spocjournal.com

Teori Pembangunan Ekonomi : Kapitalisme Liberal & Kapitalisme Organis


Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Kapitalisme Liberal Gagal Menciptakan Keadilan
Ilmu ekonomi yang diajarkan Adam Smith dikembangkan untuk mengatasi ketidakadilan dalam masyarakat. Kaum kapitalis liberal menganggap bahwa kebebasan untuk mencari nafkah bagi setiap orang akan mewujudkan keadilan sosial dalam masyarakat. Orang yang miskin dianggap kesalahannya sendiri karena malas dan bodoh. Kenyataannya semakin hari semakin banyak orang yang miskin meskipun banyak sekolah dibuka dan semua orang mempunyai kesempatan untuk sekolah. Orang yang telah berpendidikan tinggi tidak dijamin mendapat penghasilan banyak, masih banyak faktor lain yang menentukan rejeki orang. Semakin maju pertumbuhan ekonomi semakin besar jurang antara yang kaya dan miskin. Pendapatan rata-rata per kapita setiap tahun naik, namun semakin banyak jumlah orang miskin, yang kaya semakin kaya (Schumacher, 1979: 75).

Teori Kapitalisme Liberal yang dikemukakan oleh Adam Smith hasilnya berbeda dengan dalam praktiknya. Orang yang miskin bukan hanya orang bodoh dan malas. Orang yang pendai dan berpendidikan tinggi banyak yang menjadi orang miskin karena tidak mendapat pekerjaan atau bekerja dengan upah rendah. Robert Kiyosaki menceritakan bahwa ayah kandungnya seorang Doktor dengan kedudukan tinggi saat kematiannya meninggalkan warisan hutang. Dalam sistem Kapitalisme Liberal hanya orang yang kuat, yaitu kuat hatinya, kuat mentalnya, kuat jaringannya, serta kuat modalnya dapat menjadi kaya. Dalam masyarakat berlaku seleksi sosial, yang kuat yang menang.

1. Perbedaan kemampuan Mengejar Rejeki        
Kebebasan yang diberikan oleh negara kepada individu untuk mencari rejeki tidak dapat dimanfaatkan oleh setiap orang. Individu yang terlibat dalam kegiatan ekonomi yang menghasilkan banyak uang tidak banyak. Kebanyakan orang yang bekerja sendiri dengan modal kecil tidak dapat bersaing dengan modal besar. Sebagian orang yang mempunyai keahlian khusus dapat mempertahankan usahanya, misalnya penjual jasa dan pertukangan sebagai pengusaha kecil (gurem). Sebagian warga masyarakat menjadi buruh pabrik dengan penghasilan yang relatif kecil. Di banyak negara berkembang banyak pengangguran karena perusahaan yang dapat menampung tenaga kerja murah sangat terbatas (Schumacher,1979: 31).    

Ketidak-adilan dalam bidang ekonomi sangat tampak dalam masyarakat kapitalisme liberal. Untuk menutupi ketimpangan ini negara menarik pajak besar kepada para kapitalis dan memberi santunan kepada mereka yang menganggur dan miskin. Kompensasi seperti ini dianggap sudah cukup untuk menutupi keslahan sistem Kapitalisme Liberal. Karl Marx dan pengikutnya mengkritik sistem ini dan berusaha mengantikannya dengan sistem Sosialisme yang dianggapnya lebih adil. Namun, dalam kenyataannya, negara-negara yang menganut sistem Sosialisme juga tumbang karena tidak mempu membawa kesejahteraan bagi rakyatnya.  

Sistem kapitalis tetap jaya karena para pengusaha besar dapat mempertahankan kedudukannya dan kekuasaannya dengan uang yang telah dimilikinya. Para kapitalis ini juga mempunyai jaringan organisasi yang kuat di dalam negeri maupan di luar negeri untuk mempertahankan kedudukannya. Mereka mudah mendapatkan pinjaman uang dari luar negeri. Jaringan perdagangan sudah dikuasai para kapitalis yang sudah mendapat kepercayaan internasional. Negara baru dan miskin tidak dapat masuk ke jaringan perdagangan dunia tanpa bantuan para kapitalis. Secara alami kapitalis berkembang menjadi kekuatan raksaksa yang rakus dan menguasai dunia.  

Perkiraan dari Karl Marx bahwa suatu saat kapitalisme akan menghadapi jalan buntu dan runtuh ternyata tidak benar. Teori Karl Marx tersebut dibantah oleh Lenin (dalam Magnis Suseno, 2002). Kapitalisme tidak akan runtuh karena mereka akan menggunakan teori Imperialisme, dengan menggunakan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia untuk tetap menguasai ekonomi dunia. Pendapat Lenin tersebut sudah terbukti, kapitalisme semakin jaya dan sosialisme runtuh. Kapitalisme kuat karena telah mempunyai modal besar, telah menguasai jaringan untuk mendapatkan bahan baku dan memasarkan produksinya. Organisasi kaum kapitalis sangat rapi karena mereka menggunakan ilmu pengetahuan ilmiah sebnagai dasar kebenaran dan kekuatan. Kapitalisme Liberal tidak hanya mengandalkan pada kekuatan uang, tetapi sudah membangun sistem yang rapi organisasinya untuk membangun jaringan yang luas.

2. Paradigma Intrumentalis dan Kapitalisme
Kapitalisme Liberal teah membangun paradigma Instrumentalis. Manusia telah diubah menjadi mesin pengumpul uang bagi para kapitalis. Sejak masa kanak-kanak orang sudah disiapkan memasuki dunia kerja yang diciptakakn kapitalis. Anak dididik dan dijanjikan untuk menjadi profesional yang bergaji tinggi setelah dewasa. Mereka setelah bekerja di perusahaan swasta atau perusahaan negara bekerja keras untuk perusahaan itu dengan mendapat berbagai fasilitas. Para pekerja itu menikmati kredit konsumtif seperti membeli rumah, membeli mobil, dan barang keperluan lain. Gaji mereka setiap bulan dipotong oleh bank yang tidak lain milik kapitalis. Mereka juga diberi hak cuti untuk berekreasi, dengan cara ini uang mereka disedot kembali oleh para kapitalis. Dengan kata lain, mereka bekerja untuk kapitalis dan uang mereka hasil kerja itu diserahkan kembali pada kapitalis, mereka hanya instrumen atau alat untuk mencarikan uang bagi kapitalis.

Paradigma Instrumentalis ini telah menjadi ukuran kesuksesan manusia pada umumnya. Orang dikatakan sukses apabila mempunyai banyak uang, bisa belanja ke luar negeri, bisa berobat ke luar negeri, bisa menekolahkan anak-anaknya di luar negeri. Yang dimaksud luar negeri adalah negeri-negeri kaya, negeri kapitalis. Bahkan ada trend baru yaitu bekerja di luar negeri untuk mendapat gaji yang besar dan menikmati kemewahan hidup di sana.

Kunci keberhasilan paradigma Instrumentalis adalah mengangkat maluri hedonis manusia, yaitu naluri untuk menikmati kenyamanan fisik seperti menikmati makanan lezat, tidur di daerah yang sejuk dalam bangunan yang indah dan mewah. Selain keindahan dan kemewahan tidak ada nilai yang pantas diraih. Paradigma Instrumentalis telah menyebak manusia ke dalam kesenangan tanpa akhir. Manusia telah terlena dalam mimpi yang indah, tetapi kenyataannya meereka hanya menjadi permainan kapitalis untuk mengumpulkan uang lebih banyak.

Para pengkritik Kapitalis Liberal tidak perlu harus dituduh sebagai Komunis atau Sosialis. Kaum humanis dan para pencinta alam menyadari bahwa kerusakan alam, seperti pemanasan global adalah kesalahan cara hidup manusia yang sangat konsumtif. Pabrik-pabrik besar dibuat dengan alasan untuk membuka lapangan kerja bagi penduduk setempat. Akan tetapi, kenyataannya pabrik-pabrik itu hanya memberi manfaat kecil kepada penduduk dan limbahnya merusak lingkungan.

Pembangunan ekonomi yang ideal adalah mengangkat harga diri rakyat sebagai manusia yang dapat menikmati kehidupan seperti apa adanya tanpa mencari kesenangan artifisial atau buatan. Orang desa sebaiknya dapat menikmati keindahan desanya sendiri tidak perlu menikmati keindahan desa di negeri lain. Orang kota sebaiknya bisa menikmati suasana kotanya sendiri tidak perlu berlibur pergi ke luar negeri menikmati keindahan kota di sna. Untuk itu perlu ada paradigma Estetis yang mengantikan paradigma Instrumentalis. Paradigma Estetis mengutamakan pembangunan rohani manusia agar tidak mudah terjebak pada kenikmatan yang sesaat dan artifisial.

Keindahan dan kenikmatan itu seharusnya memancar dari batinnya sendiri karena manusia itu kreatif, bukan konsumtif. Kapitalisme Organis perlu dibangun untuk mengembalikan harga diri manusia, artinya manusia sendiri yang mengendalikan dirinya dan menikmati hasil karyanya. Kapitalisme Organis dibangun tidak hanya untuk tujuan ekonomi saja, yang lebih penting adalah membangun kemantaban rohani dalam menghadapi kehidupan secara wajar. Paradigma Estetis menuntun manusia untuk berpikir benar degan mempertimbangkan moralitas dan keindahan.


Persyaratan untuk  Kapitalisme Organis

Kapitalisme Organis merupakan produk budaya masyarakat yang Organismik, atau biasa hidup bergotong-royong. Masyarakat Organismik menganggap semua warganya sebagai sebuah keluarga besar. Mereka merasa sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, senang dinikmati bersama, susah dirasakan bersama. Sistem gotong-royong ini biasanya terjadi di pedesaan, tetapi bisa dipindahkan ke kota besar asalkan para anggotanya juga memiliki semangat gotong-royong.

1. Kerukunan sebagai Modal Utama
Semangat bergotong-royong ini dapat dibangun dimana saja asalkan ada pemahaman warga untuk saling membantu secara tulus ikhlas. Xun Zi menyarankan pemimpin masyarakat itu sebaiknya seorang Jun Zi (  君  子 ), yaitu orang budiman dan bijaksana, yang sudah mampu mentransendensi-diri. Seorang Jun Zi  mempunyai kewajiban mengurus anggota keluarganya, tetapi dia juga sadar bahwa anggota keluarga yang lain juga memerlukan pelayanan yang sama dengan anggota keluarganya sendiri. Kemampuan seseorang mengurusi sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang sama, dalam waktu yang lama, hanya dimiliki oleh orang yang telah mampu mentransendensi-diri, yaitu orang yang mampu menyisihkan sebagian kepentingan dirinya untuk orang lain.

Semangat gotong-royong adalah kunci keberhasilan sistem Kapitalisme Organis karena tujuan usaha adalah untuk memberikan kesejahteraan semua orang yang terlibat dalam kegiatan ekonomi dengan adil. Modal utama untuk membangun Kapitalisme Organis adalah kerukunan dan solidaritas yang kuat. Masyarakat di Asia yang masih dengan dekat alam dan hidup bergotong-royong dapat membentuk Kapitalisme Organis apabila para pemimpinnya telah memahami konsep tersebut.    

Pada zaman Xun Zi belum ada sistem kapitalisme dan sosialisme, sistem-sistem perekonomian itu belum terbayangkan bahwa akan muncul. Xun Zi sudah menyaksikan keadaan masyarakat Tiongkok pada waktu itu, dalam masyarakat sudah ada orang kaya dan orang miskin. Xun Zi menganggap adanya perbedaan tingkat sosial ekonomi dalam masyarakat itu wajar, dalam alam ada langit ada bumi, ada gunung ada lembah (Dubs, 1973).

Ajaran Xun Zi memberi jalan untuk mengangkat perekonomian rakyat yang lemah, yaitu dengan membentuk kelompok yang dibimbing oleh pemerintah. Orang-orang miskin ini juga mempunyai potensi menjadi kaya apabila disatukan dalam organisasi bisnis yang rapi dan tertib. Sistem perekonomian ini disebut perekonomian kolektif. Xun Zi juga mengajarkan agar orang yang sudah kuat dapat membangun ekonomi secara mandiri dan menolong yang lain (Zhang, 1993: 202).

Sistem perekonomian yang diajarkan Xun Zi sejalan dengan perekonomian Kapitalisme Organis zaman sekarang seperti yang dilakukan penhusaha Jepang dan RRT. Xun Zi menyarankan untuk menjalankan sistem perekonomian menurut sifat dan kemampuan manusianya. Sebenarnya penerapan dua sistem dalam satu negara secara tersirat sudah diajarkan oleh Xun Zi. Sistem penataan ekonomi dari Xun Zi ini dapat digolongkan sistem ekonomi non-paradigmatik, artinya  pengelolaan ekonomi sebaiknya tidak ikut-ikutan pada negara maju. Setiap negara perlu mencari jawaban sendiri atas tantangan ekonomi yang ada. Setiap daerah mempunyai sumber daya alamnya sendiri dan penduduknya mempunyai pengalaman sendiri mengelola perekonomian (Mubyarto, 2002).

Apabila perekonomian daerah itu tidak diukur dengan paradigma ekonomi maju, sebenarnya sudah dapat menghidupi mereka sendiri. Dalam kenyataannya, para ekonom mengunakan ukuran yang dipelajarinya dari negara maju, untuk mengejar kemajuan dilakukan perubahan yang mematikan potensi masyarakat daerah itu sendiri. Biasanya perekonomian yang dianggap tradisional menghambat kemajuan, namun tidak dipertimbangkan bahwa kemampuan masyarakat daerah baru seperti itu.

Jepang dapat bersaing dengan Kapitalisme Barat karena dengan menggunakan Kapitalisme Organis, yaitu Kapitalisme yang  menyatukan semua komponen pasar dalam satu sistem yang saling menghidupi. Artinya, produsen memberi manfaat dan kemudahan kepada konsumen untuk membeli semua produknya. Perekonomian dirancang untuk melayani keperluan konsumen seluas-luasnya dengan prinsip Zhi Shandari Tiga Mata Rantai Utama, yaitu konsumen dipuaskan. Contohnya, para pengusaha menjual sepeda motor atau barang lain dengan angsuran jangka panjang, tanpa uang muka agar, rakyat yang berpendapatan kecil dapat membelinya.

Rakyat kecil dengan sepeda motor kreditan itu dapat mencari penghasilan, misalnya menjadi tukang ojek, atau menjadi pedagang keliling. Konsumen mempercayai niat baik produsen karena jaminan kualitas barang yang baik dan pelayanan pasca jual. Kapitalisme Organis mengikat hubungan yang terus terpelihara dengan semua pelanggan, dengan para distributor, para pekerja di pabrik, dan semua pihak yang terlibat dalam menyediakan bahan baku sampai dengan pelayanan pasca jual dan perbankan. Hubungan bisnis tidak terbatas pada jual beli di pasar, tetapi juga membina konsumen meningkatkan kualitas hidupnya (Dayao, 2001).

Kapitalisme Barat adalah Kapitalisme Mekanistik. Hubungan konsumen dan produsen terbatas pada jual beli. Mereka tidak menjalin hubungan kemanusiaan dengan konsumen. Hubungan yang dijalin oleh kapitalisme mekanistik atau Kapitalisme Liberal adalah hubungan terbatas jual beli di pasar  (Dayao, 2001).   

Prinsip hidup Konfusianisme yang disebut San Gang (  三  纲  ) atau Tiga Mata Rantai Utama telah menjadi prinsip hidup semua orang Konfusianis, dan sudah menjadi prinsip sebagain besar pemgusaha besar di Asia. Prinsip San Gang ini akan tetap menjadi andalan Kapitalisme Organis untuk mengikat hubungan antara produsen, konsumen, dan semua pihak yang terlibat dalam bisnis tersebut menjadi organisme yang hidup abadi.

Istilah dua sistem dalam satu negara sebenarnya tidak tepat. Deng Xiao Ping (dalam Xia, 1996: 6) mengatakan: ”Kucing putih atau hitam tidak penting, yang penting dapat menangkap tikus”. Dari kata-kata tersebut tersirat makna sebenarnya bahwa orang Tionghua harus menemukan sistem sendiri yang tepat untuk membangun Tiongkok. Istilah dua sistem dipakai untuk melunakkan orang Komunis Tiomgkok garis keras yang masih setia kepada Mao Ze Dong.

Menurut sebagian besar orang Tionghua, sistem Sosialisme dianggap tidak adil karena orang tidak diberi kesempatan untuk menjadi kaya, padahal, konsep hidup orang Tionghua adalah menjadi kaya, hidup mulia, dan panjang umur. Sistem Kapitalisme Liberal juga tidak disukai orang Tionghua karena modal menjadi kekuatan orang untuk menguasai orang lain. Menurut orang Tionghua, modal kerja itu bukan hanya uang, tetapi kerjasama yang baik, saling membantu dalam kesulitan, dan menjaga kerukunan (Zhang, 1993: 330).

Yang diharapkan oleh orang Tionghua adalah hidup damai, bebas beraktivitas dan hasilnya dinikmati bersama. Sistem yang dikehendaki orang Tionghua adalah ada kebebasan beraktivitas, tetapi ada aturan yang jelas, dan tidak berubah-ubah. Para pengusaha Tionghua merasa senang apabila ada hukum yang tegas dan kondisi negara aman (Liu Zhang Lin, dalam Kongzi Jijinhui,1993:163).

Deng Xiao Ping menetapkan dua sistem dipakai bersama dalam satu negara Tiongkok tujuannya juga untuk kesejahteraan rakyat dan ketentraman negara. Ia yakin bahwa hal itu baik. Deng Xiao Ping melihat bahwa sistem Kapitalis yang diberlakukan di Taiwan, Hong Kong, dan Macao dapat mensejahterakan rakyat di sana. Sistem Sosialis yang diberlakukan di Tiongkok daratan juga dapat mengurangi penderitaan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Itu berarti bahwa kedua sistem itu bisa dipakai sesuai dengan kondisi masyarakatnya. Deng Xiao Ping mempunyai kepekaan fisikal dan konseptual maka dia tidak terjebak pada bentuk Sosialisme atau Kapitalisme. Ia telah dapat melihat ke depan dan cara menyelesaikan masalah yang dihadapi rakyat Tiongkok ( Xia, 1996: 71).

2. Demokrasi dan Kapitalisme
Dalam perkembangan sejarah di Eropa kapitalisme tumbuh dan mendorong munculnya sistem demokrasi dalam dunia politik. Sistem Ekonomi Kapitalis memerlukan dukungan sistem politik yang demokratis. Dalam pandangan orang Eropa sitem Kapitalisme dan sistem Demokrasi politik tidak dapat dipisahkan. Perkembangan demokrasi politik di Timur juga memerlukan dukungan ekonomi yang kapitalistik karena rakyat yang masih miskin tidak berdaulat atas dirinya sendiri.

Negara organismik adalah negara "demokratis" dalam bentuknya sendiri, bukan dalam arti masyarakat individualistis yang memberi kebebasan seluas-luasnya kepada semua orang sebagai individu. Dalam masyarakat organismik semua orang menyadari bahwa hidup dalam kebersamaan lebih bahagia dari pada hidup sendiri. Dalam bahasa Tionghua demokrasi disebut Min Quan (  民 劝  ). Min Quan artinya hak rakyat, sebuah bangsa yang merdeka dan bersatu dan menentukan nasibnya sendiri. Bangsa Tionghua tampaknya tidak peduli kepada hak politiknya, namun lebih peduli pada hak hidupnya.  

Sistem pemerintahan Konfusianisme tidak dapat disebut demokrasi dalam definisi demokrasi Barat karena bukan kebebasan berbicara bagi rakyat, tetapi kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat. Ximen Bao, seorang gubernur zaman kuna, berkata: ”Orang lebih memilih hidup mudah dan tidak mau bekerja keras. Jika harus mencoba untuk mendapat persetujuan dari mereka untuk setiap hal, maka tidak akan ada yang terselesaikan. Kadang-kadang kita harus memberitahukan apa yang harus mereka lakukan. Sekarang ini mereka protes karena saya perintahkan untuk bekerja keras, tetapi generasi yang akan datang akan berterima kasih kepada mereka atas apa yang telah mereka kerjakan “ (Tang, 2004: 39).

Sistem Demokrasi Konfusianisme memang berbeda dengan sistem demokrasi di Barat yang ditandai dengan pemilihan langsung pemimpin mereka. Sistem Demokrasi Konfusianisme tidak mengutamakan memberikan hak suara, tetapi memberi kesempatan yang sama. Demokrasi dimulai dari pendidikan yang merata, dalam pendidikan tidak ada diskriminasi atau oleh Nabi Kongzi dikatakan you xue wu lei ( 有 学  无  累 ), semua orang berhak untuk mendapat pendidikan gratis. Kongzi membuka sekolah dengan 3000 orang murid gratis. Bahkan, anak berandalan juga diterima menjadi muridnya.

Demokrasi dalam pengertian Konfusianisme adalah memberi kesempatan yang sama untuk memiliki kemampuan dan untuk melaksanakan haknya. Apabila hak saja yang diberikan sedangkan kesempatan meraih kemampuan untuk melaksanakan hak tidak dimiliki itu tidak berguna. Rakyat jelata yang miskin dan bodoh tidak mampu sekolah itu artinya mereka tidak mempunyai kesempatan yang sama dengan anak orang kaya yang mendapat pendidikan terbaik. Dengan demikian, mereka yang miskin tidak pernah bisa mendapat kesempatan menjadi pemimpin.

Pendidikan gratis itu dimaksudkan agar semua orang yang berminat bisa belajar di sekolah. Rakyat bisa menjadi orang pandai dan mempunyai kesempatan untuk menjadi pejabat atau pemimpin negara. Dalam hal ini, demokrasi diartikan memberi kesempatan yang sama kepada semua orang untuk mengembangkan dirinya. Demokrasi yang ingin dicapai Konfusianisme adalah demokrasi real bukan hanya demokrasi formal, yaitu demokrasi yang diwujudkan dalam pemilihan umum untuk memilih pemimpin.

3. Kapitalisme Organis sebagai Sistem Ekonomi Alternatif
RRT di bawah pimpinan Deng Xiao Ping (1980) sudah melakukan reformasi di bidang ekonomi. Mereka tidak lagi mengikuti sistem Sosialisme sepenuhnya. Mereka telah membangun kota-kota besar yang berpotensi menjadi pasar perdagangan bebas. Keputusan ini sejalan dengan pernyataan Xun Zi bahwa membangun ekonomi rakyat perlu diselaraskan dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya (Zhang,1993: 189)

Sekarang di RRT, kota-kota besar seperti Shanghai, Guangzhou, Hong Kong yang sudah memperlihatkan potensinya sebagai kota dagang dunia, tentu sayang bila tidak dimanfaatkan. Pertimbangan membangun negara dengan memberlakukan dua sistem adalah pertimbangan Realisme Positif, seperti yang telah diajarkan oleh Xun Zi. RRT tidak lagi mempertahankan prinsip ideologi yang kosong. Tujuan membangun negara adalah mewujudkan kerukunan dan kesejahteraan pada masyarakat. Bila tidak ada kerukunan tidak ada kesejahteraan. Dampak yang lebih luas dengan memberlakukan dua sistem dalam satu negara di RRT adalah merukunkan masyarakat Tiongkok yang terpecah antara yang pro RRT dan pro Taiwan (Xia, 1996: 78). 

Kehidupan rakyat akan rukun bila pembangunan ekonomi negara berhasil, sebaliknya pembangunan ekonomi juga memerlukan kerukunan sebagai syarat keberhasilannya. Organisasi yang baik manajemennya menjadi syarat untuk merukunkan rakyat. Manajemen yang baik harus didukung administrasi yang baik, dan dikerjakan oleh orang-orang yang cerdas, cermat, dan bermoral. Prinsip ini telah diajarkan oleh Nabi Kongzi dan Xun Zi, apabila tidak dilaksanakan negara menjadi kacau.

Kapitalisme telah menunjukkan keunggulannya dalam bersaing dengan sistem sosialisme, tetapi kapitalisme belum dapat mewujudkan keadilan sosial ekonomi dalam masyarakat dunia. Di dunia sekarang ini sudah maju ilmu pengetahuan dan teknologinya, tetapi masih terdapat banyak negara miskin, dan hanya beberapa negara yang kaya. Negara miskin masih punya peluang untuk mengejar ketinggalannya apabila mempunyai jalan yang tepat. Kapitalisme Organis sebagai sistem ekonomi yang memperhatikan kepentingan semua pihak dalam kegiatan ekonomi dapat memperbaiki nasib orang miskin. Sistem ekonomi Kapitalisme Organis menata ekonomi sebagai organisme hidup. 

Menurut Xun Zi, untuk mengatasi kemiskinan hanya ada satu jalan, yaitu semua rakyat bersatu saling membantu. Prinsip yang sederhana ini dapat diterapkan masyarakat di berbagai tempat, tidak hanya di desa, di kota juga bisa. Orang bersatu bukan karena terpojok oleh masalah bersama. Masyarakat bisa bersatu karena telah mempunyai kesadaran untuk bersatu. Kecerdasan dan moralitas manusia dapat menyadarkan orang untuk berbuat baik, termasuk bersatu mengatasi masalah ekonomi. Kemajuan kebudayaan suatu bangsa akan mempengaruhi kemampuan ekonomi bangsa itu karena orang sudah sadar untuk bersatu.      

Sumber dari Disertasi Xs. Dr. Oesman Arif M.Pd yang berjudul : Penyelenggaraan Negara menurut Filsafat Xun Zi.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:217 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:883 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:114 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:240 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:134 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:402 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:297 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:232 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:174 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:718 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 44 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com