spocjournal.com

Iman Dan Jalan Suci

Oleh: Tek Sin

Berbicara tentang kehidupan beragama adalah berbicara tentang iman, keyakinan umat terhadap agama yang dianutnya. Ajaran keimanan suatu agama merupakan pusat dalam kehidupan beragama. Keimanan itu sendiri berasal dari kata iman yang artinya keyakinanyang berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan yang dipeluk, yaitu menyangkut ketulusan keyakinan, pengakuan terhadap kebenaran, kesungguhan dalammengamalkan.

Istilah dan pengertian iman dalam agama Khonghucu yang diterjemahkan dengan dengan kata ‘iman’ ialah pengertian huruf Cheng. Huruf Cheng menurut asalnya terdiri dari rangkaian akar kata Yan dan Cheng. Yan berarti bicara, sabda, kalam dan Cheng berarti sempurna/jadi. Dengan demikian Cheng mengandung makna "sempurnanya kata dan perbuatan". 1 Di dalam kehidupan beragama, kita wajib memiliki iman terhadap kebenaran ajaran agama yang kita peluk.Seperti yang terdapatdalam Zhong Yong XIX:18, “Iman itulah Tian Dao (jalan suci Tian Yang Maha Esa), berusaha beroleh iman itulah jalan suci manusia. Yang beroleh iman ialah orang yang setelah memilih kepada yang baik, lalu didekap sekokoh-kokohnya. 2 Dengan sabda Nabi tersebut, jelaslah bagi kita sebagai manusia untuk dapat menjalani apa yang telah menjadi tugas kita sebenarnya. Manusia menjalani hidup ini,tak lain adalah untuk menjalani apa yang telah Tian firmankan dan dengan tugas yang dijalani itulah kita akan memperoleh iman. Maka iman itu ialah sikap atau suasana bathin yang berhubungan dengan sempurnanya keyakinan pada Tian.  Pengertian tersebut menunjukkan betapa mutlak pentingnya iman bagi kehidupan rohani manusia sebagai insan yang berakal budi, yang menyadarkan bahwa hidup ini adalah sesuatu yang suci dan mulia, sebagai Firman dan Anugerah Tian.

Berbicara tentang agama, maka sebagai umat beragama maka kita tak dapat melepaskannya dari iman dan jalan suci. Antara iman dan jalan suci dalam kenyataannya merupakan sesuatu yang tak dapat dipisahkan karena berkaitan erat satu sama lain. Seperti dalam Zhong Yong XXIV:1, “Iman itu harus disempurnakan sendiri dan jalan suci itu harus dijalani sendiri pula. Iman itulah pangkal dan ujung segenap wujud. Tanpa iman, suatupun tiada. Maka seorang Junzi memuliakan iman. Iman bukan dimaksudkan selesai dengan menyempurnakan diri sendiri,melainkan menyempurnakan segenap wujud juga. 3

Sebagaimana dibimbingkan Nabi Khongcu, manusia itu wajib menjalani  jalan suci, sebab dengan terlaksananya jalan suci tersebut, maka agama itu menjadi semakin kokoh dan berkembang. Karena manusia sejak lahir sudah mengemban firman Tuhan Yang Maha Esa, maka tugas manusialah untuk menetapi Firman Tuhan tersebut dengan sebaik-baiknya selama menjalani kehidupannya di dunia ini.Namun mengapa banyak  manusia yang tergelincir di arena penghidupan ini? Hal ini tak lain karena manusia telah lupa akan tugas kewajibannya sebagai pengemban firman Tuhan Yang Maha Esa.  Sebagai contoh disini ialah akan banyak terjadinya kasus pembunuhan, pemerkosaan, perkelahian, korupsi dan lain sebagainya. Hal ini tak lain ialah karena hati dan pikiran manusia telah digelapkan oleh nafsu angkara murka. Seandainya saja mereka memahami ajaran agama untuk berbuat cinta kasih, tentu hal-hal seperti tadi tidak akan terjadi.

Jadi, begitulah pentingnya ajaran agama bagi seseorang, yang mana dengan menganut agama akan terpupuklah keimanan dalam dirinya. Dan dengan terpupuknya iman,maka ia mampu mengendalikan dirinya sehingga tak tergelincir dalam hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agamayang dianutnya.

Iman yang merupakan kunci keberhasilan seseorang dalam menjalani hidup ini , akan menjadikan dirinya semakin kokoh dalam menghayati arti penghidupannya. Dengan iman yang dimilikinya, akan semakin nyata jati dirinya, dan dengan mendalamnya iman yang dimiliki maka akan semakin mudah ia menghayati kebesaran dan kekuasaan Tian Yang Maha Esa.

Namun, hal pencapaian iman inilah yang perlu dipahami, Hal ini karena walaupun ia tahu bahwa iman itu begitu penting dalam kehidupan dirinya, namun banyak yang tak tahu bagaimana cara meraihnya.   Sesungguhnya iman itu sudah ada dalam diri seseorang, hanya saja sebagian orang masih belum mengerti tentang apa itu iman dan dimana ia hidup.Manusia sendirilah yang harus menjalani sekaligus menyempurnakannya.  Sebagaimana dituntunkan oleh sabda Nabi dalam Zhong Yong XXIV:1, “Iman itu harus disempurnakan sendiri dan jalan suci itu harus dijalani sendiri pula”.4 Dengan sabda tersebut, nyatalah bahwa sesungguhnya dalam mencapai apa yang kita inginkan tak lain adalah tergantung pada diri kita sendiri. Yang mana dalam hal ini dapat kita mulai dengan tahapan dari bawah yang kemudian terus dikembangkan,misalnya  rajin beribadah, mengamalkan kebajikan, dsb. Salah satu petunjuk bagi seseorang untuk memperoleh iman ialah melaksanakan kebaktian di lithang. Karena di lithang akan diperoleh sesuatu yang sebelumnya tak kita ketahui, dimana disanalah dikumandangkannya firman Tian dan sabda Nabi Kongzi yang kemudian diberi petunjuknyalah kita tentana bagaimana kita melaksanakannya.

Lalu dengan apa yang telah disampaikan dalam kebaktian, perlu adanya penghayatan dan pemahaman,sehingga kita bisa melaksanakannya dalam penghidupan  ini. Hal ini cukup mudah dilaksanakan tapi pada kenyataannya belumlah dapat sepenuhnya terlaksana, sebab mereka kadang terhalang oleh nafsu-nafsu yang sangat kuat meredam suatu keinginan. Maka dengan kesadaran dalam diri pribadilah, semuanya akan tercapai. Sebagaimana dituntunkan oleh sabda dalam Zhong Yong XX:......”orang yang karena sadar lalu beroleh iman, dinamai hasil mengikuti agama.

Kemudian, kalau diri kita sudah mengetahui  mana yang sebaiknnya kita lakukan, maka kita harus melakukannya dengan sepenuh hati. Dan tidak mudah untuk pantang menyerah dan berputus asa, melainkan dengan iman dan semangat yang teguh untuk selalu maju menuju tinggi , menempuh jalan suci.

Jadi, dengan memahami ajaran agama, kemudian menjalani jalan suci sebagaimana yang dituntunkan agama maka akan beroleh iman yang semakin mantap. Tanpa kesadaran dalam diri untuk menghayati dan memahami  sekaligus mangamalkannya, tentu takkan berkembang agama itu bagi dirinya. Kini tinggal diri kita sendiri yang memutuskan apakah mau atau tidak untukmelaksanakannya dengan sekuat tenaga. 

Intinya ialah bahwa dalam manusia itu hendaknya hidup dalamjalan suci (Dao)yaitu kehidupan lahir bathin yang selaras dan tepat dengan tuntunan watak sejati , meneliti hakekat kemanusiaan, memenuhi panggilan firman Tian, ke atas (vertikal) satya kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa, Khalik semesta alam dan mendatar (horizontal) mencintai, tenggang rasa dan tepasarira terhadap sesama manusia dan menyayangi lingkungan hidup.

Begitu pentingnya makna Dao bagi manusia dalam kehidupannya dan agar setiap hal sesuai dengan Dao,maka disabdakan dalam Zhong Yong Utama:2 dan 3Dao tidak boleh terpisah biar sekejappun..... Maka seorang Junzi hati-hati pada waktu seorang diri. Tidak bisa disangkal lagi bahwa dalam hidup ini, kita perlu memahami, menyadari, dan menghayati Dao, seperti halnya sabda dalam Zhong Yong:III:2 bahwa “Tiada seorangpun yang tanpa makan dan minum, namun jarang yang mengetahui rasanya”. 

Dao bukanlah sesuatu yang luar biasa atau aneh ajaib, melainkan kehidupan yang wajar sebagai manusia, bahkan yang memenuhi kodrat kemanusiaan kita. Namun  tanpa adanya Tao, akan hilang esensi kehidupan yang seharusnya dijalani oleh manusia itu sendiri.  Dan karena Dao ini adalah hal yang wajar, jangan pula kita meremehkan atau menganggap mudah; justru kewajaran inilah yang menjadikan berat dan tidak mudah, seperti yang ada dalam Zhong Yong VIII, “Negara-negara di dunia dapat dibagi-bagi, kedudukan tinggi dan gaji besar dapat ditolak, mata senjata tajam dapat diinjak-injak namun hidup dalam Tengah Sempurna belum tentu dapat dilaksanakan."5

Tidak bisa dipungkiri oleh iman kita bahwasanya Dao seorang Junzi itu sangat luas guna dan sangat rahasia hakekatnya. Seorang pria atau wanita bodoh sekalipun masih dapat memahami, tetapi untuk sampai ke puncaknya,sekalipun seorang Nabi takkan dapat memahami dengan sempurna. Seorang pria atau wanita yang sekalipun tidak pandai, masih dapat menjalankan tetapi untuk mencapai puncaknya meskipun seorang Nabi takkan dapat menjalankannya dengan sempurna (Zhong Yong XI:1 & 2)6 Disinilah menariknya kalau kita ingin hidup dalam jalan suci, yang mana hanya dengan iman teguh sajalah yang bisa menuntun kita untuk senantiasa mampu melaksanakannya dalam segenap kehidupan kita.

Untuk membina diri menempuh jalan suci,wajib didasari semangat merawat cita berbakti seperti dalam pengakuan keimanan yang kelima. Yang mana dalam hal semangat merawat cita berbakti, diberi suatu contoh yang baik oleh seorang murid yang bernama Zengzi. Zengzi mengajarkan kita akan pentingnya membiasakan diri melakukan Xing Shen(pemeriksaan diri/mawas diri) untuk menuju Xiu Shen (pembinaan diri) seperti yang disabdakan dalam Lun Yu I:4, “Tiap hari aku memeriksa diri dalam tiga hal: sebagai manusia adakah aku berlaku tidak satya, bergaul dengan kawan dan sahabat, adakah aku berlaku tidak dapat dipercaya? Dan adakah ajaran Guru yang sampai tidak kulatih? 7  Begitulah Zengzi mengajarkan agar kita tiap hari menyediakan waktu untuk memeriksa diri. Hal ini bisa dimulai secara luas apakah kita sebagai manusia telah berusaha  memenuhi hakekat kemanusiaan kita, menegakkan firman sebagai mahluk yang dikaruniakan Tian dengan kemampuan mengembangkan benih-benih kebajikan yang mengandung sifat-sifat cinta kasih, kebenaran,kesusilaan,kebijaksanaan dalam kehidupan lahir maupun bathin.  Selanjutnya dalam pergaulan dengan kawan, dengan keluarga,dengan masyarakat, dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari , sudahkah kita dapat memegang kepercayaan, melaksanakan kewajiban dengan baik serta mencintai/tenggang rasa pada sesama. Dan yang terakhir, akhrinya di dalam lingkungan yang khusus tentang ajaran-ajaran Nabi, apakah bimbingan agama telah kita pelajari dan latih dengan sungguh-sungguh.  Dari ketiga hal pemeriksaan diri inilah bertujuan agar kita mampu memperbaiki diri dari kemungkinan adanya kesalahan yang diperbuat setiap harinya,sehingga diharapkan mampu mengantarkan pada hidup yang dilandasi Dao/jalan suci.

Tentang Dao, ada satu percakapan menarik antara Nabi Kongzi dengan Zengzi atau Zengcan. Nabi bersabda, “Can, ketahuilah, Dao-Ku itu satu, tetapi menembusi semuanya.” Zengzi menjawab, “Ya, Guru,” Setelah Nabi pergi, murid-murid lain bertanya apakah maksud percakapan itu. Zengzi menjawab, “Dao Guru tidak lebih tidak kurang ialah Zhong Shu/ satya dan Tepasarira (Lun Yu:IV:15). 8 Zhong atau satya bermakna di dalam hidup itu, orang wajib ‘tepat’, ‘harmonis’ dengan ‘hatinya’ menepati hakekat kemanusiaan, memenuhi panggilan firman Tian, yakni seluruh sikap hidup lahir bathin yang disuasanai cinta kasih, kesadaran menjunjung kebenaran, susila dan bijaksana. Jasmani beserta naluri, nafsu dan segenap sarana hidup tepat berfungsi untuk turut menegakkan hakekat kemanusiaan. Demikianlah berbakti kepada orang tua, kemanusiaan dan yang utama ialah kepada Tian.

Shu atau Tepasarira bermakna di dalam hidup itu orang wajib menyadari  bahwa kita hidup tidak sendirian, kita hidup bermasyarakat, oleh karena itu kita wajib menghormati hak-hak orang lain.Kita menyadari bahwa orang lain memiliki sifat seperti diri sendiri pula artinya mempunyai banyak persamaan tetapi juga memiliki banyak perbedaan dengan kita, yang wajib kita hormati. Kita wajib mencintai dan tenggang rasa kepada orang lain, “Apa yang diri sendiri tiada inginkan, jangan diberikan pada orang lain” (Lun Yu XII:2) 9

Bagi setiap manusia yang telah mampu hidup dalam iman dan telah mampu melaksanakan hidup ini dengan segala perbuatan bajik, maka dikatakan bahwa ia telah mampu mencapai puncak kebaikan yang tentunya akan mencapai puncak iman sekaligus puncak jalan suci (Dao). Maka yang telah mencapaipuncak iman itulah akan menjadi manusia Junzi yang diharapkan agama. Karena dengan demikian dia akan hidup damai, bahagia, tentram dalam Tian. 10

Akhirnya dengan bisa dilaksanakannya Dao/jalan suci, ke atas orang mempertanggungjawabkan kehidupan pada Tian, Khaliknya dan ke bawah mempertanggungjawabkan kehidupan kepada sesama manusia. Dengan menempuh Dao, akan berkenanpada Tian dan boleh diturunkan berkat bahagia, sentosa bagi kehidupan di muka bumi. 

Kesimpulan
Setiap manusia itu memiliki iman yang kehadirannya  dalam jiwa setiap manusia itu tidaklah sama. Namun intinya, dengan imanlah yang dapat menggerakkan hidup kita untuk mampu bangkit dari setiap permasalahan hidup. Begitupula halnya denganDao/ jalan suci, yang merupakan landasan hidup bagi manusia Junzi itu akan dapat dilaksanakan apabila manusia sudah meliputi dirinya dengan iman. Karena tanpa iman, tidaklah mungkin kita dapat melaksanakan hidup dalam jalan suci yang Tian firmankan.

Apabila manusia sudah memegang teguh dirinya dengan iman, maka tiada kebahagiaan yang lebih besar dari hal apapun di dunia, dan kaitannya dengan Dao/jalan suci akan senantiasa mampu hidup di dalammya. Sehingga apa yang menjadi harapan segenap umat manusia di dunia dalam memperoleh berkat Tian akan bisa terwujud.

 

Daftar Pustaka

  • Lim Khung Sen, ed,  Hidup Bahagia Dalam Jalan Suci Tian. Jakarta:  Gerbang Kebajikan Ru,  2010
  • MajelisTinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).KitabSishu (KitabYangEmpat).Jakarta :MATAKIN, 2012
  • Setio Kuncono Ongky.2016, Pengalaman Spiritual, SPOC, Sidoarjo:2016

Catatan

  1. Lim Kung Shen, Hidup Bahagia dalamJalan suci Tian, Gerbang Kebajikan Ru:Jakarta 2010, hal:115
  2. Kitab Su Si agama Khonghucu
  3. ibid
  4. ibid
  5. ibid
  6. ibid
  7. ibid
  8. ibid
  9. ibid
  10. Ws.Ongky Kuncono, Pengalaman Spiritual, SPOC, Sidoarjo:2016, hal: 6

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:25 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:104 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:214 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:293 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:353 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:295 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:167 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:135 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:151 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:169 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 59 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com