spocjournal.com

Tanggung Jawab Warga Negara Kepada Pemerintah Menurut Pandangan Khonghucu

 

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Lima hubungan kemasyarakatan yang lebih dikenal dengan Wulun, merupakan ajaran Khonghucu yang menekankan pada setiap hubungan kemanusiaan. Menata hubungan yang baik antara raja dengan menteri, ayah dan anak, kakak dengan adik, suami dengan isteri, kawan dengan sahabat. Lima hubungan kemasyarakatan atau lima hubungan Khonghucu disebut Five Relationships of Confucius ( Rarick 2007: 23). Selanjutnya hubungan hubungan itu merupakan hubungan sosial kemanusiaan yang merupakan inti dari hidup berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara bahkan didunia secata global.

Sebagai akibat dari hubungan kemasyarakatan itu akhirnya tiap manusia yang hidup disuatu negara tentunya memiliki kewajiban dan tanggungjawab. Dalam hal ini tanggungjawab sebagai warga negara menurut agama Khonghucu sebagai berikut:

1. Wajib membantu program pemerintah.

Lun Yu II :21
Ada orang bertanya kepada Nabi Kongzi, "Mengapa Guru tidak memang ku jabatan?
Nabi menjawab, "Didalam Shu Jing tertulis 'Berbaktilah ! Berbakti dan mengasihi saudara-saudara, itu sudah berarti membantu pemerintah ! Mengapa harus memangku jabatan baru dinamai membantu pemerintah ".

Seorang Junzi adalah umat Khonghucu yang telah memahami bagaimana hidup bermasyarakat dan bernegara dengan benar. Ia mampu memahami dan melaksanakan tanggungjawab dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik. Untuk itulah seorang Junzi dalam hidupnya selalu menjunjung tinggi program pemerintah yang berdasarkan Yi= kebenaran, Zhi = bijaksana, Li = etika moral, Ren= kemanusiaan serta Yong= keberanian yang berkeadilan.

Membantu pemerintah yang berdasarkan pada keadilan itu ditunjukkan dari sikap dan perbuatan yang positif. Seorang Junzi bisa melakukan itu meski tidak harus menjabat. Pengabdian bisa dilakukan dengan cara menjadi warga negara yang baik, tidak membuat masalah di masyarakat, tidak menghambat program program pembangunan, melainkan memberi ketauladanan melalui kontribusi nyata yang positif.

Seorang Junzi dalam kehidupannya meski tidak menjabat dan mengambil kebijaksanaan secara langsung, mereka bisa mengabdi kepada negara dengan cara bakti kepada orang tua serta cinta kasih kepada sesama anggota masyarakat.

Apabila semua anggota masyarakat bisa hidup dan tertib dengan menerapkan bakti kepada setiap orang tua dan Ren = Cinta kasih, maka akan terciptanya kehidupan yang harmonis dan damai dalam keluarga. Upaya terbentuknya kehidupan yang damai dalam keluarga akan mendorong terbentuknya kehiduapan yang damai dan bahagia bagi masyarakat secara keseluruhan. Maka upaya yang Anda lakukan semacam itu menurut Nabi Kongzi adalah tergolong orang-orang yang telah membantu pemerintah meski tidak menjabat.

2. Mengutamakan kepentingan umum

Lun Yu II : 14
Nabi bersabda," Seorang Jun Zi mengutamakan kepentingan umum, bukan kelompok ; seorang rendah budi ( Xiao Ren ) mengutamakan kelompok, bukan kepentingan umum".

Bagi seorang Junzi dalam hidup bermasyarakat selalu berupaya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Mampu memberikan kontribusi postif terhadap kepentingan orang banyak.

Sikap dan tindakananya mencerminkan pada upaya keutuhan masyarakat secara lebih luas bukan mementingkan kelompok dan golongannya. Kesadaran yang demikian itulah sudah dapat menjadi warga negara yang berjuang untuk bangsa dan negaranya secara utuh.

3. Berani membela kebenaran

Lun Yu II : 24
"Mengetahui Kebenaran tetapi tidak melakukannya, itulah tiada Keberanian".

Seorang Junzi tidak masa bodoh terhadap lingkungan hidupnya. Mereka berani membela kebenaran. Berani menyuarakan suara rakyat berdasarkan kebenaran.
Teringat dalam benak pikiran saya seorang pemberani yang membela kebenaran yakni Gus Dur. Beliau secara konsekwen membela hak sipil umat Khonghucu secara berani dengan mempertaruhkan nama dan jabatannya waktu itu.

Berani demi kebenaran itulah ciri dari Junzi. Seperti dalam Kitab Mengzi bahwa demi kebenaran matipun tidak masalah.

4. Sportif dalam bertanding

Seorang Junzi meski bertanding bila kalah dia sportif mengakui kesalahannya.Meski kalah tetap menjadi Junzi yang tidak pendendam dan marah.
Kalau doterapkan pada jaman sekarang dalam kontek demokrasi di Indonesia dimana banyak sekali pilkada yang merupakan anjang bertanding secara demokrasi. Maka seorang Junzi akan secara sportif dalam pesta demokrasi untuk bisa menerima kekalahan maupun kemenagan.Meski kalah, seorang Junzi tetap menjaga sportifitasnya.

Lun Yu III : 7
Nabi bersabda , "Seorang Junzi mau merebut .Kalau berebut, itu hanya pada saat berlomba memanah.Mereka saling mengalah dan memberi hormat secara Yi, lalu naik ke panggung dan berlomba; kemudian turun dan yang kalah meminum anggur.Meskipun berebut tetap seorang Junzi".

Bertanding dengan sportif tidak merusak persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga bertanding dengan tidak melakukan berbagai cara hanya untuk meraih kemenangan. Tetap pada koridor hukum yang berlaku dan menjaga etika moral secara konsekwen.

5. Taat hukum positif

Lun Yu IV : 11
Nabi bersabda," Seorang Junzi senantiasa ingat akan kebajikan, sedangkan seorang rendah budi hanya ingat kenikmataan; seorang Junzi senantiasa ingat akan HUKUM, sedangkan seorang rendah budi hanya mengharapkan belas kasihan orang".

Sebagai warga negara yang baik tentu saja akan mematuhi segala peraturan yang berlaku. Seorang Junzi itu sikapnya selalu kooperatif terhadap pemerintah dan selalu menjunjung tinggi hukum. Junzi tidak meminta dinomor satukan dan dibedakan dengan yang lainnya sehingga melakukan tindakan yang menyerempet hukum bahkan melakukan pelanggaran- pelanggaran.

6. Mengejar Kekayaan dan jabatan dengan cara halal.

Lun Yu IV : 5
Nabi bersabda, " Kaya dan berkedudukan mulia ialah keinginan tiap orang, tetapi bila tidak dapat dicapai dengan jalan suci, janganlah ditepati. Miskin dan berkedudukan rendah ialah lebencian tiap orang, tetapi bila tidak dapat disingkiri dengan jalan suci , jangan ditinggalkan ".

Meskipun seorang Junzi menginginkan kekayaan dan jabatan, namun keduanya ditempuh dengan cara halal. Mendapatkan jabatan sesuai dengan prosedur benar.Tidak menyikut kiri dan kanan dan bahkan menginjak injak yang ada dibawahnya demi mendapatkan jabatan. Prosen kenaikan jabatan dijalani secara proses dan prosedur yang sehat, menjauhi perbuatan korupsi yang bisa merugikan banyak orang.

7. Hidup bermanfaat bagi masyarakat dan orang banyak.

Lun Yu VI : 30 , 2
"Seorang yang bercintakasih ingin dapat tegak, maka berusaha agar orang lainpun tegak; ia ingin maju, maka berusaha agar orang lainpun maju".

Seorang warga negara yang baik adalah hidupnya harus bermanfaat bagi orang lain. Bila dirinya maju dan sukses maka berusaha agar orang lain bisa maju dan sukses. Dia tidak egois melainkan menjadikan dirinya bersama masyarakat menginginkan kemajuan.

Lun Yu XII :16
Nabi bersabda," Seorang Junzi menjadikan kebaikan orang, tidak menjadikan keburukan orang. Seorang rendah budi membuat sebaliknya"

Menjadi warga negara itu memiliki kontribusi positif yang bisa membuat kemajuan masyarakat atau hidup ini harus bisa berguna bagi masyarakat banyak.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Berita Kebaktian Chee It / Chuyi di Kongmiao TMII

17-07-2018 Hits:57 Berita Foto

Berita Kebaktian Chee It / Chuyi di Kongmiao TMII

Kebaktian Chee It / Chuyi di Kongmiao Jumat 13 Juli 2018 kali ini diisi dengan khotbah bertema menarik, yaitu "Rahasia...

Read more

Mengikuti Wisata Rohani Berziarah Ke Makam Nabi Kongzi Di Kota Qufu, 17-25 Juni 2018

06-07-2018 Hits:193 Berita Foto

Mengikuti Wisata Rohani Berziarah Ke Makam Nabi Kongzi Di Kota Qufu, 17-25 Juni 2018

Untuk yang ketiga kalinya penulis berkesempatan untuk berziarah dan mengunjungi makam nabi Kongzi di kota Qufu, pada perjalanan kali ini...

Read more

Kegiatan Jambore Penyuluh Agama Islam-Lintas Agama & Halal Bihalal 1439H

05-07-2018 Hits:180 Berita Foto

Kegiatan Jambore Penyuluh Agama Islam-Lintas Agama & Halal Bihalal 1439H

Kegiatan Jambore Penyuluh Agama Islam-Lintas Agama & Halal Bihalal 1439H di Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bersama Menteri Agama.

Read more

Ketua MATAKIN DKI Jakarta Memimpin Doa Pada Acara Halal Bihalal 1439 H Dan HUT Ke 19 WKPUB DKI Jakar…

02-07-2018 Hits:178 Berita Foto

Ketua MATAKIN DKI Jakarta Memimpin Doa Pada Acara Halal Bihalal 1439 H Dan HUT Ke 19 WKPUB DKI Jakarta

Sabtu, 30 Juni 2018, Wadah Komunikasi & Pelayanan Umat Beragama (WKPUB) mengadakan acara Halal Bihalal 1439 H dan Hari Ulang...

Read more

Kebaktian Kelenteng "Kong Miao" Taman Mini Indonesia Indah

29-06-2018 Hits:121 Berita Foto

Kebaktian Kelenteng "Kong Miao" Taman Mini Indonesia Indah

Kelenteng Kong Miao Taman Mini Indonesia Indah yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah setiap Chuyi (Chee It) dan...

Read more

Matakin Provinsi DKI Memperingati 3 Tahun Berpulangnya Xs. Tjandra Rahardja Muljadi Dan Ibu Oey Lauw…

25-06-2018 Hits:165 Berita Foto

Matakin Provinsi DKI Memperingati 3 Tahun Berpulangnya Xs. Tjandra Rahardja Muljadi Dan Ibu Oey Lauw Nio, Di Makin Jakarta Pusat

Hari Minggu tanggal 24 Juni 2018, bertempat di Litang Makin Jakarta Pusat Jalan Mangga Besar XIII Jakarta Pusat, Matakin Prov....

Read more

Bromo Saat Sekarang

20-06-2018 Hits:102 Berita Foto

Bromo Saat Sekarang

Liburan lebaran menjadikan gunung Bromo semakin ramai pengunjung. Sekitar 1000 kendaraan naik ke penanjakan, tentu saja membuat jalan macet.

Read more

INTI Menyatukan Suku Dan Agama Lewat Sahur Bersama Di Kalijodo

20-06-2018 Hits:87 Berita Foto

INTI Menyatukan Suku Dan Agama Lewat Sahur Bersama Di  Kalijodo

Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) melaksanakan Sahur Bersama Dra.Shinta Nuriyah Wahid M. Hum di RPTRA Kalijodo,

Read more

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:59 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:157 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 43 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com