spocjournal.com

Hidup Bahagia Sesuai Firman

Oleh: Ws. Mulyadi Liang.,S.Pd.Ing.,MA

Wei De Dong Tian!
Apakah ‘Kebahagiaan’ itu dan bagaimana agar hidup kita selalu merasa bahagia? Menurut Monty Satiadarma, psikolog, kebahagiaan seseorang ditentukan oleh kemampuan menerima keadaan, melihat situasi dari sudut pandang positif, menghayati makna pengalaman hidup, merelakan pengalamannya sebagai perubahan dalam hidup, dan bisa melepaskan diri dari belenggu pengalaman emosional.

Pernahkan anda bertanya kepada diri sendiri, “Apakah aku bahagia?”

Apa yang kita lakukan ketika merasa bahagia? Tertawa

Tertawa adalah merupakan sebuah ekspresi rasa bahagia. Karena suasana hati kita sedang gembira, maka kita akan sering tertawa. Pernahkan kita berpikir, apa yang membuat hati kita merasa gembira dan bahagia sehingga bisa sering tertawa. Seandainya kehidupan kita dapat kita jalankan sedemikian rupa, sehingga semakin banyak kegembiraan dalam kehidupan ini, maka kita akan semakin bahagia.

Sebenarnya yang membuat kita merasa bahagia adalah akibat dari sebuah pilihan hidup.

Apakah anda pernah menentukan sebuah pilihan?

Apakah hari ini saya mau pergi ke Litang untuk beribadah ataukah memilih untuk menonton TV di rumah saja?

Ada pepatah mengatakan, “Pria takut memilih profesi yang salah, sedangkan wanita takut menikah dengan suami yang salah.”

Dalam kehidupan ini setiap manusia pasti akan menghadapi berbagai macam pilihan yang harus dipilihnya. Apabila kita salah dalam memilih, maka hal itu akan berakibat fatal dalam kehidupan kita. Sebagai contoh misalnya, ketika kita salah memilih profesi atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keahlian kita, maka kita tidak akan berhasil dalam menjalaninya karena kita tidak merasa nyaman dan bahagian dalam melaksanakannya. Begitu pula dalam membangun sebuah rumah tangga apabila kita salah dalam memilih pasangan hidup, maka apa yang akan terjadi? Tentu saja kita akan banyak mengalami berbagai macam rintangan dalam kehidupan rumah tangga, bahkan tidak mustahil usia pernikahan kita tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mempertimbangkan dengan matang ketika kita akan memutuskan untuk memilih pasangan hidup, karena pernikahan itu bukan hanya sesaat saja melainkan harus kita jalani sepanjang hayat sampai kita memiliki keturunan. 

Kebahagiaan bukan hanya bagi diri kita sendiri saja, melainkan kita harus berbagi kebahagiaan bersama orang lain juga. Nabi Kongzi mengajarkan supaya kita bisa membantu orang lain, “Seorang yang berperi Cinta Kasih ingin dapat tegak, maka berusaha agar orang lainpun tegak; ia ingin maju, maka berusaha agar orang lainpun maju.
夫(fū) 仁(rén) 者(zhě) ,己(jǐ) 欲(yù) 立(lì) 而(ér) 立(lì) 人(rén) ,己(jǐ) 欲(yù) 達(dá) 而(ér) 達(dá) 人(rén) 。
(Sabda Suci/Lunyu VI:30.3)

Semangat untuk berbagi dan membantu orang lain adalah merupakan perbuatan mulia dalam mengamalkan Cinta Kasih (ren) pada sesama, karena sesungguhnya memberi itu lebih membahagiakan daripada menerima. Bila diumpakan bahwa rezeki kita itu seumpama air yang berada di dalam botol yang terisi penuh dengan air, ketika air yang ada dalam botol itu tidak pernah dituang ketempat lain, maka pada saat botol itu hendak diisi air lagi maka tidak bisa menampung dan airnya tumpah. Lain halnya dengan botol air yang selalu dituang airnya ketempat atau wadah lain, maka ketika botol tersebut akan diisi dengan air lagi maka tetap bisa diisi kembali. Demikian pula dengan rezeki seseorang yang selalu diamalkan dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain, maka hidupnya tidak akan kekurangan dan rezekinya akan terus mengalir seumpama mata air yang keluar dari sumbernya.

Kebahagiaan tidak hanya diukur dengan materi semata, sesungguhnya hal terpenting dalam hidup ini adalah bagaimana kita mendidik anak. Hal yang utama dalam kehidupan ini adalah mendidik anak dengan baik. Apabila anak tidak dididik dengan baik, mungkinkah kehidupan anda akan bahagia? Hidup seseorang apakah penuh berkah dan bahagia tergantung pada apakah pada masa tuanya ia mempunyai anak yang berkarakter mulia dan berbakti.

Pada saat ini orang tua lebih merasa bangga apabila anaknya di sekolah mendapat nilai tinggi, tetapi ia lupa mengajarkan kepada anaknya bagaimana untuk bisa menjadi anak yang baik dan berbakti. Apabila kita selalu mendidik anak dengan cara bersaing di sekolah untuk mendapatkan nilai tertinggi, maka secara tidak disadari kita sedang mendidik anak-anak kita untuk selalu berkompetisi dalam hidupnya nanti. Hidup pada zaman kini memang perlu bersaing, tetapi bukan berarti kita melupakan pendidikan moral dan budi pekerti bagi anak-anak. Coba perhatikan berapa banyak orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki kemampuan yang luar biasa, karena mereka tidak memiliki landasan yang kuat dalam hal moral dan budi pekertinya maka mereka melakukan tindakan-tindakan yang tercela seperti korupsi dan penyalah gunaan wewenang. Seumpama sebuah pohon yang tidak memiliki akar yang kuat, betapapun pohon tersebut rindang daunnya dan lebat buahnya. Pada akhirnya pohon tersebut akan roboh ketika ditiup angin. Demikian pula moral dan budi pekerti manusia adalah merupakan akar yang menjadi landasan dalam kehidupan ini.

Ketika anak dididik memiliki hati yang baik, maka ia akan mempunyai perilaku yang baik pula, dan dengan sendirinya ia juga akan memiliki teman-teman yang baik hati, dan dengan demikian akan mencapai kehidupan yang bahagia baik bagi dirinya maupun orang tuanya.
Kapan benih kebajikan ini harus ditanam? Jawabannya adalah sedini mungkin. Jika akar kebajikan tidak ditanam sejak kecil, kelak sesudah besar akan susah untuk mengembalikannya ke jalan yang benar.

TIPS MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN 1

  1. Mensyukuri apa yang ada. Dalam hal materi, lihat ke bawah, jangan lihat ke atas. Mengapa? Karena dunia ini bersifat seperti air laut, semakin banyak diminum, semakin haus kita jadinya. Dengan mensyukuri yang ada - tubuh kita, keluarga kita, rumah kita - apa adanya, maka hal ini akan menambah rasa terima kasih kita kepada Tuhan yang Maha Pengasih.
  2. Senantiasa berpikir bahwa Tuhan selalu memberi kita yang terbaik. Mengapa? Karena Tuhan yang Maha Berpengetahuan selalu lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Oleh karena itu, kita senantiasa berterima kasih atas apa yang telah diberikan saat ini. Namun meski demikian, tidak berarti kita tidak berjuang untuk kehidupan yang lebih baik.
  3. Kita adalah makhluk yang tidak sempurna. Oleh karena itu dengan kita jujur terhadap diri kita sendiri, menerima diri apa adanya, akan lebih melapangkan dada kita dalam menerima kebahagiaan.
  4. Ikhlas dalam berniat dan bekerja. Sebagaimana yang diketahui, bahwa kita adalah makhluk pengusaha, yaitu kita wajib berusaha namun hasilnya diserahkan kepada Yang Maha Berkehendak. Dengan demikian, kita tetap berusaha semaksimal mungkin, menggapai kebahagiaan seoptimal mungkin, namun kepasrahan kita kepada kehendakNya merupakan ending setiap ikhtiar kita.
  5. Harta benda, anak, istri, serta kendaraan kita adalah titipan-Nya. Dengan mengerti filosofi "tukang parkir" maka kita akan lebih sadar bahwa semua yang diberikan kepada kita hanyalah lewat semata, bak seorang tukang parkir mobil yang menerima mobil dan motor untuk dititipkan sementara waktu saja. Dengan demikian, kita menyadari sepenuhnya bahwa semua yang kita miliki merupakan amanat untuk kebaikan umat manusia.

      Oleh karena itu kita harus senantiasa bersyukur, karena “Manusia yang hidup dengan rasa syukur adalah orang yang paling bahagia”. Seperti halnya murid Nabi Kongzi yang bernama Yanhui, ia hidup sederhana dirumahnya yang sempit:


子(zǐ) 曰(yuē) : 飯(fàn) (饭(fàn)) 疏(shū) 食(shí) 飲(yǐn) (饮(yǐn)) 水(shuǐ) ,曲(qǔ) 肱(gōng) 而(ér) 枕(zhěn) 之(zhī) ,
樂(lè) (乐(lè)) 亦(yì) 在(zài) 其(qí) 中(zhōng) 矣(yǐ) 。
不(bù) 義(yì) (义(yì)) 而(ér) 富(fù) 且(qiě) 貴(guì) (贵(guì)) ,於(yū) (于(yú)) 我(wǒ) 如(rú) 浮(fú) 雲(yún) (云(yún)) 。

“Dengan makan nasi kasar, minum air tawar, dan tangan dilipat sebagai bantal, orang masih dapat merasakan kebahagiaan di dalamnya. Maka harta dan kemuliaan yang tidak berlandaskan Kebenaran, bagiKu laksana awan yang berlalu saja.” ( Sabda Suci / Lunyu VII:16)

“Yang mengerti belum sebanding dengan yang menyukai, sedangkan yang menyukai belum sebanding dengan yang merasa gembira di dalamnya.”  (Lunyu VI:20)


“Berlaksa benda tersedia lengkap di dalam diri.
 Kalau memeriksa diri ternyata penuh Iman, sesungguhnya tiada kebahagiaan yang lebih besar dari ini.    Sekuat diri laksanakan Tepasalira, untuk mendapatkan Cinta kasih tiada yang lebih dekat dari ini.”
(Mengzi VIIA:4)


富(fù) 潤(rùn) (润(rùn)) 屋(wū) ,德(dé) 潤(rùn) (润(rùn)) 身(shēn) ,心(xīn) 廣(guǎng) (广(guǎng)) 體(tǐ) (体(tǐ)) 胖(pàng) 。
故(gù) 君(jūn) 子(zǐ) 必(bì) 誠(chéng) (诚(chéng)) 其(qí) 意(yì) 。

“Harta benda dapat menghias rumah, laku bajik menghias diri; hati yang lapang itu akan membawa tubuh kita sehat. Maka seorang Jun Zi - Kun Cu senantiasa mengimankan tekadnya”   (Daxue VI:4)


Marilah kita ciptakan suasana yang damai di muka bumi ini sehingga setiap orang bisa merasakan kebahagiaan dan hidup harmonis. Seperti tersurat dalam Yijing Xexagram 11 T’ai (Damai) dan Yijing Xexagram 2: K’un = Penanggap (Ciptaan):

Yang kecil pergi, yang besar datang. Ada rakhmat; maju dan sukses
Oleh adanya hubungan langit dan bumi, maka berlaksa benda berjalinan.
Adanya hubungan atasan dan bawahan, maka citanya menjadi sama.
Jalan suci Susilawan (Junzi) kian bertambah, dan Jalan orang yang rendah budi (xiaoren) kian menipis.”
 “Maha Agung K’un yang besar sempurna; berlaksa benda tumbuh daripadanya; semuanya patuh mengikuti TIAN”

Daftar Pustaka:

  1. Pembahasan Budi Pekerti – Di Zi Gui Menuju Kehidupan Bahagia Jilid I, Penutur Guru Cai Li Xiu, Mujur Offset Printer : Jakarta, Desember 2015.
  2. Kitab Suci Yakking (Yijing) Kitab Wahyu Kejadian Semesta Alam Beserta Segala Perubahan dan Peristiwanya, Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Republik Indonesia, 2014.
  3. Su Si (Kitab Yang Empat), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Cetakan XI, 2008.

1. Diunduh dari http://myhypnotherapyeft.com/kebahagiaan-tips-cara-hidup-bahagia, tanggal 2 Februari 2016

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Berita Kebaktian Chee It / Chuyi di Kongmiao TMII

17-07-2018 Hits:57 Berita Foto

Berita Kebaktian Chee It / Chuyi di Kongmiao TMII

Kebaktian Chee It / Chuyi di Kongmiao Jumat 13 Juli 2018 kali ini diisi dengan khotbah bertema menarik, yaitu "Rahasia...

Read more

Mengikuti Wisata Rohani Berziarah Ke Makam Nabi Kongzi Di Kota Qufu, 17-25 Juni 2018

06-07-2018 Hits:193 Berita Foto

Mengikuti Wisata Rohani Berziarah Ke Makam Nabi Kongzi Di Kota Qufu, 17-25 Juni 2018

Untuk yang ketiga kalinya penulis berkesempatan untuk berziarah dan mengunjungi makam nabi Kongzi di kota Qufu, pada perjalanan kali ini...

Read more

Kegiatan Jambore Penyuluh Agama Islam-Lintas Agama & Halal Bihalal 1439H

05-07-2018 Hits:180 Berita Foto

Kegiatan Jambore Penyuluh Agama Islam-Lintas Agama & Halal Bihalal 1439H

Kegiatan Jambore Penyuluh Agama Islam-Lintas Agama & Halal Bihalal 1439H di Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bersama Menteri Agama.

Read more

Ketua MATAKIN DKI Jakarta Memimpin Doa Pada Acara Halal Bihalal 1439 H Dan HUT Ke 19 WKPUB DKI Jakar…

02-07-2018 Hits:178 Berita Foto

Ketua MATAKIN DKI Jakarta Memimpin Doa Pada Acara Halal Bihalal 1439 H Dan HUT Ke 19 WKPUB DKI Jakarta

Sabtu, 30 Juni 2018, Wadah Komunikasi & Pelayanan Umat Beragama (WKPUB) mengadakan acara Halal Bihalal 1439 H dan Hari Ulang...

Read more

Kebaktian Kelenteng "Kong Miao" Taman Mini Indonesia Indah

29-06-2018 Hits:121 Berita Foto

Kebaktian Kelenteng "Kong Miao" Taman Mini Indonesia Indah

Kelenteng Kong Miao Taman Mini Indonesia Indah yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah setiap Chuyi (Chee It) dan...

Read more

Matakin Provinsi DKI Memperingati 3 Tahun Berpulangnya Xs. Tjandra Rahardja Muljadi Dan Ibu Oey Lauw…

25-06-2018 Hits:165 Berita Foto

Matakin Provinsi DKI Memperingati 3 Tahun Berpulangnya Xs. Tjandra Rahardja Muljadi Dan Ibu Oey Lauw Nio, Di Makin Jakarta Pusat

Hari Minggu tanggal 24 Juni 2018, bertempat di Litang Makin Jakarta Pusat Jalan Mangga Besar XIII Jakarta Pusat, Matakin Prov....

Read more

Bromo Saat Sekarang

20-06-2018 Hits:102 Berita Foto

Bromo Saat Sekarang

Liburan lebaran menjadikan gunung Bromo semakin ramai pengunjung. Sekitar 1000 kendaraan naik ke penanjakan, tentu saja membuat jalan macet.

Read more

INTI Menyatukan Suku Dan Agama Lewat Sahur Bersama Di Kalijodo

20-06-2018 Hits:87 Berita Foto

INTI Menyatukan Suku Dan Agama Lewat Sahur Bersama Di  Kalijodo

Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) melaksanakan Sahur Bersama Dra.Shinta Nuriyah Wahid M. Hum di RPTRA Kalijodo,

Read more

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:59 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:157 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 46 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com