spocjournal.com

The Peaceful Plan To Reach The Great Harmony

 

 

By Ws.Mulyadi Liang, S.Pd.Ing., M.Ag.
The Supreme Council of Confucian Religion in Indonesia (MATAKIN)

Since I was invited by HWPL on the second dialog in September 2015 and joined the meeting until today, there are so many experience that I can get from this meeting. By this form of the meeting we can share our opinion to the topics which was prepared by HWPL based on our scriptures and teachings, at the same time we could learn also from the others religions point of view and how they explained the topic based on their scriptures and teachings, and we can learn how to respect each other.

When we discussed the topics, even though we came from different background and believes but basically we came from the same source, i.e. God or Heaven, Tian, Allah, Brahman, whatever we called the God’s name, it means the only One God. Therefore, there is no reason if we should hate or fight each other because of we have different believes. All religions teach us to love each other or benevolence (ren). In this case, I would like to quote the dialog between Confucius and his disciple, his name is Zigong. Once he asked Confucius, saying, “Master, is there any one word which may serve as a golden rule for all one’s life? Then Confucius replied, “There is indeed. Is not RECIPROCITY (Zhongshu) such a word? What you do not want done to yourself, do not do to others.”Further, Zigong said, “What I do not wish men to do to me, I also wish not to do to men.” Hearing to it Confucius said, “Dear Zi, it is not that simple. You have not attained to that.”
We are fully agreed and supported what HWPL done to spread out peaceful to all over the world by doing the dialog between religious and political leaders. This kind of efforts is the same with Confucius’ Peace Plan, Abolishing war was the common wish of Confucius and his disciples. At the Park of the Nung, Confucius asked his disciples, Zilu, Zigong and Yan Yuan, to debate on a peaceful world. Zilu proposed a war to end all wars, while Zigong proposed diplomacy to end the calamities of the world. Confucius sided with Yan Yuan’s peace plan when Yan said that he wished to have an enlightened king or a sage ruler and assist and help him to educate the people with rites and music. He would cause the city walls to have no need to be repaired, the ditches and moats to have no foe to cross over then, and the swords and spears to be beaten into plowshares, horsed and cattle to be released on the plains and in the moors, homes and families would not have thoughts of separation and bereavement, and in a thousand years there would be no misfortune of warfare and fighting.

Confucius’ Great Society:
Confucius did not wish to look for a paradise in the next world, he rather wanted to have a paradise on earth such as: When Dao prevails, the world will become common to all. The people will elect virtuous and talented persons for the government, and they will promote good faith and friendship. Thus men will not consider only their own parents as their parents, nor treat only their own children as their children. The aged will find a meaningful life till their death, the able persons are fully employed, and the young are provided with upbringing, and the forlorn and helpless people, the disabled and the sick, will all be supported by the state. Every man will have his own rights and every woman have her own belongings. They hate to see goods lying about in waste, yet they do not board them for themselves. They dislike the thought that their energies are not fully used, yet the use them not for egoistic ends. Therefore, all evil plotting is prevented in advance and rebels do not arise. Thus, perfect security will prevail everywhere, people can leave their outer gates unchecked. This is called the Great Unity.
We hope that the world will be in peace whenever every one can live together as brothers and sisters as Confucius said, “Within the four seas, we are brothers and sisters”. There will be no chaos and no war if every one can participate to spread out peaceful messages to the world. We can do this efforts by educating our children from the beginning about the important to live in tolerance and harmony with others.   We start to educate ourselves and our family, by doing this we already have participated to make our society and our country in order. If every country in order, so the world will be in peace.

Rencana Perdamaian Untuk Mencapai Keharmonisan Agung
Oleh: Ws.Mulyadi Liang, S.Pd.Ing.,M.Ag.
Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN)

Sejak  saya diundang oleh HWPL (Heavenly Culture World Peace Restoration of Light) pada dialog kedua bulan September 2016 dan mengikuti pertemuan pada hari ini, banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dari beberapa pertemuan ini. Dengan bentuk pertemuan seperti ini kita bisa berbagi pendapat berdasarkan pada pokok bahasan yang telah disiapkan oleh HWPL  berdasarkan pada kitab suci dan ajaran kita masing-masing, pada saat yang sama kita juga dapat belajar dari cara pandang agama masing-masing dan bagaimana mereka menjelaskan pokok bahasan berdasarkan pada kitab suci dan ajarannya, dan kita dapat belajar bagaimana saling menghargai satu sama lain.

Ketika kita membahas suatu pokok bahasan, meskipun kita datang dari latar belakang keyakinan yang berbeda namun pada dasarnya kita berasal dari sumber yang sama, yakni God atau Heaven, Tian, Allah, Brahman, dengan nama apapun kita menyebut nama Tuhan, yang artinya hanya satu Tuhan Yang Esa. Oleh karena itu, tidak ada alas an jika kita saling membenci dan berkelahi satu sama lain oleh karena kita memiliki keyakinan yang berbeda. Semua agama mengajarkan cinta kasih (ren). Dalam hal ini, saya ingin mengutip percakapan antara nabi Kongzi (Confucius) dan muridnya yang bernama Zigong (baca, Tzekung). Suatu saat dia bertanya kepada nabi Khongcu dan berkata, “Guru, adakah satu kata yang dapat menjadi pedoman sepanjang hidup? Kemudian nabi Kongzi menjawab, bukankah itu Satya dan Tepasalira (Zhongshu)? Apa yang diri sendiri tiada inginkan, janganlah dilakukan terhadap orang lain.” Selanjutnya Zigong berkata, “Apa yang orang lain tidak ingin lakukan kepada diriku, akupun tidak mau melakukannya kepada orang lain.” Mendengar hal itu nabi Kongzi bersabda, “Muridku Zi,  tidaklah semudah itu! Engkaupun belum mampu untuk mencapainya.”

Kami sangat setuju dan mendukung apa yang HWPL lakukan untuk menyebarkan pesan perdamaian ke seluruh dunia dengan melakukan berbagai dialog antar para pemimpin agama dan pemimpin politik. Upaya semacam ini sama halnya dengan rencana perdamaian yang didambakan oleh nabi Kongzi, menghapus peperangan adalah merupakan cita-cita dari nabi Kongzi dan para muridnya. Ketika berada di sebuah taman Nung, nabi Kongzi bertanya kepada muridnya yang bernama Zilu, Zigong, dan Yan Yuan, untuk mendiskusikan tentang perdamaian dunia. Zilu mengusulkan supaya mengakhiri semua peperangan, sementara itu Zigong mengusulkan cara diplomasi untuk mengakhiri berbagai kekacauan di dunia ini. Nabi Kongzi setuju dengan usulan dari Yan Yuan yang menginginkan adanya seorang raja atau pemimpin yang adil dan bijaksana untuk membantunya mendidik rakyat dengan Kesusilaan dan Musik. Dia menginginkan agar tembok kota tidak perlu lagi diperbaiki, parit-parit dan selokan di sekeliling benteng tidak lagi dilaui oleh musuh, dan pedang serta tombak harus dirubah dan dijadikan mata bajak, kuda dan hewan ternak  dilepaskan  di tanah lapang dan kandangya, rumah dan keluarga terhindar dari perceraian dan rasa kehilangan, dan dalam waktu beribu-ribu tahun tidak adan lagi kesengsaraan dan peperangan serta perseteruan.

Gagasan tentang Masyarakat Yang Agung dari nabi Kongzi:
Nabi Kongzi tidak ingin mencari surta yang ada di dunia lain, beliau lebih menginginkan mendapatkan surga di dunia ini seperti: Bilamana Jalan Suci (Dao) terselenggara, maka dunia ini menjadi tempat bagi semua orang. Rakyat akan memilih orang yang berkebajikan dan cakap dalam pemerintahan, dan mereka akan mempromosikan kebajikan dan persaudaraan. Selanjutnya, orang tidak hanya akan memikirkan orang tuanya sendiri saja, melainkan juga orang tua yang lain, mereka tidak hanya merawat anaknya sendiri saja, melainkan juga terhadap anak-anak yang lain. Orang-orang lanjut usia akan hidup sejahtera sampai mereka tiada, setiap orang yang cakap akan mendapatkan pekerjaannya, dan anak-anak muda mendapatkan pengasuhan, dan tidak ada orang yang menganggur, orang-orang yang cacat dan sakit, akan dibantu oleh pemerintah. Semua orang laki-laki akan mendapatkan haknya dan setiap wanita akan mendapatkan miliknya. Mereka tidak menyukai barang-barang yang dibiarkan dan tidak dimanfaatkan, meskipun tidak disimpan untuk dirinya. Mereka tidak menyukai apabila pikiran dan tenaganya tidak dimanfaatkan dengan penuh, meskipun demikian bukan untuk dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Oleh karena itu, maka kejahatan akan dapat dicegah dan para perampok tidak akan berkembang. Selanjutnya, keamanan akan tercipta dimana-mana, rakyat dapat meninggalkan rumahnya dengan pintu gerbang terbuka tanpa merasa khawatir. Inilah yang dinamakan Keharmonisan Yang Agung (Datong Shijie).

Kami mengharapkan dunia akan menjadi damai apabila setiap orang dapa hidup bersama seperti saudara, seperti apa yang disabdakan oleh nabi Kongzi (Confucius), “Di empat penjuru samudera, kita semua adalah bersaudara.” Tidak akan ada lagi kekacauan dan peperangan bilamana setiap orang mau ikut serta menyebarkan pesan perdamaian ke seluruh dunia. Kita dapat melakukan usaha ini dengan cara memberikan pendidikan kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya hidup bertoleransi dan harmonis dengan orang lain. Kita mulai mendidik diri kita sendiri dan keluarga kita, dengan melakukan hal ini berarti kita sudah ikut serta menciptakan masyarakat dan Negara yang teratur. Bila masyarakat dan Negara dalam keadaan teratur, maka dunia ini akan damai.

  • Makalah ini akan disampaikan pada pertemuan yang diselenggarakan oleh HWPL, pada tanggal 28 Januari 2016 di Gedung CDCC, Jakarta.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 58 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com