spocjournal.com

Pengalaman Spiritual : Kebahagiaan, Bahagia Itu Relatif

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Bahagia itu ada didalam hati kita, karena hal itu menyangkut suasana bathin dan perasaan yang bersifat relatif. Ukuran bahagia bagi setiap orang akan berbeda- beda pula, misalnya seorang yang telah memiliki tempat tinggal akan merasakan bahagia, namun bagi orang yang lain baru merasa bahagia apabila ia telah memiliki rumah yang mewah.   Karena bahagia itu   sifatnya relatif, maka ukuran bahagia tidak akan bisa sama antara satu orang dengan orang lainnya. Dalam hal ini kita bisa menggunakan pendekatan Maslow sebagai cara kita untuk menentukan tingkat kehidupan manusia. Bagi Maslow seorang akan mersasa bahagia apabila kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi. Namun Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia dari tingkat yang terendah sampai pada tingkat yang tertinggi. Bagi orang yang tingkat kebutuhannya terpenuhi, maka dia akan merasa lebih bahagia apabila bisa memehuhi level keutuhan yang lebih tinggi. Pada level kebutuhan yang tertinggi adalah aktualisasi diri yakni bisa mengekpresikan keinginan yang paling bergengsi bagi dirinya untuk mencapai kebahagian yang sangat pribadi itu.

Mereka yang telah dapat memenuhi kebutuhan fisiologis,  keamanan,  sosial  dan  egonya,  maka  mereka akan mengejar kebutuhan lainnya yang lebih tinggi yakni aktualisasi dirinya.

 


Dalam ajaran agama Khonghucu,   semua kebutuhan seperti disebutkan dalam teori Maslow menjadi tujuan yang harus dikejar. Manusia dengan akal, pikiran dan potensi yang  dimilikinya harus  dikembangkan sedemikian  agar bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada.  Tian telah menyediakan segala yang ada ini  untuk kemakmuran dan kebahagiaan manusia. Namun demikian yang lebih penting dalam agama Khonghucu adalah bagaimana kebahagiaan itu bisa ditempuh melalui hubungan keharmonisan hidup diantara hubungan-hubungan yang ada. Dalam pengertian ini bisa dikatakan bahwa sumber dari kebahagiaan itu apabila Lima Hubungan Masyarakat (Wulun) terjalin dengan baik. Lima hubungan masyarakat adalah merupakan landasan dalam setiap hubungan kemanusiaan. Apabila hubungan-hubungan itu berlangsung dengan baik, maka cenderung membuat hidup manusia menjadi bahagia. Hal ini sangatlah masuk akal sebab hancurnya hubungan itu adalah merupakan awal dari penderitaan manusia, seperti misalnya kehidupan dalam rumah tangga yang tidak bahagia karena hubungan  suami  isteri  tidak  harmonis,  seorang  remaja sedih karena hubungan dengan pacarnya tidak terjalin dengan baik. Maka bila hubungan-hubungan itu diperbaiki, tentulah manusia akan jauh dari permasalahan hidup, dengan demikian maka akan terciptalah kebahagian hidup. Seperti juga kita lihat bagaimana Shun sebagai seorang raja yang sangat kaya raya, semua fasilitas di kerajaan tersedia serba berkelimpahan, istri yang cantik, gedung dan istana yang megah, dayang-dayang yang melayani dengan setia. Namun hati dan jiwa Shun ternyata tidak bahagia karena hubungan dengan orang tuanya tidak harmonis (hubungan antara ayah dan anak, salah satu ajaran Wulun) yang belum bisa dilaksanakan oleh Shun pada saat itu.

Kisah raja Shun tersebut menegaskan kepada kita bahwa  ukuran  kebahagian  itu  ternyata  bukan  dilihat dari harta dan kekayaaan, bukan pula dari jabatan dan kemewahan, melainkan kebahagiaan itu dibentuk dari harmonisnya hubungan. Mereka yang bisa hidup harmonis dengan lingkungan hidupnya akan diterima dengan baik pula oleh lingkungan hidup di sekitarnya (kelompoknya), maka barulah ia bisa merasakan kebahagiaan dengan benar.

Maka ajaran agama Khonghucu sangat menekankan pentingnya menciptakan kebahagian dari terciptanya ketertiban dan keharmonisan dalam masyarakat. Manusia harus hidup berkelompok dan bermasyarakat agar bisa hidup bahagia.

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tian sesuai dengan kodrat yang diterimanya atas kehendak Tian (Tianming), manusia juga adalah makhluk hidup yang paling sempurna diantara makhluk hidup lainnya karena ia memiliki Watak Sejati (Xing). Pada hakekatnya, manusia adalah sebagai makhluk individu dan sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia ingin selalu berkumpul dengan manusia lain (bekerjasama dan bergaul). Inilah yang dikatakan bahwa manusia itu sebagai Zoon politicon, manusia harus bekerjasama dan menghargai sesamanya agar dapat hidup harmonis.

Maka dalam  hubungan dan kerjasama dengan  orang lain manusia  memerlukan: (1) persahabatan yang saling tolong-menolong; (2) memerlukan kerjasama (team work) untuk menyelesaikan suatu program atau proyek; (3) memerlukan pasangan hidup, membentuk keluarga bahagia; (4) memerlukan keturunan dan sebagainya.

 

Gambar: Mrs.Semiati berasal dari Marengan, Sumenep- Madura

Dengan kerjasama maka akan mendorong terciptanya hubungan  yang  harmonis  antar  berbagai  pihak  yang terkait serta akan meningkatkan rasa setia kawan. Melalui kerjasama dapat menciptakan praktek yang sehat serta dapat meningkatkan semangat kelompok dalam mencapai kebahagian hidup.

Dalam  hal  ini,  seorang  pakar  komunikasi  Dr.   John Izzo    mengatakan,    ”Ketika    saya    bertanya    kepada orang-orang     apakah     kebahagiaan     mereka     yang terbesar  itu?  Jawaban  mereka  sebagian  besar  mengacu pada   pasangan,   anak-anak,   orang   tua,   dan   teman.” Artinya bahwa mereka yang memiliki hubungan pribadi yang kuat didalam hidup ini, merekalah akan menjadi orang yang paling bahagia” (John Izzo,2014: 103).

Pendapat pakar tersebut diatas sesungguhnya tidaklah terlalu mengherankan sebab jauh sebelumnya, Nabi Kongzi lebih dari 2500 tahun yang silam telah mengajarkan tentang Wulun   melalui pentingnya Lima Hubungan Masyarakat sebagai cara untuk membentuk masyarakat  yang damai sejahtera dan  bahagia, bukan hanya terbatas  pada tingkat negara, melainkan sampai pada taraf Internasional (dunia).

Adapun Jalan Suci yang harus ditempuh di dunia ini mempunyai Lima Perkara dan Tiga Pusaka didalam menjalankannya, yakni  hubungan  raja  dengan  menteri,

ayah dengan anak, suami dengan isteri, kakak dengan adik dan kawan dengan sahabat. Lima perkara inilah Jalan Suci yang ditempuh didunia. Kebijaksanan,Cinta Kasihdan Berani. Tiga Puaka inilah Kebajikan yang harus di tempuh. Maka yang hendak menjalani haruslah satu tekadnya

(Tengah Sempurna/Zhongyong IX:8) Apabila  kelima  hubungan  tersebut  ditata  dan  terjalin dengan baik pula, maka tidak mustahil manusia akan hidup bahagia, damai dan sejahtera  di seluruh dunia ini. Maka tidak heran bila 74 orang pemenang nobel dunia membuat pertanyaan yang sangat mengejutkan di Paris :

” In 1988, 74 Nobel Prize winners made the attention in Paris that if human being want to live in peace and prosperity in the 21 st century, the must look back 2.500 years and seek the wisdom of Confucius” (Zhang Youmin and Li Tianchen.Economic Lessons from Confucius for the New Century. Journal)

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 44 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com