spocjournal.com

Damai Itu Indah

Oleh: Xs.Tan Tjoe Seng

Didalam pengakuan iman yang pertama, Cheng Xin Huang Tian, dengan sepenuh iman yakin, percaya kepada Tian, Tuhan Y.M.E., sebenarnya masih ada dua buah kalimat lainnya yang melengkap yaitu Wu Er Wu Yu, jangan mendua jangan bimbang, dan Shang Di Lin Ru, Tuhan Yang Maha Tinggi besertamu. Kalimat yang terakhir ini Shang Di Lin Ru, banyak orang yang tidak mengetahui, padahal sebenarnya disanalah letak iman kita diteguhkan, disanalah letak kekuatan kita dalam segala hal. Dalam setiap kebaktian kita  ikrarkan bahwa kita dengan sepenuh iman berjanji percaya kepada Tian yang dalam bahasa kitabnya kita ucapkan Cheng Xin Huang Tian, lalu diikuti dengan kalimat We Er Wu Yu, hati kita tidak boleh ragu dan bimbang, Shang Di Lin Ru, karena itulah Tian Yang Maha Besar ditempat Yang Maha Tinggi  akan selalu beserta.

Pengakuan akan ajaran iman kita itu sesungguhnya begitu kuat dan tangguh, dimana kalau kita percaya kepada Tian, Tuhan Y.M.E, kepada satu yang Maha Besar Maha Kuasa, dan kita tidak percaya kepada Tuhan2 yang lain, lalu diiringi dengan suasana hati kita yang tidaklah pernah ragu dan bimbang, kita yakin Tian, Tuhan Yang Maha Kasih akan selalu melindungi. Kalau kita mendengar orang mengatakan God Bles You, God itu Tuhan, Bles itu merakhmati, dan You itu kamu, umat Khonghucu sejah jaman dulu kala sudah memiliki Shang Di Lin Ru, Shang Di itu Tuhan ditempat Yang Maha Tinggi, Lin itu beserta atau merakhmati, dan Ru itu adalah hamba, jadi pada waktu orang belum mengenal God Bles You atau Buddha Bles You dalam film2 kungfu yang populer itu, apakah Tian tidak merakhmati kita umat Khonghucu? Saya yakin Shang Di Lin Ru, Tian, Tuhan YME akan merakhmati kita juga. Demkian sebagai pembuka tema uraian yang saya bawakan sekelumit  hal Cinta Kasih dalam ajaran agama Khonghucu.

Murid Nabi yang bernama Yan Yuan bertanya tentang Cinta Kasih? Nabi Kongzi menjawab,”Mengendalikan diri dan kembali kepada Kesusilaan itulah Cinta Kasih.” “Bila satu hari dapat mengendalikan diri kembali kepada Kesusilaan, dunia akan kembali kepada Cinta Kasih.” “Cinta Kasih itu bergantung kepada diri sendiri, dapatkah bergantung kepada orang lain?”

Yan Yuan kembali bertanya,”Mohon penjelasan tentang pelaksanaannya?” Nabi Kongzi menjelaskan,”Yang tidak Susila jangan dilihat, yang tidak Susila jangan didengar, yang tidak Susila jangan dibicarakan, dan yang tidak Susila jangan dilakukan.” Akhirnya Yan Yuan berjanji,”Sekalipun Hui tidak cakap, akan berusaha melaksanakan kata2 guru. Dalam hal ini jelaslah bahwa, “Cinta Kasih itu adalah pengendalian diri kembali kepada Kesusilaan” lalu, bagaimanakah penjelasannya?

Kalau kita balik kalimatnya: Kalau kita melihat, kalau kita mendengar, kalau kita berbicara dan kalau kita berbuat, kalau semua itu tidak Susila, janganlah dilakukan. Jadi, kalau kita melihat yang tidak Susila, lalu kita melihatnya juga, itu bukan Cinta Kasih. Orang yang tinggi peradabannya atau orang yang mengerti sopan santun hidup, akan menutup matanya kalau melihat yang tidak Susila. Kalau kita menonton film yang tidak bermutu atau bukan film pendidikan, banyaklah orang yang senang melihat, padahal kalau kita lihat itu melanggar Kesusilaan dan itu sudah diluar Cinta Kasih.

Telinga kita memang enak kalau mendengar yang tidak enak meskipun sebenarnya bertentangan yaitu enak pada yang tidak enak, mendengar gossip, kasak-kusuk banyak orang yang senang, senang mendengar cerita keburukan orang lain, inilah yang dikatakan tidak enak didengar menjadi enak, tetapi kalau hal itu kita dengarkan juga, itu berarti kita sudah tidak berperi Cinta Kasih.

Terlebih dari mulut yang mengeluarkan ucapan, dalam tata agama ada do’a agar kata2 kita ini jangan lepas sembarangan hingga menyakiti perasaan orang lain, apalagi fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan, jadi kata2 yang akan lepas itu wajib dijaga hati2 betul, karena kata2 yang sudah lepas dari mulut kita empat ekor kuda takkan dapat mengejarnya. Jadi, jkalau kita lepaskan dari mulut kita hal2 yang tidak Susila, ini berarti sudah diluar Cinta Kasih!

Yang terpenting ialah, kalau kita  melakukan yang tidak Susila, kita sudah diluar Cinta Kasih. Demikianlah keindahan Cinta Kasih dalam agama Khonghucu, betapa tidak indah?. Kalau semua orang benar2 melaksanakannya, tak akan ada di dunia ini perselisihan apalagi peperangan, yang ada adalah kedamaian dan  damai itu indah, setiap orang senantiasa dapat mengendalikan diri, mengendalikan diri bukan hanya pada waktu seseorang sedang berpuasa atau bersuci diri, melainkan selalu dapat mengendalikan diri pada waktu melihat, mengendalikan diri, pada waktu kita mendengar, mengendalikan diri, pada waktu kita berbicara, apalagi kalau kita akan melakukan sesuatu tidak dapat lepas dari pada pengendalian diri, setiap hari, setiap jam, bahkan setiap saat, setiap gerak kita adalah pengendalian diri, yang harus sesuai dengan Firman Tian,Tuhan Y.M.E. maka, “Siapa yang mematuhi Tian, Tuhan Y.M.E. akan terpelihara dan sebaliknya siapa yang melawan Tian, Tuhan Y.M.E. akan binasa.” (Mengzi IV-A:7) inilah keindahan Pricinta Kasih didalam ajaran agama Khonghucu.

Demikianlah Cinta Kasih (Ren), salah satu sifat baik bagi hubungan sesama manusia, yang dimiliki oleh setiap orang karena dalam diri atau hati nurani setiap orang,  ada rasa hati yang tidak tega, kalau melihat penderitaan orang lain. Rasa hati tidak tega inilah benih Cinta Kasih yang perlu dikembangkan agar menjadi Rumah Sentosa (ke peng an). Dengan Cinta Kasih seseorang akan dapat membersihkan bathin atau fikiran dari sifat2 kejam, dengki, kebencian, sehingga didalam bergaul akan dapat menghilangkan sifat yang hanya mementingkan pribadi (egoistis), sebaliknya dapat berprilaku yang bermanfaat bagi kepentingan sesama hidup. Benih Cinta Kasih dapat dikembangkan dengan jalan mengendalikan diri dari segala perbuatan dan mengarahkannya kepada yang indah atau Susila ( ke ci fu li ), yang tidak Susila jangan dilihat (fei li wu shi), yang tidak Susila jangan didengar (fei li wu ting), apa yang tidak Susila jangan diucapkan (fei li wu yan), dan yang tidak Susila jangan dilakukan (fei li wu dong), dengan perkataan lain melaksanakan empat yang jangan atau empat pantangan (si wu), belajar membelakangkan kepentingan diri sendiri dan belajar menunaikan segenap tugas hidup, sehingga kalaulah hal ini dapat dilatih oleh setiap orang dengan sepenuh iman (kesungguhan hati), kerendahan hati, dan dapat menyadari bahwa dalam hidupnya setiap orang adalah mengemban Firman (Kehendak Tian), maka akan terpupuk dan bekembanglah Cinta Kasih itu. Nabi Kongzi bersabda: “Bila cipta (kehendak) selalu ditujukan (diarahkan) kepada Cinta Kasih (Kebajikan), tiada sarang bagi kejahatan (tidak akan ada yang tidak bajik).” (Lun Yu IV:4), “Jauhkan peri Cinta Kasih? (Apakah Kebajikan itu jauh daripada kita?) Kalau Aku inginkan Cinta Kasih, Cinta Kasih itu sudah besertaku.” (Bila Aku ingin berbuat bajik, Kebajikan sudah ada karena selalu beserta-Ku) (Lun Yu VII:30), Demikianlah Cinta Kasih, karunia Tian, Tuhan Y.M.E. dalam rohani setiap orang. (Ws.T).

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:25 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:104 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:214 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:293 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:353 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:295 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:167 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:135 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:151 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:169 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 49 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com