spocjournal.com

Pendidikan Tidak Boleh Diskriminasi

Oleh : Ws. Ir. Djohan Adjuan

Orang beriman kepada Tuhan, tidak boleh tidak harus berkarya dalam jalan kebajikan, pertama-tama ia membina diri, lalu membereskan rumah tangga, barulah dapat membantu mengatur Negara dan mendamaikan dunia. Semua ini harus dimulai dari memiliki pengetahuan yang cukup (dengan belajar), tekad yang beriman, dan hati yang lurus. (kitab Da-Xue/ Ajaran Besar, bab utama). Oleh karena itu, Nabi Khongcu telah membulatkan tekad untuk “Belajar” sejak usia 15 tahun, dengan tidak bosan-bosan nya mengulang mata pelajaran yang dipelajari, dan meneliti yang kuno untuk menganalisa hal yang sekarang serta memprediksi hal yang akan datang.

Pada usia Nabi yang ke-30, telah lengkaplah pengetahuannya; tidak hanya menguasai 6 keterampilan (sastra, memanah, berkuda, berhitung, musik, kesusilaan), tetapi juga menguasai isi 6 kitab suci kuno (Kitab Sanjak, Kitab Dokumentasi, Kitab Kesusilaan, Kitab Musik, Kitab Perubahan/Yi-Jing, Kitab Chun-Qiu). Oleh karena itu, Nabi Khongcu bercita-cita :”Bila Saya diberi kekuasaan mengatur sebuah Negara, dalam setahun pertama, akan terjadi keteraturan, dan 2 tahun berikutnya akan tercapai keadaan masyarakat yang damai sejahtera serta bersusila.”

Cita-cita ini dibuktikan Beliau pada usianya yang ke-51, menjabat sebagai Kepala Daerah kota Zhongdu dalam Negeri Lu. Semula kota tersebut hanya berpenghasilan rendah, serta memiliki record tingkat kriminalitas yang tinggi. Lalu setelah perbaikan yang dilakukan Nabi Khongcu dengan menerapkan kesusilaan model Dynasty Zhou, menata moralitas rakyat yang mengindahkan “Bhakti, Rendah hati/ saling mengalah, Setia, Dapat Dipercaya, Susila, Kebenaran-keadilan, Suci hati, Tahu malu, Bijaksana dan Cinta kasih”. Dalam waktu 1 tahun dibawah pemerintahan Nabi Khongcu, daerah Zhongdu telah menjadi daerah yang beradab, ekonomi rakyat meningkat, dan angka kriminalitas menjadi nol.      

Kita kembali pada masa usia Nabi Khongcu yang ke-30 tahun; Ia mulai menerima murid sekaligus mempelopori “Pendidikan bagi semua orang tanpa diskriminasi”  mereformasi adat lama “pendidikan hanya untuk anak bangsawan”. Muridnya kelak mencapai 3.000 orang dari berbagai kalangan mulai anak petani miskin hingga anak bangsawan kaya, semua diajari dengan serius tanpa membeda-bedakan.

Suatu hari Nabi Khongcu mendapat sponsor dari Raja Lu Zhao Gong, untuk mengadakan perjalanan study Kesusilaan ke wilayah Luoyi, dimana terdapat banyak peninggalan berharga dari dynasty Zhou. disana Nabi Khongcu banyak belajar dari Guru Besar Lao-zi yang menjabat sebagai kepala Perpustakaan. Tidak terasa beberapa bulan berlalu dalam kegiatan study yang serius tersebut, hingga tibalah saatnya Nabi Khongcu ingin pulang ke negeri Lu dan berpamitan, lalu Lao-zi memberi kata wejangan :” Sebagai seorang anak, bila berbakti pada orang tua, janganlah setengah hati. Dan sebagai seorang bawahan, bila mengabdi kepada atasan, juga jangan sampai hanya setengah hati saja.”
  Setiba di negeri Lu, murid-murid bertanya bagaimana gambaran sosok seorang Lao-zi? Nabi menjawab :”Burung dapat terbang, namun masih bisa dipanah; Ikan dapat berenang, namun masih bisa dikail; Hewan yang dapat berlari, juga masih dapat ditangkap dengan jaring; Tentang Lao-zi, sungguh sulit menggambarkannya.”

Pada tahun 517 SM, usia Nabi 35 tahun, terjadi kekalutan politik dalam negeri Lu, sehingga Nabi memutuskan bersama rombongan murid-murid hijrah ke Negara tetangga Qi. Dalam perjalanan bertemu seorang nyonya yang menangis dengan sedih, lalu Nabi menghampiri dan bertanya :” Wahai nyonya, mengapa menangis sedih?”, Sang nyonya berkata :” Dahulu kakek saya tewas dimangsa harimau, kini suami dan anak saya juga telah tewas dimangsa harimau, tidakkah aku bersedih?” Lalu Nabi dengan penuh simpati menyarankan agar sang nyonya pindah ke daerah lain yang tidak ada binatang buasnya. Nyonya tersebut menggelengkan kepala, dan berkata :”Meski disini ada harimau buas, tetapi setidaknya disini saya tidak diganggu pejabat kejam.” Mendengar keterangannya,  Nabi menghela nafas dalam-dalam sambil bersabda kepada muridnya :”Ingatlah murid-muridKu, Penguasa yang semena-mena lebih menakutkan bagi rakyat, ketimbang harimau.” 

Demikianlah sebagai manusia beragama dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Pengasih, hendaknya tidak cukup hanya hidup untuk diri sendiri, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah, cinta kasih dan perlindungan bagi keluarga serta masyarakat dan juga alam lingkungan hidup. Dapat berbahagia bila melihat orang lain bahagia, dan selalu bersyukur atas segala rahmat yang telah diberikan Yang Maha Kuasa kepada diri kita, tanpa beriri hati pada orang lain. Karena Tuhan memiliki rencana yang berbeda-beda bagi kita masing-masing. Damai bahagialah selalu. Sanzai.

Medan, 20 April 2012
Ditulis oleh : Ws.Ir.Djohan Adjuan

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Xs. Kiem Berpulang

24-01-2018 Hits:508 Berita Foto

Xs. Kiem Berpulang

Kita semua telah kehilangan tokoh wanita Khonghucu Xs. Kim Giok Nio,ibunda dari aĺmarhum Js. Maria Anggelina.

Read more

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:335 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:280 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:491 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:370 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:175 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:745 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1071 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:210 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:336 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 10 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com