spocjournal.com

Hubungan Antara Iman Dengan Bakti

 Oleh: Sartika Setia Sari

1. Pendahuluan

Latar Belakang
Hidup manusia dalam iman Ru Jiao (Agama Khonghucu) adalah sebuah kelangsungan berkesinambungan dari pra ke pasca kehidupan di dunia ini. Maka iman akan : datang dari-Nya da kembali kepada-Nya; Khalik Semesta sebagai causa prima dan causa finalis (satya dan tepasarira = zhong shi) segera; menjadi panggilan ibadah paling mendasar bagi umat Ru. Bila ini dirangkai dengan iman di antara Tuhan dan manusia ada orang tua (leluhur), maka hubungan manusia dengan leluhur adalah satu kesatuan yang berpangkal dan berujung pada Tuhan Sang Maha Leluhur Manusia.Memuliakan hubungan ini adalah bakti yang utama dan ini menjadi pokok ajaran Ru Jiao.Sebetulnya secara "kemanusiaan" nya, manusia tak terlepaskan dari perkara ini. Dalam sejarah manusia (di awal peradaban) pemujaan leluhur (memang) lebih dulu dikenal sebelum para Nabi memberi bimbingan kepada umat manusia pada iman akan Tuhan.

Dalam tulisan kali ini, masalah xiao (laku bakti) ini akan dibahas dari makna dan fungsi meja abu (persembahyangan terhadap leluhur); karena luasnya cakupan laku bakti maka pembahasan yang lain akan ditulis tersendiri; penyajiannya lebih pada iman akan ke"hidup"an dengan aspeknya pada laku bakti pasca berpulangnya leluhur. Sebuah pengantar (singkat!) tentu jauh dari kelengkapan, tetapi sumber tetap mengangkat hal dasar dan penting dalam persembahyangan leluhur, mungkin yang tertinggal adalah pernik-pernik dan tata cara pelaksanaannya; hal-hal yang berkenaan dengan "kebiasaan" masyarakat tentu banyak "kesamaan dan perbedaan" walau mungkin berakar pada hal yang satu ini. Setidaknya yang utama adalah nilai iman dan makna agamis yang menjadi semangat orang melakukan persembahyangan leluhur bisa dihayati dengan benar.

Kata Xiao (Bakti) pernah sangat mendominasi khasanah kehidupan manusia.Sebutan anak Bu Xiao (tidak berbakti) merupakan suatu ‘mantera’ terburuk yang diucapkan oleh orang tua kepada anaknya. Seiring perjalanan waktu, kata (dan perbuatan) Bakti seakan memudar seiring derap perkembangan jaman, yang diikuti oleh pergeseran nilai-nilai. Makna Bakti mendapat tantangan yang luar biasa.Istilah Bakti atau tidak berbakti seakan menjadi perbendaharaan kuno dalam kosa kata jaman modern.

Nabi bersabda, “Seorang muda, di rumah hendaklah berlaku Bakti, di luar hendaklah bersikap Rendah Hati, hati-hati sehingga dapat dipercaya, menaruh cinta kepada masyarakat dan berhubungan erat dengan orang yang berperi cinta kasih. Bila telah melakukan hal ini dan masih mempunyai kelebihan tenaga, gunakanlah untuk mempelajari kitab-kita.” http://www.spocjournal.com/religi/362-awal-dan-akhir-laku-bakti-dalam-pandangan-agama-khonghucu-sebuah-renungan.html - Disini Nabi hendak memberi pesan kepada kita (orang muda) 4 modal permulaan dalam menempuh Dao, yaitu sikap kita di dalam rumah (Bakti), sikap kita di luar rumah (rendah hati), lingkungan yang dipilih (bergaul dengan orang yang berperi Cinta Kasih), dan mempelajari kitab-kitab.Youzi berkata, “Seorang yang dapat berlaku Bakti dan Rendah Hati, tetapi suka menentang atasan, sungguh jarang terjadi; tidak suka menetang atasan, tetapi suka mengacau, ini belum pernah terjadi. 2. Maka seorang Junzi mengutamakan pokok, sebab setelah pokok itu tegak, Daoakan tumbuh. Laku Bakti dan Rendah Hati itulah pokok peri Cinta Kasih.” http://www.spocjournal.com/religi/362-awal-dan-akhir-laku-bakti-dalam-pandangan-agama-khonghucu-sebuah-renungan.html - Terlihat disini, Xiao atau Bakti bagi umat Ru-Khonghucu merupakan hal paling dasar yang mesti dilakukan. Dengan kita melaksanakan Xiao (Bakti), kita menapaki Ren Dao(Jalan Suci Manusia) untuk harmonis dengan Tian Dao(Jalan Suci Tian). Agama Ru-Khonghucu selalu mengajarkan kita mengutamakan pokok dan membelakangkan yang ujung. Sebab kalau pokok itu kacau, bagaimana akan tercipta keharmonisan? Mencapai yang jauh dimulai dari dekat, yang tinggi dimulai dari yang rendah. Dengan urut-urutan seperti ini tentu saja kehidupan kita akan selaras dengan Dao.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka penulis akan berusaha untuk merumuskan dan mengidentifikasi masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana hubungan antara iman dengan bakti?
  2. Bagaimana memuliakan iman dan bakti kepada leluhur?
  3. Tujuan

Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini, yaitu :

  1. Mengetahui  hubungan antara iman dengan bakti.
  2. Mengetahui  caramemuliakan iman dan bakti kepada leluhur.
  3. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari pembuatan makalah ini yaitu menambah wawasan atau pengetahuan penulis dan pembaca mengenai keimanan dan bakti umat Khonghucu.Iman di antara Tuhan dan manusia ada orang tua (leluhur), maka hubungan manusia dengan leluhur adalah satu kesatuan yang berpangkal dan berujung pada Tuhan Sang Maha Leluhur Manusia.Serta bakti kepada orang tua dan leluhur.

 

2. Pembahasan
Hubungan Iman Dengan Bakti
Di dalam Li Ji Kitab Suci Kesusilaan XXIV/13, tersurat bahwasannya manusia dijelmakan Tuhan malalui ayah bundanya, manusia memiliki daya hidup nyawa dan roh (Gui Shen). Semangat (Qi) itulah perwujudan tentang adanya Roh, kehidupan jasad (Po) itulah perwujudan tentang adanya nyawa.Bersatu harmonisnya Nyawa dan Roh dalam kehidupan ini, itulah tujuan pengajaran agama.

Semua yang dilahirkan (tumbuh), mesti mengalami kematian; yang mati itu mesti kembali kepada tanah; inilah yang berkaitan dengan Nyawa.Semangat itu mengembang naik ke atas, memancar diantar semerbaknya dupa, itulah sari kehidupan, itulah kenyataan daripada Roh.
Nabi bersabda,”demikianlah seorang anak berbakti mengabdi/melayani orang tuanya.di rumah sikapnya sungguh hormat, didalam merawatnya sungguh-sungguh berusaha memberi kebahagiaan; saat orang tua sakit ,ia sungguh-sungguh prihatin;di dalam berkabung,ia sungguh-sungguh bersedih;dan,di dalam menyembahyanginya,ia melakukannya dengan sungguh-sungguh hormat.orang yang dapat melaksanakan lima perkara ini,ia benar-benar boleh dinamai melakukan pengabdian kepada orang tua” kitab Hau king X;Ikhtisar Laku Bakti

Dalam ayat ini diajarkan 5 sikap laku bakti seorang anak dan bila kita dapat melaksanakan ini kepada orang tua kita akan memberikan rasa bahagia, karena inti dari laku bakti itu adalah melayani dan mengabdi kepada ayah bunda , adapun kelima sikap tersebut sebagai berikut :

  1. Didalam rumah melaksanakan sikap hormat kepada ayah bunda .
  2.  Merawat orang tua dengan sungguh sungguh dan memberi kebahagian.
  3.  Ketika ayah dan bunda sedang sakit bersikap prihatin.
  4.  Ketika orang tua meninggal dan didalam masa berkabung terceminlah rasa sedih.
  5. Didalam bersembahyang dilakukan dengan sungguh sungguh hormat.

5 ikhtisar laku bakti ini merupakan wujud rasa pengabdian kepada orang tua dan merupakan rasa balas budi seorang anak kepada orang tuanya.Rasa balas budi adalah akar dari sikap laku bakti, bila rasa dan sikap balas budi ini tidak ada dalam diri seorang anak bagaimana mungkin bisa melaksanakan tindakan laku bakti.Bila dalam diri seorang anak tumbuh rasa balas budi kepada orang tuanya, kesadaran ini akan menumbuhkan perilaku bakti.

Dalam kitab Lun Gie II: 7 , tersurat “ Nabi bersabda, “Sekarang yang dikatakan laku bakti katanya asal dapat memelihara; tetapi anjing dan kudapun dapat memberi pemeliharaan. Bila tidak disertai rasa HORMAT, apa bedanya ?”

Pelajaran ini memberi kita petunjuk pelaksanaan yang jelas bagi seorang anak ,jadi diharapkan sikapnya didalam berperilaku jangan beranggapan bahwa asalkan kita dapat membalas budi kepada orang tua dengan memberikan semua kebutuhan materi, beranggapan sudah berlaku bakti, Tetapi bila tidak ada rasa hormat yang terwujud dalam tindak tanduk kita kepada orang tua , apa bedanya dengan seekor anjing dan kuda ? Maka pentinglah berlaku hormat kepada ayah bunda didalam rumah dan diluar rumah.

Memuliakan Iman dan Bakti Kepada Leluhur
Dalam Ru Jiao, konsep memuliakan hubungan atau bakti (xiao) menjadi pokok ajaran agama (suo wei xiao ye, zhong zhi ben jiao yue xiao, Li Ji Bk XXIV dan fu xiao, de zhi ben ye,jiao zhi suo you sheng ye, Xiao Jing Bab I/4); Laku bakti itu pokok dari segala perjalanan agama dan sesungguhnya laku bakti itu adalah pokok kebajikan, dari sinilah agama berkembang; bila disimak dari bangunan huruf Jiao (agama) yang terdiri dari radikal Xiao (bakti) dan wen (kitab dan ajaran), maka jelaslah prikehidupan beragama sesungguhnya tak lepas dari masalah yang satu ini.

Berbakti kepada Tuhan dengan berbakti kepada orang tua adalah sebuah "urutan" kodrati manusia. Bersembahyang kepada Tuhan dan leluhur adalah rangkaian ibadah yang ditetapkan dari dan untuk Nya; ini menyangkut makna suci kehidupan dan kematian, meliputi dunia akhirat dan pangkal ujung manusia;dan persembahyangan terhadap leluhur ada dalam artian ini. Dalam tulisan kali ini, masalah xiao (laku bakti) ini akan dibahas dari makna dan fungsi meja abu (persembahyangan terhadap leluhur); karena luasnya cakupan laku bakti maka pembahasan yang lain akan ditulis tersendiri; penyajiannya lebih pada iman akan ke"hidup"an dengan aspeknya pada laku bakti pasca berpulangnya leluhur.

Didalam perilaku bakti seorang anak kepada orang tuanya ketika meninggal dunia terwujud dalam sikap berduka cita dengan rasa sedih, menangis tidak meratap dan meraung-raung, tidak berpakaian indah dan mengenakan perhiasan mewah, tutur katanya jujur tidak dibumbui, mendengar musik tidak merasa senang dan memakan makanan lezat tidak dapat merasakannya. Inilah sikap berduka cita yang diajar oleh Nabi Kongzi.

“Nabi menjawab,” Pada saat hidup layanilah sesuai dengan kesusilaan,ketika meninggal dunia makamkanlah sesuai dengan kesusilaan, dan sembahyangilah sesuai dengan kesusilaan” Sabda suci (Lun Gie) ,bab II,5;3.

Genaplah perilaku bakti seorang anak kepada orang tuanya, ketika orang tua kita hidup kita rawat dan layani dengan penuh kesusilaan dan sopan santun,kita berikan kebahagian dengan menjaga nama baik orang tua dan berbuat penuh kebaikan, ketika berpulang kita berduka cita sesuai kesusilaan dan memakamkannya sesuai perintah agama, dan melaksanakan upacara sembahyang sesuai dengan agama yang diimani orang tua, dan dilanjutkan dengan memeriksa cita cita luhur orang tuanya untuk dilaksanakan sebagai rasa bakti, disempurnakan dengan mengikuti jalan suci orang tuanya dan tidak mengubahnya selamanya. Sungguh besar dan agung ajaran rasa bakti ini.  

3. Kesimpulan
Bakti (xiao) dalam agama Ru-Khonghucu merupakan pokok yang mendasari manusia agar menjadi manusia yang ber Peri Cinta Kasih.Berbakti dimulai dari dalam rumah, bahkan dari diri sendiri. Berbakti adalah proses mengasah hati (ketulusan) yang harus dilalui untuk menjadi manusia yang penuh Cinta Kasih. Maka dari itu saya berharap kita semua dapat melakukan dan meneladani sikap laku bakti ini dan dapatlah dijadikan pedoman hidup kita, dimana Nabi bersabda “ Sesungguhnya Laku Bakti itulah pokok kebajikan; daripadanya ajaran agama berkembang.” Marilah kita camkan dan hayati ajaran ini dan laksanakan perilaku bakti ini sehingga kebajikan kita berkembang dan berkembang pulalah ajaran agama kita.

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:499 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:955 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:140 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:261 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:158 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:422 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:312 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:246 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:188 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:740 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 34 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com