spocjournal.com

Pengalaman Spiritual : Kebahagiaan, Pentingnya Perjuangan

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Manusia hidup tentunya ingin menghindari penderitaan dan mencari kebahagiaan, menghindari hal yang tidak disukai serta mencari hal yang disenangi. Upaya untuk melakukan hal yang disenangi adalah merupakan sifat dasar manusia dalam memperoleh suatu kebahagiaan. Semua orang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Kebahagiaan tidak akan bisa kita capai tanpa suatu usaha dan perjuangan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kebahagiaan maka diperlukan adanya perjuangan, sebab untuk mendapatkan semua itu manusia harus melakukan pengorbanan berupa harta dan tenaga melalui usaha yang sungguh-sungguh.

Seorang pakar psikologi mengatakan bahwa :

Kebahagiaan erat sekali dengan perjuangan dan dengan tindakan nyata. Tanpa tindakan nyata dan perjuangan, maka bahagia itu tidak bisa datang dengan sendirinya.” (Dewi : 2)

Kebahagiaan juga tidak bisa kita dapatkan hanya dengan duduk dibawah pohon kamboja sambil menyalakan kemenyan (istilah Ir.Soekarno), artinya manusia harus berjuang dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan kebahagiaan. Meskipun do’a dibutuhkan sebagai penguat Iman, namun manusia harus lebih banyak bertindak (action) untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Kebahagiaan harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh agar datang dihadapan kita semua.

Pentingnya Perjuangan

Pada tahun 1972, sebuah pesawat terbang melintasi pegunungan Andes mengangkut sejumlah awak pesawat dan 40 orang penumpang. Sebagian penumpang adalah anggota tim rugby amatir dari Uruguay yang hendak bertanding di Cili. Pesawat tersebut tidak pernah tiba di tempat tujuan. Pesawat tersebut menabrak pegunungan yang diselimuti salju, hancur menjadi beberapa bagian. Bagian utama dari badan pesawat terbang tersebut meluncur seperti kereta luncur ke lembah yang amat curam, dan terkubur di salju setinggi pinggang manusia. Meskipun ada sejumlah penumpang  yang  tewas  seketika,  atau  dalam  hitungan jam pada hari itu juga, kondisi 28 orang yang selamat dari peristiwa itu ternyata tidak lebih baik. Sisa badan pesawat memberikan   sedikit   perlindungan   dari   cuaca   dingin yang ekstrim, persediaan makanan kurang, dan sejumlah penumpang mengalami luka serius akibat kecelakan tersebut. Tak lama berselang, beberapa orang dari mereka mulai gila dan sejumlah orang lainnya meninggal akibat luka yang mereka derita. Orang-orang yang mengalami luka ringan mulai memikirkan langkah yang dapat mereka lakukan untuk memperbesar peluang mereka bertahan hidup.

Beberapa orang mulai bekerja untuk membuat rongsokan badan pesawat lebih tahan cuaca; yang lainnya mencari  cara  untuk  mendapatkan  air,  dan  orang-orang yang memiliki kemampuan medis merawat korban lain yang terluka. Meskipun kondisi psikologis para korban terguncang akibat kecelakaan tersebut, pada dasarnya mereka masih memiliki keyakinan bahwa mereka akan ditemukan. Namun, keyakinan tersebut mulai luntur karena nyatanya tim pencari dan penyelamat gagal menemukan lokasi dimana mereka berada. Beberapa minggu-pun berlalu dan tidak ada tanda tanda regu penyelamat akan datang, para penumpang yang tersisa memutuskan mendaki gunung untuk agar menemukan jalan keluar untuk menyelamatkan diri. Penumpang yang stamina fisiknya paling fit dipilih untuk melakukan ekspedisi tersebut karena udara gunung yang tipis dan tebalnya salju akan membuat pendakian menjadi semakin sulit. Hasil dari ekspedisi yang dilakukan justru membuat mereka semakin frustasi dan harapan mereka makin merosot; anggota ekspedisi menyatakan mereka terjebak di tengah-tengah pegunungan Andes dan berjalan keluar untuk menemukan bala bantuan asalah suatu hal yang mustahil. Ketika mereka mengira tidak ada hal lebih buruk yang dapat terjadi, tiba-tiba salju longsor dan menimpa rongsokan badan pesawat dan menewaskan beberapa lagi dari mereka.

Sisa korban yang masih hidup mulai menyimpulkan bahwa mereka tidak akan mungkin lagi dapat diselamatkan, satu-satunya harapan mereka adalah bila seseorang pergi meninggalkan tempat perlindungan mereka dan mencari bala bantuan. Tiga penumpang yang staminanya paling fit dipilih untuk ekspedisi terakhir dan penumpang yang lain didorong untuk melakukan segala upaya agar ekspedisi ini berjalan sukses. Ketiga anggota ekspedisi terakhir ini diberi lebih banyak makanan dan dibebaskan dari aktifitas rutin untuk bertahan hidup; sisa penumpang lainnya berusaha keras untuk menyediakan dan mengamankan segala keperluan untuk perjalanan. Dua bulan setelah kecelakaan pesawat yang mereka tumpangi, para anggota ekspedisi akhirnya melaksanakan   upaya terakhir mereka untuk mencari bala bantuan. Setelah mendaki selama 10  hari melewati sejumlah medan paling berbahaya di dunia, para anggota ekspedisi berpapasan dengan sekelompok petani yang sedang menggembala ternak. Salah satu anggota ekspedisi berkata, “saya berasal dari pesawat yang jatuh di gunung itu. Saya warga negara Uruguay. ”Akhirnya, ke- 14 orang korban yang masih hidup tersebut berhasil diselamatkan (Hughes 2012 : 1,2)

Dari  kisah  jatuhnya  pesawat  terbang  tersebut  di atas, menunjukkan kepada kita bahwa untuk mencapai keselamatan dengan menjauhkan diri dari penderitaan dan untuk mencapai kebahagiaan itu tidak bisa hanya ditempuh dengan cara  berdoa saja di bawah rongsokan pesawat, melainkan para penumpang yang selamat itu harus bekerja keras berusaha mendapatkan bantuan demi keselamatan hidup melalui usaha dan perjuangan. Mereka harus bertindak (action) mencari bala bantuan agar mendapatkan pertolongan. Meskipun kisah lengkap mengenai para korban yang selamat ini tersebar luas, muncullah sejumlah kontroversi. Apalagi saat diketahui bahwa para korban yang selamat tersebut dapat bertahan hidup dengan cara yang sangat ekstrim, yaitu memakan daging rekan-rekan mereka yang sudah tewas. Meskipun demikian, kisah mereka merupakan drama pertahanan hidup yang paling menyentuh sepanjang masa, yang secara mengagumkan diceritakan oleh Piers Paul Read di Alive. Cerita ini menunjukkan bahwa upaya penyelamatan diri sekaligus mencari perubahan dari penderitaan untuk mencapai kebahagiaan harus ditempuh melalui suatu usaha yang keras. Maka carilah engkau akan mendapatkan, sia- siakanlah dan engkaupun akan kehilangan pula. Carilah itu di dalam diri. Kita harus berusaha keras untuk mendapatkan akhir (ending) yang bahagia dengan usaha yang sungguh- sungguh dan maksimal. Inilah yang dikatakan di dalam Kitab Daxue “Maka seorang Junzi tidak pernah tidak berusaha sungguh-sungguh “ (Ajaran Besar/Daxue II:4). Melalui usaha yang sungguh-sungguh meskipun mengalami berbagai macam tantangan dan rintangan, namun yakinlah suatu saat pasti akan berhasil.

Kesimpulannya adalah kebahagian maupun keselamatan harus ditempuh dengan usaha keras tanpa kenal putus asa, membutuhkan keuletan, tahan uji dan perjuangan yang tanpa mengenal lelah. Mereka yang mampu menghadapi ujian terberat dalam hidupnya, pastilah akan berhasil sebab Tian akan menyediakan berkahNya kepada mereka yang sungguh- sungguh mau berusaha.

Untuk mendapatkan kebahagiaan itu manusia harus mencari ke dalam diri dirinya, dalam hal ini Mengzi berkata Carilah dan  engkau  akan  mendapatkannya.  Sia-siakanlah,  dan engkau akan kehilangan, Inilah mencari yang berfaedah untuk didapatkan, dan carilah itu didalam diri“ (Mengzi VII A:3).

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 61 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com