spocjournal.com

Membangun Indonesia Yang Semakin Harmonis Menurut Perspektif Agama Khonghucu

 

Oleh : Js. Liem Liliany Lontoh

Agama Khonghucu (Kong Jiao) yang dikenal di Indonesia pada saat ini, istilah aslinya disebut Ru Jiao yang artinya agama bagi orang-orang yang lembut hati terbimbing dan terpelajar. Tujuan hidup menurut Khonghucu adalah terciptanya Keharmonisan dalam hubungan antara Tian / Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta dan Manusia (Tian, Di, Ren ).

Ajaran Khonghucu bersifat universal, diperuntukkan bagi semua orang dan segala jaman yang secara suka rela mengimaninya. Melalui AjaranNya, Nabi Kongzi ingin mewujudkan suatu masyarakat yang penuh kerukunan, kebahagiaan dan kemakmuran, yang dimulai dengan membina diri, mendidik diri sendiri menempuh Jalan Suci atau Jalan Kebenaran agar menjadi seorang yang Junzi / berbudi luhur, manusia yang memanusiakan dirinya sendiri dan orang lain dengan cinta kepada sesamanya, kepada bangsa dan negaranya dengan tidak membeda-bedakan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan. Di dalam Kitab Suci Agama Khonghucu tertulis, “Di empat penjuru lautan, semuanya bersaudara”mengandung seruan atau ajakan supaya orang-orang di negaraNya pada zamanNya dan zaman kemudian; seperti sekarang kepada semua orang, semua bangsa-bangsa dimuka bumi ini, berusaha mencapai kerukunan nasional dan keseduniaan.

Sabda yang berbunyi, “Apa yang diri sendiri tiada inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain.” Disini tersirat, bila diri sendiri ingin tegak / maju bantulah orang lain untuk tegak / maju.

Nabi Kongzi juga mengajarkan Lima Hubungan Mulia Kemanusiaan yang mencakup hubungan manusia secara vertikal dan horisontal dan sebagai hubungan yang manusiawi dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Lima Hubungan Kemanusiaan itu adalah Hubungan antara pemimpin dan bawahan, orang tua dan anak, suami dan istri, kakak dan adik, teman dengan sahabat.

Bila Raja/pemimpin berdiri diatas kepercayaan sebagai raja/pemimpin barulah menteri menduduki kewajaran sebagai menteri. Bila Ayah (orang tua) menepati kewajiban orang tua sejati barulah anak menginsyafi bakti anak sejati. Bila para pembesar menyadari hubungan-hubungan antar manusia ini, niscaya rakyat yang dibawahnya akan saling mencinta. Tanpa kerukunan keluarga, masyarakat tidak akan rukun, bila masyarakat tidak rukun maka negara tidak akan rukun dan persatuan bangsa tidak mungkin tercapai. Perdamaian dunia terancam bila bangsa-bangsa di dunia tidak rukun.

Manusia diciptakan Tuhan dengan dibekali Watak Sejati yaitu Cinta Kasih, Kebenaran, Kesusilaan dan Kebijaksanaan. Oleh keempat Benih Kebajikan inilah manusia menjadi mahkluk termulia dan utama, untuk itulah manusia pada akhirnya akan mengenal nilai kehidupan rohaniah yang menjurus kepada pengabdian sebagai rasa Satya kepada Tuhan Sang Pencipta. Dari ayat ini manusia dituntut untuk menyadari akan kenyataan, bahwa dirinya itu mempunyai keempat benih itu sehingga mempunyai kemampuan untuk mengabdi/Satya kepada Tuhan. Akan tetapi benih yang bersemi tersebut menuntut perawatan dan pembinaan untuk bisa berkembang dan memancar dalam kehidupan manusia itu sendiri dan harus sedemikian berhati-hati agar tidak tergelincir ke dalam kelalaian yang berakibat tidak harmonis.

Hati (naluri) manusia itu penuh kerawanan. Hati (nurani) Dao itu penuh kerahasiaan. Hayatilah semurni-murninya dan tekunilah sekuat-kuatnya. Dengan Ketulusan berpegang pada sikap Tengah dan Tepat. (Kitab Shu Jing bab Da Yu Mo/Strategi Yu Agung bagian kedua)

Selain dibekali benih-benih Watak Sejati kita juga dibekali empat sifat yang terdapat pada Kitab Tengah Sempurna Bab Utama : 4, yang menyebutkan rasa : Gembira, Marah, Sedih, Senang, sebelum timbul tetapi masih tetap di dalam batas Tengah, dinamai Harmonis. Tengah itulah pokok besar dari pada dunia dan keharmonisan itulah cara menempuh Jalan Suci di dunia.
Bila dapat terselenggara Tengah dan Harmonis, maka kesejahteraan akan meliputi langit dan bumi, segenap makhluk dan benda akan terpelihara (Tengah Sempurna, Bab Utama : 5 )

Oleh karena itu, bagi para penganut Khonghucu membina diri (Xiu Shen) adalah merupakan pokok yang menjadi dasar utama bagi manusia dalam membina hubungan yang harmonis dengan Sang Pencipta, yakni Tuhan Yang Maha Esa, dengan lingkungan alam sekitar, dan juga dengan sesamanya. Oleh karena itu manusia wajib patuh dan taat pada Firman Tian/Tuhan yang telah dikaruniakan kepadanya berwujud Watak Sejati dengan menjalani hidup sesuai dengan Jalan Suci sebagaimana dibimbingkan melalui ajaran agama hingga ia menjadi seorang Junzi, yakni seorang Susilawan atau seorang yang berbudi luhur. Hanya Kebajikanlah yang berkenan kepada Tuhan. (Ajaran Besar Bab Utama : 4-7)

4. Orang jaman dahulu yang hendak menggemilangkan Kebajikan Yang Bercahaya itu pada tiap umat di dunia, ia lebih dahulu berusaha mengatur negerinya; untuk mengatur negerinya, ia lebih dahulu membereskan rumah tangganya; untuk membereskan rumah tangganya, ia lebih dahulu membina dirinya; untuk membina dirinya, ia lebih dahulu meluruskan hatinya; untuk meluruskan hatinya, ia lebih dahulu mengimankan tekadnya; untuk mengimankan tekadnya, ia lebih dahulu mencukupkan pengetahuannya; dan untuk mencukupkan pengetahuannya, ia meneliti hakikat tiap perkara.

5. Dengan meneliti hakikat perkara dapat cukuplah pengetahuannya; dengan cukup pengetahuannya akan dapatlah mengimankan tekadnya; dengan tekad yang beriman akan dapatlah meluruskan hatinya; dengan hati yang lurus akan dapatlah membina dirinya; dengan diri yang terbina akan dapatlah membereskan rumah tanggaya; dengan rumah tangga yang beres akan dapatlah mengatur negerinya; dan dengan negeri yang teratur akan dapat dicapai damai di dunia.

6. Karena itu dari raja sampai rakyat jelata mempunyai satu kewajiban yang sama, yaitu mengutamakan pembinaan diri sebagai pokok. Di Dalam Kitab Bakti tersirat menjaga diri atas tubuh supaya dalam keadaan sehat merupakan awal dari laku bakti.

7. Adapun pokok yang kacau itu tidak pernah menghasilkan penyelesaian yang teratur baik, karena hal itu seumpama menipiskan benda yang seharusnya tebal dan menebalkan benda yang seharusnya tipis. Hal ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi.

Dalam banyak hal manusia ada perbedaan, tapi yang utama sama adalah semua orang adalah “Mandataris” Tuhan Yang Maha Esa. Setiap manusia mempunyai rasa Cinta Kasih dan rasa tidak tega terhadap sesamanya serta mempunyai kewajiban yang sama untuk Satya menjalankan FirmanNya. Perasaan Cinta Kasih bila dikembangkan akan tercipta kehidupan yang harmonis baik dalam keluarga atau komunitas lain, baik dalam lingkungan agamanya sendiri maupun lintas agama. Semua anak bangsa harus mempertahankan NKRI tanpa memandang perbedaan, kalau tidak bangsa ini akan hancur karena tidak mencintai perbedaan yang menjadi karunia Tuhan di negeri ini. Keutuhan bangsa dan negara Indonesia dapat terwujud jikalau semua umat beragama dan seluruh komponen bangsa mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah yang dilandasi Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Demikianlah kalau kita benar-benar menghayati makna kehidupan dan menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya, godaan seperti narkoba dapat dihindari, kekerasan dan terorisme tidak akan terjadi, tidak ada lagi pengelompokkan minoritas dan mayoritas karena semua warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Negara menjalankan kewajibanya dengan baik dalam perlindungan dan pemenuhan Hak Asasi sehingga tidak ada lagi terjadi pelanggaran HAM, kekerasan fisik dan psikis terhadap perempuan dan anak-anak. Dengan demikian masa depan anak bangsa akan gemilang, hal yang membuat kita tercerai berai dapat dicegah, kesatuan dan persatuan dapat terbina dengan kerukunan. Negara akan semakin aman dan nyaman, pemerintah dapat berlaku adil sehingga kemakmuran bersama dapat tercapai.

Mari kita sama-sama membangun negeri yang kita cintai ini dengan Keimanan yang kokoh. “Tekun hidup sesuai Firman, memberkati diri banyak bahagia. Bahaya yang datang oleh ujian Tuhan dapat dihindari, tetapi bahaya yang dibuat sendiri tidak dapat dihindari”. (Bingcu II A,6)

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:159 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:171 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:100 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:643 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:591 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:110 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:190 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:176 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 73 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com