spocjournal.com

Agama Khonghucu Anugrah Tian Buat Hidupku

Oleh: Ws. Widi Priyatno

Wei De Dong Tian,
Dengan panjatan puji syukur kehadirat Tian Khalik semesta alam, ku coba tuliskan pengalaman hidupku dalam mempelajari dan mengimani agama Khonghucu sebagai pedoman dan penuntun hidup ini. Tak pernah terbayang sebelumnya akan banyak hal yang aku alami dalam hidup ini.semula hanya ingin mempelajari agama yang mengerti dengan baik dan benar, bukan hanya asal mengikuti saja. Awal tahun 1998 aku mulai belajar agama khonghucu dari ke ingin tahuan ku tentang sebuah ajaran agama. Sebelumnya sudah ku coba belajar agama, berbagai agama yang ada disekitarku melalui orang-orang yang aku kenal, sampai membaca buku-buku keagamaan. Namun semua itu belum dapat kupahami bahkan sekedar tahupun aku belum tahu apa itu ajaran agama. Setelah melalui “ pencarian “ istilah yang aku pakai akhirnya aku bertemu dengan Jiao Sheng Uun Rubianti rokhaniwan MAKIN Banjar, dari beliaulah aku  mengenal dan mulai belajar tentang Agama Khonghucu. Kebaktian pertama yang aku ikuti di Litang MAKIN Banjar, dengan pengkhotbah alm. Ws Suryo Bawono dari Ambarawa. Walaupun belum mengerti dengan baik tentang Agama Khonghucu namun kotbah beliau membakar semangatku untuk belajar lebih dalam lagi tentang Agama Khonghucu. Waktu itu Alm  Ws Tanjung Pahala yang membimbing dan mengasuh kebaktian di Priangan Timur (Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar) pulang kampung ke semarang tidak melanjutkan lagi mengasuh di Priangan Timur. Melihat kondisi kebaktian MAKIN Banjar yang di laksanakan setiap Ce iet Cap Go kalau tidak ada Rohaniawan yang mengisi kebaktian  terasa hambar, karena Kebaktian dilaksanakan hanya sembahyang bersama dan nyanyi – nyanyi rohani .  Karena tidak setiap Ce iet Cap Go MAKIN Banjar mengundang Rokhaniwan dari luar kota untuk Jiang Dao, maka dengan modal nekat aku yang baru beberapa bulan ikut belajar Khonghucu memberanikan diri untuk mengisi kebaktian dengan meminta izin kepada Jiao Sheng Uun Rubianti dan ternyata mengijinkan saya untuk belajar. Dengan penuh percaya diri karena merasa sudah menyiapkan materi jadilah aku berbicara di mimbar, namun apa yang terjadi.... gemetar menyelimuti diri, materi yang sudah dipersiapkan hilang dari ingatan. Dengan berbekal catatan kecil akhirnya tidak sampai sepuluh menit aku sudahi pengalaman pertamaku berbicara dimimbar, lega rasanya dan ternyata pengurus umat MAKIN Banjar waktu itu  bisa menerimanya. Sehingga dari situlah setiap Ce Iet Cap Go kalau tidak ada pengkhotbah dari luar kota aku selalu menawarkan diri, dan itu membuat rasa percaya diriku tumbuh semakin besar.Perlu di ketahui aku adalah tipe orang yang pemalu dan kuper alias kurang pergaulan, sampai sampai oleh teman-teman di lingkungan rumah aku dijuluki “Si bujang Pingitan“

Karena hampir tidak pernah keluar malam walau hanya untuk sekedar nongkrong  ngobrol dengan teman-teman. Namun berkat karunia Tian dengan belajar agama khonghucu rasa percaya diriku tumbuh  dan aku bisa bergaul dengan siapa saja, walau kadang  masih juga rasa minder itu ada kalau berkumpul dengan orang- orang hebat. Tetapi aku bersyukur karena bisa mendapatkan kesempatan yang tidak semua orang mendapatkannya. Sampai akhirnya pengurus MAKIN Banjar menawariku untuk bekerja di MAKIN Banjar. Dari situ semakin banyak waktuku untuk belajar agama Khonghucu dengan membaca buku-buku yang ada di MAKIN Banjar dan juga bertanya kepada Rokhaniwan yang datang ke banjar untuk Jiang Dao ,kesempatan emas itu tidak pernah aku sia-siakan untuk menimba ilmunya. Dan gemblengan dilapangan aku terima dari para senior, dari melayani upacara duka sampai acara doa syukur datang silih berganti baik dari banjar maupun dari ciamis. Walaupun saat itu aku masih seorang umat biasa / Dao Qin . Tanggal 22 desember 2007 di Solo dengan banyak  umat dan rokhaniwan lain aku menerima lie Yuan sebagai Jiao Sheng ,  setelah kurang lebih  seminggu mengikuti diklat yang diadakan waktu itu di Litang Gerbang Kebajikan MAKIN SOLO. Semua itu aku Cuma  modal nekat, karena tanpa pengetahuan agama yang  baik dan mumpuni aku berani menerima tugas suci melanyani umat sebagai Jiao Sheng. Dan aku berusaha melanyani sebaik mungkin semampuku umat di peringan timur.  Tahun 2012 MATAKIN mengadakan  Ziarah Tour  ke makam Nabi Kongzi  dan inilah perjalanan pertamaku ke luar negeri, itu semua atas biaya dari umat MAKIN tasikmalaya yaitu pasangan suami istri bapak Harry Tanudjaja dan Ibu Jiao Sheng Hanida Harry. Tak lepas pula bekal dari umat MAKIN Banjar dan Ciamis, Xie Tian Zhi En sampai juga aku ke makam Nabi Kongzi tanpa rencana apalagi mimpi itu semua adalah karunia Tian dan bimbingan Nabi yang aku terima melalui para umat agama Khonghucu di periangan timur. Masih oleh pak Harry  dan ibu Hanida  tahun 2016 aku diajak jalan-jalan lagi  ke negeri Singa selama 4 hari. Teman teman ku bilang Js widi hanya modal Wei De Dong Tian bisa jalan-jalan ke berbagai kota dan sampai ke luar negeri. Memang benar aku hanya modal percaya dengan kuasa dan kasih Tian dan berusaha melaksanakan ajaran Nabi di dalam kehidupan ini yaitu belajar dari tempat rendah menuju tinggi melayani umat dengan baik. Kehidupan  Rumah tangga ku pun cukup bahagia dengan seorang istri dan tiga orang anak, satu putra dua putri. Dengan Rahmat Tian merekapun mengimani agama khonghucu, aktif di kebaktian dan kegiatan MAKIN lainnya. Itu semua tanpa paksan apalagi ancaman, seperti apa yang di ajarkan nabi Kongzi dan dikatakan oleh A xing Mengzi : “ Kalau diri sendiri tidak mau menempuh jalan suci, anak istri pun tidak mau menempuhnya ........” . Dan itu semua aku lakukan sesuai dengan ajaran nabi, anak istriku melihat dan mendengar apa yang aku lakukan di dalam melanyani umat, pada akhirnya dengan kesadaran sendiri ikut aktif di kebaktian. Isriku adalah suku sunda dan aku suku jawa, ternyata benar bahwa agama itu untuk semua umat manusia apapun ras, suku dan bangsanya. Apa yang membuat aku begitu memegang erat iman Konfusini ini ? apa karena aku bisa jalan-jalan gratis ke berbagai kota dan keluar negeri ????  BUKAN !!!! .

Yang aku dapatkan adalah pelajaran tentang arti kehidupan satya dan tepa salira,serta berusaha memahami sangkan paraning dumadi. taqwa kepada firman Tian dan tenggang rasa kepada sesama manusia sebagai modal pokok hidup di dunia, untuk meraih rakhmat dan karunia Tian. Itulah yang aku rasakan dan aku terima sampai saat ini.  Shanzai

 

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 52 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com