spocjournal.com

Iman dan Administratif Benar-Benar Khonghucu

 

(Cara Merubah Kolom Agama dalam KTP Menjadi Khonghucu

 

Oleh: Js Tine Agustine

Salam Dalam Kebajikan
Wei De Dong Tian

Masih adanya asumsi di masyarakat Khonghucu bahwa untuk merubah KTP pada kolom agama sulit atau dipersulit, untuk itulah saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana proses membuat dan mendapatkan KTP yang berkolom agama Khonghucu. Perlu diketahui bahwa agama saya sebelumnya tertulis Kristen di KTP, walaupun mengimani Khonghucu sebagai agama saya.

Sekitar bulan Desember 2015, sebagai proses awal membuat KTP saya ke rumah RT dan RW untuk mendapatkan surat pengantar membuat KTP. Hal ini tanpa ada kesulitan yang berarti, karena memang Bapak RT dan RW sudah mengetahui bahwa saya dan ibu saya penganut Khonghucu sementara bapak saya beragama Kristen.

Keesokan harinya, tepat tanggal 2 Desember 2015. Saya datang ke kelurahan Kampung Pancoran Mas, kelurahan dimana kedua orang tua saya tinggal. Sebelumnya saya direkomendasi oleh Bu RT untuk menemui Ibu Iin di kelurahan. Sesampainya di sana saya tanya ke salah satu staff di kelurahan di mana ruang Bu Iin? Saya langsung diarahkan staff tersebut ke ruang Bu Iin. Sesampainya di ruang Bu Iin, ia dengan santai menerima dan menanyakan keperluan kedatangan saya. Lalu saya jelaskan bahwa saya direkomendasikan oleh bu RT saya yang bernama Mezi yang merupakan teman sekolah SD saya untuk menemui bu Iin untuk pengurusan KTP.

Sebelumnya banyak orang memberi dukungan ke saya, antara lain; Ibu Yanti Widagdo, selaku ketua MATAKIN Provinsi Jabar, Xs Eka Wijaya (Penasehat dan Dewan Rohaniwan MAKIN Depok) dan ibu RT sendiri. Bahkan dua orang terakhir yang disebut, menawarkan diri untuk membantu pembuatan KTP saya ini, akan tetapi saya yang awalnya berharap ada yang membantu akhirnya memutuskan untuk mengurus sendiri agar saya mengetahui kronologis pembuatan KTP yang sesungguhnya. Pada saat itu saya ke kelurahan membawa berkas kelengkapan yang menyatakan saya beragama Khonghucu, seperti; Kartu Li Yuan Umat sebagai bukti tertulis penganut Khonghucu (bagi yang belum memiliki kartu ini dapat meminta surat keterangan pemuka agama/rohaniwan Khonghucu, KTP lama dan juga Kartu Keluarga (KK) dimana sebelumnya tertulis beragama Kristen.

Tenyata untuk mengurus perubahan KTP berarti juga harus merubah Agama di KK, sehingga Bu Iin menginstruksikan untuk menulis dan mencoret apa-apa saja yang harus dirubah di fotocopy KK. Langsung saya coret agama kristen di KK dan saya ganti dengan Khonghucu dan karena di KK nama kakek-nenek saya tidak ada, Ibu Iin meminta saya untuk melengkapinya sekalian.

Saat itu ada rasa was-was dan takut bila terjadi masalah yang berkepanjangan karena nama kakek dan nenek dari bapak saya masih menggunakan tiga nama, saya bilang, "saya hanya tahu nama kakek dan nenek dari ibu saya karena sering disebut dan dipanggil". Bu Iin tetap bersikeras minta agar dilengkapi semuanya, "tidak boleh ada yang kosong..", dengan takut-takut saya hubungi bapak saya untuk mendapatkan nama kakek dan nenek dari beliau. Lama tidak mendapat jawaban, akhirnya setelah 15 menit berlalu dapat juga, bapak saya mengirimi nama nenek dan kakek saya via SMS dan langsung saya tuliskan nama kakek dan nenek di lembar fotocopy KK. Lalu Bu Iin bilang, "kalau KTP tidak bisa langsung jadi karena blangkonya habis, jadi saya diminta untuk meninggalkan no HP agar bisa dihubungi bila sudah siap nanti"

Saya bertanya apa perlu saya photo lagi mengingat E-KTP saya hilang. Bu Iin bilang tidak perlu karena di arsip photo saya masih ada (itulah enaknya E-KTP ada arsip). Merasa belum puas ditambah ketika di rumah RT, Bu RT menunjukkan surat KTP sementara. Jadi saat itu, saya minta ke Bu Iin untuk membuatkan surat atau berkas lain sebagai pegangan saya bila nanti mau urus surat-surat selama KTP yang asli belum siap dan saya juga bilang waktu di rumah Bu RT saya lihat KTP sementara. Lalu saya diminta untuk tunggu di ruang tunggu sementara Bu Iin membuatkan KTP sementara yang saya minta. Tidak berapa lama kemudian saya dipanggil..KTP sementara sudah jadi saya diminta untuk memeriksa sebelum ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang. Saya cek dari atas ke bawah dan menemukan kolom agama tertulis disana KHONGHUCU. Betapa saya senang sekali walaupun itu hanya KTP sementara. Lalu saya kembalikan berkas tersebut ke bu Iin untuk ditanda tangani, lalu kembali Bu Iin minta saya menunggu karena pejabat yang berwenang untuk menandatangani belum datang padahal waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Isu yang berkembang beliau masih sarapan di rumahnya.

Cukup lumayan lama saya dan yang lainya menunggu. Selama menunggu kami saling berbincang tentang kurang primanya pelayanan di kelurahan ini. Lebih dari 1 jam akhirnya yang ditunggu datang juga. Tidak berapa lama setelah itu nama saya dipanggil dan berkas yang saya tunggu saya terima. Tetapi sebelum meninggalkan kantor kelurahan saya kembali mengecek dan perhatikan berkas KTP sementara itu khawatir ada yang salah. Xie Tian Zhi En (Puji Syukur Kepada Tuhan YME). Shanzai. Isi di surat tadi semua sudah tepat. Dan kembali saya yakinkan lagi ke bu Iin kalau saya pasti dapat KTP asli dan kemudian saya tanya kapan kira-kira KTP bisa diambil. Bu Iin bilang tunggu saja nanti pasti dihubungi.

Tunggu punya tunggu, bulan Desember berlalu berganti Januari, tahun pun juga berganti tapi kabar KTP baru tidak terdengar. Ada rasa cemas dan khawatir ada kendala-kendala yang saya sediri juga tidak paham. Namun kecemasan dan kekhawatiran saya yang tanpa alasan itu pupus karena tepat tanggal 29 Januari 2016 masuk pesan ke HP saya yang isinya menginformasikan kalau KTP sudah bisa diambil. Saya yang waktu itu ada di rumah saya di Serpong langsung bergegas pulang ke Depok. Tidak sabar untuk mengambil, mendapatkan dan melihat kolom agamanya.

Sampai di Depok saya langsung cari surat KTP sementara tersebut dan setelah menemukannya saya langsung bergegas pergi mengingat itu hari Jumat,, khawatir kantor kelurahan sudah tutup. Bapak saya pun mengkhawatirkan staff kelurahan sudah pada pulang mengingat itu sudah jam 13.00an. Tetapi pikir saya, coba saja lah...kalau tidak dicoba tidak akan tahu...jadi dengan  tergesa saya berangkat dan mendatangi kantor kelurahan.

XTZE shanzai, ternyata kelurahan masih buka dan langsung saya menemui Bu Iin dan bilang kalau saya dapat sms yang menginformasikan KTP saya sudah jadi dan bisa diambil. Lalu Bu Iin meminta KTP sementaranya dan langsung saya serahkan. Kemudian Bu Iin mencari KTP saya ditumpukan berkas berdasar tanggal pembuatan. Setelah ketemu ia serahkan KTP saya ke asistennya dan saya diminta untuk ambil di asisten tersebut, lalu saya diminta untuk tanda tangan di buku pengambilan. Sebelum tanda tangan saya perhatikan kembali KTP asli dan baru itu..khusus di  kolom agama. YEEEEE...ternyata sudah KHONGHUCU. Sayang kolom golongan darah kosong.  

Demikianlah cerita bagaimana saya mendapatkan KTP dengan kolom agama Khonghucu, sekarang secara iman dan administratif saya benar-benar Khonghucu begitu juga Kartu Keluarga yang sudah terlebih dahulu jadi. Agama saya sudah tercantum Khonghucu berbeda dengan agama bapak saya yang Kristen.

Oh iya, jangan lupa persiapkan uang lima ribu, sepuluh ribu dan dua puluh ribu atau tiga puluh ribuan untuk biaya-biaya tidak terduga. Biaya-biaya semacam ini masih lazim, karena masih lumrah. Karena apa sih yang gratis! meskipun disampaikan bahwa sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2013 pasal 79A menyebutkan bahwa pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan (KK, KTP-el, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, Akta Perceraian, Akta Pengakuan Anak dll) tidak dipungut biaya atau gratis. Mungkin baru di DKI Jakarta saja, saya dengar seorang warga Tionghoa mengurus KTP bener-benar tidak mengeluarkan uang sepeserpun.

Terima kasih kepada semua yang sudah membantu dan memberi support kepada saya sehingga saya dapat KTP dengan agama yang sesuai dengan iman dan keyakinan saya dan semoga saya benar-benar bisa pegang teguh iman saya selama ini. Shanzai.

Salam dalam Kebajikan,
Penulis adalah rohaniniwan Khonghucu Jiaosheng.
Js Tine Agustine

Editor
Js Sugiandi S.A, S.Kom, M.Ag

gambar: tipsncara.com

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Berita Kebaktian Chee It / Chuyi di Kongmiao TMII

17-07-2018 Hits:57 Berita Foto

Berita Kebaktian Chee It / Chuyi di Kongmiao TMII

Kebaktian Chee It / Chuyi di Kongmiao Jumat 13 Juli 2018 kali ini diisi dengan khotbah bertema menarik, yaitu "Rahasia...

Read more

Mengikuti Wisata Rohani Berziarah Ke Makam Nabi Kongzi Di Kota Qufu, 17-25 Juni 2018

06-07-2018 Hits:193 Berita Foto

Mengikuti Wisata Rohani Berziarah Ke Makam Nabi Kongzi Di Kota Qufu, 17-25 Juni 2018

Untuk yang ketiga kalinya penulis berkesempatan untuk berziarah dan mengunjungi makam nabi Kongzi di kota Qufu, pada perjalanan kali ini...

Read more

Kegiatan Jambore Penyuluh Agama Islam-Lintas Agama & Halal Bihalal 1439H

05-07-2018 Hits:180 Berita Foto

Kegiatan Jambore Penyuluh Agama Islam-Lintas Agama & Halal Bihalal 1439H

Kegiatan Jambore Penyuluh Agama Islam-Lintas Agama & Halal Bihalal 1439H di Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bersama Menteri Agama.

Read more

Ketua MATAKIN DKI Jakarta Memimpin Doa Pada Acara Halal Bihalal 1439 H Dan HUT Ke 19 WKPUB DKI Jakar…

02-07-2018 Hits:178 Berita Foto

Ketua MATAKIN DKI Jakarta Memimpin Doa Pada Acara Halal Bihalal 1439 H Dan HUT Ke 19 WKPUB DKI Jakarta

Sabtu, 30 Juni 2018, Wadah Komunikasi & Pelayanan Umat Beragama (WKPUB) mengadakan acara Halal Bihalal 1439 H dan Hari Ulang...

Read more

Kebaktian Kelenteng "Kong Miao" Taman Mini Indonesia Indah

29-06-2018 Hits:121 Berita Foto

Kebaktian Kelenteng "Kong Miao" Taman Mini Indonesia Indah

Kelenteng Kong Miao Taman Mini Indonesia Indah yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah setiap Chuyi (Chee It) dan...

Read more

Matakin Provinsi DKI Memperingati 3 Tahun Berpulangnya Xs. Tjandra Rahardja Muljadi Dan Ibu Oey Lauw…

25-06-2018 Hits:165 Berita Foto

Matakin Provinsi DKI Memperingati 3 Tahun Berpulangnya Xs. Tjandra Rahardja Muljadi Dan Ibu Oey Lauw Nio, Di Makin Jakarta Pusat

Hari Minggu tanggal 24 Juni 2018, bertempat di Litang Makin Jakarta Pusat Jalan Mangga Besar XIII Jakarta Pusat, Matakin Prov....

Read more

Bromo Saat Sekarang

20-06-2018 Hits:102 Berita Foto

Bromo Saat Sekarang

Liburan lebaran menjadikan gunung Bromo semakin ramai pengunjung. Sekitar 1000 kendaraan naik ke penanjakan, tentu saja membuat jalan macet.

Read more

INTI Menyatukan Suku Dan Agama Lewat Sahur Bersama Di Kalijodo

20-06-2018 Hits:87 Berita Foto

INTI Menyatukan Suku Dan Agama Lewat Sahur Bersama Di  Kalijodo

Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) melaksanakan Sahur Bersama Dra.Shinta Nuriyah Wahid M. Hum di RPTRA Kalijodo,

Read more

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:59 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:157 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 46 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com