spocjournal.com

Mencapai Kehidupan Dengan Hidup Menempuh Jalan Suci

 Oleh: Xs.Tan Tjoe Seng

Wei De Dong Tian !
Banyak musibah yang menimpa sdr2 kita sebangsa setanah air dengan korban harta benda dan bahkan jiwa, sebagai umat Khonghucu tentu ikut bela sungkawa dan berdo’a, semoga arwah sdr2 kita yang tertimpa musibah itu diterima diharibaan Kebajikan Tian dapat hidup tenang tenteram dan damai di alam abadi, dan bagi semua keluarga yang ditinggalkan Tian berkenan pula menumbuhkan pencerahan meneguhkan imannya hingga dapat menerima dengan lapang untuk menapaki jalan suci dalam perjalanan maju kedepan demi untuk menunaikan dengan baik tugas hidupnya dipermuliakanlah!

Mari kita bahas tema: “Mencapai kehidupan dengan hidup menempuh jalan suci.”

Kehidupan umat manusia sejak jaman legenda sampai ditulisnya didalam sejarah itu hampir tidak jauh berbeda, kehidupan manusia itu selalu di isi dengan suatu ritani panjang, rentetan, rangkaian  yang hampir tidak ada titiknya, yaitu dengan  senantiasa adanya peperangan, bunuh membunuh, penindasan, pengrusakkan, sehingga  kondisi dunia ini pada akhirnya terjadi sesuatu yang kacau.

Terlebih pada era globalisasi di jaman modern abad ini semakin terlihat dengan jelas, bagaimana kehidupan manusia dibumi ini, peperangan masih saja terjadi dibeberapa Negara, pengrusakkan masih terjadi di-mana2, lalu agama yang memberikan bimbingan untuk hidup dalam jalan suci itu, bagaimanakah sesungguhnya untuk kita bisa memahami dan melaksanakannya? Dan konsep apakah yang diberikan oleh ajaran agama Khonghucu dalam menghadapi tantangan jaman?

Mari kita membuka kitab Sabda Suci yang terdapat dalam jilid VI ayat yang ke 17, Nabi bersabda,”Siapakah keluar rumah tidak melalui pintu? Mengapa orang tak mau menempuh Jalan suci?”.

Disini Nabi Kongzi memberi jawaban tentang jalan suci atau jalan benar yang akan dapat menyelamatkan kehidupan manusia Itu dengan suatu perumpamaan yang sangat sederhana.

Setiap orang keluar masuk rumah itu melalui pintu, dalam arti pintu yang dilalui manusia itu adalah pintu yang melambangkan jalan suci itu tadi, yang sudah jelas sudah demikian mudah untuk dijalani.

Namun manusia itu acap kali lupa pada dirinya, tertutup hatinya sehingga menyimpang dari bimbingan jalan suci, dan bahkan jalan suci itu dilanggar dan dijauhinya, maka oleh karena itulah  pada kalimat terakhir Nabi Khongzi bertanya, “Mengapa umat manusia tidak mau menempuh jalan suci?”.

Gambaran dari fakta atau kenyataan yang kita hadapi selama ini yaitu selalu saja terjadi kekacauan, pengrusakkan dlsb nya itu ialah karena umat manusia itu tidak mau menempuh jalan suci.

Ayat berikutnya yang lebih menegaskan lagi, marilah  kita membuka kitab Sabda Suci Jilid VIII ayat 19, Nabi bersabda,”Hidup manusia difitrahkan lurus, kalau tidak lurus tetapi terpelihara juga kehidupannya, itu hanya kebetulan”.

Dalam hal ini hendaknya kita jangan merasa “Lho, ada manusia yang hidupnya tidak lurus banyak berbuat kesalahan, tetapi kok bisa hidup sejahtera makmur dlsb?” Nabi menjawab,”Itu hanya suatu kebetulan saja (itu tak bermutu, itu tak masuk hitungan)”.

Dan apa yang diharapkan oleh nabi bagi umat manusia itu ialah bisa mengikuti jalan suci yang akan membawa umat manusia kedalam keselamatan hidupnya baik kehidupan di alam ho tian (dunia) maupun dialam Xian Tian (alam baqa).

Didalam musibah (gempa, banjir, dlsb) kita pun sangat terharu, namun didalam keharuan ini ternyata, bangsa kita telah terbuka mata hatinya, jalan suci yang dibimbingkan oleh Tian mulai terlihat jelas, dengan wujud apapun semuanya telah tergerak hatinya, untuk memberikan pertolongan kepada sdr2 yang tertimpa musibah itu. Didalam memberi pertolongan itu mereka benar2 sesuai dengan religiusitas, sudah benar2 masuk didalam do’a of religion sudah masuk ke hati atau intinya agama. Mereka memberi pertolongan itu tidak lagi membedakan apakah ras nya, apakah sukunya, apakah statusnya, bahkan dari sdr2 kita rakyat jelata yang miskin, yang cacat, pemulung, yang ter-lunta2 itu, mereka mengumpulkan dana semampunya untuk diberikan ke posko dihantarkan kesana.

Perbuatan ini adalah Cinta Kasih pada sesama yang dihadapan Tian semua yang dikirimkan itu mempunyai nilai  yang sama, Tian tidak akan membedakan berapa besar kecilnya bantuan yang diberikan , tetapi uluran keikhlasan Cinta kasih itu. Demikianlah  tentang Jalan suci itu tadi, lalu, “akan hal Jalan suci itu kemanakah harus mencarinya, dan seperti apakah jalan suci itu?”

Nabi Kongzi memberi suatu jawaban yang sangat jelas: “Jalan suci itu didalam diri umat manusia!” Ya Sing Meng Zi pun menyatakan: “Jalan suci itu didalam kamu, didalam aku didalam kamu.” “Kalau manusia ingin menempuh Jalan suci lalu menjauhi manusia, dia tidak akan menemukan jalan suci itu”.

Kalau demikiaan jalan suci itu begitu dekat, sedekat mana?  Yaitu begitu dekat karena jalan suci itu adanya  didalam jiwa manusia, lalu apa maknanya jalan suci itu didalam jiwa kita itu tidak lain bahwa, didalam jiwa setiap manusia ada watak sejati, Tian telah membekali manusia dengan lima kebajikan.

Di jiwa dalam hati manusia terkandung Kebajikan yang utama itu Ren, Cintakasih untuk dikembangkan, dan diwujudkannya cinta kasih itu tidak hanya kepada dirinya, kelompoknya, sukunya, tetapi kepada semua umat manusia.

Yang kedua,landasan hidup menempuh jalan suci  itulah Yi (Kebenaran/keadilan/kewajiban). Dalam hidup ini, bila kita melihat yang tak benar lalu berdiam saja, menutup diri itu  menyimpang dari Jalan suci, karena itu  kita harus berusaha memberikan arah  kepada yang tidak benar atau tak mengerti itu.

Selanjutnya adalah Li, moralitas  atau Kesusilaan, manusia hidup berasaskan moral itu sudah didalam jalan suci, ia bermoral, manusia yang bermoral itu akan bertingkah laku yang demikian bagusnya, demikian lembutnya, ia akan merasa malu manakala berbuat negative, karena moral itu apabila di ibaratkan sebagai suatu pakaian adalah yang dipakai oleh jiwa, pakaiannya dari jiwa manusia.

Berikutnya adalah Zhi atau Kebijaksanaan, setiap manusia dibimbing bahwa, setiap kesimpulan atau keputusan itu harus dipikirkan matang2, kesimpulan yang diambil adalah keputusaan yang bijaksana, sehingga tak merugikan sepihak, tak menyusahkan yang sebelah, itu benar-benar tindakan yang bijaksana.

Terakhir adalah Xin atau Dapat dipercaya, hidup harus jujur,  kalau kita banyak salah harus dikoreksi untuk segera mengubahnya, bila sdr  atau orang lain tak jujur harus diberi nasihat bahwa apa yang kamu laksanakan itu tidak benar tak berlandaskan kejujuran, kejujuran itu adalah landasan jalan suci yang akan membawa manusia pada keselamatan hidup didunia ini maupun dialam Xian Tian.

Selanjutnya  kalau kita sudah mengetahui bahwa jalan suci itu begitu jelas,dekat, tidak perlu kita sampai mencarinya ketempat jauh lagi, tinggalah kita, bagaimana mewujudkan menumbuhkan mengexpresikan benih2 yang sudah tertanam didalam jiwa kita itu tadi, supaya kita tetap berpijak didalam jalan suci.

Nabi dengan lantang mengingatkan, “Jalan suci itu tidak boleh ditinggalkan walau sesaatpun!” Setiap saat kita harus tetap berjalan didalam jalan suci, sesaatpun tidak boleh meninggalkan jalan suci, karena hanya dengan demikian kita akan selamat. Kemudian untuk kuncinya, bagaimana supaya kita bisa menempuh jalan suci itu tidak lain, manusia itu harus punya kesadaran untuk tanggung jawabnya kita sebagai manusia.

Manusia dijelmakan Tian dalam keadaan suci, bersih seperti tersurat dalam San Yi Jing, manusia dilahirkan semuanya sama dengan suatu watak sejati, dengan hati yang suci bersih, maka setiap intividu bertanggung jawab bagaimana agar dapat menyelamatkan dirinya, jiwa raganya, hatinya, pikirannya, bertanggung jawab supaya kembali bersih kembali suci.

Dalam hal ini dimanakah terdapat ayat ini, mari kita membaca sebuah ayat dalam Lun Yu VIII:3 tatkala Zeng Zi sakit, dikumpulkan murid2nya laku berkata: “Singkaplah selimut kakiku, singkaplah selimut tanganku, lihatlah baik-baik dalam kitab Sanjak tertulis,’was2 dan hati2lah se-olah2 berjalan ditepi jurang dalam, seolah-olah berdiri menginjak lapisan es yang tipis’ sekarang dan selanjutnya sudah bebaslah aku dari tanggung jawab, dengarlah ini wahai anak-anak ku.”

Murid Nabi ini benar-benar dalam perjalanan hidupnya itu begitu bersih, ber-hati-hati sekali, maka dalam mengingatkan murid2nya itu juga demikian, bahwa: Kehidupan manusia itu seperti dipinggir jurang yang sangat dalam, kalau kita ceroboh, tidak ber-hati2, kita menyimpang dari jalan suci tadi, kita akan jatuh kejurang.  Dan diberi perumpamaan lagi seperti kita menginjak lapisan es yang sangat tipis sangat licin, kita perlu sabar, tekun, taqwa kepada Tian  agar selamat dari jurang dan terpeleset kejalan sesat.

Arti dari tanggung jawab atas tubuhku tadi itu tidak lain diharapkan oleh Zeng Zi tidak hanya kepada murid2nya  tapi kepada semua orang dibumi ini, hidup itu harus ber-hati2 sedemikian rupa, masing-masing  itu harus sesuai dengan kedudukannya, sadar dan bertanggung jawab atas kedudukannya masing-masing.

Musibah yang dahsyat  karena apa?  Manusia ada sebagian tidak sadar untuk bertanggung jawab memelihara alam ini, hingga terjadilah  kerusakkan alam, maka dalam musibah ada tiga perspektif: Pandangan secara theologies atau ketuhanan, Pandangan secara alami, dan - Pandangan secara kemanusiaan.

Kalau dinilai pandangan dari sudut ketuhanan, memang inilah misteri, tapi secara garis besar banyak manusia yang merusak alam ini,  akhirnya alam kembali membalas dengan pukulan kepada apa yang hidup dibumi.

Secara sudut pandang alam yaitu wajar karena setiap tahun 6 Cm dari kerak bumi tadi itu bergeser, nah kalau ber-tahun-tahun bertumpuk akhirnya akan terjadi kerusakkan tersebut inilah perstektif alam,  dan perspektif atau pandangan secara kemanusiaan sesungguhnya ini perbuatan manusia itu sendiri, maka akan adanya peristiwa itu, janganlah kita begitu mudah mengatakan bahwa tuhan murka, padahal ditilik dari agama yang diturunkan oleh Tian itu semuanya memberikan bimbingan petunjuk bagaimana umat manusia harus senantiasa menempuh jalan suci tadi. Maka, tanggung jawab ini setiap manusia diposisi apapun mereka harus sadar menyadari tanggung jawabnya itu.

Dalam Chun Qiu ada dikisahkan bagaimana tanggung jawab seorang ibu itu sangat menggetarkan. Chun Qiu jaman peperangan Negara yang besar memerangi Negara yang kecil untuk dicaplok/dikuasai dlsb.

Ada suatu kisah dimana Negara yang lebih besar menghajar Negara yang kecil didalam peperanga itu seorang jendral menjadi terkesima heran karena ada seekor kuda yang sudah dihujani anak panah dia tidak bergeming dari tempatnya, dia tidak berlari seperti kuda kuda yang lain, meskipun seluruh tubuhnya bermandi darah.

Maka – Jendral itu memerintahkan kepada prajuritnya jangan dipanah lagi dan coba di lihat ada apa dengan kuda itu. Lalu ia turun mendekati dan ternyata kuda itu adalah kuda betina yang sedang melahirkan anaknya.  Maka – jendral perang itu menggeleng-gelengkan kepala, jangan bunuh dia, selamatkan dia supaya anaknya itu selamat. Tapi kita sering baca dimedia cetak atau elektronik dsb bagaimana umat manusia dibumi ini banyak ibu-ibu yang melahirkan anak tapi hilang rasa tanggung jawabnya ada yang dibungkus plasti, dibuang ketempat sampah ada yang dimasukkan spiteng dsb, khok, kalah dengan seekor kuda.

Kita lihat seekor ayam Benita pada waktu ia belum menetaskan telur yang dieraminya dia masih wajar takut kepada orang yang lewat. Tetapi tatkala telur-telur yang sudah dieraminya itu menetas, anak2nya itu telah lahir begitu bertanggung jawab, sedikit ada suara dia lari untuk melindungi anak-anaknya.

Ini adalah suatu gambaran bagaimana tanggung jawab seorang ibu untuk bayi yang dilahirkan, seperti itulah yang dimaksudkan rasa tanggung jawab itu tadi. Zeng Zi memberi nasihat kepada murid2 nya, manusia itu bertanggung jawab per- tama-tama pada dirinya lebih dahulu, per-tama2 bina diri baru dapat membina keluarga, masyarakat dan Negara, itulah masalahnya tanggung jawab. Maka kalau manusia sadar akan tanggung jawabnya maka untuk dapat bertahan kepada jalan suci itu jelas akan seperti Zeng Zi tadi, “Wahai anak2ku aku sudah lepas dari tanggung jawab atas tubuhku ini.” Maka – dia tidak malu lagi kembali keharibaan Tian karena sudah bersih.

Mimbar ini mengupas jalan keselamatan dan juga bagaimana bisa bertahan didalam jalan keselamatan yang kuncinya adalah bertanggung jawab penuh kepada posisinya masing-masing. Dibawakan di Kongcubio Tangerang pada hari Zhi Sheng DanSelasa, 27-08-2567.Semoga bermanfaat, Shanzai.

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 44 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com