spocjournal.com

Hubungan Antara Bakti Dengan Keimanan Agama Khonghucu

Oleh: Sudemi

Pendahuluan
Laku bakti merupakan sendi utama dalam agama Khonghucu, iman yang tidak terpisahkan dari ajaran agama Khonghucu, melalui kedua orang tua, manusia menerima hidup jasmani dan rohani, menerima kasih sayang, budi pekerti sebagai bimbingan hidup. Hubungan orang tua dan anak adalah sikap yang alami dan suci, dengan kata  lain laku bakti adalah memuliakan hubungan yang menjadi sendi utama agama Khonghucu dan menjadi pokok kebajikan sikap dan perbuatan manusia. Sikap dan perbuatan memuliakan hubungan yaitu hubungan manusia dengan Tian Yang Maha Esa sebagai pencipta, hubungan manusia dengan alam sebagai sarana hidup, dan hubungan antara manusia dengan sesama manusia. Maka di dalam hubungan antara sesama manusia terikat pada apa yang dikenal sebagai dasar Lima Hubungan Kemasyarakatan (Wu Lun).

Adapun Jalan Suci yang harus ditempuh manusia di atas dunia ini mempunyai lima perkara dan tiga pusaka di dalam menjalankannya, yakni hubungan raja dengan menteri, ayah dengan anak, suami dengan isteri, kakak dengan adik dan kawan dengan sahabat; Lima Perkara  inilah Jalan Suci yang ditempuh di dunia. Kebijaksanaan, Cinta Kasih dan Berani; Tiga Pusaka inilah Kebajikan yang harus ditempuh. Maka yang hendak menjalani haruslah satu tekadnya.” (Zhong Yong XIX : 8)

Dari Lima Hubungan yang disebut diatas, maka hubungan yang alami adalah hubungan antara orang tua dengan anak, karena setiap anak pastilah memiliki orang tua, maka hubungan antara orang tua dan anak adalah yang terbesar.
Dalam kehidupan masyarakat, lima hubungan Khonghucu tentu saja tidak bisa kita lepaskan dengan hubungan kita dengan Tian sebagai pencipta Alam Semesta dan hubungan kita dengan Alam Semesta. Maka lima hubungan Khonghucu terus mengembang menjadi lebih luas lagi menjadi Tian, Di, Ren (Tian, Alam Semesta dan manusia), yakni hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam semesta dan hubungan manusia dengan Tian sebagai pencipta alam semesta.1

Nabi Kongzi bersabda, “Sesungguhnya Laku Bakti itu ialah pokok kebajikan, daripadanya ajaran agama berkembang. Tubuh,  anggota badan, rambut dan kulit, diterima dari ayah dan bunda, perbuatan tidak berani membiarkannya rusak dan luka, itulah permulaan laku bakti. Menegakkan diri hidup menempuh Jalan Suci, meninggalkan nama baik di jaman kemudian sehingga memuliakan ayah bunda, itulah akhir laku bakti. Adapun laku bakti itu, dimulai dengan melayani orang tua, selanjutnya mengabdi kepada pemimpin, dan akhirnya menegakkan diri.” (Xiao Ching  I : 4-6)
Dari ayat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa laku bakti merupakan sendi utama iman dalam agama Khonghucu yakni memuliakan hubungan antara manusia dan Tian melalui adanya ayahbunda dalam sikap satya kepada Tian.

Pendapat ini juga dinyatakan oleh beberapa Tokoh Agama Khonghucu, menurut Xs.Tjhie Tjay Ing, “Di dalam menegakkan Firman, menggemilangkan Kebajikan dan mengamalkannya itu, ajaran agama Khonghucu menunjukkan dan membimbingkan agar dimulai dengan merawat semangat dan melaksanakan laku bakti. Ini adalah landasan dasar yang paling dasar dan manusiawi karena hidup mengemban Firman, lahir di dunia ini adalah lewat orang tua dan leluhurnya, maka selalu ingat dan taqwa terhadap Tian, tidak melupakan orang tua dan leluhur adalah sikap hidup tidak melupakan yang pokok, yang diridhoi Tian.2
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ws.Ongky Setyo Kuncono, “Berbakti kepada orang tua merupakan jalan kebajikan menuju kepada Tian Yang Maha Esa. Meskipun dalam pelaksanaan bakti itu diawali dengan penghormatan kepada orang tua yang melahirkan, membesarkan dan membantu kesuksesan hidup. Tujuan dari bakti pada akhirnya sujud, patuh, zhong (satya) kepada Tian Yang Maha Esa" 3.

Keluarga adalah sarana yang paling dekat untuk mewujudkan sikap satya dan tepasalira yang didalamnya terkandung sikap hormat kepada orang tua adalah langkah pertama hormat kepada Tian Yang Maha Esa, perilaku bakti kepada orang tua adalah wujud nyata bakti kepada Tian Yang Maha Esa dan sembahyang kepada leluhur adalah sembahyang kepada kebesaran Tian Yang Maha Esa. Keluarga bukan hanya suami istri yang hanya membesarkan anak-anaknya saja, tetapi juga mencakup hubungan yang sakral yakni saling mengasihi dalam keluarga yang harmoni. Laku bakti merupakan sarana yang paling baik untuk membina diri, mengemilangkan kebajikan yang bercahaya dalam Jalan Suci Tian. Seperti disabdakan Nabi Kongzi “Untuk mendidik rakyat untuk saling mengasihi, tiada yang lebih baik dari laku bakti……” (Xiao Ching  XII : 1)

Masalah
Di jaman saat ini, hubungan antara orang tua dan anak terkadang kurang harmonis, orang tua sibuk dengan urusan bisnisnya dan anak-anak dimanjakan dengan teknologi masa kini. Di Negara-negara Barat hubungan orang tua dan anak seperti hubungan antar teman, maka tidak heran dikota-kota besar di negera Barat terdapat banyak panti jompo maupun panti sosial, karena tidak ingin pekerjaannya terganggu oleh tanggungjawab terhadap orang tuanya, sehingga mereka menitipkan orang tuanya di panti jompo. Nabi Kongzi bersabda, “Sekarang yang dikatakan laku bakti katanya asal dapat memelihara, tetapi anjing dan kuda pun dapat memberi pemeliharaan. Bila tidak disertai hormat, apa bedanya?” “Sikap wajahlah yang sukar. Ada pekerjaan, anak melakukan dengan sekuat tenaga, ada anggur dan makanan, lebih dahulu disuguhkan kepada orang tua, kalau hanya demikian saja, cukupkah dinamai laku bakti?” (Lun Yu II : 7-8)

Renggangnya hubungan orang tua dan anak menyebabkan rasa hormat anak terhadap orang tua dan rasa kasih sayang terhadap anak pun tidak saling memiliki. Mantan Perdana Menteri Singapura pada tahun 1982, pernah berucap, “Adalah memalukan bagi pemeluk-pemeluk Confucius secara tradisional yang membiarkan orang tua mereka hidup sendiri dan kesepian”. Kebijaksanaan Lee Kuan Yew menjatuhkan pilihan pada Confucianisme di antara berbagai pilihan dalam rangka membentuk jiwa bangsa Singapura.4  Lee Kuan Yew menggunakan Etika Khonghucu sebagai dasar pendidikan untuk membentuk karakter masyarakat Singapura dalam menghadapi perubahan masyarakat industrilisasi.

Seorang yang berpendidikan adalah seorang yang memiliki moralitas tinggi. Orang yang memiliki pengetahuan tetapi tidak berpendidikan (tidak memiliki moralitas yang tinggi) tidak bisa disebut Jun Zi, inilah standar yang dipakai untuk mengukur kualitas manusia di dalam tradisi masyarakat Tionghoa (Khonghucu). Prinsip dasar dan target akhir pendidikan adalah pembinaan pribadi yang penuh Cinta Kasih atau Ren, kemampuan memuliakan hubungan atau bakti dalam setiap interaksinya dengan semua unsur kehidupan, kemampuan mengendalikan emosi, memiliki ketulusan (hati), dan pelaksanaan kebajikan yang lainnya, sehingga pembinaan moralnya berkembang terus dari hari ke hari. 5

Pembinaan diri merupakan dasar utama pendidikan etika. Pembinaan diri meliputi pengetahuan, sikap dan prilaku. Pendidikan artinya mendidik anak menjadi baik. Membina diri atau belajar tidak hanya anak-anak saja, tetapi orang tua pun harus membina diri, supaya menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua harus bisa memberikan pendidikan yang baik bagi anaknya, pendidkan yang baik akan meningkatkan pengetahuan sumber daya bagi anak itu sendiri dan bertempat tinggal dengan lingkungan yang baik. Anak-anak adalah peniru terbaik, anak-anak belajar dengan melihat dan meniru perilaku orang-orang terdekat disekitar lingkungan mereka. (contoh kasus terlampir). Nabi Kongzi bersabda, “Bertempat tinggal dekat tempat kediaman orang yang berperi cinta kasih, itulah yang sebaik-baiknya. Bila tidak mau memilih tempat yang disuasanai cinta kasih itu, bagaimana memperoleh kebijaksanaan?” (Lun Yu IV : 1)

Pembinaan diri merupakan wujud dari sikap laku bakti dalam menjalin hubungan yang harmonis antar manusia yang bersifat cinta kasih. Hubungan yang harmonis antar manusia dapat dikelompokkan dalam lima kategori besar sebagaimana tertulis dalam Kitab Mengzi : “…..Orang perlu Jalan Suci, maka setelah dapat makan kenyang, pakaian hangat lalu dibiarkan tidak diberi pendidikan, niscaya akan mendekat sifat burung dan hewan liar. Maka Nabi itu pun merasa sedih, lalu menyuruh Siat menadi menteri pendidikan untuk mendidik rakyat tentang hubunga kemanusiaan. Antara orang tua dan anak ada Kasih, antara pemimpin dan pembantu ada kebenaran/keadilan/kewajiban, antara suami dan istri ada pembagian tugas, antara yang tua dan yang muda ada pengertian tentang kedudukan masing-masing dan antara kawan dan sahabat ada sifat dapat dipercaya. (Mengzi III.A:8).

Kesimpulan
Bakti adalah pokok dasar agama Khonghucu, daripadanya ajaran agama berkembang, karena hubungan antar manusia yang harmonis selalu didasarkan para prinsip kebajikan. Laku bakti merupakan sarana yang paling baik untuk membina diri, mengemilangkan kebajikan yang bercahaya dalam Jalan Suci Tian.

Renggangnya hubungan orang tua dan anak menyebabkan rasa hormat anak terhadap orang tua dan rasa kasih sayang terhadap anak pun tidak saling memiliki. Sisi yang baik adalah meningkatkan pendidikan yaitu pembinaan pribadi yang penuh Cinta Kasih atau Ren, kemampuan memuliakan hubungan atau bakti dalam setiap interaksinya dengan semua unsur kehidupan, kemampuan mengendalikan emosi, memiliki ketulusan (hati), dan pelaksanaan kebajikan yang lainnya, sehingga pembinaan moralnya berkembang terus dari hari ke hari. Pembinaan diri meliputi pengetahuan, sikap dan prilaku.

Diri yang terbina membangun hubungan kemanusiaan. Setiap orang memiliki kewajiban pokok untuk membina diri. Hubungan antara manusia dapat dikelompokkan dalam lima kategori besar sebagaimana tertulis dalam kitab Mengzi III.A: 8 tentang hubungan kemanusiaan: antara orang tua dengan anak ada kasih, antara pemimpim dengan pembantu ada kebenaran, antra suami dengan istri ada pembagian tugas, antara yang tua dan yang muda ada pengertian tentang kedudukan masing-masing, antara kawan dengan sahbat ada sifat dapat dipercaya.

Daftar Pustaka

  • Su Si (Kitab Yang Empat) Kitab Suci Agama Khonghucu, Solo, MATAKIN, 1994
  • Hau King (Kitab Bakti), MATAKIN, 1989
  • Setio Kuncono, Ongky, Tomorrow Spirit Sebuah Pemahaman Khonghucu Dari Sisi Lain, Jakarta, Gerbang Kebajikan Ru, 2015
  • Tim Penyusun, Kumpulan ceritera anak-anak berbakti pelengkap Kitab Bakti (Hauw King), Solo  MATAKIN, 1988
  • Tim Penyusun, Pendidikan Budi Pekerti Pedoman Perilaku Siswa Di Zi Gui, Tangerang, Perguruan Setia Bhakti, 2011

Catatan

  1. Ongky Setio Kuncono. Tomorrow Spirit Sebuah Pemahaman Khonghucu dari Sisi Lain. (Jakarta : Gerbang Kebajikan Ru, 2015) h.137
  2. Tim Penyusun. Kumpulan ceritera anak-anak berbakti pelengkap Kitab Bakti (Hauw King). (Solo : MATAKIN, 1988) h. 33
  3. Ongky Setio Kuncono. Tomorrow Spirit Sebuah Pemahaman Khonghucu dari Sisi Lain. (Jakarta : Gerbang Kebajikan Ru, 2015) h.45
  4. Harian Sinar Harapan, Jum’at, 30 Juli 1982/Ajaran Confucius Sudah Mulai Diajarkan Di Sekolah-sekolah Dasar Singapura
  5. Tim Penyusun. Pendidikan Budi Pekerti. (Tangerang, Perguruan Setia Bhakti), h.iv

 

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:25 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:104 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:214 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:293 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:353 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:295 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:167 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:135 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:151 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:169 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 78 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com