinggalkan. Setelah saya menikah dan bekerja di salah satu perusahaan, kebiasaan merokok saya semakin menggila. Apalagi ketika saya pindah pekerjaan di Pelabuhan, suatu bisnis pelayaran yang setiap harinya menghadapi orang- orang perokok berat, saya merokok semakin menggila. Biasanya satu hari tidak sampai satu cepet, akhirnya saya bisa menghabiskan 2.5 cepet rokok ( hampir 25-30 batang rokok) tiap harinya. Tentu saja disamping bibir ini semakin hitam, saya sering infeksi  tenggorokan,  bangun  pagi  dengan  dahak  yang hitam serta pernapasan yang mulai sesak. Keinginan menghentikan rokok sudah dicoba beberapa kali, namun pada akhirnya saya merokok kembali. Pernah saya berhenti merokok selama 6 bulan, ketika bertemu dengan teman, saya disodori rokok. Saya katakan bahwa saya sudah tidak merokok lagi, saya berhenti merokok ! Namun teman baik saya mengatakan, sebatang ini untuk persahabatan kita .Satu batang saja !. Hanya sebatang rokok saja bisa membuat kita ketagihan lagi. Akibatnya saya menjadi perokok berat yang sulit menghindari.

Mengambil keputusan dengan niat secara sunnguh- sungguh adalah kuncinya. Tanpa ada keniatan yang kuat serta janji pada diri sendiri, kita tidak akan bisa melakukan penyadaran diri. Maka ketika istri saya hamil 6 bulan, saya berjannji untuk anak yang ada di kandungan, Papa mau berhenti merokok ! itulah yang saya ucapkan kepada isteri saya. Dan sejak itulah saya akhirnya bebas dari merokok hingga saat sekarang. Anak saya sudah berusia 13 tahun, saya sungguh bersyukur karena melepaskan kebiasan buruk dari merokok yang merupakan hal sulit bagi saya, akhirnya berhasil juga. Kuncinya adalah NIAT dan KEMAUAN.

Dari pengalaman diatas, saya inginkan agar pemuda dan pemudi Khonghucu memiliki niat dan kemauan apapun yang dianggap baik untuk dikejar dan dilaksanaan. Dengan keniatan dan kemauan yang sungguh –sungguh, Anda tidak lagi di dalam keraguan hidup bahkan tinggal di simpang jalan. Anda akan memiliki pilihan hidup yang jelas seperti saya harus mengambil keputusan berhenti merokok.

Ada penyadaran diri yang dilakukan oleh diri kita sendiri, ada pula penyadaran karena peringatan dari orang dekat kita. Pengalaman menarik teman saya adalah justru ia bisa berhenti merokok karena adanya teriakan anak gadisnya yang cantik. “Papa, saya tidak mau Papa tidak menghadiri pesta perkawinanku kelak gara- gara Papa merokok terus ! Umur Papa tidak akan cukup bisa menyaksikan perkawinan saya kelak ! Ucapan keras anak gadisnya itulah yang menyadarkan teman saya juga bisa berhenti merokok.

Maka generasi muda Khonghucu, jadikan diri anda untuk sadar dan mulai berubah mental dengan cara giat belajar, jauh dari begadang bahkan jangan merokok. Hal ini akan lebih  baik  ketimbang  Anda  mendapatkan  terikan  dari pacar Anda bahkan kelak kemudian hari anak-anak Anda akan juga berteriak. Lakukan hal yang terbaik sebelum segalanya terlanjur. Masa depan Anda adalah perubahan sikap, merubah mindset Anda menjadi orang yang sukses dalam hidup ini. Yakinlah bahwa Anda bisa melakukan hal ini berkat bimbingan Ajaran Nabi Agung Kongzi. Di tangan Beliau, Cahaya Kebajikan akan memancar dalam diri Anda sebagai kekuatan yang sangat berarti untuk meraih cita-cita luhur ini.

2. Yang tradisional bukan kuno
Sering Agama Khonghucu ditunding sebagai ajaran yang kuno bukan modern, mereka tidak   memahami apa yang disebut itu kuno dan modern itu. Nabi Kongzi dengan tegas mengatakan bahwa barang siapa yang bisa menerapkan ajaran yang lama kepada yang baru itulah baru disebut guru. Artinya  bahwa dalam mengahadapi kehidupan modern, pemuda Khonghucu harus menghadapi masa depannya dengan melihat masa lalunya. Jangan sampai masa lalu itu ditinggalkan sebab belum tentu hal yang lampau itu tidak baik. Ada nilai-nilai luhur yang bisa kita petik dari ajaran leluhur kita.

“Tidak semua yang tradisional tidak bisa maju /kuno/ tidak modern. Contoh : “Japanese Twist, bangsa Jepang   bisa menjalankan  dua tradisi kelaligus, yakni  modernisasi dan tradisionalitas pada saat yang bersaman” (Rahardjo, 2013)

Suatu bangsa yang mempertahankan budaya lokalnya akan lebih tahan dalam mengahadapi interfensi dari luar serta lebih memiliki pondasi kuat untuk menolak nilai- nilai negative yang tidak sesuai dengan budaya dan tradisinya. Jepang adalah contoh negara yang secara bersama sama bisa menerima modernisasi tanpa menghilangkan budaya dasarnya sehingga dikatakan sebagai bangsa yang tidak mudah terombang ambing oleh gejolak dunia.

Jikalau  Jepang  mampu  menerapkan  hal  semacam itu, maka sudah tidak ada alasan lagi bagi para muda dan mudi Khonghucu untuk ragu dengan agama Khonghucu suatu agama yang menghargai tradisi sekaligus melakukan perubahan –perubahan menuju modernisasi. Dengan Kitab Yak King (Yijing) sebagai Kitab satu satunya yang selalu memberi inspirasi agar umat manusia selalu melakukan perubahan penuju perbaikan hidup. Belajar dan dilatih, mencari cara- cara modern menuju masyarakat yang selalu memperbaharui diri. Hari ini harus lebih baik dari hari kemaren, hari yang akan datang harus lebih baik dari hari ini. Demikianlah konsep ini hendaknya diterapkan oleh pemuda  dan  pemudi  Khonghucu  untuk  melakukan  hal yang baru dalam hidup ini. Sikap kolot dan mononton serta prakmatis harus dijauhkan dari mindset kita.

Contoh lain adalah Negara Tiongkok dimana masyarakatnya masih memegang tradisi Khonghucu dengan kuat, namun Tiongkok mampu merubah Negara agraris menjadi negara industri yang berteknologi tinggi. Shen-Shen adalah kota percontohan Tiongkok dimana desa yang tradisional menjadi kota industri yang modern. Artinya Tiongkok mampu mengkombinasikan budaya lokalnya untuk melakukan kemajuan ( modernisasi ).

3. Konsep Yin Yang
Agama Khonghucu memiliki kitab Yijing sebagai kitab yang sangat mutakhir, Kitab yang selalu memberi petunjuk dalam penyelesaikan permasalah kehidupan manusia termasuk  memasuki  abad  modernisasi.    Korea,  Jepang dan beberapa negara lain seperti Singapura telah terbukti mampu menjadi negara modern yang masih menerapkan konsep Yijing sebagai landasan kehidupan bisnisnya.

“ Konsep  Yin  Yang /hukum  Yin  Yang  bisa diterapkan kedalam    ilmu  sosial ,    yaitu  kalau suatu negara mau kuat dan sejahtera, industri pertanian  (Yin) dan  industry manufacturing (Yang) harus berkembang sejajar.   Desa (Yin) dan kota (Yang) harus diperhatikan serta dibangun bersamaan ( Andri Wang, 2012 : 12) .

Maka menurut saya, tradisional (Yin) dan modern (Yang) menjadikan kemakmuran suatu bangsa . Contoh nyata telah diterapkan di Shenzhen, Zhongguo (Tiongkok).

Pembanguan Indonesia dewasa ini yang mengarah pada pembangunan Industri dengan tidak lagi memperhatikan pembangunan agraris, menjadikan perekonomian Indonesia lemah. Akhirnya banyak barang- barang kebutuhan pokok yang harus import dari luar negeri. Banyaknya urbanisasi di perkotaan sementara mereka memiliki tanah yang luas di desa tidak digarap dengan baik. Modal ekonomi semacam tersebut tidak mempertimbangkan konsep Yin Yang, yakni menyeimbangkan pembangunan desa dan kota secara merata.

4. Ajaran Khonghucu terbukti memberikan sukses
Hasil penelitian di beberapa negara macan asia, Jepang, Korea, Singapura, Hongkong, Tiongkok menunjukan bahwa etika Khonghucu memberikan kontribusi besar dalam pengaturan manajemen bisnis sehingga memberi kontribusi nyata dalam kesuksesan bisnis maupun kemajuan SDM manusia.

Penelitian di kota Surabaya terhadap pedagang etnis Tionghoa menunjukan bahwa 88 persen pedagang Etnis Tionghoa menggunakan etika Khonghucu sebagai landasan bisnis dan ternyata  mempengaruhi kemampuan usahanya dan kinerja uasahanya.

“Confucius ethics ( Ren, Yi, Zhi,Yong, Guanxi and Yin Yang
)has been significantly ifluencing the enterpreneurship, and this is evident from the 88 % of the Chinese retail merchants which put Confucius ethics as their way of life in doing business (Lihat Disertasi)”

Kesuksesan para leluhur kita  dalam dunia bisnis sehingga bisa hidup di seluruh penjuru dunia tentunya mereka memilki modal dasar yang kuat yakni etika Khonghucu sebagai landasannya.

5. Dunia mengakui ajaran Khonghucu
Ajaran Khonghucu   bukan semata dapat menyelesaikan persoalan ekonomi saja, namun semua bidang kehidupan manusia dari ilmu kesehatan hingga teknologi modern, bahkan ajaran Khonghucu mampu memberikan kontribusi besar dalam membentuk masyarakat damai sejahtera.

“In  1988,  74  Nobel  Prize  winners  made  the  attention in Paris that if human being want to live in peace and prosperity in the 21 st century, We must look back 2.500 years and seek the wisdom of Confucius” (Zhang Youmin and Li Tianchen.Economic Lessons from Confucius for the New Century.Journal)

Bukti- bukti diatas jelas bahwa ajaran agama Khonghucu bukan sekedar ajaran yang datangnya dari manusia, tetapi ajaran yang datangnya dari  wahyu Tian ( Tian Yang Maha Esa ). Oleh karena itu  bila setiap orang yang memiliki keyakinan serta menjalankan anjuran-anjuran Nabi Kongzi
akan mendapatkan pencerahan dan pasti akan berhasil.

 

Modal dasar Xing

1. Tianming Itu Xing

Firman  Tian/Tian  Yang  Maha Esa ( Tian ming) itulah dinamai Watak Sejati ( Xing). Hidup mengikuti Watak Sejati itulah menempuh Jalan Suci ( Dao ). Bimbingan menempuh Jalan Suci  itulah dinamai Agama ( Jiao) “ ( Zhongyong Bab Utama : 1).

Tianming berupa Xing itu adalah modal dasar yang dimiliki manusia sebagai hal yang langsung turun dari Tian. Artinya bahwa Tian telah memberikan modal yang Maha Dasyat bagi  manusia  untuk  mengatasi  kehidupannya.  Melalui Xing itulah manusia memiliki kekuatan yang tiada pernah kering dalam menghadapi kehidupan ini. Xing itu memiliki dimensi filosofi seperti yang sudah dijelaskan diatas. Dimensi filosofi sebagai etika moral (Ren, Yi, Li,Ti dan Xin) akan bisa memberikan kontribusi  dalam menyelesaikan permasalahan di segala hubungan kemasyarakatan ( Lima hubungan masyarakat =Wu Lun ) termasuk masuk isu-isu dalam dunia bisnis, dunia profesi dll. Melalui Xing dengan dimensi etika moral ini menjadikan manusia tertib hidupnya, memiliki ketangguhan sekaligus motivasi pemecahan kehidupan secara rasioanal. Namun demikian bahwa Xing juga memiliki dimensi Iman atau dimensi keyakinan dan kepercayaan yang metafisika itu. Sebagai dimensi Iman maka Xing itu tidak berbentuk fisik melainkan berbentuk roh, kenyataannya bisa dirasakan berdasarkan Iman dan keyakinan yang mendalam. Dasar pemikiran ini didasari dengan ungkapan Zigong kepada Nabi KongZi tentang yang gaib itu.

Zigong bertanya,” Ajaran guru tentang kitab kitab, dapat kuperoleh dengan mendengar,tetapi ajaran guru tentang Watak Sejati (Xing) dan Jalan Suci Tian, tidak dapat kuperoleh ( hanya ) dengan mendengar’ ( Lunyu V: 13 )

Artinya bahwa ajaran tentang etika moral, bakti yang menyangkut lima hubungan kemasyarakatan ( Wu Lun ) bisa dipelanjari secara kasat mata karena menyangkut etika moral. Namun demikian ajaran tentang Dao dan Xing itu bukan hanya bisa diterima melalui panca indra kita secara empiris, melainkan dibutuhkan pemahaman secara Iman atau keyakinan atau kepercayaan yang mendalam.

Mengapa demikian ? karena Xing itu bukan dalam bentuk fisik saja, Xing itu dalam bentuk  Roh yakni Roh

Kebajikan, Roh Kudus, Roh Suci yang diterima manusia dari  Tian  secara  langsung.  Keyakinan  dan  Iman  kita tentang keberadaan Xing menjadi landasan agama kita bahwa kita yakin dan percaya adanya nyawa dan roh. Xing itulah Roh kebaikan yang menjadi kekuatan bagi setiap manusia sebagai modal dasar kita khususnya remaja dalam menghadapi kehidupan dan tantangan kehidupan.

Keyakinan kita akan Xing yang sungguh luar biasa yang pada saat- saat tertentu apabila kita latih dan kita kembangkan akan menjadi kekuatan yang bisa mengahadapi permasalahan apapun yang terjadi. Kita harus yakin bahwa Xing itu juga memiliki power ( kekuatan), memiliki tenaga yang dasyat karena Xing itu adalah Roh asli dari Tian yang diberikan  manusia.  Tanpa  adanya  Xing  manusia  tidak bisa hidup sebagai manusia karena Xing itu adalah cirikas manusia yang merupakan anugrah terbesar bagi manusia dari Tian ( Tian ) secara langsung.

Xing adalah Roh Kebajikan yang maha dasyat sekaligus juga memiliki kekuatan yang gaib apabila manusia mampu mengembangkannya. Konsep pemikiran ini senada apa yang diungkapkan oleh Prof.Lee T. Oei berkaitan dengan adanya kegaipan dalam diri kita. Penulis menganggap bahwa adanya   MUJIZAT   DALAM   DIRI KITA”. Didalam diri kita terkandung keajaiban yang luar biasa.

Bila terdapat kegaiban, kegaiban yang mendalam itu terletak di relung hati setiap manusia. Ternyata sesuatu kegaiban terbuka bagi setiap orang dan harus disadari setiap orang” ( Lee T. Oei,2002 )

Kita harus meyakini bahwa dengan Xing sebagai modal iman kita untuk mendorong  dan sekaligus sebagai spirit yang kuat dalam menyelesaikan permasalah hidup. Hanya melalui Xing, kita akan selesaikan segala yang mustahil menjadi kenyataan.

Dalam buku saya, ada sebuah cerita yang menarik akan perang Vietnam, dimana ke empat tentara Amerika yang tersesat dan terjebak dalam patrol perang akhirnya harus loncat dari Jib. Mereka menyadari akan kematian yang menimpanya  bila tidak mengambil tindakan cepat. Akhirnya setiap tentara menenteng ban Jib dan membalikan Jib melalui berondongan peluru dan akhirnya selamat di barak. Sesampainya di barak, jangankan 4 ban Jib diangkat, satupun ban tersebut tidak bisa diangkat. Pertanyaannya darimana tenaga yang maha dasyat itu muncul ? tentu saja dari diri sendiri.

Dalam keadaaan kepepet   kadangkala kita dihadapkan kepada  munculnya  tenaga  yang  super  power  itu,  tentu kita  yakin dan percaya itu adalah Xing yang merupakan pemberian Tian Xing itu akan meraga keluar dan mampu menjadi tenaga yang dasyat jika kita yakin dan percaya bahwa itu kekuatan Tian ada dalam diri kita.

Antony Robbins, seorang motivator kelas dunia mengakui bahwa didalam diri manusia terkandung kekayaan yang terpendam yang mampu menjadikan manusia itu untuk sukses, itulah Xing yang kita yakini itu.

“Dengan berjalannya waktu, saya terus mengakui kekuatan yang dimiliki seseorang dapat mengubah apa pun dan semua dalam hidup mereka seketika. Saya telah mempelajari bahwa sumber daya yang kita butuhkan untuk mengubah mimpi kita menjadi kenyataan ada dalam diri kita, hanya menunggu hari ketika kita memutuskan untuk bangun dan menggunakan hak lahir kita. Saya menulis buku agar lebih baik lagi untuk mengeluarkan kekuatan yang diberikan oleh Tian” (Robbins,2014 : 7-8)

 

Xing Itu Anugrah Terbesar

“Yang didalam Watak Sejati (Xing) seorang Junzi ialah Cinta Kasih, kebenaran, Kesusilaan dan Kebijaksanan. Inilah yang berakar di dalam hati, tumbuh dan meraga, membawa cahaya mulia pada wajah, memenuhi punggung sampai ke empat anggota badan. Keempat anggota badan dengan dtanpa kata-kata dapat mengerti sendiri “ (Mengzi VII A : 21,4 ).

Xing disamping memiliki dimensi etika moral juga memiliki dimensi religi yang mampu menjadikan kekuatan dan sekaligus memecahkan problem kehidupan. Itulah karunia langsung dari Tian Yang Maha Esa. Kita tidak pernah menyadari, bahwa keyakinan kita adanya Xing sebagai wakil Tian didalam Tubuh kita. Ketika kita menjalankan kebajikan sesuai dengan Jalan Tian Yang Maha Esa, maka Tian akan bersemayan dalam diri kita ( Tian beserta Kita). Keyakinan itu akan menjadi kenyataan apabila kita dengan sungguh- sungguh menjalankan kebajikan dalam hidup ini.

 

Kesembuhan karena do’a

Sejak kelainan di tumit kaki saya yang membengkak dan dilakukan operasi, saya setiap hari berdo’a dengan iman untuk memohon kesembuhan. Di tahun pertama operasi mengalami kegagalan, dan masih di tahun pertama operasi pertama mengalami kegagalan, dan masih di tahun yang pertama operasi yang kedua kembali di laksanakan. Namun kegagalan kembali terjadi, bahkan luka bekas operasi menjadi melebar. Saya dan teman-teman tidak pernah berhenti memanjatkan do’a kesembuhan. Sejak memasuki tahun kedua, setelah gagal operasi, saya mengambil keputusan bahwa saya hanya akan melakukan berobat jalan. Dari dokter satu ke dokter lainya serta dari satu alternatif ke alternatif yang lain silih berganti saya upayakan. Tetapi sungguh sangat mencemaskan, luka di tumit kaki saya semakin hari semakin bertambah parah, serta tak jarang secara tiba- tiba mengeluarkan darah segar. Di saku celana selalu saya siapkan botol alkhohol, revanol, kapas, perban, plester dan gunting. Dari beberapa dokter yang sempat saya datangi, pemeriksaan kesehatan berujung pada sebuah surat pengantar ( rujukan ) yang menyarankan agar memeriksakan ke RSCM Jakarta. Bahkan dari salah satu dokter sambil menuliskan surat ia berkomentar bahwa saya harus siap menerima apapun yang menjadi keputusan dokter RSCM yang memeriksanya meskipun harus melakukan  amputasi  (pemotongan  kaki).  Betapa  cemas dan lemas tubuh saya, betapa pedih dan galaunya hati dan pikiran saat saya mendengarkan ucapan dokter tersebut. Sejak saat itu meskipun ada surat pengantar dari dokter melalui advice saudara dan teman- teman, kami sepakat untuk tetap mencari rumah sakit yang bisa menyembuhkan kaki saya tanpa harus amputasi.

Dipenghujung  tahun  tahun  yang  kedua  saya  amat tidak berdaya, mandi, berjalan dan berdiri harus memakai alat bantu. Melalui do’a oleh Ws.Mulyadi Liang dan Ws.Setianda dan dorongan umat lainnya secara terus menerus, tidak pernah bosan dan jemu hingga menguatkan hati dan iman saya sehingga pikiran ini semakin tenang dan selalu Satya kepada Tian Yang Maha Esa. Saya pasrahkan semuanya itu kepada Tian Yang Maha Esa sebab tiada sesuatu itu yang bukan karena Firman. Oleh karena itu bagaimanapun keadaan saya, bagaimanapun besar dan hebatnya derita yang terasa, namun didalam ketaatan sepenuh iman senantiasa saya berusaha untuk menerimanya didalam satu ketulusan. Memasuki tahun ketiga do’a kesembuhan yang senantiasa saya panjatkan berkembang menjadi do’a kepasrahan,dimana setiap ada kesempatan saya selalu berdo’a (kadangkala di tengah malam di atas tempat tidur sambil meneteskan air mata). Saya senantiasa memohon pada Tian kalau saya masih diperkenankan sembuh mohon diberikan petunjuk kepada saya   berobat ke rumah sakit mana ?, dan kalaupun Tian berkehendak lain, Tian berkehendak untuk saya kembali keharibaan kebajikan Tian yang Maha Kuasa, saya pun telah siap untuk menerimanya.

Demikianlah Tian berkenan atas do’a saya, berkenaan atas  semua  do’a  dari  teman-teman,  hingga  suatu  saat tiba  waktunya  saya  mengobati  kaki  saya  ke  rumah sakit Dharmais Jakarta. Melalui beberapa pengecekan (pemeriksaan organ-organ tubuh)   selama satu minggu, maka kembali untuk ketiga kalinya saya dioperasi. Xie Tian

Zhi En kaki saya tidak di amputasi.Sembilan hari lamanya saya dalam perawatan , berkah do’a teman-teman dan do’a kesembuhan dan do’a kepasrahan yang senantiasa saya panjatkan akhirnya saya diperbolehkan kembali ke rumah dan berkumpul kembali bersama keluarga. Saya bersyukur kepada Tian atas terkabulnya do’a ini .

Begitulah sebuah pengalaman spiritual saya yang dapat saya sampaikan. Yakinlah bahwa dengan ketaatan didalam satu kelurusan suatu do’a yang senantiasa kita panjatkan, cepat atau lambat disana pasti ada kekuatan dan kuasa Tian. Shanzai (Lim Kong Tjun dari Makin Cimanggis yang disampaikan saat acara Family Gathering di Cipanas, via WA Ws.Mulyadi Liang ).

Kesimpulan

Melalui modal dasar Xing yang merupakan pemberian Tian dan dengan menjalankan perintah agama yang diajarkan Nabi Kongzi dan seluruh tarekat (dari Nabi Kongzi, Mengzi sampai Zhuxi ), maka akan mampu menghadapi perubahan dan tanatangan jaman. Tentu saja diimbangi dengan belajar tiada pernah berhenti (learning to be human) yang dilandasi dengan keyakinan dan Iman. Pasti pemuda dan pemudi Khonghucu berhasil. Yakinlah bahwa “Seorang yang memiliki kebajikan pasti berhasil” (Zhongyong XVI:2).

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 61 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com