spocjournal.com

Masih Adakah Kedamaian Di Dunia Ini?

Oleh: Ws. Mulyadi Liang.,S.Pd.Ing.,MA

Rakyat Indonesia bahkan seluruh dunia merasa terkejut ketika terjadi peristiwa peledakan bom pada tanggal  Jumat siang, 14 Januari 2016  di Jakarta secara tiba-tiba,  di tengah hiruk pikuknya permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa dan Negara ini dengan bebagai upaya pemerintah Indonesia yang sedang berusaha untuk meningkatkan kesejahteraaan bagi rakyatnya, kita kembali dikejutkan dengan peristiwa bom bunuh diri yang menelan korban jiwa orang-orang yang tidak berdosa. Tindakan ini tentu sangat jauh dari hati nurani kita sebagai manusia yang sering kali menyatakan diri sebagai mahkluk termulia daripada makhluk ciptaaan Tuhan lainnya. Apapun permasalahan dan alasannya, tindakan semacam itu tentu tidaklah dibenarkan oleh agama apapun. Sebelum peristiwa bom di Jakarta, pada Jumat malam 13 November 2015 juga telah terjadi peristiwa penembakan dan bom di Paris, Perancis yang menewaskan ratusan orang di dekat pusat kesenian Batacian. Oleh karena itu tindakan tersebut telah mendapat kecaman dari berbagai pihak di seluruh dunia termasuk para tokoh agama tentunya.

Selanjutnya bagaimana kita menyikapi peristiwa itu, marilah kembali kita introspeksi kedalam diri kita masing-masing tanpa harus menyalahkan pihak lain. Nabi Kongzi senantiasa mengingatkan dan mengajarkan kepada seluruh umat manusia untuk dapat hidup dengan damai, karena pada dasarnya Watak Sejati (Xing) manusia itu adalah baik dan saling mendekatkan. Namun oleh karena pengaruh lingkungan dan keadaan, hingga orang terkadang bisa kehilangan kodrat kemanusiaannya. Seperti tersurat dalam kitab Ajaran Besar (Daxue Bab X:1, 2):

1. “Adapun yang dikatakan  ‘damai di dunia itu berpangkal pada teraturnya negara’ ialah: Bila para pemimpin dapat hormat kepada yang lanjut usia, niscaya rakyat bangun rasa baktinya; bila para pemimpin dapat berendah hati kepada atasannya, niscaya rakyat bangun rasa rendah hatinya; bila para pemimpin dapat berlaku kasih dan memperhatikan anak yatim piatu, niscaya rakyat tidak mau ketinggalan. Itulah sebabnya seorang Junzi (Susilawan/Berbudi luhur) mempunyai Jalan Suci yang bersifat siku.

2. Apa yang tidak baik dari atas tidak dilanjutkan ke bawah; apa yang tidak baik dari bawah tidak dilanjutkan ke atas; apa yang tidak baik dari muka, tidak dilanjutkan ke belakang; apa yang tidak baik dari belakang tidak dilanjutkan ke muka; apa yang tidak baik dari kanan tidak dilanjutkan ke kiri; apa yang tidak baik dari kiri tidak dilanjutkan ke kanan. Inilah yang dinamai Jalan Suci yang bersifat siku.

Dalam hal ini kita diajarkan untuk senantiasa melakukan hal-hal yang baik kepada sesama, karena perbuatan yang kita lakukan itu akan sangat berpengaruh terhadap lingkungan yang ada disekitar kita. Coba saja lihat dan perhatikan air danau yang jernih dan tenang apabila kita lemparkan sebuah batu kecil saja, maka airnya akan nampak beriak dan bergelombang ke sekelilingnya. Oleh karena itu,  hal-hal yang tidak baik janganlah kita lihat, janganlah dengar, janganlah kita bicarakan, dan janganlah kita lakukan (Siwu atau Empat Pantangan).

Mengapa kita tidak mau menebarkan kebajikan kepada sesama? Kebencian dan kekerasan hanya akan merugikan diri kita sendiri dan tentunya juga pihak lain. Maka tepatlah apa yang Nabi Kongzi ajarkan, bahwa kita harus hidup penuh tenggang rasa (tepasalira) dengan sesama (Zhongshu), “Apa yang diri sendiri tidak inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain”. Kita harus membangun persaudaraan sejati tanpa harus melakukan teror dan kekerasan kepada orang lain karena pada dasarnya manusia itu berasal dari sumber yang satu, maka semangat persaudaraan sejati ini harus benar-benar digaungkan ke seluruh dunia. Nabi Kongzi bersabda,  “Di empat penjuru lautan semua adalah saudara”.

Suasana yang aman, tenteram dan damai saat ini benar-benar sedang diuji karena diberbagai belahan dunia ini masih sering terjadi konflik bahkan peperangan masih saja berlangsung disana-sini. Sehingga orang menjadi ketakutan dan merasa tidak aman, banyak pengungsi yang pergi meninggalkan tanah kelahirannya untuk mencari tempat yang lebih aman dan banyak pula diantaranya tewas di tengah lautan karena mereka berlayar dengan perahu karet bersama keluarga dan anak-anaknya. Sungguh hal ini sangat memperihatinkan, seolah dunia ini berbalik kembali pada jaman dahulu yang penuh dengan kekacau balauan. Mengapa hal ini terus belanjut? Bagaimana manusia harus mengatasinya? Bagaimana peran agama untuk menyikapi keadaan seperti ini? Pada akhirnya semua itu akan kembali kepada diri kita masing-masing, karena untuk menjadikan dunia yang damai itu berpangkal pada melurus hati, membina diri, membereskan rumah tangga, mengatur masyarakat dan mengatur Negara. “Maka teraturnya Negara itu sesungguhnya berpangkal pada keberesan dalam rumah tangga” (Daxue IX:5). Jadi pembinaan kehidupan dalam keluarga haruslah menjadi perhatian utama kita, oleh karena itu jangan biarkan mereka bergaul tanpa pengawasan dan berikanlah mereka perhatian dan pendidikan yang baik dalam keluarga, sehingga mereka tidak akan mudah terpengaruh pada hal-hal yang negatif. Berdasarkan pengamatan penulis, saat ini banyak anak-anak yang bermasalah dan berprilaku menyimpang di sekolah karena kurangnya perhatian dan pengasuhan orang tua di rumah. Oleh karena itu pendidikan dalam keluarga itu menjadi hal yang sangat penting, bila setiap keluarga bisa hidup dengan baik, maka lingkungan sekitarpun akan menjadi baik; apabila lingkungan sekitar kita baik, maka masyarakat dan negarapun menjadi baik.

Dalam memasuki Tahun Baru Kongzili 2567 ini, marilah kembali kita melakukan introspeksi dan mawas diri sehingga kita senantiasa mampu memperbaharui diri, hal-hal yang tidak baik harus kita tinggalkan dan kembali kepada kodrat kemanusiaan kita sebagaimana Tian firmankan dengan mengembangkan Watak Sejati (Xing); senantiasa hidup mengasihi sesama dengan mengembangkan  Cinta kasih (ren), berbuat sesuai dengan Kebenaran (yi), berprilaku pantas dan sesuai dengan Kesusilaan (li), bertindak Bijaksana (zhi), dan senantiasa menjunjung tinggi kejujuran hingga senantiasa hidup Dapat dipercaya (xin).

Untuk mengakhiri tulisan ini, saya kutipkan puisi yang dibuat oleh Ws.Budi Santoso:


Indonesia adalah Negara bangsa
Negeri bagi setiap warga .
Bukan negeri buat suku, etnis atau agama tertentu.
Keanggotaan kita sebagai warganegara tidak tergantung ciri primordial yang kita sandang.
Kami Indonesia Yang Satu
Tuhan mengajarkan umatNya untuk saling mengasihi dan mencinta
Jangan lihat warna kulit pilihan agama
Karena semua agama berasal dariNya
Para pendiri bangsa mendirikan Indonesia
Bukan untuk salah satu suku dan etnis saja
Indonesia adalah negeri untuk semua warga
Hitam, cokelat, kuning semua anak bangsa
Ayo jangan dusta dan ingkar
Apalagi saling gusur dan cakar
Daripada selalu rebut bertengkar
Lebih baik teguhkan hati berikrar
Kami Indonesia yang satu
Meski kami berbeda suku
Kami Indonesia yang maju
Karena kami teguh bersatu
Dan dengan pandangan ke depan
Kita songsong bersama kemakmuran
Kejayaan negeri yang indah permai
Rakyatnya hidup rukun dan damai

(Jakarta, 16 Januari 2016 – BeeSte 16020)

Selamat memasuki Tahun Baru Kongzili 2567, “Gong He Xin Xi, Wan Shi Ru Yi”
Maha besar Tian khalik semesta alam, Tian senantiasa melindungi Kebajikan.
Huangyi Shangdi, WeiTian Youde. Shanzai!

Ws.Mulyadi Liang – 16 Januari 2016

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:89 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:239 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:320 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:257 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:135 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:100 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:119 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:138 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Bersama Setiadi Joyosentoso

04-03-2018 Hits:553 Berita Foto

Bersama Setiadi Joyosentoso

Setiadi Joyosetoso bos PT. Surya Putra Barutama yang beralamat di jalan Kedurus 23 adalah sosok seorang bisnisman yang merangkak dari...

Read more

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

03-03-2018 Hits:265 Berita Foto

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

Pagi ini rombongan menuju pasar tradisionil. Pasar tersebut tidak seperti pasar lainnya yang kelihatan jorok. Di dekat pasar ada bubur...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 55 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com