spocjournal.com

Menggoreskan Kehidupan Di Kertas Putih

 Oleh : Dr. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Seorang teman bermimpi, dalam mimpinya diberikan selembar kertas putih yang bersih belum ada tulisan apapun. Secarik kertas yang bersih putih itu ibarat sebuah perjalanan manusia seperti juga seorang bayi yang baru lahir didunia, dia dalam keadaan bersih dan suci, belum ada goresan kehidupan, belum ada hitam dan putih kehidupan. Maka seperti kertas putih itulah Tian menciptakan manusia didunia. Watak Sejati ( Xing) 1 yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah dalam kondisi putih dan bersih seperti selembar kertas itu. Maka berilah goresan dan ciptakan sejarah hidupmu dengan sebaik baiknya agar sejarah hidup yang indah dan memepesona lebih banyak terukir dalam kertas putih itu ketimbang sejarah pahit yang tercatat didalamnya.

 

 

Oleh : Dr. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Seorang teman bermimpi, dalam mimpinya diberikan selembar kertas putih yang bersih belum ada tulisan apapun. Secarik kertas yang bersih putih itu ibarat sebuah perjalanan manusia seperti juga seorang bayi yang baru lahir didunia, dia dalam keadaan bersih dan suci, belum ada goresan kehidupan, belum ada hitam dan putih kehidupan. Maka seperti kertas putih itulah Tian menciptakan manusia didunia. Watak Sejati ( Xing) 1 yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah dalam kondisi putih dan bersih seperti selembar kertas itu. Maka berilah goresan dan ciptakan sejarah hidupmu dengan sebaik baiknya agar sejarah hidup yang indah dan memepesona lebih banyak terukir dalam kertas putih itu ketimbang sejarah pahit yang tercatat didalamnya. Perbanyaklah sejarah kehidupan yang dipacu oleh semangat bekerja keras, menanamkan benih kebajikan dan berbuat sesuai dengan kebenaran hidup sehingga dalam goresan itu bisa membuat engkau bahagia, tentram damai dan harmonis dalam kehidupan. Kertas putih itu seperti juga nasib dalam kehidupan kita, hanya diri kita sajalah yang bisa merubah kehidupan ini , hanya diri kita sendirilah yang bisa merubah nasib itu dengan mencatat di kertas putih itu. Sebaliknya kertas putih yang bersih itu akan tergores sesuatu sejarah suram dan gelap bila kita menulisnya dengan sejarah gelap dan pahit. Hidup dengan terang maupun gelap bukan tergantung dari kertas putih itu, tetapi tergantung pada seseorang yang hendak menuliskan kedalam kertas putih itu. “ Sesungguhnya untuk memperoleh Kegemilangan itu hanya tergantung pada usaha orang itu sendiri “ ( Da Xue BAB I : 4 ). Tuliskan kertas putih itu sesuai dengan cita- cita anda, maka itulah hasilnya yang akan kamu petik. Buatlah sejarah indah dan senyaman-nyamannya agar anda bisa hidup bahagia. Begitulah makna sebuah kertas putih seperti juga kehidupan kita, ketika kita mendapatkan percikan kebajikan dari Tian, kita mendapatkan kertas putih sama antara seseorang satu dengan yang lainnya. Tidak ada pilih kasih, tidak ada perbedaan, melainkan kita mendapatkan peluang dan kesempatan dalam kehidupan ini sama diantara kita. Namun dalam kenyataan hidup dan dalam perjalanan hidup banyak muncul sifat dan perbuatan manusia yang sungguh berbeda satu dengan yang lainnya, perbedaan perbuatan tentunya memebuktikan kepada kita bahwa terjadi perbedaan coretan hidupnya dalam menuliskan di kertas putih itu. Ada sebagian orang yang dilahirkan dan dibesarkan pada lingkungan yang sama namun hidupnya sukses tapi ada sebagian yang tidak sukses, ada sebagian yang memiliki sikap yang bajik dan sebagian justru berbuat diluar nilai-nilai kebenaran. Perbedaan yang menyolok itu karena memang manusia itu sendiri yang menghendakinya dan menciptakan garis hidupnya. Sukses dalam kehidupan baik materiil maupun sosialnya tentunya ditentukan bagaimana manusia membina diri dan memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya tentu saja juga diimbangi dengan semangat yang menggelora dan kemampuan yang memadai. Seorang yang memiliki semangat yang tinggi dalam hidupnya ibaratnya sebuah sumber kehidupan yang tiada pernah kering, dia hidup dalam tantangan yang mengairahkan dan menjadikan tantangan itu sebagai bagian dari hidupnya untuk dikejar.  

Hidup ini berjalan melalui suatu tahapan dan proses, begitu pula kesuksesan hidup itu juga melalui suatu proses yang panjang. Segala sesuatu itu didapatkan bukan seperti memetik bunga dari tanaman yang telah tersedia, melainkan kita harus menanam tanaman itu, memeliharanya dan akhirnya memanennya. Proses inilah harus dijalani secara bertahap dengan penuh ketekunan dan kesabaran sebab ketekunan yang dikerjalankan memalaui semangat dan sahaja akan menghasilkan buah yang indah. Oleh sebab itu Confucius selalu memberikan pemahaman dan tauladan kehidupan melalui suatu proses yang benar. Kita harus terus belajar dalam hidup ini tiada pernah lelah, belajar untuk menjadi manusia (learning to be human) secara bertahap. Ibarat kita mendaki sebuah gunung, maka kita berangkat dari tempat yang rendah secara bertahap hingga pada puncak gunung itu. Hidup itu seperti pendakian sebuah gunung yang harus melewati suatu tahapan hidup itulah Dao . 2  

Confucius memberikan ketauladanan kehidupan melalui suatu proses hidup sebagai berikut “ Pada waktu berusia 15 tahun, sudah teguh semangat belajarKu. Usia 30 tahun, tegaklah pendirian. Usia 40 tahun, tiada lagi keraguan dalam pikiran. Usia 50 taun, telah mengerti akan Firman Tian. Usia 60 tahun, pendengaran telah menjadi alat yang patuh ( untuk menerima kebenaran ). Dan usia 70 tahun, Aku sudah dapat mengikuti hati dengan tidak melanggar Garis Kebenaran ( Lun Yu Jilid II : 4 ).

Proses diatas memberikan gambaran kepada kita bahwa sepanjang kehidupan manusia harus melewati tahapan-tahapan yang terus maju dalam kehidupannya. Semakin usia manusia semakain tua, semakin matanglah pola pikir dan wawasan serta mutu kehidupannya sebab manusia dihadapkan pada tantangan untuk terus membina diri dengan menyempurnakan kehidupannya. Manusia tidak boleh diam ditempat tanpa ada suatu perubahan hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Proses kehidupan manusia merupakan suatu tahapan hidup yang harus ditata agar sepenjang hidup manusia selalu berusaha menjadikan mutu kehidupannya semakin sempurna. Apabila manusia sepanjang tahun dalam hidupnya tidak berubah, maka manusia semacam ini dianggap mengalami kemunduran dalam kualitas hidupnya. Seperti apa yang dikatakan oleh DR. Kung Wei-Chin  ceramahnya dalam  The Confucian Religion Summit 2013 Jakarta mengibaratkan seekor ulat yang ingin menyeberangi sungai. Bagaimanakah agar seekor ulat bisa menyeberangi sungai ? sebuah pertanyaan yang sangat menggugah sekitar 200 peserta di pertemuan  Internasional tersebut. Dengan lantang Prof.Dr.Kung yang merupakan keturunan Nabi Khongcu ke 78 mengatakan bahwa seekor ulat harus berubah dulu menjadi kupu-kupu baru bisa terbang untuk menyeberangi sungai. Perubahan ulat menjadi kupu-kupu adalah proses, seperti juga manusia hidup memerlukan suatu proses, memerlukan perjuangan yang ditata secara bertahap tapi mantap. Hidup ini harus berubah, tidak boleh statis dan terus berubah kearah kebaikan melalui usaha keras dengan sungguh sungguh. Maka seorang yang sukses hidupnya adakah seorang yang bisa merubah kehidupannya dengan memperbaharui diri  atau mencatat dalam sejarah hidupnya dengan positif dalam lembar kertas putih itu. Catatlah kertas putih bersih itu dengan catatan yang baik untuk kehidupan anda, maka itulah Dao yang anda tempuh dengan benar. 

Tulislah kertas putih itu seperti perintah dalam Kitab Zhong Yong BAB XIX : 14 “ Dengan berpuasa, membersihkan hati, mengenakan pakaian lengkap, tidak melakukan yang tidak susila, kita dapat membina diri. Dengan menyingkirkan kaum penghasut, menjauhi foya-foya, tidak mengutamakan harta dan memuliakan Kebajikan, akan dapat menarik para bijaksana. Dengan memuliakan kedudukan, member gaji yang cukup, mengimbangi apa yang disuka dan dibenci manusia, akan dapat menganjurkan rakyat mengasihi orang tua. Dengan melengkapi anggota tiap-tiap jawaban, akan dapat menarik para pembesar tinggi. Dengan sikap Satya, dapat dipercaya, dan member gaji cukup akan dapat menarik para menteri bawahan. Dengan mengingat waktu di dalam memerintah rakyat, meringankan beban pajak, akan dapat menarik hati rakyat. Dengan tiap hari melakukan pemeriksaan, tiap bulan melakukan pengujian dan menimbang pemberian tunjangan atas hasil pekerjaan, akan dapat menarik beratus macam kaum ahli. Dengan mengantarkan mereka yang pergi, menyambut mereka yang datang, menghargai yang baik dan cakap serta menaruh simpati kepada yang tidak pandai, akan dapat merawankan hati orang yang datang dari tempat jauh. Dengan melanjutkan persembahyangan bagi mereka yang putus tutunan, membangun kembali tempat tempat yang hancur, menentramkan yang kacau, menolong yang berkesukaran, bersidang pada waktunya, banyak memberi dan sedikit menerima, akan dapat mendatangkan rasa hormat di hati para pangeran”.  

Ayat diatas menjelaskan kepada kita untuk menjadi manusia yang selalu membina diri melakukan perubahan hidup dan melakukan perubahan manajamen kearah yang lebih baik demi kesejahteraan hidup sesuai dengan Dao ( Jalan Suci ) yang dikehendaki agama. Disisi lain bahwa membina diri tidak lain adalah manusia wajib untuk terus belajar dan melaksanakan hasil dari belajar itu. “ Banyak banyaklah belajar, pandai pandailah melaksanakannya, hati-hatilah memikirkannya, jelas jelaskanlah menguraikannya , dan sungguh-sungguhlah melaksanakannya ( Zhong Yong Bab XIX : 19 ).  

Konkritnya adalah bagaimana kita menjadi manusia berperilaku Jun Zi, manusia yang menggoreskan tinta kehidupan didalam kertas putih itu sesuai dengan kehendak dari agama.  Perilaku Jun Zi  tentunya tidak bisa lepas dari dua hal yakni : (1).Ketauladaan Nabi Kong Zi itu sendiri ,  (2).Ajaran Nabi Kong Zi tentang Jun Zi. Ketauladanan Nabi Kong Zi menyangkut peritingkah laku Nabi Kong Zi dalam kehidupan sehari hari yang bisa kita teladani, sedangkan Ajaran Nabi Kong Zi adalah apa yang dikatakan / diajarkan Nabi Kong Zi tentang menjadi seorang Jun Zi. Kedua hal diatas dalam prakteknya tidak bisa dipisah pisahkan bahkan dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara bersama-sama.     

I. Ketauladanan Kong Zi tentang Jun Zi
Kong Zi memberikan ketauladanan kepada kita semua untuk bersikap ramah-tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah. Sikap ketauladanan tersebut seperti dikatakan oleh Zi Gong “ Guru mendapatkan itu karena sikapNya yang ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah “ ( Lum Yu Jilid I : 10 ayat 2 ). 

II. Ajaran Kong Zi tentang Jun Zi
1.belajar
Ciri seorang Jun Zi adalah belajar dengan giat seperti yang dikatakan Kong Zi “belajar dan selalu dilatih, tidaklah itu menyenangkan“. “Kawan kawan datang dari tempat jauh, tidaklah itu membahagiakan ?”.” Sekalipun orang tidak mau tahu, tidak menyesali; bukanlah ini sikap seorang Jun Zi ? “ ( Lun Yu Jilid I : 1 ).

Belajar itu suatu proses yang bersifat holistic, belajar tidak pernah berhenti sepanjang hidup manusia. Belajar menjadi manusia (learning to be human) yang bijaksana sesuai dengan Tian Ming (Firman Tian) menjadi Xing (Watak sejati kemanusiaan) Ren, Yi, Li, Yi, Xin. Dalam Lun Yu Jilid I : 2 menjadi seorang yang Bakti dan Rendah Hati. Maka yang dikatakan belajar itu menyangkut pembentukan kepribadian seseorang dan juga belajar dalam memiliki kemampuan dan ketrampilan. 

2. Kesederhanaan
Kesederhanan merupakan ciri seorang Jun Zi. Kesederhanan artinya tidak boros dan tidak berlebihan dalam menggunakan fasilitas yang ada. Dalam hal ini Kong Zi mengatakan, “ Seorang Jun Zi, makan tidak mengutamakan kenyangnya; bertempat tinggal tidak mengutamakan enaknya, ia tangkas didalam tugasnya dan hati-hati didalam kata katanya. Bila mendapatkan seorang yang hidup di dalam Jalan Suci,  ia menjadikannya teladan meluruskan hati. Demikianlah seorang yang benar benar suka belajar “  ( Lun Yu Jilid I : 14).

3. Membina diri
Zi Lu bertanya tentang seorang Jun Zi, Nabi bersabda,” Ia membina dirinya dengan penuh hormat” 2. Setelah dapat berbuat demikian lalu bagaimana ?”. ” Ia membina diri untuk member sentosa kepada orang lain” . 3.” Setelah dapat berbuat demikian lalu bagaimana ?” “ Ia membina diri untuk member sentosa kepada segenap rakyat… ( Lun Yu Jilid XIV : 42 ).

4. Tahan derita
Nabi bersabda ,”Seorang Jun Zi tahan dalam penderitaan; seorang yang rendah budi, berbuat yang tidak karuan bila menderita “ ( Lun Yu Jilid XV :2 ayat 3 ).

5. Memegang kebenaran, kesusilaan dan dapat dipercaya
Nabi bersabda,” Seorang Jun Zi memegang kebenaran sebagai pokok pendiriannya. Kesusilaan sebagai pedoman perbuatannya, mengalah dalam pergaulan dan memyempurnakan diri dengan Laku Dapat Dipercaya. Demikianlah Jun Zi ( Lun Yu Jilid XV : 18).

6. Mempunyai Kecakapan
Nabi bersabda ,” Seorang Jun Zi susah kalau tidak mempunyai kecakapan ; tetapi,tidak susah bila orang lain tidak mau mengenalnya “ ( Lun Yu Jilid XV : 19 ).

7. Menuntut diri sendiri
Nabi bersabda,”Seorang Jun Zi menuntut diri sendiri, seorang rendah budi(Xiao Ren) menuntut orang lain “ ( Lun Yu Jilid XV : 21 ).

8. Tidak menyia-nyiakan kata-kata
Nabi bersabda,” Seorang Jun Zi tidak memuji seseorang karena kata-katanya, dan tidak menyia-nyiakan kata-kata karena orangnya” ( Lu Yu Jilid XV : 23).

9. Mengutamakan kepentingan umum
Nabi bersabda , “ Seorang Jun Zi mengutamakan kepentingan umum, bukan kelompok, seorang rendah budi ( Xiao Ren ) mengutamakan kelompok, bukan kepentingan umum ( Lun Yu Jilid II :14 ).

10. Sportif
“ Seorang Jun Zi tidak mau berebut. Kalau berebut, itu hanya pada saat berlomba memanah. Mereka saling mengalah dan member hormat dengan cara Yi, lalu naik ke panggung dan berlomba, kemudian turun dan yang kalah meminum anggur. Meskipun berebut tetap seorang jun Zi ( Lun Yu Jilid III : 7 ).

11. berdasarkan kebenaran
“Seorang Jun Zi terhadap persoalan di dunia tidak mengiakan atau menolak mentah-mentah . Hanya kebenaranlah yang dijadikan ukuran “ ( Lun Yu Jilid IV : 10 ).lihat juga Lun Yu jilid IV : 16 ) “ Seorang Jun Zi hanya mengerti akan kebenaran, sebaliknya seorang rendah budi hanya mengerti akan keuntungan”.

12. ingat kebajikan dan hukum
Nabi bersabda,” Seorang Jun Zi senantiasa ingat akan Kebajikan, sedangkan seorang rendah budi hanya ingat kenikmatan; seorang Jun Zi senantiasa ingat akan hukum, sedangkan seorang rendah budi hanya ingat mengharapkan belas kasihan orang “. ( Lun Yu Jilid IV : 11).

13. tangkas bekerja
Nabi bersabda, “Seorang Jun Zi lambat bicara tetapi tangkas bekerja” ( Lun Yu Jilid IV: 24 )

14. menolong kepada yang memebutuhkan
Apa yang telah aku dengar, seorang Jun Zi menolong kepada yang membutuhkan dan tidak memupuk harta bagi yang telah kaya ( Lun Yu Jilid VI : 4 ).

15. Tidak udik dan gramour
Bila keaslian mengalahkan tata cara , orang akan bersikap udik. Bila tata cara mengalahkan keaslian, orang akan bersikap juru tulis. Maka, tata cara dan keaslian itu hendaklah benar-benar selaras. Dengan demikian menjadikan orang bersifat Jun Zi ( Lun Yu Jilid VI : 18 ).

16.tidak dapat dijebak
“Seorang Jun Zi dapat dibunuh, tetapi tidak dapat dijerumuskan, dapat dikelabuhi tetapi tidak dapat dijebak” ( Lun Yu Jilid VI : 26 )

17. Susila
“Seorang Jun Zi meluaskan pengetahuan dengan memepelajari Kitab-Kitab dan membatasi diri dengan Kesusilaan . Dengan demikian ia tidak sampai  melanggar Kebajikan “ ( Lun Yu Jilid VI : 27).

18.berhati longgar dan lapang
Nabi bersabda, “ Seorang Jun Zi berhati longgar dan lapang; seorang rendah budi ( Xiao Ren) berhati sempit dan berbelit belit ‘ ( Lun Yu Jilid VII : 37 ).

19.tidak kasar dan angkuh
“Seorang Jun Zi menjunjung tinggi 3 syarat hidup didalam Jalan Suci, didalam sikap dan lakunya, ia menjauhkan sikap congkak dan angkuh;pada wajahnya selalu menunjukkan sikap Dapat Dipercaya dan didalam percakapannya selalu ramah tamah serta menjauhi kata-kata kasar’( Lun Yu Jilid VIII : 4 ).

20.adaptasi
Nabi bersabda, “ Seorang Jun Zi diam dimanapun, tiada tempat yang buruk baginya”( Lun Yu Jilid IX : 14,3 ).

21. Bersikap sungguh sungguh ( Lun Yu Jilid XII : 5 ).

22 Menjadikan kebaikan orang lain ( Lun Yu Jilid XII : 16 ).

23. kata- katanya tidak melampaui perbuatannya ( Lun Yu Jilid XIV : 27 ).

24. menuju keatas ( Lun Yu Jilid XIV : 23 )

25. berpikir dan tidak melantur ( Lun Yu jilid XIV : 26 )

26. Tahan menderita ( Lun Yu Jilid XV : 2,3 )

27. Kebenaran, kesusilaan dan dapat dipercaya ( Lun Yu jilid XV : 18)

28. Kecakapan ( Lun Yu Jilid XV : 19)

29. Menuntut diri sendiri ( Lun Yu Jilid XV : 21)

30. Hidup dalam Dao ( Lun Yu jilid XV : 32 )

31. Beban pekerjaan besar ( Lun Yu  Jilid XV : 34)

32. Mengutamakan hal yang penting ( Lun Yu Jilid XV : 37)

33. Memuliakan Firman Tian ( Lun Yu Lilid XVI : 8 )

dll
  
Masih banyak lagi ciri Jun Zi yang bisa kita ambil sebagai ketauladanan kita untuk menggoreskan kertas putih misalnya bagaimana seorang Jun Zi harus memuliakan Tian Tuhan Yang Maha Esa, bagaimana seorang Jun Zi harus berbakti kepada orang tua, bergaul dengan masyarakat dan mengabdi kepada nusa dan bangsa. Setidaknya apa yang sudah diuraikan diatas dapatlah digunakan sebagai pendekatan agar kita mengisi hidup ini sesuai dengan jalan yang benar. 

Akhirnya isilah kertas putih dengan goresan hidup dan kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tian dan memberikan kehidupan yang bahagia dan harmonis demi diri sendiri dan juga orang lain bahkan demi masyarakat banyak. Hanya dengan demikian anda akan menjadi seorang Jun Zi yang hidup dalam punjak Kebajikan sekaligus punjak Iman dan Punjam Dao serta puncak Kebahagiaan. Zhancai (Mimpi 27-8-2013).

 

Catatan :

  1. Firman Tian –Tuhan Yang Maha Esa ( Tian Ming) itulah dinamai Watak Sejati (Xing) .Hidup mengikuti Watak Sejati itulah dinamai menempuh Jalan Suci (Dao).
  2. Bimbingan menempuh Jalan Suci itulah dinamai Agama ( Jiao) ( Zhong Yong BAB Utama :1 ).   Jalan suci seorang Jun Zi itu seumpama pergi ke tempat jauh, harus dimulai dari dekat; seumpama mendaki ke tempat tinggi, harus dimulai dari bawah ( Zhong Yong BAB XIV : 1) .

 

 

 

Comments   

 
0 #1 47U 2014-03-06 01:52
Mimpi adalah salah satu cara TUHAN menyatakan kehendak dan rencanaNYA secara khusus di dalam diri seseorang!
 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:186 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:179 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:112 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:651 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:601 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:111 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:191 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:178 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 52 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com