spocjournal.com

Proses Mencapai Sukses



Oleh : Js. Handoko Tjokro

Hak setiap Manusia untuk hidup sejahtera dan berkecukupan seperti  saudara – saudaranya yang lain yang lebih beruntung, karena mereka ditunjang orang tua yang mampu membimbing, mengemnbangkan,  sekaligus ekonomi yang lebih dari cukup sehingga mereka punya kesempatan yang luas dan masa depan yang baik.
Yang menjadi  masalah tidak semua manusia bisa mendapatkan kesuksesan seperti yang di atas, maka kita yang kebetulan menjadi anak dari orang yang tidak mampu /  kurang beruntung dalam ekonomi untuk makan sehari – hari saja kadangkala tidak mudah, apakah kita harus meratapi nasib, atau  menyalahkan Tuhan (Tian) ? tentu sikap tersebut tidak menyelesaikan masalah dan tidak merubah keadaan kita. Yang bisa merubah nasib kita adalah diri kita sendiri dengan berbuat / melakukan  disamping  berdo’a , maka itulah yang paling bijaksana dan benar. Kita  harus mampu mencari kesempatan / peluang,  bukan hanya menunggu dan menunggu .  Tidak tahu apa yang dilakukan,  entah sampai kapan !

Dibawah ini ayat yang sangat tepat dan pas sebagai pendorong  perubahan hidup kita, yaitu pada Sabda suci (Lun GI) jilid 15:31 sebagai berikut :
“ Nabi bersabda, Aku pernah sepanjang hari tidak makan dan sepanjang malam tidak tidur merenungkan sesuatu , Ini ternyata tak berguna , lebih baik Belajar (berbuat sesuatu )”.

Benar sekali, dan diluar kebiasaan dimana  dengan belajar   / berbuat  /  berkarya  /  menanam sesuatu  , maka manusia bisa melakukan apapun yang selama ini di anggap tidak bisa, menjadi bisa. Bisa merubah apapun yang selama ini dianggap tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan  bukan hanya itu dengan berbuat / mencari  maka manusia bisa dan mampu menemukan hal –hal  baru, seperti  Teknologi yang berkembang sangat cepat, orang bisa ke bulan dan teknologi yang begitu maju  dan masih bisa terus di kembangkan terus sampai tidak terbatas , karena berbuat / menanam / mencari  yang bajik itu sama dengan   “Ibadah “.

Anugrah Yang Dimiliki  Manusia
Sejak di dalam kandungan hingga dilahirkan didunia ini, manusia sudah diberi modal / dibekali / dipersiapkan / diberi kemampuan oleh Tian (Tuhan yang Maha Kuasa) 5 (lima) Hal ;

  • Di beri Jiwa dan Rokh
  • Di beri Watak Sejati ( Xing )
  • Di beri Nabi (di bimbing / di tuntun)
  • Di beri Orang Tua
  • Di beri waktu 24 jam

Orang tua kita  sejak kecil mengasuh / membimbing dan  disekolahkan, diajarkan Agama untuk mengenal Tuhan dan Nabi, dididik dengan etika moral, diajari hidup yang baik dan benar supaya bisa dapat dipercaya serta  mampu berdiri di kakinya sendiri / mandiri  dengan penuh kasih sayang selama kurang lebih  20 tahun sampai anak tersebut  tumbuh  besar dan menjadi dewasa , dengan harapan kelak mampu bisa berbakti kepada Tuhan, orang tua, bangsa dan negara.
Dari sini jelas sekali bahwa Tian (Tuhan yang Maha Kasih)  telah mempersiapkan dengan sempurna dan Tian (Tuhan) juga memberi  lima hal di atas supaya manusia bisa hidup selaras dengan Hukum Tuhan (Tian Li / Firman Tuhan). 

Jadi manusia telah dibekali lebih dari cukup oleh Tuhan (Tian),  dan Tuhan (Tian)   memantau atau melihat  semua  umat ciptaannya,  dan segala kehidupan ini.
Maka di dalam Kitab Su Shi Sabda Suci (Lun Gi) jilid 17 : 19 terdapat percakapan anatar Nabi Kongzi dan Cu-Khong sebagai berikut  sebagai berikut :
Nabi bersabda, “ Aku ingin tidak usah bicara lagi “

Cu-khong bertanya , Bila Guru tidak mau berbicara lagi , bagaimanakah murid-murid dapat mengikuti pelajaran ? “
Nabi bersabda, Berbicarakah Tuhan  Yang  Maha  Esa ? Empat musim beredar dan segenap makhluk tumbuh. Berbicarakah Tuhan Yang  Maha  Esa ? “

Walaupun kita memahami bahwa kehidupan sudah di atur oleh Hukum Tuhan (Tian Li), maka  manusia harus menjalankan fungsinya (kodratnya) sebagai Manusia yang Bajik.
Maka manusia harus punya Tujuan Hidup yang jelas yang selaras dengan Hukum Tuhan (Tian Li)

  • Cita – Cita (tujuan)
  • Semangat
  • Meningkatkan SDM (sumber daya manusia) yang baik
  • Mengembangkan apa yang sudah menjadi bidang (profesi) kita
  • Mengembangkan Potensi secara  terus- menerus (menggali) / dipahat / di gosok
  • Dapat dipercaya dalam pergaulan hidup
  • Efisiensi dalam bekerja
  • Memelihara  serta  mensyukur

1. Tujuan Manusia untuk Mencapai Kesejahteraan Hidup

Kalau saat ini posisi kehidupan sedang berada dibawah dan  dari keluarga yang tidak mampu atau kita sebagai seorang karyawan ,atau pengusaha (pedagang) kecil  kadang kala untuk hidup sebulan tidak mencukupi dengan pendapatan yang kita sebagai seorang karyawan, pengusaha (pedagang)  kecil. Rumah tidak punya, sepeda motor tidak punya, yang ada hanya sepeda angin / sepeda engkol , dengan kondisi yang jauh dari cukup apalagi sejahtera.
Pertanyaannya adalah Apakah kita menerima nasib /pasrah ? Apakah kita mau merubah nasib ?
Tentu jawabannya adalah yang ke dua merubah  nasib
Dengan modal  yang begitu besar (anugrah) dari Tuhan dan dari orang tua yang kita terima : modal  besar dan anugrah apa itu ?
Jasmani dan rohani  kita yang di lahirkan melalui orang tua kita dengan sangat sehat dan normal  dari ujung kaki sampai kepala,  ini adalah anugerah Tuhan (Tian) dan modal yang  besar  dari orang tua  kita yang tidak ternilai dari apapun. Kita juga telah diberi modal dari Tuhan antara lain berupa :

  1. Diberi jiwa dan rock (anugrah) dari Tuhan (Tian)
  2. Diberi Watak Sejati  (Xing ) dari Tuhan (Tian )
  3. Diberi Nabi untuk membimbing kita (manusia) ke Jalan Tuhan (Tian )
  4. Diberi  waktu / sesempatan  (anugrah ) dari  Tuhan (Tian )

Sampai disini kita bisa merasakan betapa Tuhan  Yang Maha  Kasih , Maha Penyayang,Maha Tahu, Maha Memberi, Maha Mengetahui,Maha Abadi .

Seperti di dalam Kitab Tengah Sempurna (zhong yong ) bab 15:1-5, tertulis : Nabi bersabda ; “Sungguh Maha Besarlah Kebajikan Kwi Sien (Tuhan yang Maha Rokh). Dilihat tidak nampak , didengar tidak terdengar , namun tiap Wujud tiada yang tanpa Dia. Demikianlah menjadikan umat manusia didunia Berpuasa membersihkan Hati dan mengenakan pakaian lengkap Sujud bersembahyang kepadaNya. Sungguh Maha Besar Dia, terasakan di atas dan di kanan – kiri kita”
Di dalam Kitab Sanjak tertulis “Adapun kenyataan Tuhan yang Maha Rohk itu tidak boleh diperkirakan , lebih-lebih tidak dapat ditetapkan”
Maka sunggulah jelas sifatNya yang halus itu, tidak dapat disembunyikan dari Iman kita demikianlah Dia.

Bila  kita merenung , mengevaluasi , apakah Tuhan (Tian) memang menakdirkan kita hidup seperti ini ? Apakah benar Tuhan (Tian) membedakan kita dengan saudara kita yang lainnya sehigga  mereka lebih dari kita, mereka punya sepeda motor, mobil ,rumah dan sebagainya bahkan lebih dari itu.
Tentu saja Tuhan (Tian) tidak pernah membedakan ciptaannya yang namanya manusia siapapun dia, apapun sukunya, apapun kulitnya, apapun bangsanya bahkan Tuhan (Tian) juga tidak membedakan yang diluar manusia misalnya binatang , tumbuh – tumbuhan semua diberi sinar Matahari dan sinar Bulan yang sama di beri waktu yang sama.

Kalau mereka bisa, berarti Kita juga Bisa!

Didalam Kitab Tengah Sempurna (Zhong Yong) bab 14:1 tertulis : “Jalan suci seorang kuncu itu seumpama pergi ke tempat jauh, harus dimulai dari dekat; seumpama mendaki ke tempat tinggi, harus dimulai dari bawah”. Ayat ini sangat tepat sekali merubah hidup dan membangkitkan semangat kita yang dari nol sekalipun. Maka mulai Hari ini dan Detik ini kita harus  berubah, dan hidup baru. Dengan demikian mulai hari ini segala Aktifitas / Kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan Peningkatan hidup / tujuan kita,  Harus dikurangi dan secara bertahap  di hilangkan ,  bermalas  - malasan, tidak punya semangat , boros , tidak produktif dan hanya menunngu – menunggu yang tidak jelas, sampai kapan ?  Dan sebaliknya kita bangkit Meningkatkan  segala Kegiatan – Kegiatan  kita Terus menerus sampai apa yang di Cita – Citakan Tercapai, Karena Tuhan (Tian) dan Orang  Tua kita telah membekal  dengan sangat Luar Biasa jadi tidak ada yang tidak bisa di Capai.
Kalau kemarin – kemarin SDM kita rendah artinya kalau berangkat bekerja sering datangnya telat  / terlambat , bekerja asal – asalan menunggu jam pulang , menunggu di perintah baru dikerjakan dan sangat tidak produktif. Mari  kita rubah pola fikir kita dengan jemput bola, berbuat, melayani, menanam dan terus – menerus meningkatkan kepekaan kita, kalau ada hal-hal kurang benar atau tidak layak baik didalam keluarga kita pribadi , maupun dilingkungan bekerja kita  dan segera kita berbuat membereskan dengan Gembira tanpa disuruh, karena kalau manusia bisa berguna untuk diri pribadi , keluarga , lingkungannya , dan dimanapun kita berada artinya bisa menjadi LILIN atau HIO yang bisa menerangi maupun mengharumkan dimana kita tinggal , itu hidup yang sebaik – baiknya.


2. SEMANGAT

Tengah Sempurna bab 19 : 19 – 20
“ Banyak – banyaklah belajar;
               Pandai – pandailah bertanya ;
               hati – hatilah memikirkannya ;
               jelas – jelaslah menguraikannya ;
                dan sungguh  – sungguhlah Melaksanakannya“
 Memang ada hal yang tidak dipelajari, tetapi hal yang dipejari bila belum Dapat janganlah dilepaskan. Ada hal yang tidak ditanyakan, tetapi hal yang ditanyakan bila belum sampai benar – benar  mengerti  janganlah dilepaskan  , Ada hal yang tidak dipikirkan , tetapi hal yang dipikirkan bila belum dapat di capai janganlah dilepaskan ,
Ada hal yang tidak diuraikan , tetapi hal yang diuraikan bila belum terperinci  jelas janganlah dilepaskan. Dan ada hal yang tidak dilakukan , tetapi hal yang dilakukan bila belum dapat dilaksanakan sepenuhnya janganlah dilepas ,
Bila orang lain dapat melakukan hal itu dalam satu kali , diri sendiri harus berani melakukan seratus kali . Bila orang lain dapat melakukan dalam sepuluh kali , diri sendiri harus berani melakukan seribu kali .
Hasil yang dapat dicapai dengan jalan ini , sekalipun yang bodoh akan menjadi mengerti , sekalipun yang  lemah akan menjadi  kuat .
 Membahas  “SEMANGAT” adalah hal yang menarik, Semangat  bisa merubah manusia 180 derajat , mengapa ?  Karena Manusia yang  bersemangat sudah tertanam didalam diri dan menyatu didalam jiwa maka  5 (lima) huruf M,A , L, A, S (malas) itu akan sirna / hilang maka dia akan bangkit dan akan ada perubahan besar didalam diri seseorang;
Dia akan menyongsong hidup dengan ini selalu optimis , penuh harapan yang baik untuk masa depannya , dengan melakukan segala  tugas kewajibannya dengan gembira ,
Semangat bisa membuat orang menjadi rajin , tantangan hidup yang silih berganti datang akan bisa dihadapi dan mampu diselesakan dengan baik . Bahkan dengan semangat bisa menciptakan hal – hal yang baru , hal – hal yang tidak mungkin menjadi mungkin ;

 

3. SDM (sumbar daya manusia)

a. Mengembangkan apa yang  sudah menjadi bidang kita

Misalkan kita bekerja di bidang rumah makan, bos / atasan kita bekerja dibidang rumah makan , kalau kita sudah memutuskan akan bekerja disana  , maka kita harus bekerja dengan loyalitas yang tinggi, apa yang di ajarkan atau disuruh  dan kegiatan apapun yang terkait dengan rumah makan, baik perlengkapan dapur, meja makan , makanan yang disajikan , pelayanan kepada konsumen, dan lain sebagainya,  kita harus bisa  menjalankan  semua dengan baik bahkan punya nilai plus , dan jangan membatasi diri untuk mengembangkan potensi – potensi  kita pribadi supaya potensi / bakat kita bisa berkembang dan menjadi suatu kebiasaan ( budaya) , walaupun kita bekerja ikut orang lain bukan bekerja sendiri , ini penting, karena kebiasaan – kebiasaan (budaya) berjalannya waktu akan akan mengakar didalam diri pribadi kita , kelak kita bekerja sendir (mandiri)  dan tidak ikut orang, maka kebiasaan yang selama ini kita lakukan di tempat kita bekerja (rumah makan) tersebut akan menjadi  “ BUDAYA “, sekaligus modal yang tidak ternilai , ini yang saya maksud sebagai “ IBADAH “  ini juga yang di maksud dengan  “MEMBINA DIRI “.

b. Mengembangkan potensi – potensi kita secara pribadi;

Setelah kita pulang dari bekerja di rumah makan , tentu masih punya waktu atau sengaja mencari waktu / peluang apa saja untuk mengembangkan diri , misal membaca buku, mengerjakan sesuatu yang bisa meningkatan pendapatan kita , membuat jaringan / komunikasi yang  ada kaitannya dengan pengembangan yang baik dengan hidup kita,  atau apapun yang sifatnya sangat “Positif” ,intinya adalah “ Belajar “ supaya SDM kita berkembang terus hanya waktu yang  menghentikannya.  ini penting  sekali, dari pada waktu kita terbuang dengan percuma artinya tidak dimanfatkan yang  baik , misalnya ; nonton TV terlalu lama, pergi ke tetangga untuk ngrumpi membicarakan urusan orang lain yang kadang-kadang membicaran yang jelek-jelek  dan lain sebagainya, karena waktu adalah “Anugerah  “ kalau tidak di manfaatkan yang baik maka Kesempatan  kita akan hilang , kalau itu yang terjadi,  maka tidak  mungkin dan mustahil  waktu bisa kita putar kembali dan artinya habis kesempatan kita untuk berubah ;
Di dalam Bingcu 7A : 3 ; Bingcu berkata , “ Carilah dan engkau akan mendapatkannya , sia- siakanlah , dan engkau akan kehilangan , Inilah mencari yang berfaedah untuk didapatkan, dan carilah itu di dalam diri “ ; “ Carilah dengan jalan Suci , akan hasilnya berserah kepada Firman , Inilah mencari yang tidak terlalu berfaedah untuk didapatkan , dan Carilah itu di luar diri “


4.  Dapat Di Percaya ;

Ini adalah kalimat yang menarik , saya tidak tahu kalau yang namanya manusia sampai sudah tidak bisa dipercaya , baik di lingkungan masyarakat luas, di komunitas tertentu, atau bahkan di lingkungan keluarga sekalipun, hidup jadi seperti tidak hidup, bagaimana kelak waktu kita habis dan harus menghadap kepada Tuhan (Tian) ? ;
Maka yang Manusia Hidup harus bisa di eercaya, Hubungan kita dengan suami atau dengan istri , dengan anak , keluarga, bahkan sampai masyarakat luas , atau di manapun kita tinggal tidak menjadi penting lagi , karena dengan bisa di Percaya Hidup kita menjadi tenang, damai, nyaman, karena dapat dipercaya dan tidak sekedar Jujur ,

contoh Orang jujur misalkan dimintai tolong membelikan  sesuatu dikasih uang seribu rupiah  yang dibeli harg1anya sembilan ratus lima puluh rupiah  maka sisa uang yang  lima puluh rupiah  itu dikembalikan itu orang yang jujur.
Bagaimana dengan orang yang dapat / bisa di percaya ? karena orang yang bisa di Percaya pasti jujur. Contoh orang bisa di percaya segala perbuatannya selalu di pertanggung jawaban tanpa di minta ,  khusus didalam hubungan antar munusia / sesama bisa di Percaya adalah  modal paling  utama, lebih – lebih terhadap Tuhan Yang Esa (Tian).

 

5. Efisiensi / Hemat ;

Pada Ajaran Besar bab 10 : 19 tertulis : “Mengurus hartapun ada jalannya Yang Besar, bila penghasilan lebih besar dari pada pemakain dan bekerja setangkas mungkin sambil Berhemat, niscaya harta benda itu akan terpelihara. “

Ayat tersebut sangat indah sekaligus mempunyai maksud yang dalam ; ada dua sisi yang tersirat didalamnya ;  yang pertama : penghasilan kita harus lebih besar dari pengeluaran , ini menunjukan manusia harus bisa ber puasa atau membatasi diri supaya yang di Cita – Cita kan tercapai, yang kedua : bekerja dengan semangat yang besar pantang menyerah , kalau pada masa perang dimana para pahlawan bangsa hanya punya tujuan satu merdeka n .
Kita juga sama harus tujuan yang satu “ MERDEKA “ dari permasalahan Ekonomi. Efisiensi atau Hemat tidak kalah penting dengan mencari uang (bekerja) , kalau kita mau mengamati kehidupan di dunia ini atau kembali kepada Hukum Tuhan (Tian Li), kita bisa melihat dengan sangat jelas, Kebutuhan manusia untuk bisa hidup sesuai dengan Hukum Tuhan (Tian Li) manusia hanya membutuhkan 3 (tiga) piring  nasi  setiap hari itu sudah cukup dan sudah bisa Hidup dengan Damai, Yang menarik kalau mau jujur orang yang  sudah berkarya / bekerja pasti bisa mendapatkan lebih dari yang disebutkan di atas , dan yang tidak kalah menarik  (perlu perenugan / evaluasi) adalah ; Orang yang sudah berkarya / bekerja puluhan tahun bahkan sampai tua kebutuhan yang mendasar saja tidak bisa memenuhi,  apa  itu ? papan alias Tempat Tinggal (Rumah) ; ini adalah sesuatu yang sulit di mengerti dan dipahami 

Kalau melihat kenyataan bahwa manusia hanya membutuhkan 3 (tiga) piring saja sudah bisa Hidup dengan damai, maka seharusnya kita bisa mengutamakan segala prioritas yang harus di prioritaskan , itu di ajarkan Nabi Khonghucu ( Khong ZI ) bahwa manusia harus mengerti  / memahami  Ujung  dan Pangkal  /  Kecil - besar  /  Penting – tidak Penting ;

Ajaran besar bab utama : 7 tertulis : “Adapun POKOK  yang kacau itu tidak pernah menghasilkan  penyelesaian yang teratur baik, karena hal itu seumpama Menipiskan benda yang seharusnya Tebal  dan Menebalkan benda yang seharusnya Tipis , Hal ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi.”
Disini jelas kalau sampai manusia tidak bisa punya rumah walau sudah bekerja sampai tua, maka jelaslah disini karena  hanya mengutamakan yang kecil dan tidak punya tujuan hidup yang jelas , juga tidak mengutamakan yang POKOK  atau Besar;  Maka  hal yang tanpa di sadari hanya  akan mengutamakan yang  ujung/ kecilL / tidak penting. ,

Selaras dengan Hukum Tuhan (Tian Li) mereka tidak pernah berhasil  walau hanya membeli  sebuah  Rumah sampai  Tua ,; Mari kita lihat ayat sangat luar biasa ; Tengah Sempurna (zhong  yong) bab 16 : 3 “Demikianlah TUHAN YANG MAHA ESA menjadikan segenap Wujud , masing – masing dibantu sesuai dengan SIFATNYA, kepada pohon yang  BERSEMI  dibantu TUMBUH , sementara kepada yang CONDONG dibantu ROBOH .”
Maka semakin jelaslah bahwa  semua tergantung  kepada Upaya  Manusianya , Hidup mau dimana dan  kemana ? dan Hidup mau apa ? semua itu adalah Pilihan kita sendiri,

Ayat di atas  sangatlah  jelas ; Bahwa kalau manusia berbuat dengan SUNGGUH  - SUNGGUH dan PERCAYA dan upaya dengan maksimal  bahwa Tuhan (Tian) Maha Kasih , Maha Pemberkah ,Maha Segalanya ; Bila manusia terus – terus mau berubah dan berubah dengan segala hal dilakukan tanpa kenal  lelah , semangat , optimis dan selanjutnya Hasilnya kita Pasrahkan kepadanya  Maka Tuhan (Tian) Pasti membantu TUMBUH BERKEMBANG sesuai dengan ayat yang di atas , maka munusia harus mau merubah hidupnya baru Tuhan (Tian) membantu tumbuh,
Begitupun sebaliknya kalau manusia tidak mau merubah kehidupannya dari kegagalan dan keterpurukan dan hanya bermalas – malasan tidak ada upaya yang sungguh – sungguh unutk berubah  maka Tuhan (Tian) tidak akan merubah hidup manusia, di istilahkan Condong maka Tuhan (Tian) membantu ROBOH
Dan ini adalah  HUKUM TUHAN ( FIRMAN TUHAN ) maka 1000 % BENAR .


6.  Memelihara  / Mensyukuri ;

Apa yang dimaksud dengan Memelihara / Mensyukuri ? ;
Apa yang sudah kita capai dengan perubahan yang ada dan ada peningkatan lebih baik dari yang sebelumnya , itu yang dimaksud harus di pelihara dan dijaga jangan sampai kembali lagi seperti sebelum ada perubahan sebelunnya , 

Contoh;
Kalau sebelumnya  kita tidak punya sepeda motor, lalu suatu hari kita bisa / mampu beli   sepeda motor , maka jangan sampai sepeda motor yang sudah kita beli ,  kita jual lagi karena faktor sesuatu.
Dengan berjalannya waktu kita bisa beli  Rumah ; berjalannya lagi  waktu kita bisa beli Mobil ,  dan di beri  Istri juga di beri Anak dan lain sebagainya  semua itu adalah Rahmat / Anugerah Tuhan (Tian). Jadi apa yang sudah kita Capai (Hasilkan)  wajib dan harus kita Memelihara  / Mensyukuri  ;
Mengapa ? Karena seperti tulisan yang di atas ada 5 (Lima) hal kita diberi atau di bekali Tuhan (Tian)

  • Di beri Jiwa dan Rokh
  • Di beri Watak Sejati
  • Di beri Nabi
  • Di beri Orang Tua
  • Di beri waktu

Apa yang kita hasilkan sesungguhnya bukan hasil kita pribadi murni karena kita , ini tidak bisa di pungkiri , jangan kita LUPAKAN bahwa  semua itu ada faktor 5 (Lima) tersebut ,

Tuhan (Tian) yang telah memberikan kita (manusia) JIWA , ROKH , dan WATAK SEJATI ,  di bimbing Nabi sesuai dengan Agamanya , dan di asuh ORANG TUA NYA maisng – masing dan di lengkapi  dengan  WAKTU .
Kini jelaslah bahwa apa yang kita dapatkan didalam kehidupan ini tIdak bisa lepas dari peran ; TUHAN , NABI , DAN ORANG TUA , sekaligus bisa merawat Watak Sejati dan menggunakan Waktu secara BIJAK.

Maka Wajib dan Harus untuk MEMELIHARA DAN MENSYUKURI Dengan demikian manusia akan selalu ingat Tuhan ,Nabi , Orang Tua , dengan begitu punya BATAS / FILTER atau tempat hentian dimana tempat hentiannya ? ” KEBAJIKAN “
Kelak waktu kita sudah habis (Tiba) sudah siap  menerima FIRMAN dangan DAMAI
Dalam Sabda Suci jilid 14 : 23 tertulis : Nabi  bersabda, “ Majunya seorang Kuncu  / Junzi / susilawan itu menuju ke ATAS , dan majunya seorang rendah budi itu menuju ke bawah. Sehingga atasan kita akan melihat Berubahan kita yang 180 Derajat dan berubahan ini bukan di buat-buat tapi betul – betul dari Hati yang Tulus dan Ikhlas dan semua dilakukan dengan Gembira, Kalau kita melakukan pekerjaan / kewajiban kita dengan gembira (senang) maka seberat apapun pekerjaan / kewajiban kita menjadi Ringan / tidak beban , maka berjalannya waktu  atasan kita juga akan memperhatikan pendapatan kita ,

Kita lihat ayat Sabda Suci jilid 14 : 12, Nabi bersabda , “ Bila orang tidak mau Berpikir Tentang Kemungkinan Yang Masih Jauh , KESUSAHAN itu tentu sudah berada di dekatnya “. Ayat tersebut Sungguh – sungguh membawa BERKAH ,Supaya  Segera  manusia bergerak cepat untuk mengantisipasi segala hal dalam kehidupan ini. Baik yang menyangkut Ekonomi, Pendidikan , organisasi , Perkawinan , atau Kesehatan dan lain sebagainya ,( berbahagia mereka – mereka yang telah melakukan ini )

Dalam Hidup salah satu sangat yang penting  atau mendasar adalah punya prinsip ANTISIPASI atau yang dikenal secara umum dengan peribahasa Sedia Payung  Sebelum Hujan. Seandainya kita  seorang karyawan , bagaimana supaya penghasilan / pendapatan kita berjalan terus atau ada terus menerus ? ; yang pasti kalau kita sebagai seorang karyawan  pendapatan yang kita dapat dari kita bekerja , selama kita tetap bekerja sudah pasti kita tetap mendapat Penghasilan dan itu Pasti,
Tapi pada kenyataanya atau realita didalam didalam kehidupan ini,  Manusia tidak bisa lepas  dari berbagai Permasalahan yang dihadapi yang sangat Komplek , banyak sekali faktor yang menyebabkan seseorang akhirnya tidak bisa mempertahankan Pekerjaaanya yang sudah dijalani  sekian tahun , banyak juga baru dijalani beberapa bulan sudah tidak bisa di Pertahankan alias sudah keluar lagi dari pekerjaannya ,
Saya tidak membahas  Faktor penyebabnya , yang saya bahas adalah bagaimana Mengantisipasi  atau sedia payung sebelum hujan , ;
Sangat banyak dari kita bila terjadi permasalahan yang muncul atau timbul tidak bisa menyelesaikan dengan baik akhirnya keluar dari pekerjaan, dan ini kalau kita mau mengamati banyak terjadi di masyrakat kita , kalau ini yang dilakukan terus  – menerus maka kita sangat  Rugi Besar ,  pokoknya  kalau sudah tidak cocok atau sudah tidak suka Langsung Keluar alias tidak bekerja berarti menganggur , 

Contoh yang saya maksud Rugi Besar:

  • Penghasilan kita tidak ada atau tidak ada pemasukan 
  • Kita jadi tidak ada aktifitas atau tidak ada pekerjaan
  • Dapur jadi masalah karena belanja istri dan kebutuhan sehari – hari dan lain sebagainya jadi terganggu bahkan tak jarang kita harus gali lubang tutup lubang alias pinjan sana pinjam sini.
  • Karir kita akan dari awal lagi atau terganggu
  • Dalam keadaan tidak bekerja biasanya kita kurang di Hargai baik oleh lingkungan keluarga atau teman
  • Korban perasaan biasanya dalam posisi nganggur atau tidak bekerja, kalau mencari pekerjaan yang baru kita akan merendahkan diri atau kurang nyaman
  • Menjadi suatu kebiasaan atau budaya , apalagi kalau sering terjadi sebentar bekerja dan sebentar sudah keluar lagi,

Sekarang bagaimana kalu kita BALIK cara sudut pandang kita , kalau yang sebelum ada masalah didalam pekerjaan kita,  dengan mudah dan gampang sekali kita keluar atau tidak bekerja, sekarang kita Balik ; “ JANGAN KELUAR DULU SEBELUM DAPAT PENGGANTINYA ,”
Contoh  KEUNTUNGAN ? atau POSITIFNYA ?;

  • Penghasilan jalan terus tidak terganggu
  • Dapur tidak masalah alias ngepul  terus kebutuhan sehari – hari tidak terganggu , baik kebutuhan belanja, anak – anak  dan tabungan berjalan terus tidak pernah berhenti
  • Pikiran menjadi  tenang
  • Dalam posisi masih bekerja , kita mencari pengganti pekerjaan yang baru sebagai pengganti  yang lama dengan TENANG , sekaligus dengan percaya diri ( tidak korban perasaan) dan yang tidak kalah pentingnya biasanya atasan atau perusahaan akan sangat menghargai Orang -  Orang yang punya wawasan yang luas atau bisa berfikir jauh, dengan tidak langsung keluar tapi mencari penggantinya ini menunjukan wawasan yang luas dan dan berpikir jauh , ini yang dibutuhkan oleh atasan atau perusahaan
  • Kita di hargai baik oleh lingkungan keluar maupun teman – teman
  • Karir kita akan naik terus dan terjaga
  • Masa depan jelas
  • Tuhan (Tian) pun tersenyum

Sumber harus lebih dari satu ini juga bagian dari bentuk antasipasi dalam hal ekonomi , Dengan sumber penghasilan yang lebih dari satu atu lebih dari dua atua lebih semakin memperkuat PONDASI sektor ekonomi kita , karena kebutuhan hidup manusia setiap tahun terus bertambah , artinya penghasilan kita jadi berkurang,
Dan ada hal sangat yang  penting lagi bahwa Anak – Anak kita harus lebih baik atau lebih maju  dari kita,  pasti setiap Orang Tua akan berpikir atau punya keinginan  yang yang sama supaya kelak Anak – Anak punya masa depanyang  baik dan bisa kesempatan yang luas , Ini  hanya bisa terjadi kalau kita sebagai Orang Tua mempunyai ekonomi yang baik .

Bagaimana caranya sumber atau pendapat yang kedua  supaya berhasil ?
Contoh yang dari kecil atau bawah, dengan modal yang kecil saja, ,misalkan kita tinggal dikampung setelah di putuskan akan membuat sumber yang ke dua , rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal bisa dirubah atau dipetak kurang lebih lebar dua meter kali panjang 2 meter ( 2x2 )  untuk membuka toko cukup untutk berjualan makanan kecil ,rokok  ,minuman atau apa saja yang bisa laku dijual dikampung dengan modal  2 (dua) juta rupiah ,
Semangat yang sangat baik untuk merubah kondisi ekonomi supaya  mendapatkan sumber yang ke dua terwujud ; Setelah di jalani beberapa waktu jualan seperti yang disebut atas , kelihatan hasilnya satu hari bisa dapat keuntungan atau  laba kuarng lebih antara sepuluh ribu sampai lima puluh  ribu ,
Kalau dihitung – hitung dalam satu bulan bisa mendapat laba kurang lebih berkisar satu juta rupiah  sampai  satu juta lima ratus ribu rupiah  cukup baik dan bagus, karena jualan dikampung,;

Berjalannya waktu kurang lebih satu tahun atau dua belas bulan lama , terjadi hal sangat aneh dan lucu apa itu ?
Toko yang sudah dibuka selama setahun kalau dihitung- hitung bisa mendapatkan laba antara dua belas juta rupiah  sampai dengan delapan belas juta rupiah  ternyata toko tersebut TUTUP  ALIAS Pailit atau Bangkrut .;
Padahal didalam berjualan sudah benar artinya kalau modal seribu rupiah di jual seribu dua ratus rupiah ; kalau modalnya dua ribu rupiah dijual dua ribu empat ratus rupiah secara logika seharus bisa berkembang; karena ada ke untungan atau laba

Selidik punya selidik atau setelah saya survei ; , saya mendapatkan kenyataan bahwa toko tersebut tidak bisa kulakan atau ambil barang di agennya karena kehabisan Modal , uangnya habis , ini menarik untuk di kaji dan evaluasi mengapa bisa terjadi ? apa yang salah ? dan letak kebangkruttannya ? ;
Setelah di evaluasi dan dicari ternyata penyebabnya ; Melanggar hukum Ekonomi (  Hukum Tuhan ), ;
Ya ternyata selama kurang lebih setahun atau dua belas bulan ini  kalau ada keperluan rokok, atau makanan kecil ,  ngambil barang dari toko tersebut  dan tidak membayar , artinya kalau ambil berarti Membeli jadi seharus bayar , nanti beberapa waktu ngambil lagi , dan tidak juga di Membayar ,  terus – menerus seperti  itu, bukan hanya saja  itu kalau perlu Uang ,  uang toko juga diambil dan tidak di kembalikan , seharusnya kalau mengambil artinya pinjam jadi harus di kembalikan ,
Mengapa harus BAYAR dan di KEMBALIKAN ?

Kalau sebelum membuka  toko ,  mau makanan kecil atu mau rokok pasti beli ke tokonya orang lain , bukankah kita  harus membayar ?
Jadi inilah PENYEBABNYA ; sampai akhirnya tidak bisa kulakan / beli barang  lagi ke agen;
Kalau hal ini tidak segara di sadari kesalahan dalam pengelolaannya dan segera dirubah maka  sungguh sangat di sayangkan Semangat perubahan yang sudah di wujudkan harus   Kandas atau Gagal karena  ke Tidak Patuh sama Hukum Ekonomi (Hukum Tuhan) ;

Apa itu Hukum Ekonomi tersebut ?
Contoh ;
Seorang bayi yang baru Lahir sampai dia bisa merangkak , dan berkembang bisa jalan , kemudian bisa berlari dan tumbuh menjadi remaja terus berkembang sampai dewasa kurang lebih usia / umur 20 tahun ;

Pertanyaan selama kurang lebih 20 tahun tersebut bisakah Anak –Anak tersebut kita Paksa , kita bebani dengan kebutuhan hidup kita ,dia harus bertanggung jawab terhadap kebutuhan kita , ( Masih bayi dan belum waktunya di beri tanggung jawab / belum bisa di peras Santannya )
Begitupun berbicara EKONOMI , dan membahas sumber yang ke dua ;

Tidak berbeda Antara mengasuh Anak bayi dengan membuka toko baru sama – sama Baru Lahir ; Anak bayi yang baru Lahir harus di asuh dengan sungguh – sungguh , di perhatikan , dijaga dari segala gangguan dari sakit atau dari apapun supaya tumbuh dengan sehat sampai dewasa,  dan kalau sudah dewasa atau kuat  baru diberi beban, di beri tanggung jawab  dan seterusnya; maka beri kesempatan kepada  bayi  tersebut menjadi kuat dan besar baru bisa di beri beban dan tanggung jawab;
Karena secara psikis atau kejiwaan  kalau manusia melakukan sesuatu membawa hasil dan ada perubahan yang baik , dia akan tambah Semangat dan Semangat, sebaliknya kalau tidak berhasil dia akan sulit bangkit lagi ,

Begitupun kalau membuka usaha  / toko  apapun yang masih baru ( BARU LAHIR) ; dia masih bayi beri dia kesempatan menjadi DEWASA dan menjadi  KUAT dan di jaga jangan di ganggu biarkan tumbuh menjadi BESAR ;

Tulisan yang di atas buka usaha baru dengan membuka toko dengan modal  dua  juta , ke untungannya atau laba yang di dapat sepuluh ribu rupiah sampai lima puluh ribu setiap hari kalau dalam satu bulan;  kira – kira  bisa dapat laba atau keuntungan tiga ratus  ribu rupiah sampai satu juta lima ratus rupiah ; kalau satu tahun kira – kira antara  tiga juta enam ratus ribu rupiah sampai  delapan belas juta rupiah dalam satu tahun;
Kalau kita lihat hasil di yang capai sungguh menggembirakan baru satu tahun saja sudah melibihi modal kerjanya,

Maka taat pada Hukum ekonomi (Hukum Tuhan) itu membawa BERKAH dan ANUGERAH  siapa yang berjalan didalam Kebajikan Tuhan Yang Maha Esa  ( Tian ) maka itulah jalan menuju ke KESEJAHTERAAN ;
Mungkin orang lantas bertanya biaya hidupnya dari mana ? dan kebutuhan sehari – hari juga dari mana ? siapa yang mencukupi ? kalau tidak boleh diambil ?
Pertanyaan yang sangat baik, ;

Bukankah tadi di katakan berkali – kali bahwa yang ini Sumber  / Penghasilan yang ke 2 (dua) ;
Artinya , karena ini sumber  / Penghasilan yang ke 2 (dua) , berarti seluruh kebutuhan dan biaya hidup kita sudah ada yang menanggung yaitu sumber / penghasilan yang pertama , karena kita sudah ada atau punya penghasilan yang pertama , Inilah Jawabannya ;
Maka tidak boleh sumber atau penghasilan ke 2 di ganggu biarkan dia besar dan kuat, karena ini bagaian dari pengembangan atau investasi  jangka panjang  ( DEPOSITO )  kita jadi sangat jelas harus  membiarkan dia tumbuh dan berkembang , sekaligus  melatih diri kita untuk disiplin ,  sesungguhnya dia juga milik kita jugakan ? hanya tunggu saat yang tepat baru kita ambil atau kita petik dan bisa di kembang lagi untuk yang ke 3 dan seterusnya,
Mengapa harus punya atau ada sumber atau penghasilan yang Pertama ? ;
Ini yang menarik ,  kebanyakan Orang kalau mau berbuat  atau mau melangkah setelah ada masalah.

Contoh ,
Setelah ada masalah didalam kehidupannya yang menyangkut kebutuhan sehari – hari , mungkin juga baru keluar dari kerjaannya  atau masalah apapun yang intinya menyangkut Ekonominya  ,   baru binggung dan baru mau melangkah atau berbuat , ini yang saya katakan “ SAKIT “ baru berbuat , baru upaya ,  baru melangkah ,
Mengapa kita menunggu sakit  ? baru berbuat , baru upaya , baru mencari , alangkah BIJAKNYA jika dilaksanakan ketika dalam kondisi “ SEHAT “
Memang dalam kondisi  SEHAT kita bergerak atau pengembangan membutuhkan perjuangan yang tidak mudah , membutuhkan waktu , kesabararan , keuletan , dan pengorbanan yang besar , tapi Hasilnya Manis . Kita berbuat , upaya dan melangkah karena ini kesempatan “ EMAS “

Dengan kondisi  Sehat kita  mengembangan  usaha atau apapun  kita berbuat  maka tingkat keberhasilannya bisa mencapai sembilan puluh persen  bahkan bisa seratus persen , sebaliknya dengan kondisi  “ SAKIT “  ( Tidak punya sumber / penghasilan yang pertama ) tingkat keberhasilannya sangat kecil.
Didalam Kitab Si Shu bagian Bingcu 6a : 15 , 1-2 ; tertulis sebagai berikut :  Kongtocu bertanya ” Semuanya ialah manusia mengapakah ada yang menjadi Orang Besar dan ada yang menjadi orang Kecil ? ‘ Bingcu menjawab “ Orang yang menurutkan bagian dirinya yang Besar akan menjadi Orang Besar ,  Yang hanya menurutkan bagian dirinya yang Kecil akan menjadi Orang Kecil “

Semuanya ialah manusia , mengapakah ada yang menurutkan bagian dirinya yang Besar dan ada yang menurutkan bagian dirinya yang kecil ?  ;  Tugas telinga dan mata tanpa dikendalikan pikiran , Niscaya akan digelapkan oleh napsu – napsu ( dari luar ) ,  Nafsu – nafsu ( dari luar ) bilamana bertemu dengan nafsu – nafsu ( di dalam diri ) , akan saling mendukung .

Tugas Hati ialah berpikir , dengan berpikir kita akan berhasil, tanpa berpikir takkan berhasil . TUHAN YANG MAHA ESA  mengaruniakan kita semuanya itu , agar kita lebih dahulu menegakkan bagian yang Besar, Sehingga bagian yang Kecil itu tidak bisa mengacau , Inilah yang memyebabkan Orang bisa menjadi Besar , “
Semoga apa yang saya tulis bisa menginpirasi , bagi yang membaca  menggugah semangat unutk berubah  lebih baik lebih maju dari yang sebelumnya. Semoga.     

Surabaya, 25 November 2012

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:186 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:179 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:112 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:651 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:601 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:111 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:191 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:178 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 13 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com