spocjournal.com

Pengalaman Spiritual : Kebahagiaan, Pengakuan Masyarakat

 

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Keutuhan akan pengakuan dari masyarakat sangat penting sekali dalam terbentuknya kebahagiaan. Orang akan bisa hidup bahagia ketika mereka bisa diterima masyarakat dan diakui posisinya dalam masyarakat.

Mrs. Semiati, seorang yang berasal dari Marengan, Sumenep-Madura dalam kehidupannya sangat miskin sekali. Kondisi hidupnya yang serba kekurangan harus membesarkan keempat anaknya. Mrs.Semiati yang dulunya sering hutang barang kebutuhan pokok di pasar, hingga banyak orang disekelilingnya yang merendahkan bahkan menghina karena kemiskinannya, beliau tetap tegar dalam menghadapi hidupnya. Atas ketekunannya itu, anak-anaknya bisa mandiri hingga saat sekarang menjadi milyarder (orang yang sukses). Memang ketika anak-anaknya sukses Mrs.Semiati hidupnya mulai membaik dan tidak pernah lagi hutang kepada tetangganya serta orang-orang di pasar, namun demikian lingkungan hidupnya tetap saja melihat dirinya dengan sebelah mata.

Kondisinya  menjadi   berbalik   180   derajat   ketika anak-anaknya berinisiatif  untuk mengadakan peringatan ulang tahunnya yang ke 70. Kemudian dibuatlah papan reklame yang sangat besar di dekat tempat tinggalnya agar masyarakat yang berada di sekitarnya tahu bahwa Mrs. Semiati berulang tahun. Bukan kesombongan yang ingin ditonjolkan dari ide anak-anaknya tersebut, melainkan hal itu dilakukan sebagai bentuk laku bakti seorang anak kepada orang tua dengan  menempatkan posisinya pada tempat yang terhormat dan tidak akan dihina, dicaci maki lagi oleh lingkungan  kehidupannya. Oleh  karena  itu,  masyarakat sekitarnya disewakan beberapa bus untuk menghadiri perayaan ulang tahun Mrs.Semiati yang diadakan di salah satu hotel mewah yakni Santika Hotel di Surabaya.

Pada waktu itu saya beserta istri menghadiri acara ulang tahun yang mewah itu. Dengan memakai gaun yang mewah, roti terbesar serta hiasan perlengkapan pesta yang sungguh mengagumkan. Semua sahabat dan teman-teman dari Sumenep datang menghadiri acara ulang tahun Mrs. Semiati yang mewah itu. Begitulah wajah Mrs.Semiati nampak semringah,dipenuhi rasa kegembiraan.

Tibalah saatnya orang-orang yang dahulunya menghina dan meremehkan Mrs.Semiati, sekarang sudah mengakui dan menyadari bahwa Mrs.Semiati bukan lagi seperti yang dahulu lagi, tetapi seorang wanita tua yang hidup dengan bahagia dengan memiliki anak-anak yang sudah sukses. Inilah bentuk dari laku bakti anak kepada orang tuanya dan juga bentuk dari aktualisasi diri agar Mrs. Semiati mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Bukan kesombongan dan hidup berfoya-foya, melainkan bagian dari kebutuhan untuk menaikkan derajat dan penghormatan orang tua secara wajar.

Saya dan istri tanpa terasa sampai  meneteskan air mata ketika menyaksikan kebahagiaan Mrs.Semiati. Bersyukurlah Mrs.Semiati sebab engkau telah  memiliki anak bernama Budi yang sangat sayang kepada ibunya, yang berbakti kepada orang tuanya. Saya sendiri merasa sangat iri karena belum bisa melakukan hal yang sama kepada ayah dan ibu saya yang masih hidup saat ini. Budi telah melakukan laku bakti yang sangat luhur seperti anjuran Nabi Kongzi ketika muridnya yang bernama Fanchi bertanya hal laku bakti, ”Apakah yang Guru maksudkan? Nabi menjawab, ”Pada saat hidup, layanilah sesuai dengan Kesusilaan (Li); ketika meninggal dunia, makamkanlah sesuai dengan Kesusilaan (Li) ; dan sembahyangilah sesuai dengan Kesusilaan (Li)“ (Sabda Suci /Lunyu II:5/3).

Memberikan kebahagian kepada orang tua pada saat masih hidup akan lebih berarti ketimbang melakukan upacara mewah pada saat kematiannya. Budi telah memberikan kebahagiaan kepada ibunya bukan hanya sekedar perayaan ulang tahun yang mewah saja melainkan ia juga mengajak ibunya berjalan-jalan ke luar negeri untuk menikmati indahnya dunia.

Apa yang telah dilakukan oleh Budi adalah merupakan salah satu bentuk dari pelayanan anak kepada orang tuanya sebagai rasa sayang dan cintanya. Ia tak ingin orang tuanya mendapatkan perlakuan yang tidak adil dalam masyarakat. Inilah tauladan bakti yang bisa dicontoh sepanjang hidup kita.

Berkaitan dengan kisah tersebut di atas ada beberapa ciri orang yang bahagia, sebagai berikut :

A. Orang  Bijaksana Pasti Bahagia
Orang   yang   Bijaksana   pasti   akan   mendapatkan suatu kebahagiaan sebab orang yang bijaksana mampu menggunakan alam pikirannya dan hatinya dengan seimbang. Mereka menghadapi segala sesuatunya dengan akal dan hati nurani yang terpadu secara baik. Pertimbangan akal dan hati nurani dalam menghadapi persoalan hidup akan menjadikan seseorang itu bisa merasakan kebahagiaan. Orang Bijaksana juga bisa mengendalikan emosi dan nafsu negatif dengan demikian mereka akan mampu membuat suasana bathinnya terasa nyaman dan bahagia.

Kenyataan tersebut pernah didiskusikan oleh Mengzi dengan seorang raja bernama Hui; Ketika Mengzi menemui raja Hui dari Negeri Liang. Ketika itu, raja berdiri di tepi telaga buatan sambil melihat berjenis-jenis angsa dan rusa. Raja bertanya, Dapatkah seorang Bijaksana menikmati hal semacam ini ?

Mengzi menjawab, “ Bahkan hanya seorang Bijaksana yang dapat menikmati benar-benar. Seorang yang tidak Bijaksana, meskipun mempunyai, tidak dapat menikmati (Mengzi I A : 2/1-2).

Seorang yang Bijaksana meskipun tidak memiliki, mereka bisa merasakan kebahagiaan. Sebaliknya banyak pula orang yang memiliki harta yang berlimpah dalam kehidupannya, tetapi mereka tidak bisa merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan terletak pada hati seseorang yang menyangkut kejiwaan bukan ditentukan oleh seberapa banyak harta yang dimilikinya, namun kebahagian ditentukan pula oleh sikap mental seseorang dalam menghadapi suatu kenyataan. Kita sering melihat  pohon di taman nan indah, namun bila hati kita tidak ada disana, kita tidak akan bisa menikmatinya. Namun ada orang lain yang meskipun mereka tidak memiliki taman bunga yang indah,  mereka bisa mengamati ranting dan daunnya, bisa merasakan  indahnya  bunga  yang  indah  seindah  dalam alam pikirannya. Orang semacam itu mampu menciptakan keindahan dan kebahagiaan dalam hatinya, mereka akan bisa menikmati indahnya taman, harumnya bunga meskipun mereka tidak harus memilikinya.

Tidaklah salah apabila AlbertEinsteinberkata bahwa belum tentu orang-orang Indian yang primitif hidupnya tidak bahagia dibandingkan dengan kita-kita yang modern ini. Bisa juga orang Indian itu lebih bijaksana dibandingkan dengan kita yang modern ini? permasalahannya ada apa dengan seorang Bijaksana? Orang Bijaksana adalah seorang yang hidup dalam kesabaran, tidak mudah emosi, tidak menghakimi, bersahaja dan selalu positive thinking sehingga mereka dapat menikmati hidupnya dengan kesederhanaan, rendah hati serta menerima apa adanya. Sikap seperti itulah yang menjadikan orang Bijaksana hidupnya selalu berjuang demi Tian dan mereka bisa bahagia dalam Tian (le Tian). Mereka bersuka cita dalam Keagungan Tian Yang Maha Esa, “Yang selalu gembira didalam Tian Yang Maha Esa dapat melindungi dunia dan yang takut akan Tian Yang Maha Esa dapat melindungi negerinya.” (Mengzi IB : 32 p 201)

Seorang yang bisa merasakan hidup bahagia dengan Tian, disitulah sebenarnya surga telah ditemukan. Tian bukan  saja  mencintai  dan  menyukai  melainkan  Tian akan memberikan berkahNya kepada mereka yang bajik. Demikianlah maka dikatakan Wei De Dong Tian (Hanya dengan Kebajikan Tian berkenan ).

B.  Orang yang Hidupnya di dalam Jalan Suci Tian (Tian Dao) Pasti Bahagia
Kebahagian akan diberikan oleh Tian kepada mereka yang hidup dalam JalanNya sebab orang yang hidup didalam Jalan Suci Tian (Tian Dao) pasti akan dipermudah segala urusan kehidupannya. Oleh sebab itu, seorang yang berkebajikan  pasti  akan  mendapatkan  kedudukan  yang mulia, mendapatkan banyak berkah, mendapatkan nama baik dan panjang usia.

Maka seorang yang mempunyai Kebajikan Besar niscaya mendapat kedudukan, mendapat berkah, mendapat nama dan mendapat panjang usia” (Kitab Tengah Sempurna/ Zhongyong Bab XVI : 2 ).

Janji Tian tersebut di atas kepada umat manusia adalah nyata dan bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita hidup dalam Jalan Suci Tian (Tian Dao), kita akan menemukan kebahagiaan yang luar biasa, sebagai contoh adalah kesaksian Ws. Adjie Chandra seorang rohaniwan yang berasal dari Solo.

“ Saya merasakan bahwa sepanjang hidup  selama dalam melayani umat, khotbah, keliling kota, menjalankan tugas dengan tanpa merasa lelah,   maka selama itulah saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa, sehat dan damai“

Selama kita hidup dalam Firman Tian, tidak ada lagi menggerutu,  cengeng  dan  gampang  emosi,  melainkan Iman kita akan tumbuh berkembang seiring dengan rasa senang didalam hati kita. Suatu kebahagiaan yang tidak kita temukan di tempat lain, itulah kebahagiaan yang khusus diberikan Tian Yang Maha Esa kepada kita.

Zhanglao Slamet dari Sumenep semasa hidupnya minta  tolong  kepada  saya  untuk  bisa  menyampaikan kepada pengurus Makin Boen Bio (Wen Miao) waktu itu. Seorang yang ekonominya sudah cukup ingin dalam sisa hidupnya  mengabdikan  diri  di  Litang  Boen  Bio  tanpa harus mendapatkan honor. Beliau dengan senang hati mau bekerja untuk kebesaran agama Khonghucu. Keputusan sikap semacam itu hanya bisa dilakukan bagi orang-orang yang bisa hidup bahagia didalam Tian. Tanpa ketulusan dan keikhlasan dan bahagia dalam Tian, maka tak mungkin bisa melayani umat dengan tulus. Di dalam Kitab Sanjak (Shijing) tertulis, ”Tekun hidup sesuai Firman, memberkati diri banyak bahagia “ (Shijing III.1.1.6; Mengzi IIA :4/6)

Pada saat sekarang saya bisa merasakan kebahagiaan dan berkah yang berlimpah setelah saya berkeliling ke wilayah Kalimantan Timur setahun yang lalu. Bersama rombongan Bapak Tundra Kosasih, kami menuju Tanjung Selor, Tarakan, Nunukan   (perbatasan antara Indonesia- Malaysia), Tawau (Malaysia) dan juga Berau serta Samarinda. Perjalanan yang sangat asyik itu dalam rangka memberikan pencerahan bagi umat Khonghucu yang berada jauh di pelosok sana.

Saya yang menderita sakit maag akut menjadi ketakutan dalam perjalanan itu. Saya kawatir maag saya akan kambuh disela-sela acara yang padat sehingga bisa menggangu rencana yang sudah disusun dengan rapi. Betul juga, ketika saya makan buah jeruk  manis, gelembung udara mulai muncul dari dalam perut dan seketika itu nafas saya menjadi terasa sesak. Itulah penyakit maag saya ketika sedang kambuh. Kebetulan salah seorang dari rombongan tersebut memberikan obat bubuk (Taitian Weisan). Saya betul-betul merasa gembira karena berkat obat itu saya sembuh dari penyakit maag yang akut. Itulah obat yang didapatkan pada waktu kita bertugas didalam pengembangan agama sebagai tugas suci. Padahal bertahun-tahun saya pergi ke dokter baik didalam maupun di luar negeri, belum dapat menemukan obat yang bisa menolong saya. Tapi pada saat saya bekerja untuk Tian, Tian begitu memberikan jalan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Bagi saya obat itu adalah berkah Tian (Tian ming) yang diberikan kepada hambaNya yang sedang melakukan perjalanan suci. Inilah pengalaman spiritual bagi saya yang sangat menggembirakan sepanjang hidup saya. Inilah perjalanan yang membuat saya bahagia sampai saat sekarang. Andaikata saya tidak  menjalankan tugas suci itu, maka saya tidak akan pernah mendapatkan obat mujarab seperti itu.

 

Sembuh Dari Sakit Setelah Menemukan Tempat Pengabdian

Nama saya Rudi Gunawijaya, saya menikah dengan istri saya Novita Lioe pada tahun 1999 dan saat ini telah dikaruniai seorang anak yang bernama Fucie Indah Saputri. Setelah menikah langsung menempati rumah yang pernah ditempati lebih dulu oleh kakak perempuan saya di Perumahan Pondok Arum. Suatu malam sekitar jam 20.00 WIB saya asyik menonton sinetron Si Doel Anak Sekolahan di kamar. Di sisi lain istri saya sedang mengangkat jemuran baju di belakang rumah, selang beberapa saat saya mendengar isak tangis suara istri saya, dia menjerit kesakitan dan ternyata penyebabnya adalah tangannya terjepit alat jemuran baju yang tengah diangkatnya, tanpa sempat saya menghampiri istri saya untuk melihat keadaannya, tiba-tiba saya kejang-kejang dan tidak sadarkan diri, saya mengerang seperti orang kesurupan dan mengamuk, melihat hal itu terjadi istri saya panik dan kemudian istri saya berteriak memanggil tetangga untuk meminta pertolongan, saat itu juga saya langsung dilarikan ke RS terdekat yaitu RS. Sari Asih.

Keesokannya, pada pagi hari saya merasa ingin membaca koran, dan tepat saat itu saya melihat terdapat koran yang dimiliki oleh pasien sekamar saya, dengan cepat saya langsung meminta istri saya untuk meminjamkan koran tersebut (saya melakukannya diluar kesadaran saya). Baru sesaat saya membaca koran, tiba-tiba saya kembali kejang-kejang tidak karuan. Setelah kejadian itu, dokter menyarankan saya untuk melakukan CT Scan agar dapat mengetahui gangguan apa yang terjadi pada saraf di otak saya. Namun karena saat itu kelengkapan peralatan medis di RS. Sari Asih masih kurang, maka saya dirujuk ke RS. Siloam untuk melakukan Medical Check Up.

Setelah tiga hari dirawat di RS. Siloam, saya merasa sudah sehat dan saya memberitahukan kepada istri saya bahwa saya ingin pulang ke rumah (diluar kesadaran saya). Hari itu juga menjelang sore saya sampai di rumah, banyak teman-teman dan kerabat yang datang menjenguk, tetapi tidak berapa lama penyakit saya kambuh dan kejang-kejang lagi. Selain kejang-kejang saya juga sambil mengamuk, melihat hal itu lima orang teman yang datang menjenguk saya saat itu langsung memegangi dan menahan tubuh saya, tidak disangka kekuatan saya melebihi mereka, saya mengamuk hingga ranjang yang saya tiduri sampai ambruk. Malam itu juga saya kembali dilarikan ke RS. Siloam lagi, saya menjalani perawatan selama 9 hari dan ditangani oleh Prof. Satyanegara, walaupun sadar tapi pandangan saya kosong, apa yang saya kerjakan saya tidak tahu sama sekali. Prof.Satyanegara yang merawat saya melakukan beberapa Test sampai MRI, tapi anehnya penyakit saya tidak terdeteksi, selama itu pula saya tidak mengenali siapa-siapa tanpa terkecuali istri saya sendiri yang saat itu sedang mengandung anak perempuan saya yang usia kandungannya sudah menginjak tujuh bulan.

Teman-teman saya dari Khongcu Bio turut memberikan doa bahkan saudara papa saya membawa Banthe untuk membacakan Paritta untuk saya, teman-teman saya yang lain berusaha mencoba pengobatan ke orang pintar sampai ke Cirebon, tapi hal itu tidak membuahkan hasil. Di hari ketujuh saya dirawat, malam harinya saya bermimpi didatangi tiga orang wanita cantik dengan ciri-ciri berambut putih dan memakai baju putih. Ke tiga wanita cantik tersebut hanya memandangi saya sambil tersenyum lalu menghilang begitu saja. Dan itu datang selama tiga kali berturut-turut dalam mimpi saya (seperti dalam mimpi), sampai hari kesembilan, keesokan paginya saya menceritakan mimpi tersebut kepada istri saya, setelah itu saya kembali meminta untuk pulang ke rumah.

Sejak saat itulah perlahan-lahan saya mulai ingat, walaupun setiap melihat orang saya kenal dan tahu wajahnya tapi saya tidak tahu namanya, banyak juga tempat yang tidak saya ingat. Sampai akhirnya sekitar satu bulan sejak saya keluar dari Rumah Sakit saya baru ingat semuanya dan saya pulang kerumah orang tua saya.

Suatu hari setelah pulang dari Rumah Sakit, saya di ajak untuk berobat kesebuah Bio yang bernama Shengren Kupoh bertempat di Kedaung. Saya dibimbing disana dan selama empat tahun saya ikut disana sampai saya diangkat anak dan saya memanggilnya Emak, hingga pada suatu hari Emak memanggil saya dan disuruh duduk bersila menghadap Altar Kwan Im Niang-niang dan Emak memegang punggung saya, Selang beberapa saat, dengan setengah kaget dan berteriak Emak berkata bahwa muncul tulisan di punggung saya dan Emak memperlihatkan telapak tangannya seperti bekas terbakar dan membentuk tulisan angka tiga dicoret dan huruf “L”, Kemudian Emak itu berkata “Kamu cari arti huruf ini karena tempat kamu disini”, Emak itu sendiri tidak tahu arti tulisan itu karena tidak bisa bahasa Mandarin. Sejak kejadian itu saya mencari tahu tentang arti tulisan itu, hingga pada suatu hari saya main-main ke Litang Khongcu Bio tempat saya yang sudah lama saya tinggalkan dan dengan tidak sengaja saya melihat tulisan angka tiga dicoret dan huruf L yang ternyata itu artinya adalah “Kong” (孔), kemudian saya melaporkan ke Emak arti tulisan itu dan Emak berkata “Ya itulah, tempat kamu itu disitu dan kamu harus mengabdi disitu”. Dan sejak saat itulah saya kembali aktif melakukan dan mengikuti segala kegiatan dan aktivitas di Litang Khongcu Bio yang memang merupakan tempat saya dari kecil, Sekolah Minggu dan bahkan sekolah TK sampai SD di sekolah Confucius yang saat itu masih belajarnya di Litang Khongcu Bio dan sekarang berubah nama menjadi Sekolah Setia Bhakti. Tahun 2006 saya mengikuti Crash Program selama tiga bulan yang diadakan oleh Deroh Matakin yang kemudian saya diangkat menjadi seorang rohaniwan Khonghucu; Jiaosheng dan saat ini saya telah menjadi Wenshi.

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 57 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com