spocjournal.com

Epistemologi Xun Zi (Bagian 2)


Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

3. Xun Zi Menolak Pemikiran Spekulatif

Xun Zi menolak pemikiran spekulatif, yaitu tentang hal-hal yang tidak dapat diuji kebenarannya. Contohnya, orang setelah mati rohnya ke mana? Apabila roh itu diberi sesaji mereka mengetahui atau tidak? Jawaban-jawaban terhadap pertanyaan itu tidak dapat dibuktikan salah atau benar, dan tidak perlu diperdebatkan. Biarkan masing-masing orang percaya dengan jawabannya sendiri. Xun Zi mengajarkan agar manusia memikirkan hal yang nyata dan berguna untuk menyejahterakan rakyat saja secara lahir batin.

Xun Zi mengembangkan pemikiran realisme positif. Dia menolak cara berpikir yang mistis spekulatif. Xun Zi menjabarkan Filsafatnya itu menjadi ilmu-ilmu praktis, dan dikenal dengan nama Ru Xue (  儒  学   ), seperti ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu politik, dan ilmu Jiwa. Pemikiran Xun Zi membuka cakrawala baru terhadap ajaran Nabi Kongzi, tetapi juga mengundang banyak pendapat yang pro dan kontra (Fung, 1948: 85).

Pada zaman Xun Zi, di Tiongkok sedang kacau. Kekacauan itu juga menyebabkan pikiran masyarakat menjadi kacau. Kesempatan yang kacau ini digunakan oleh para dukun untuk menipu dan memeras rakyat. Mereka menakuti rakyat dengan adanya setan yang minta korban manusia. Orang yang tidak mau membayar sejumlah uang anaknya dikorbankan untuk dipersembahkan kepada setan. Raja dan para menterinya juga takut pada hantu, apalagi rakyatnya. Xun Zi ingin membebaskan masyarakatnya dari ketahayulan itu. Dia mulai dengan mengajarkan berpikir nyata, tidak berangan-angan kosong.

Xun Zi lebih percaya kepada pengalaman nyata dari pada berdebat tentang teori kosong, seperti yang dilakukan oleh Meng Zi. Meng Zi berdebat dengan pemikir lain tentang kuda putih itu bukan kuda. Watak sejati itu seperti air atau seperti batang kayu. Xun Zi berpendapat bahwa perdebatan seperti itu tidak akan memecahkan masalah dan tidak membawa manfaat. Orang lebih baik mencari pemecahan terhadap masalah yang nyata, seperti memberantas kemiskinan, memberantas kejahatan, dan mencegah perang (Zhang, 1993: 84)

Xun Zi setuju bila mulut manusia menginginkan makanan yang enak. Hidung manusia menyenangi bau yang harum. Tubuh manusia menyukai pakaian yang nyaman. Mata manuisa menyukai pemandangan atau tontonan yang indah. Telinga manusia menyukai suara yang merdu dan menyenangkan. Kodrat manusia itu jangan dilawan atau dimatikan, tetapi perlu diusahakan agar manusia tidak mengejarnya dengan cara yang merusak norma susila dan hukum (Zhang, 1993: 9).


4. Filsafat  Realisme Positif

Filsafat Xun Zi termasuk filsafat realisme, bukan realisme naif, juga bukan realisme ekstrim atau realisme moderat. Filsafat Xun Zi lebih tepat disebut realistis positif. Dia menyadari bahwa kenyataan yang buruk dapat diperbaiki bila orang mau berpikir rasional dan bekerja keras. Xun Zi juga menegaskan bahwa kelebihan manusia dari makhluk lain adalah kemampuan berpikir dan kemampuan mempertimbangkan dengan hati nuraninya.

Perbedaan manusia unggul atau Jun Zi ( 君 子) dengan manusia rendah atau Xiao Ren ( 小  人 ) adalah kemampuan menggunakan daya pikirnya dan kemampuan hati nuraninya untuk mengambil keputusan yang benar dan bijak. Manusia yang rendah budi daya pikirnya lemah, nilai moral yang tersimpan dalam hati nuraninya berkualitas buruk Nafsu dan emosinya tidak terkendali.  

Xun Zi tidak setuju dengan ajaran Setia dan Tepa sarira atau Zhong Shu ( 忠  恕 ) sebagai acuan mengambil keputusan perkara besar. Zhong Shu itu hanya dapat dipakai untuk urusan pribadi, tetapi tidak dapat dipakai dalam mengurus negara karena bersifat subjektif. Orang yang baik mempunyai ukuran baik dalam harinya, tetapi orang jahat mempunyai ukuran jahat. Tepa sariranya orang baik dan orang jahat tidak sama (Dubs, 1973: 5).

Menurut Xun Zi, hati nurani atau Lu ( 虑 ) manusia dapat diperbaiki dengan pendidikan. Ajaran moral dapat menjadi referensi bagi orang yang akan mengambil keputusan. Orang yang cerdas dan ingatannya kuat setelah mendapat pendidikan dan latihan dari guru yang pandai dapat ditingkatkan kualitas hati nuraninya. Menurut Xun Zi, yang terpenting semua orang perlu mempelajari kitab Klasik Nabi Kongzi supaya dalam hati nuraninya tersimpan nilai moral yang luhur. Orang yang kurang berpendidikan dan tidak dilatih oleh guru yang pandai biasanya tidak dapat membuat keputusan yang benar (Zhang, 1993: 18)..

Epistemologi Xun Zi juga tergolong epistemologi Realisme Kritis karena dia percaya pada rasio dan kenyataan. Filsafatnya tidak termasuk aliran Fondasionalis yang menganggap ajarannya mengandung kebenaran mutlak dan tidak dapat dibantah. Filsafat Xun Zi juga termasuk filsafat konstruktivisme, yaitu filsafat yang terbuka untuk menerima perbaikan dan masukan dari luar. Menurut filsafat Konstruktivisme, semua yang berada di alam ini mempunyai posisi dan fungsi. Masing-masing orang mempunyai sumbangan bagi yang lain. Dengan demikian, semua manusia dapat hidup saling memberi dan menerima (Peursen, 1985).

Pola pikir yang ingin dikembangkan oleh Xun Zi adalah pola pikir keterbukaan yang konstruktif dan hollistik. Filsafat Organisme cakupannya luas. Semua entitas saling terkait dan saling bergantung. Pola pikir manusia yang tepat adalah mengacu pada filsafat organisme, sehingga tidak melihat perbedaan sebagai pemisahan dan melihat kesamaan sebagai penyeragaman. Perbedaan perlu dilihat sebagai kelengkapannya. 

Sifat pemikiran Xun Zi yang konstruktif ini di kemudian hari membawa perkembangan budaya Tiongkok menjadi kaya. Pemikiran itu telah membuka kesempatan masuknya agama dan ideologi dari luar. Ajaran dari luar setelah masuk Tiongkok beradaptasi dengan ajaran Nabi Kongzi menjadi bercorak Tiongkok. Contohnya, agama Buddha dan faham Komunisme yang dimodifikasi sehingga mempunyai warna Tiongkok. Pada zaman sekarang banyak orang Tiongkok belajar ke Amerika untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang sangat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi.

Sifat Realisme kritis menjaga pengamatan yang objektif, tidak mengurangi atau menambah apa pun, tetapi melulu mencatat apa adanya (Soedarminto,2002: 81). Pengamatan pancaindra tidak murni karena ada proses penyimpulan (Soedarminto, 2002: 78). Xun Zi mengakui bahwa mata dan telinga orang yang terlatih hasil penangkapannya sangat berbeda dengan orang biasa. Dia lebih mempercayai hasil yang diperoleh indra yang terlatih itu. Para pelukis matanya dapat langsung melihat bentuk, warna, dan komposisi, tetapi orang awam hanya benda-benda yang berbeda. Seorang ahli musik telinganya dapat langsung mendengarkan nada, irama, dan harmoni, tetapi orang awam hanya dapat merasakan senang atau bising saat mendengarkan musik (Zhang, 1993: 8). 

Penganut realisme meyakini bahwa pengetahuan yang diperoleh bukan hasil rekayasa atau imajinasi, melainkan sesuatu yang nyata dan dapat disaksikan oleh orang lain (Soedarminto, 2002: 80). Meskipun hasil pengamatan itu bukan rekayasa atau imajinasi, tetapi kualitas hasil pengamatan itu berbeda bergantung pada keahlian dan kemampuan pengamatnya, juga bergantung pada kualitas indranya. Xun Zi menegaskan kalau ingin melihat jelas mendekatlah dan cari posisi yang bebas, jangan mengintip atau melihat dari jarak jauh (Zhang, 1993: 1).


5. Ilmu digunakan untuk mengatasi masalah

a. Memahami permasalahan dan posisinya
Ilmu pengetahuan dipelajari orang untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Ada masalah yang sudah di depan mata, ada pula masalah yang belum muncul dan mungkin juga tidak muncul. Dalam masyarakat yang maju orang sudah mamikirkan masalah-masalah yang mungkin muncul di kemudian hari. Mereka sudah mempersiapkan cara untuk mengatasi masalah tersebut. Masyarakat yang belum maju tidak mampu memikirkan masalah yang belum muncul. Sedangkan masalah yang sudah muncul juga tidak mampu diatasinya. Negara-negara miskin akan selamanya miskin karena tidak mampu mengatasi masalah yang dihadapinya yaitu kemiskinan. Negara miskin bisa menjadi kaya di kemudian hari apabila mereka bisa memikirkan masa depan mereka untuk hidup lebih baik. Nabi Kongzi berkata: ”Orang yang tidak melihat jauh selalu didekati kesulitan“ (dalam Lun Yu).

Menurut Xun Zi, orang yang miskin harus bisa hidup sebagai orang miskin. Maksudnya, dia harus hidup sederhana, berhemat, dan memanfaatkan waktunya untuk mencari uang lebih banyak. Kemiskinannya jangan disesali, tetapi dilihat sebagai tantangan hidup. Bagi orang miskin yang lebih penting adalah merencanakan masa depannya, agar bisa keluar dari kemiskinan itu. Dengan perkataan lain orang harus banyak belajar ilmu pengetahuan, dan memperbaiki perilakunya untuk mempengaruhi proses ke arah yang lebih baik. Bagi Xun Zi modal utama yang harus dimiliki orang yang berjuang untuk mengatasi kemiskinan adalah kerukunan dan optimisme, percaya bahwa perjuangannya pasti berhasil (Zhang, 1993: 207).

b. Pemikiran dan Pelaksanaannya
Kebenaran suatu pemikiran atau teori perlu dibuktikan dengan melaksanakan teori atau pemikiran itu. Konsep ini dikenal dengan istilah Zhi Xing He Yi ( 知 行 合 一  ) artinya pengetahuan dan pelaksanaannya adalah satu pengertian. Manusia dapat membuat banyak teori, tetapi tidak semua teori dapat diterapkan pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Ada teori yang berhasil diterapkan di negara Eropa dan Amerika, tetapi tidak cocok untuk negara Asia. Kebenaran suatu teori bukan relatif, tetapi harus memenuhi persyaratan tertentu. Maka dari itu, suatu teori tidak dapat dipaksakan kepada suatu masyarakat. Teori yang pada zaman dahulu cocok untuk suatu negara, sekarang sudah tidak cocok karena sudah terjadi perubahan dalam masyarakat itu.

Suatu negara perlu berhati-hati dalam memilih teori pembangunan. Xun Zi mengajarkan agar para cendekiawan berani membuat teori sendiri yang sesuai dengan kebudayaan masyarakatnya. Suatu bangsa merdeka tidak boleh takut membuat teori sendiri untuk membangun negaranya. Dari pada menjadi kelinci percobaan untuk teori dari luar lebih baik menjadi kelinci percobaan teorinya sendiri. Teori yang dibuat sendiri dapat mengacu pada pengalaman masa lalu, dari pengalaman sejarah bangsa sendiri. 

c. Prinsip bertindak tepat
Prinsip bertindak tepat merupakan prinsip ajaran Nabi Kongzi. Tepat artinya tidak kurang dan tidak lebih, juga bukan di tengah. Setiap masalah pasti ada pangkal dan ujungnya. Orang wajib membedakan pangkal dan ujung, pokok dan cabang, jangan terbalik (Kitab Zhong Yong). Xun Zi menyatakan ajarannyaini dalam bukunya yang menceritakan alat You Zuo yang berada di Kelenteng leluhur Eaja Zhou.

Nabi Kongzi tidak sepakat dengan sikap radikalisme dan ekstrimisme. Semua masalah harus diselesaikan dengan pikiran yang jernih dan hati bajik yang penuh cinta kasih serta berpegang pada rasa keadilan. Di alam ini ada keteraturan, apabila keteraturan ini rusak pasti ada masalah atau bencana datang. Bencana itu bisa dihindari dengan jalan mengembalikan keteraturan alam. Oleh karena itu, semua masalah yang muncul perlu dicari pangkal dan ujungnya, kemudian dicari titik tumpunya untuk menyelesaikan masalah itu. Guna menyelesaikan masalah konflik dalam masyarakat, orang bisa menyelesaikannya di meja perundingan.

Usaha menyelesaikan masalah manusia dengan alam, manusia perlu memberikan kesempatan kepada alam untuk menjalankan aktivitasnya. Contohnya, untuk mencegah banjir harus membuat saluran air dan mencegah pengrusakan hutan. Gunung yang akan meletus harus dijauhi supaya  orang tak terkena dampaknya. Guna menghindari korban gempa bumi orang harus membuat rumah yang tahan gempa atau membuat rumah dari bahan yang ringan. 

Xun Zi dan Nabi Kongzi mengakui bahwa revolusi kadang-kadang terpaksa dilakukan apabila terjadi jalan buntu. Jalan buntu yang berkepanjangan akan membawa kerusakan yang lebih luas. Misalnya, suatu negara yang terpecah belah menjadi negara-negara kecil, apabila hal itu berlangsung terlalu lama akan sulit disatukan lagi. Menurut Xun Zi, perlu ada usaha mempersatukan dengan cepat, agar negara yang terpecah itu dapat bersatu kembali. Xun Zi setuju pemberontakan melawan raja jahat seperti raja Jie dari dinasti Xia, dan raja Zhou Xin dari dinasti Shang. Pemberontakan melawan raja jahat itu sah (Zhang, 1993: 46).
        


6. Berpikir dengan Dialektika Yin Yang

Kitab Yi Jing menjabarkan cara berpikir dengan dialektika Yin Yang. Yin digambarkan dengan garis terputus   ---  ---  dan   yang  --------    digambarkan dengan garis yang tidak terputus. Kombinasi tiga garis tersebut menghasilkan delapan trigram atau Ba gua  seperti dibawah ini

Delapan benda tersebut merupakan lambang yang membantu dalam peragaan berpikir. Langit melambangkan Tuhan sebagai penguasa tertinggi dan mutlak dalam alam semesta ini. Bumi adalah tempat manusia hidup. Petir adalah kekuatan dari langit.  Danau melambangkan air dalam jumlah terbatas. Angin adalah kekuatan yang bisa bermanfaat tetapi juga dapat mengacaukan. Gunung bila di belakang bisa untuk berlindung bila di depan sebagai penghalang. Air benda yang mengalir semua benda yang bergerak seperti air mengalir dapat diupamakan air. Api dapat diartikan cahaya atau panas.

Nabi Kongzi mengajarkan berpikir dengan dialektika Yin Yang menggunakan delapan simbol trigram tersebut untuk menganalisis masalah. Pertama yang perlu dilakukan dalam memecahkan masalah ialah menemukan posisi subjek. Setelah itu diperhatikan unsur yang menghalangi dan yang mendorong. Apabila pada posisi tertentu subjek tidak memperoleh jalan keluar yang dilakukan yaitu memindahkan unsur penghalang, atau subjek pindah posisi, atau subjek mengevaluasi diri dan mengubah diri. Contoh konkretnya, apabila orang tidak mendapat jalan keluar memecahkan masalah terpaksa berganti pekerjaan atau pindah tempat tinggal.

Kombinasi dua trigram disebut hexagram, jumlahnya 64. Tiap hexagram mempunyai makna yang dijelaskan oleh Nabi Kongzi sebagai cara memecahkan masalah hidup. Contoh, kombinasi bumi dan api, dengan posisi bumi di atas dan api di bawah. Kombinasi ini menunjukkan bahwa orang yang di atas bumi tidak mendapat sinar matahari atau dalam nasib yang gelap. Orang yang akan keluar dari kondisi seperti ini ada tiga pilihan, 1) dia harus evaluasi diri dan meningkatkan kemampuannya, 2) dia perlu mengubah cara bergaul dalam masyarakat 3) dia harus pindah dari tempatnya mencari tempat lain, bila perlu pindah ke kota lain. Tiga pilihan itu perlu dicoba dari yang paling mudah. Apabila ketiga pilihan itu sudah dilakukan belum berhasil mengubah nasib terpaksa harus menunggu waktu beberapa bulan atau beberapa tahun. Cara berpikir seperti ini biasa dilakukan di kalangan penganut agama Khonghucu.


Sumber dari Disertasi Xs. Dr. Oesman Arif M.Pd yang berjudul : Penyelenggaraan Negara menurut Filsafat Xun Zi.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:245 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:894 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:115 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:240 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:135 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:404 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:298 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:234 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:176 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:719 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 39 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com