spocjournal.com

Definisi Terorisme

Definisi Terorisme
Pandangan Matakin Berkaitan Dengan Definisi Terorisme

 

Oleh: Js. Sofyan Jimmy Yosadi, SH
(Bidang Hukum MATAKIN)

Bahwa berdasarkan Surat dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Nomor : LG/15897/DPRRI/IX/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang Permohonan Permintaan Definisi Terorisme kepada Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, Maka perkenankan kami menyampaikan beberapa pendapat berkaitan dengan hal tersebut.

Pengertian Terorisme menurut Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang adalah “Terorisme adalah penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas Internasional"

Terorisme berasal dari bahasa latin Terrere yang berarti menimbulkan rasa gemetar dan rasa cemas (Mark Juergensmeyer). Sedangkan dalam bahasa Inggris to terrorize yang artinya menakut-nakuti.

Menurut Konvensi PBB tahun 1989 menyatakan bahwa terorisme adalah segala bentuk tindakan kejahatan yang dilakukan langsung kepada negara dengan maksud menciptakan teror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas.

Menurut Kamus besar bahasa Indonesia, pengertian Teror ialah rasa takut yang ditimbulkan oleh orang atau sekelompok orang. Sedangkan pengertian Terorisme adalah suatu kegiatan yang menimbulkan tekanan dan ketakutan. 

Perkembangan jaman di era globalisasi dan informasi tanpa batas telah membuka pemahaman dan realitas bahwa tindak pidana terorisme merupakan kejahatan lintas negara (Transnasional crime) karena terorganisasi dan memiliki jaringan yang luas, sehingga mengancam perdamaian dunia serta keamanan internasional khususnya keamanan nasional. Maka menjadi suatu kewajiban bagi pemerintah untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara, memelihara keutuhan bangsa serta integritas nasional dan melindungi keamanan warga negara dari segala bentuk ancaman terorisme.

Terorisme adalah kejahatan terhadap peradaban manusia (crimes againts civilation) dan menjadi musuh umat manusia. Terorisme merupakan kejahatan luar biasa (Extraordinary crime) yang menimbulkan bahaya terhadap keamanan, menimbulkan rasa takut terhadap setiap orang, menggangu kesejahteraan masyarakat serta menghancurkan tatanan perdamaian dunia.

Terorisme yang dilakukan para pelaku teror (teroris) dalam menjalanakan aksinya mempunyai nilai mengagetkan (Shock value) yang bagi teroris berguna untuk mendapatkan perhatian. Maka dampak terorisme terkesan kejam, sadis tanpa menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Sasaran yang menjadi objek terorisme lebih banyak sasaran sipil seperti super market, mall, sekolah, tempat ibadah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya serta sasaran non sipil seperti infrastuktur militer maupun kantor kepolisian.

Landasan Filosofis ajaran agama Khonghucu menekankan pada cinta kasih kepada sesama manusia yang universal dilandasi semangat persaudaraan. Beberapa ayat suci dalam Kitab Suci agama Khonghucu yakni Si Shu dan Wu Jing serta Xiao Jing memberikan gambaran secara komprehensif tentang hal tersebut. Keyakinan dalam ajaran Khonghucu kepada Huang Tian, Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai akar dan landasan dalam belajar, mawas diri dan membina diri membangun rumah tangga, hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara hingga mewujudkan perdamaian dunia.

“Seorang Junzi (Susilawan), memuliakan tiga hal : memuliakan Firman Tian, Tuhan Yang Maha Esa, memuliakan orang-orang besar dan memuliakan sabda para Nabi” (Kitab Lun Yu, Sabda Suci XVI : 8)

“Ternyata biar Nabi Purba maupun Nabi kemudian, haluannya serupa” (Kitab Mengzi IV B : 1).

Dari ayat suci ini jelaslah pandangan ajaran Khonghucu yang universal, yang menghormati dan menjunjung tinggi ajaran agama lainnya, sebagaimana juga orientasi ajaran agama Khonghucu mengarah pada perdamaian dunia.

“Di Empat penjuru Lautan semua saudara” (Kitab Lun Yu, Sabda Suci XII : 5).

“Cinta Kasih ialah mencintai manusia, kebijaksanaan ialah mengenal manusia” (Kitab Lun Yu, Sabda Suci XII : 22)

“Yang berperi cinta kasih itulah mencintai sesama manusia, yang berkesusilaan itu menghormati sesama manusia. Yang mencintai sesama manusia, niscaya akan selalu dicintai orang. Yag menghormati manusia, akan selalu dihormati orang” (Kitab Mengzi IV B : 28).

Dalam ajaran Khonghucu, Laku bakti adalah pokok kebajikan daripadanya ajaran agama berkembang. Mencintai sesama manusia sebagai saudara adalah hubungan eksternal yang memberikan jaminan universalitas demi kedamaian kehidupan bersama dan menjaga perdamaian dunia. Mencintai manusia berarti tidak menyakiti sesama manusia. Menjaga dan merawat tubuh dan anggota badan merupakan perbuatan laku bakti.

“Sesungguhnya Laku bakti itu adalah pokok kebajikan, daripadanya ajaran agama berkembang. Tubuh, anggota badan, rambut dan kulit, diterima dari ayah bunda maka perbuatan tidak berani membiarkannya rusak dan luka, itulah permulaan laku bakti. Menegakkan diri hidup menempuh jalan suci meninggalkan nama baik di jaman kemudian sehingga memuliakan ayah bunda, itulah akhir laku bakti. Adapun laku bakti itu dimulai dengan melayani ayah bunda, selanjutnya mengabdi kepada pemimpin (nusa, bangsa dan negara) dan akhirnya menegakkan diri” (Kitab Xiao Jing, Kitab Bakti I : 4-6).         

Berkaitan dengan tindakan teror atau terorisme, ajaran agama Khonghucu menentangnya karena berlawanan dengan prinsip ajaran laku bakti, mencintai sesama manusia dan menjaga kerukunan, serta kedamaian dan perdamaian dunia. 

Berdasarkan landasan filosofis ajaran agama Khonghucu dengan penjelasan dan uraian tersebut di atas maka Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia memberikan masukan mengenai definisi terorisme berkaitan dengan RUU tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

DEFINISI TERORISME ; “Terorisme adalah tindakan yang menggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan, atau tekanan dan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang atau masyarakat secara meluas, mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan atau peradaban bangsa mengancam pemerintah dan negara atau menghancurkan tatanan perdamaian dunia,  menyebarkan dan menganjurkan kebencian serta menimbulkan korban manusia yang bersifat massal, dengan cara merampas hak asasi manusia atau kemerdekaan hidup atau hilangnya nyawa manusia dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas Internasional dan merupakan kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan”

Jakarta, 21 Oktober 2016

MAJELIS TINGGI AGAMA KHONGHUCU INDONESIA 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:186 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:214 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:395 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:300 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:128 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:704 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1018 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:176 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:300 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:188 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 62 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com