spocjournal.com

Idealisme Insan Konfusiani

Oleh  :  Ws. Tan Tjoe Seng

Mula Kata
Salam bahagia didalam rakhmat Tian untuk kita semua semoga selalu didalam Kebajikan-Nya, “ Wei De Dong Tian” … Shan Zai. Marilah kita bersama mencoba merenungkan, memahami dan menghayati, “ Apakah Idialisme yang hendaknya tumbuh dan berkembang didalam diri seorang Kong fu zi? “Sebagai Umat Kong fu zi sudah barang tentu kita perlu mempunyai dan memahami idealisme atau cita-cita hidup yang sesuai dengan bimbingan  Nabi Kong-zi.

Jangan  sampai terjadi  seorang umat Kong fu zi tidak mempunyai  cita-cita, jangan sampai kita ini dikatakan  orang  yang  sudah  mati sebelum mati. Bila kita tidak mempunyai cita-cita, kehidupan akan terombang ambing tidak menentu, usaha perjuangan tidak dapat berjalan lancar, akan banyak umat yang lari, banyak pejuang yang tidak konsisten didalam pengapdiannya … karena kurang jelas apakah cita-cita hidupnya.

Dan apa bila kita sudah mempunyai cita-cita, cita-cita itu kita gantungkan diatas kehidupan supaya tingkah laku kita ini benar-benar mengacu kepada cita-cita yang kita buat sendiri. Cita-cita  atau idealisme yang kita ingin dapatkan didalam kehidupan ini, terdiri dari dua bagian yakni secara lahiriah dan cita-cita secara batiniah atau rohaniah.

Idealisme untuk hidup Lahiriah Menurut Sejarah
Cita-cita secara lahiriah dapat dibuktikan melalui sejarah para leluhur kita yang merantau dari Tiong Kok sampai ke  Indonesia. Para leluhur kita itu kalau ditanya ‘apakah agamanya?’ mereka susah menjawab, mereka tidak mengerti, dan bahkan kalau sampai ada yang menjawab, menjawabnya juga salah, ada yang menjawab agama Kongfuzi itu agama Toapekong, agama Cina, dlsb, mereka itu betul bodoh pengetahuan agamanya .

Terlebih mereka yang  datang  sebagai  seorang tukang,  yang  jauh  dari kondisi terpelajar, karena  mereka  disana secara naluri   mengalami  kesulitan  hidup akhirnya mereka lari keselatan, kenapa ke selatan? Mereka mendengar kabar bahwa nun jauh di selatan sana  ada  gunung  emas, karena  itu  mereka  datang  mati-matian  menari emas, dengan penuh harapan semoga pulangnya nanti membawa uang emas.

Para leluhur  kita  itu  kalau  ditanya  apa  agamanya tidak jelas, lalu apanya yang jelas? Yang  jelas  adalah : falsafah hidupnya, darah dagingnya, nafas hidupnya, sikap hidupnya, penuh dengan  Kongfuzi,  Kongfuzi  telah menjadi  satu, berakar mengakar kuat didalam kehidupannya. Hal ini wajar, karena pada tahun 136 SM. Agama Kongfuzi telah menjadi Agama Negara Tiong Kok yang dipelajari dan diyakini rakyat disana melalui kumpulan Ajarannya didalam Kitab-kitab Sucinya Si Shu dan wu Jing maupun yang beragama secara intuitif atau perasaan melaksanakan Ren Yi Li Zhi atau Cintakasih,

Kebenaran/Keadilan/Kewajiban dan Bijaksana dalam kehidupan sehari-hari sehingga teguhlah imannya beroleh kepercayaan atau Dapat Dipercaya ( Xin ).

Fu Lu Shou
Apakah jawab Para leluhur kita, kenapa berani merantau ketempat jauh dengan bekal minim, tidak pnya pengalaman keluar negeri tidak punya pengetahuan, tidak punya pendidikan, kenapa para leluhur kita itu berani datang, apakah motivasinya , apakah yang dicari, apakah yang dicita-citakannya? Mereka menjawab, “ Mengapa harus takut/ Nabi kongzi bersapda Diempat Penjuru Lautan Semua Manusia Bersaudara.” Mereka juga menjawab ,” Cita-citaku datang ke Nusantara Indonesia ini ialah ingin Fu Lu Shou. Cita-cita mereka ingin beroleh rezeki, terhormat dan panjang umur, inilah cita-cita umat

Kongfuzi di tinjau dari kacamata sejarah.
Secara ayati/ imani
Cita-cita atau idealisme hidup umat Kongfuzi juga bisa dibuktikanmelalui  ayat suci  yang tersurat dalam kitab Zhong Yong Bab XVI ayat 2 yang berbunyi sebagai berikut ini,” Maka seorang yang mempunyai kebajikan Besar, niscaya mendapat kedudukan, mendapat berkah, mendapat nama, dan mendapat panjang usia.” Jelaslah, baik ditinjau menurut kacamata sejarah maupun secara ayati – imani, Fu Lu Shou itu, harapan akan rezeki, terpandang dan panjang umur serta sehat walafiat atu ternyata dibicarakan.

Fu De Zheng Shen
Dalam kehidupan beragama-igama-agaminya seorang umat Kongfuzi kita menghormati Fu De zheng Shen. Menurut sejarah Umat Kongfuzi menghormati  Fu De zeng Shen dianjurkan oleh Nabi Yi Yin yang hidup pada dinasti Shang abad 18 SM. Dan sejak itu banyak Klenteng atau Miao dibagun untuk tempat  bersedekah Bumi. Sejarah mencatat bahwa Fu De Zheng Shen itu sebetulnya Tu Shen atau Tu Di Gong atau Toapekong Tanah atau Malaikat Bumi.

Jadi kalau kita menyebut Fu De Zheng Shen sebenarnya gelar atau nama kehormatan dari Tu Di Gong atau Malikat Bumi. Fu De Zheng Shen juga berbicara tentang Fu, rezeki karena arti dari Fu De Zheng Shen adalah Malaikat Sejati yang akan memberikan berkah bagi mereka yang Bajik. Oleh karena itu seorang umat Kongfuzi dihalalkan yaitu untuk mencari kekayaan  yaitu Fu atau rezeki akan tetapi harus dengan langkah yang halal, tidak boleh merampok, menipu ataupun memalsu, tidak boleh menyakiti atau merugikan pihak lain.

Menjadi Jun Zi
Hal tersebut diatas telah disuritauladani Nabi KongZi bagaimana menjadi umat Ruyang bersifat  Jun Zi a.l. sebagai berikut ini : Ketika Nabi Kongzi menjadi gubernur daerah
Zhong tu, dikeluarkan peraturan mengenai jaminan perawatan bagi orang tua dan  pemakaman yang baik bagi yang meninggal dunia. Nabi mendahulukan masalah ini karena pada jaman itu begitu banyak orang mengabaikan ajaran agama.

Berbagai peraturan yang mandukung pelaksanaan program pemerintah ditegakkan sehingga dapat dibagun masyarakat yang adil dan sejahtera. Orang tua beroleh jaminan hari tua, para pemuda mendapatkan pekerjaan, anak-anak dan remaja mendapatkan pendidikan.

Dalam waktu yang relative singkat dapat di bagunkan kesadaran moral yang tinggi;para karyawan melakukan pekerjaannya dengan baik, dalam perdagangan tidak ada penipuan, bahkan barang-barang yang jatuh dijalan tiada yang mengambilnya.
Demikianlah daerah Zhong Tu menjadi daerah teladan; pendidikan, pembangunan, kesejahteraan dengan sangat pesat meningkat. Kesadaran moral dan mental menempuh Jalan Suci, menjunjung Kebajikan sangat nyata di dalam penghidupan rakyatnya. Dan ketika Rajamuda lu Ding Gong bertanya kepada Nabi,” Apakah sukses yang diraih kota Zhong Tu dapat diluaskan keseluruh daerah di negeri Lu?” Dengan penuh keyakinan Nabi bersabda,” Bukan saja dapat berlaku bagi seluruh negeri Lu, bahkan seluruh duniapun  dapat dibimbing dan dibawa menuju ke kehidupan yang adil, sejahtera dan bahagia itu.”

Kalau kita renungkan akan Fu De Zheng Shen, malaikat sejati yang menghadiahkan berkah dari kesuburan tanah yang wajib diraih dengan De – Kebajikan itu memeng benar memberikan berkah yang berlimpah : Kita makan tanaman dari bumi, meminum air menghirup udara dari    bumi, kita lahir dan akan mati juga di Bumi karena memang kita ini berasal dari sari bumi, bukan ini berkah yang sangat berlimpah!

Fu De Zheng Shen juga dapat diartikan sebagai “Semangat hidup” yaitu semangat hidup yang asli, semangat hidup seorang Junzi, seorang umat Kongfuzi yang mencari Fu dengan De. Jadi Umat Khonghucu yang pada umumnya berdagang, silakan berdagang, yang pengusaha silakan berusaha, mencari kekayaan semaximal mungkin tetapi syaratnya jangan lupakan De – Kebajikan, ini harus menjadi watak umat Kongfuzi didalam perniagaan banyak konsumen, pelanggan, pelanggan itu harus dilayani dengan De – Kebajikan bukan untuk ditipu.

Hukuman mati bagi koruptor
Ketika Nabi baru 7 hari menjabat sebagai Hakim di negeri Lu, beliau telah menjatuhkan hukuman mati bagi seorang pokrol yang terkenal bernama Siau Cing Bou/Shao Zheng Mao karena bayak fakta dari prilakunya yang merugikan masyarakat, disamping ia adalah : pendendam, keras kepala, banyak berdusta, tidak mau mawas diri, dan bahkan mengajarkan orang berbuat keliru, maka agar tidak menular kepada yang lain diambil tindakan tersebut agar tidak menimbulkan kekacuan.

Demikianlah cita-cita atau idealisme hidup seorang umat Kongfuzi secara lahiriah agar dunia didalam jalan suci yang agung sebagaimana disabdakan Nabi,”Tatkala dunia di

dalam jalan suci yang agung,orang-orang yang memerintah dipilih menurut kebijaksanaan dan kecakapannya sehingga sifat saling percaya dan dapat dipercaya serta suasana damai sentosa terdapat dimana-mana.

Orang tidak hanya menganggap orang tuasendiri saja sebagai  orang tuanya dan tidak hanya menganggap anak sendiri saja sebagai anaknya. Orang-orang yang lanjut usia dapat menikmati hari tuanya dan mendapatkan perawatan baik-baik; yang dewasa megembangkan  kemampuannya dan anak-anak mendapat asuhan dan bimbingan. Para janda balu, yatim-piatu, penderita cacat dan sakit mendapat perawatan baik-baik; para pria mendapat pekerjaan, para prempuan mempunyai rumah tangganya.

Orang  tidak suka membiarkan barang terlantar, tetapi juga bukan untuk diri sendiri saja. Tidak suka tidak  sungguh-sungguh  bekerja,  tetapi  juga bukan   untuk kepentingan sendiri saja. Maka, tidak ada kecurangan atau tipu muslihat, tiada pencuri atau perampok  sehingga tidak perlu pintu luar ditutup. Demikianlah dunia dalam jalan suci  yang agung.

Idelisme untuk hidup Rokhaniah Le Tian
Selanjutnya bagaimana cita-cita hidup kita secara Batiniah atau Rokhaniah? Cita-cita hidup secara Batiniah dan Rokhaniah itulah Le Tian atau Gembira didalam  Tian. Le Tian itu adalah suatu kehidupan yang tenang, nyaman, gembira, bahagia didalam Tian. Sesunguhnya bagi kita umat Kongfuzi tidak ada cita-cita yang lebih tinggi didalam kehidupan ini selain dari pada bisa enak hidup ini, bisa rukun, bisa kompak-kerja sama. Tidak ada lagi  bantah berbantah, memaki-maki, bersumpah srapah, di antara organisasi yang paling simple yaitu  keluarga, suami-istri-anak, sampai kepada organisasi kemasyakatan, pergaulan, hidup itu enak, tidak ada yang merasa tertekan, tidak ada yang terburu-buru, melainkan bisa mengenyam kehidupan, inilah Le Tian ini belum dapat kita raih, maka wajib menjadi cita-cita kita untuk berusaha menjangkaunya!

Bagai manakah seandainya? Kalau kita sudah kaya raya, sehat dan panjang usia, sudah terpandang terhormat seperti yang menjadi cita-cita di dalam kehidupan lahiriah kita? Seakan-akan kita ini merasa bahwa kalau kebahagiaan secara lahiriah sudah kita dapatkan, secara sepintas lalu kita sudah merasa bahagia, berhasil atau sukses, misalnya :

Kalau hari Xin Zheng ( Sin Cia , tahun baru Imlek ) telah tiba, anak cucu berkumpul, semuanya sembahyang, semuanya Soja – Gui, suami istri anak dan menantu semuanya segar-sehat  hidupnya , dan setelah itu membagikan angpau, akan tetapi …… apakah ini suatu syarat yang mutlak untuk dapat merasakan kebahagiaan?

Nabi Kongzi bersabda didalam salah satu ayat kitab Lun Yu, meskipun hidup diKampung kumuh, makan nasi kasar, minum air bening, tidur berbantalkan tanggan yang dilipat, dalam keadaan yang terlalu sederhana, terlalu miskin itu, Yan Yuan, seorang murid Nabi terpandai terkasih, disitu Yan Yuan merasa ada juga kebahagiaan. Bahkan Bo Yi dan
Shu Qi  lebih suka/bahagia mati kehausan dan kelaparan dikaki gunung Shou yang Shan dari pada hidup mewah bersama rajanya yang Wu Dao ( ingkar dari Jalan suci ).

Disini ditunjukkan kepada kita bahwa kekayaan materi itu tidak menjamin menjadi kunci kebahagiaan yang mutlak.

Kebahagiaan itu kalau kita bisa tenang, kalau kita bisa mengendalikan diri kita,kalau kita bisa puas dengan keadaan apa adanya yang tidak dapat kita rubah meskipun sudah dengan sekuat tenaga dan sesungguh hati kita upayakan,”Dengan nasib semacam ini saya bisa mengenyam secara enak!”

Didalam kehidupan yang penuh romantika ini, ada kalanya orang merasa tidak berbahagia pada waktu ia sukses dan kaya raya,tetapi justru ia menemukan kebahagiaan pada saat kehidupan perekonomiannya jatuh terpuruk karena suatu sebab.

Oleh karena itu, bagai manapun suasana hidup kita, yang terpenting didalam keluarga maupun didalam pergaulan di masyarakat adalah kalau kita bisa Le Tian, merasa gembira di dalam Tian.

Orang yang Le Tian, yang hidupnya selalu gembira didalam Tian itu bukanlah orang yang tidak ada persoalan, akan tetapi persoalan yang ada itu setelah di hadapi dapat dilalui dengan mudah sehingga akhirnya no problema.

Kalau kita bisa mencapai cita-cita secara lahiriah yaitu Fu Lu Shou ( rezeki yang berlimpah, terhormat dan hidup sehat ) dan secara batiniah atau Rokhaniah kita bisa Le Tian ( Gembira didalam Tian ) ini berarti bahwa kita sudah menerima berkah, dan kalau sudah demikian adanya patut kita ucapkan xia Tian Zhi En ……Shan Zai

Dalam Lun Yu VII:23 ketika Nabi di negeri Song, akan dianiaya oleh seorang pembesar korup, Nabi bersabda,”Tian telah menyalakan Kebajikan-Nya dalam diriku. Apa yang dapat dilakukan Huan Tui atasku”
( tak lama kemudian Sima Huan Tui dihukum mati karena korup).

Dalam Lun Yu XII:5, Dengan sedih Sima Niu (murid Nabi ) berkata,”Orang lain punya saudara, namun aku sebatang kara.”

Zi Xia ( murid Nabi ) berkata,” Apa yang Shang pernah dengar, demikian:”Mati hidup adalah Firman, kaya mulia adalah pada Tian Yang Maha Esa. Seorang Junzi selalu bersikap sungguh-sungguh, maka ia tiada kilaf. Kepada orang lain bersikap hormat dan selalu Susila. Diempat penjuru lautan,semuanya saudara.’ Mengapakah  seorang junzi merana karena tidak mempunyai saudara?”

Disini ditunjukan kepada kita bahwa seorang umat Kongfuzi tidak usah merasa heran kalau kita dapatkan suatu kenyataan ada orang yang sukses  dan sebaliknya, banyak pedagang tetapi tidak sukses semuanya, banyak yang sekolah tak semua jadi sarjana, itu tergantung apakah Tian memberkahi atau tidak yang wajib kita terima dalam kelurusan.
Fu Lu Shou maupun Le Tian itu adalah  berkah. Bagaimana  kita bisa mendapatkan berkah itu? Kita  harus  tahu  rumusnya, hukumnya, caranya, dan apa saja rambu-rambunya. Untuk menuju kepada berkah sudah barang  tentu kita tidak bisa hamya berdo’a   minta dan meminta. Seorang umat Kongfuzi tidak akan terkecoh pada suatu upacara yang hanya meminta dan meminta, tidak tahu hukumnya, dan tidak berbuat barang sesuatu.

Agama kongfuzi didalam kesederhanaannya  mambimbing umatnya  untuk mengetahui apakah yang menjadi hokum Tian, hukum kebenaran Ilahi yang wajib kita tahu dan fahami inilah Ajaran Agama Kongfuzi. Salam peneguhan iman, “Wei De Dong Tian.” Yang bisa Dong Tian itu  adalah De. Disini  lagi-lagi Agama Kongfuzi mengajarkan kita membina diri dengan hidup bajik. Dengan hidup bajik kita akan dapat mengetarkan
hati-Nya Tian dan sudah barang tentu Tian pun akan memberikan kita berkah.

Jadi untuk bisa mendapatkan berkah, kita  harus  mampu menggetarkan hati-Nya Tian, kita harus mampu berbuat bajik didalam kehidupan ini, inilah rumus, inilah caranya, inilah hukumnya untuk kita mendapat berkah.
Kalau kita mau memanen padi, kita harus  menanam padi. Kita harus menanam padi barulah bisa mengacu pada suatu saat nanti kita akan panen padi, jadi, rumusnya itu adalah demikian itu. Sebagai umat Kongfuzi kita selalu dibimbing untuk tidak Ni Tian ( durhaka kepada Tian ), untuk tidak menentang kodrat, akan tetapi untuk senantiasa hidup dalam De, hidup didalam rumus hidup, hidup didalam kebenaran Ilahi.

Sebagai umat Kongfuzi kita harus mengerti, memahami mengimani dan harus kita raih  “Wei De Dong Tian!” karena ini sudah memberi kita petunjuk bagai mana hudup yang sebenarnya. Jadi Salam Peneguh Iman “Wei De Dong Tian “ (Sabda Nabi Yi dalam Shu Jing I:3) dan “Xian You Yi De” (Sabda Nabi Yi Yin dalam Shu Jing III:8), yang sering kali kita ucapkan itu kita juga tahu akan maknanya.

Salm peneguh iman kita itu bermakna  suci dan yang sangat penting untuk kita mengerti dan yang wajib kita amalkan, Tadi dikatakan, untuk bisa panen padi, dimulai dengan menanam benih padi, selanjutnya dipupuk  dan dipelihara agar bila tiba saatnya panen padi. Akan tetapi mengapa ayang dimakan Wereng, terkena hama, terkena bencana banjir atau kekurangan air, dan lain sebagainya? Mengapa dan mengapa?

Dekat dengan Tian 
Disini menunjukkan bahwa perjuangan Kebajikan kita manusia untuk bisa Dong Tian maximum hanya 99%. Perjuangan manusia melalui hokum Kebenaran Ilahi itu 99% jadi masih ada 1% yang diluar keterbatasan kemampuan manusia yaitu factor X.
Factor X ini dimiliki Tian yang diluar perjuangan manusia. Oleh karena itu selain kita berjuang dan menjalankan rumus-rumus Kebenaran Ilahi, selain kita berupaya berusaha
Kita perlu bersembahyang. Kita wajib berdo’a kepada Tian semoga hasil usaha perjuanganku ini bisa full 100% tidak ada werengnya, tikusnya, bencana, dlsb

Disini kita pujikan kebiasaan para siswa yang akan menempuh ujian pada hari Senin, pada hari Minggu sorenya berhimpun di Litang melakukan sembahyang peneguhan iman, itu untuk apa? Kepada para siswa kita yang sudah mempersiapkan ujian belajar secara serius itu masih ada kekurangannya, mereka masih terancam factor X yang diluar kemampuan manusia, misalnya: Mau masuk ujian tiba-tiba sakit. Masuk ujian megerjakan ujian panik, takut, dan akhirnya gagal.

Jadi, didalam agama Kongfuzi sembahyang itu perlu.”Aku beriman, percaya, satya, sujud kepada Huang Tian Sang Di, Tian Yang Maha Besar Ditempat Yang Maha Tinggi.”

Dengan sembahyang kita diingatkan adanya Tiga dasar kenyataan yakni : Tian sebagai Maha Pencipta, Di atau Bumi, alam semesta sebagai sarana, dan Ren kita manusia sebagai pengelola dunia, agar terwujud jalinan yang indah diawali dari dekat, dari bawah, dari kenyataan hidup yang lengkap dengan segala suka dukanya.

Kesimpulan
Didalam Agama Kongfuzi untuk menuju kepada berkah, kepada “Zhi Cheng” atau “Puncak Iman” itu didalam do’a disebutkan “Belajar dari tempat yang rendah terus maju menuju tinggi menempuh Jalan suci” secara Tian Doa, secara kodrati, manusia itu ditakdirkan untuk bisa meningkat (cepat atau lambat)”

Jadi seorang umat Kongfuzi itu dibimbing, diharapkan untuk bisa meningkat sampai mendekati kepada cita-cita idealisme hidup yang penuh dengan keberkahan.
“Berdiri teguh ditengah dunia dan memberi damai kepada rakyat diempat penjuru lautan, itu membahagiakan seorang Junzi.” (Mengzi VII-A : 21)
“Kalau seseorang benar-benar mencintai, dapatkah tidak berjerih payah? Kalau benar-benar satya, dapatkah tidak memberi bimbingan?” (Lunyu XIV:7)

Penutup
Demikianlah Salam Peneguh Iman kita yaitu hidup dalam Ren Yi Li Zhi ( Cinta kasih, Laku Benar, Susila dan Bijaksana adalah cara, rumusnya, rambunya bagi kita untuk menuju kepada berkahbaik secara lahiriah Fu Lu Shou maupun batiniah/Rokhaniah yaitu Le Tian. Inilah Way Of Live, Jalan Keselamatan dan Kebahagiaan. Huang Yi Shang Di, We Tian You De, Shan Zhai.

Sumber : 

  1. Tata Agama dan Tata Laksana Upacara Agama Khonghucu-MATAKIN
  2. Kitab Su Si – MATAKIN.
  3. Selayang pandang Lintas 151 Tahun Yayasan Sukhaloka – Surabaya
  4. Riwayat Hidup Nabi Khongcu – MATAKIN
  5. Rekaman Khotbah Ws. Suryo Bawono – 1990
  6. Memahami Ajaran Agama Khonghucu – MATAKIN


You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:499 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:955 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:140 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:261 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:158 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:422 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:312 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:246 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:188 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:740 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 35 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com