spocjournal.com

Hubungan Iman dengan Bakti

 

Oleh: Jane Linasari Bahagianto


Manusia dijelmakan Tuhan melalui ayah bundanya.Ini suatu kebenaran yang tidak bisa di ingkari oleh anak. Oleh karena itu ada orang tua atas anak-anaknya dan sebagai konsekuensinya ada kewajiban bakti dari anak-anak terhadap orang tua.

Semua makhluk di dunia ini berasal dari Tien akan kembali kepada Tien, maka manusia memiliki tugas mulia di dunia untuk membantu pekerjaan Tien dengan menata kehidupan di dunia ini dengan baik, tertib, damai sejahtera. Manusia juga memiliki tugas untuk memuliakan Tien kepada manusia yang tidak terbatas itu harus disikapi dengan rasa syukur melalui doa dan sembah sujud.

Manusia diciptakan Tian Tuhan YME melalui ayah dan ibu, hidup kodaratnya bersifat jasmani dan rohani. Jasmani dan rohani dua unsur yang merupakan bagian utuh manusia hidup, manusia unsur jasmani dan rohani memungkinkan memiliki perasaan nurani yang bisa merasakan keberadaan Tian sebagai khalik pencipta alam. Yang nampak adalah bentuk fisik sedangkan yang tidak nampak adalah bentuk rohani yang merupakan alam metafisika.

Hati menjadi jembatan penghubung yang menjadikan seseorang seperti dikatakan Mengzi, terdapat dalam kitab Bingcu VIIA:1  “Yang benar-benar dapat menyelami hati, akan mengenal watak sejatinya, yang mengenal watak sejatinya akan mengenal Tuhan Yang Maha Esa” Laku bakti adalah suatu alat untuk membina diri, agar manusia dapat menjalankan kebajikan,

Seperti terdapat dalam kitab Bakti (1:6):
Adapun Laku Bakti, dimulai dengan melayani orangtua, selanjutnya mengabdi kepada pemimpin dan akhirnya menegakkan diri.

Dengan mengabdi dan berbakti kepada orangtua, manusia dapat mengembangkan watak sejati, yaitu karunia Tuhan yang dikaruniakan kepada setiap manusia. Dalam hidupnya manusia mengenal dan dekat hubungan dengan sesama adalah orang tua sendiri yang merawat semasa kita dari mulai dikandungan ibu sampai kita lahir. Dalam tangis lapar dan dahaga, suapan kasih orangtua dan tetesan air susu ibu memberi kepuasan. Dalam belaian kasih orang tua, sang anak tertidur. Dalam keadaan sakit, gendongan orang tua memberikan kenyamanan orang tua tidak pamrih melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya terhadap anak-anaknya.

Ketika Bing Bu Pik seorang murid Nabi Khonghucu bertanya hal Laku Bakti, Nabi menjawab, Seperti terdapat dalam kitab Sabda Suci II:6 “Orang tua merasa sedih kalau anaknya sakit”. Laku bakti terhadap orangtua adalah perbuatan mulia dan perbuatan mulia ini tentu menjalar sampai pada perbuatan-perbuatan lain.
Cingcu berkata, Sungguh besar makna laku bakti!, Seperti terdapat dalam kitab Bakti VII: 1-2 “Nabi bersabda, sesungguhnya Laku bakti, ialah hukum suci Tuhan, kebenaran daripada bumi, dan yang wajib menjadi perilaku rakyat. Selanjutnya terdapat dalam kitab Bakti IX: 1, Watak-watak yang didapati diantara langit dan bumi, sesungguhnya manusia yang termulia, di antara perilaku manusia, tiada yang lebih besar daripada laku bakti. Kemudian dalam kitab Bakti I:4, Nabi Khongcu bersabda, “Sesungguhnya laku bakti itu ialah pokok kebajikan dari padanya ajaran agama berkembang.


Pembahasan

Orang tua ialah yang paling dekat dengan kita, kepadanya hubungan paling mula memberi kasih sayang, memberi budi dan jasa, guru pertama dalam kehidupan, mereka yang mewakili Tuhan Yang Maha Esa memelihara menjadi perantara anak-anak terhadap Tian. Dengan bakti, manusia tidak lupa pada akarnya, kepada hakekat kemanusiannya, kepada khaliknya, kepada Tian.1, 2 Dalam ajaran agama Khonghucu laku bakti ada tiga tingkatan, yaitu tingkat pertama hanya dapat memberi perawatan dan juga dikala sudah berpenghasilan dapat memberi uang, sandang dan pangan kepada orang tua yang sudah tidak berpenghasilan dapat memberi uang, sandang dan pangan kepada orang tua yang sudah tidak berpenghasilan.

Tingkat kedua, tidak mencemarkan nama orangtua dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar tata susila, tidak melakukan hal-hal yang dapat memalukan oragtua sekalipun tiada selanjutnya tingkat ketiga, memuliakan nama orangtua dengan mecakup perbuatan-perbuatan tingkat pertama dan kedua.

Kalau seseorang sudah mempunyai anak akan lebih pasti merasakan kasih sayang mendalam orang tua terhadap anaknya dan pada saat-saat tertentu ada rasa prihatin mendalam, dengan majunya ilmu pengetahuan, sering dilihat ada orangtua yang hidup dalam kesedihan karena ulah anaknya. Nasihat orangtua dilanggar, sepatah kata orangtua dibalas dengan kata-kata kasar dan anak jadi pemberontak dalam keluarga. Orangtua tidak diindahkan lagi padahal hidupnya masih tergantung pada orangtuanya. Ada yang sudah dewasa, mereka sombong karena sudah bisa memberi uang, makanan, pakaian sehingga berlaku kasar, tidak hormat kepada orangtua. Sesudah berumah tangga, dikala lanjut usia, ada hasutan isteri atau suami membawa orangtua ke panti jompo dan cukup membayar perawatannya. Betapa sedih hati orangrua itu, ketika Cu Yu bertanya hal laku bakti Nabi menjawab seperti dalam kitab Sabda Suci II:4 “dikatakan laku bakti katanya asal dapat memelihara, tetapi anjing dan kudapun dapat memberi pemeliharaan. Bila tidak disertai hormat apa bedanya”

Selanjutnya terdapat dalam kitab Sabda Suci II:8, “Sikap wajahlah yang sukar. Ada pekerjaan, anak melakukan sekuat tenaga ada anggur dan makanan lebih dahulu disuguhkan kepada orangtua, kalau hanya demikian saja, cukupkah dinami laku bakti.
Budi orangtua tidak mungkin dibalas oleh anak disepanjang hidup orangtuanya. Dalam keimanan agama khonghucu mengajarkan sembahyang leluhur sebagai lanjutan rasa bakti dari anak-anak yang sudah tidak ada

Kemudian dalam kitab Sabda Suci II:7, pada saat hidup layanilah sesuai kesusilaan,ketika meninggal dunia, makamkanlah sesuai dengan kesusilaan.
Selanjutnya dalam kitab Savda Suci II:9, Hati-hati pada saat orangtua meninggal dunia dan jangan lupa memperingati sekalipun telah jauh dengan demikian rakyat akan kembali tebal kebajikannya.Dalam hal sembahyang Nabi Khongcu mengajarkan tidak mewah mencolok, yang ditekankan Nabi ialah melaksanakan dengan kesusilaan dan karena itu sesuatu kekeliruan besar bila ada yang mengatakan tenaga yang banyak.

Seperti yang terdapat dalam kitab Sabda Suci III:4 Didalam upacara duka, daripa mempeributkan perlengkapan upacara duka, lebih baik sederhana. Didalam upacara duka, daripada meributkan perlengkapan upacara, lebih baik ada rasa sedih yang benar.

Bersembahyang itu harus sungguh-sungguh dan harus dilaksanakan sendiri. Seperti dalam Kitab Sabda Suci III:12, “Pada wakt sembahyang kepada leluhur, hayatilah akan kehadirannya dan waktu sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Rokh, hayati pula aka kehadirannya. Nabi bersabda, kalau aku tidak ikut sembahyang sendiri, aku tidak merasa sudah sembahyang.

Upacara sembahyang leluhur selain sebagai lanjutan bakti dari anak-anak kepada orangtuanya yang telah tiada tapi lebih dari itu adalah lanjutan suatu persujudan bakti kepada maha leluhur umat manusia yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa, pencipta dan pemilik alam semesta dan persujudan bakti selalu dilaksanakan lebih dahulu sebelum penghormatan kepada leluhur. Karena itu seorang anak yang berbakti tidak aka mewakilkan upacara sembahyang kepada orang lain, dan dari raja sampai rakyat jelata mempunyai satu kewajiban yang sama.

 

Daftar Pustaka

Hanny Kilapong, Bunga Rampai Nilai-nilai Khonghucu, Manado:Matakin, 2008
Setio Kuncoro Ongky, Pengalaman Spritual. Jakarta:SPOC, 2016
Tjhie Tjai Ing,Panduan Pengajaran Dasar Agama Khonghucu, Ru Jiao Ji Chu Jiao Yu Xiang Dao Ke Ben. Sala: Matakin, 2006.
___________ . Selayang Pandang Sejarah Suci Agama Khonghucu. Sala :Matakin, 2006.

Catatan

  1. Tjie Tjay Ing, “Panduan Pengajaran Dasar Agama Khonghucu”, Matakin h.26
  2. Hanny Kilapong, “Bunga Rampai Nilai-nilai Khonghucu” :Manado, Februari 2008 h.31

 

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 43 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com