spocjournal.com

Dunia Bisnis Dan Nilai-Nilai Confucius

Oleh : Js.Drs.Ongky Setio Kuncono,MM.,MBA

SEPINTAS KEMAJUAN CHINA
Pada mulanya banyak timbul kritikan bahkan melecehkan investor luar negeri yang tergila-gila dengan visi untuk menjual apa saja, mulai dari mobil hingga kosmetik kepada “1 miliar costumer” di China. Kritik semacam itu menyatakan, hanya segelintir porsi orang China yang punya pendapatan cukup untuk membeli kemewahan seperti itu. Kenyataannya sekarang, China sudah menjadi costumer  telepon tanpa kabel terbesar di dunia, dengan 350 juta costumer telepon seluler. Negara tersebut menjadi Negara ketiga terbesar di dunia dan sedang melaju pasar terbesar bagi PC, layanan Telkom broadband, televisi digital, dan banyak lagi barang lainnya. Sementara itu China secara sendirian menentukan harga dunia untuk semen, baja, tembaga dan material lain. Menurut Pete Engardio “CHINDIA menguasai bisnis Global”, China saat ini adalah salah satu dari sedikit Negara di dunia yang membangun lokasi modern, bernilai triliunan dolar untuk memproduksi petrokimia, tapis silicon, monitor digital, mobil, baja, kapal, dan barang padat modal lain. Negara itu juga dengan cepat menjadi pemain dalam keseluruhan strata baru industri-industri maju, menyebarkan pembangunan ke wilayah-wilayah miskin dan menambah puluhan juta lapangan kerja baru. China sekarang telah memiliki 300.000 miliarder. Credit Suisse First Boston memperkirakan 151 juta keluarga pedesaan China akan berpendapatan sekurang kurangnya $10.000 per tahun pada tahun 2014, naik dari 3,8 juta orang pada tahun 2003. Pada akhir tahun 2006,China di perkirakan mengekspor barang bernilai lebih dari $800 miliar, tiga kali lipat dari tahun 2002 dan melampaui $1 triliun pada tahun 2008. Dengan berakhirnya kuota tekstil internasional pada tahun 2005, China mengambil separuh dari seluruh garmen yang diimpor oleh AS.  Konon menurut Xs.Indarto, semua perkengkapn militer Amerika dari sepatu, sabuk, topi, seragam, bahkan lencana diimpor dari Negara China.
Pada tahun 2000 China mengekspor produk berteknologi tinggi senilai $30,5 miliar. Pada tahun 2005 nilai tersebut mencapai $220 miliar, 28% dari ekspor China. Pada tahun 2008 China di perkirakan menggandakan kapasitas produksi mobil penumpangnya menjadi lebih dari delapan juta unit, dan mulai mengekspor ke Eropa dan AS industry semikonduktor China, yang masih belia, dan juga akan segera menjadi pemain dunia, dengan 22 pabrik tapis silicon baru yang di rencanakan akan di buka dalam waktu tiga tahun. Sekitar 50 pabrik kimia masing-masing melibatkan investasi paling sedikit $1 miliar, sedang dalam pembangunan, AS cuma punya satu. Dengan harga barang China yang umumnya 30% sampai 50% di bawah harga produk AS, apakah berupa gulungan tisu, cor logam, TV LCD 30 inchi atau perangkat tempat tidur yang di ukir dari kayu keras. Kanada perusahaan-perusahaan tak punya banyak pilihan kecuali mendapatkan sumbernya dari negeri daratan itu. Kemajuan pesat perekonomian China menjadikan saat sekarang menjadi Negara terkaya di dunia mengalahkan Amerika Serikat.

Timbul suatu pertanyaan dalam benak kita bahkan beberapa ahli mengkaji ada apa gerangan! Dasar apakah yang di miliki bangsa China sehingga sampai juga pada perumusan kebijaksanaan yang berhasil menempatkan dirinya menjadi bangsa yang patut di perhitungkan dalam pencaturan ekonomi global? Salah satu nya adalah peran dari Deng Xioping, yang telah membuka pikiran bangsa China yang makin terdidik untuk memiliki motivasi kerja dan kerja cerdas demi mengejar posisi penting di abad XXI yang di yakini banyak kalangan sebagai abad Asia. Kita tahu bahwa Deng Xioping ini di kenal juga sebagai sosok guru yang berhasil menghubungkan antara keyakinan-keyakinan yang di miliki bangsa China dan syarat-syarat yang harus di penuhi agar bangsanya tetap berdaulat di tengah-tengah perkembangan dunia saat ini dan mendatang. Keyakinan-keyakinan bangsa yang di anut yang di maksud dalam hal ini adalah agama Khonghucu (Confucius) itu sendiri (Thomas Liem Tjoe,P3).Nilai nilai Khonghucu dengan guangxi, konsep Yin Yang yang dilandasi sengan Ren,Yi,Li,Zhi dan Xin menjadikan landasan berbisnis China dalam memasuki era globalisasi. Konsep konsep diataslah yang selanjutnya menjadi pemicu atau katalisator suksesnya bisnis. 

NILAI KHONGHUCU DAN ETOS KERJA
Kosasih Atmowardoyo (Pergulatan:68) berpendapat bahwa ada semacam prinsip paduan yang tidak kelihatan “Hidden Principles” dari perilaku orang-orang Tionghoa, maka harus melihat tradisi dan kebudayannya. Prinsip paduan yang di terapkan dalam perilaku ekonomi mungkin tidak terlihat oleh orang-orang yang berada di luar lingkungan bangsa atau kelompok kebudayaan tersebut. Walau prinsip itu nyata bagi orang yang berada dalam kebudayaan itu sendiri, tetapi tidak ada orang yang membicarakannya. Kecenderungan untuk menjauhkan “prinsip-prinsip yang tidak terlihat”. Ini tidak hanya terbatas pada diskusi formal dalam bidang ekonomi saja, tetapi menyusup ke seluruh masyarakat. Dalam hal ini Bob Widyanto membenarkan bahwa “Banyak orang-orang Tionghoa yang tingkah lakunya sesuai Confucius, walau ia sendiri tidak mengakui sebagai pengikut Confucius.” Banyak orang Tionghoa yang dulunya beragama Khonghucu (Konfucius) lalu pindah ke agama lain baik Kristen, katholik maupun Islam, tetapi tingkah lakunya tetap beretika Confucius. Kenyataan ini semakin memperjelas kepada kita bahwa nilai-nilai Confucius telah melekat kepada orang-oeang Tionghoa, sehingga tak salah beberapa pakar sejarah baik itu Hegel, Melly G Tan dengan tegas mengatakan bahwa kalau kita ingin memperdalam tingkah laku orang-orang Tionghoa, maka kita harus belajar Confucius. Penelitian di Surabaya oleh penulis menunjukan bahwa meskipun orang Tionghoa itu menganut berbagai agama dan kepercayaan, namun mereka masih menerapkan Etika Confucius dalam aktivitas bisnisnya.  Memang orang-orang Tionghoa umumnya dalam tanda petik (!), sudah identik dengan Confucius karakteristiknya. Cendikiawan Xs.Indarto pun berkali-kali mengatakan bahwa budaya Tionghoa tidak lain adalah budaya Confucius. Walaupun banyak orang yang tidak setuju, bahkan dengan mentah-mentah menolak pendapat ini. Kebanyakan meraka merasa gengsi di samping punya tendensi yang tidak suka dengan Confucius. Prof.Tilict mengatakan bahwa bila kita bicara agama selalu Involed (Terlibat). Meraka yang bukan penganut Confucius serta punya kepentingan tertentu  akan terlibat dan tidak akan mau mengakui pendapat di atas. Namun banyak juga dari kalangan Tionghoa seperti DR.Mochtar Riadi, Ir. Ciputra, Jusuf Sutanto dewasa ini menggali kembali nilai-nilai atau budaya China yang luhur itu sebagai landasan etika moral yang mampu mempengaruhi pelrilaku bisnis. Beberapa literature, yang kita jumpai di toko buku seperti Ilmu bisnis Tionghoa, Rahasia Sukses Etnis Tionghoa mendidik anak, Asia mengusai dunia, Rahasia Sukses Bisnis Etnis Tionghoa di Indonesia, Kearifan Timur, dan beberapa diskusi-diskusi, seminar-seminar baik dalam negeri maupun luar negeri yang tidak sedikit menyinggung bahwa kebangkitan ekonomi China dan beberapa negara Macan Asia di pengaruhi oleh Confucius. Banyak pula pengakuan dari para pengusaha maupun perusahaan sebagai contoh pemilik Hyundai di Korea, Chung Jung Yun sebagai seorang yang sukses karena menerapkan nilai-nilai Confucius dalam mengembangkan bisnis otomotifnya (Gemaku-Kristan), dan sekarang menjadi pabrik mobil terkenal di Korea bahkan telah di ekspor ke beberapa Negara di Eropa termasuk Amerika, dan Negara-negara Asia salah satunya Indonesia, contoh tersebut menjelaskan kepada kita bahkan bukan lagi menjadi rahasia umum terutama kaum intelektual, bahwa nilai-nilai Confucius adalah nilai yang melekat pada etnis Tionghoa yang di turunkan secara turun-menurun melalui petuah-petuah tauladan orang tua seperti nilai-nilai kejujuran, kekeluargaan, tahan bantingan, mau bekerja keras, serta hidup sederhana.
Ada 5 poin nilai-nilai Confucius yang bisa kita petik seperti di utarakan oleh Kosasih sebagai berikut :
1. Sifat Menyontoh   
Kecenderungan mencontoh di ambil dari hikmah ajaran Confucius. Menurutnya mencontoh tidak sekedar meniru akan tetapi mencoba memproduksi kembali dengan mutu yang lebih baik dari pada yang orisinil. Penulis dalam bukunya  “The spirit of Medissa” menjelaskan bahwa kepada siapapun orang Tionghoa bergaul dan mau belajar bahkan mencontoh hal yang baik dan jangan sampai ada sikap iri, dengki bahkan sirik sebab hal tersebut tidak akan bisa membuat manusia hidup lebih baik dan sukses. Sikap mencontoh yang baik membuat produk bahkan menjualnya lebih baik dan lebih murah dari orisinilnya. “Orang yang memahami ajaran lama lalu dapat menerapkan pada yang baru, dia boleh di jadikan guru” (Lun Yu II:11). “Tiap kali jalan bertiga, niscaya ada yang kujadikan guru, kupilih yang baik dan  yang tidak baik kuperbaiki” (Lun Yu VII : 22).

2. Sifat Konsesus
Dalam hidup berekonomi ia merupakan kepanjangan atau sambungan dari keluarganya yang langsung, dari perusahaan dan dari komunitasnya. Dia menempatkan kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi karena tanpa adanya kelompok maka perorangan tidak akan ada perorangan. Mengambil hikmah sabda Confucius “ Banyak-banyaklah mendengar, sisihkanlah hal yang meragukan dan hati-hatilah membicarakannya. Dengan demikian akan mengurangi kemungkinan di salahkan orang lain. Banyaklah melihat, sisihkan hal yang membahayakan dan hati-hatilah menjalankannya. Dengan demikian akan mengurangi kekecewaan sendiri. Dengan pembicaraan tidak banyak mengandung kesalahan dan perbuatan tidak banyak menimbulkan kekecewaan, disinilah letak rahasia kedudukan.”(Lun Yu II:18).

3. Sifat berpandangan  jauh
Dalam konsep marketing menurut Philip Kotler bahwa keuntungan bukan hal yang utama, melainkan kepuasan pelanggan menjadi hal yang harus di utamakan. Apabila pelanggan merasa puas, dia akan menjadi pelanggan seumur hidupnya maka dengan sendirinya di masa yang akan datang perusahaan secara otomatis akan mendapatkan keuntungan. Dalam hidup berekonomi ia akan memperkuat posisi pasar terlebih dahulu dari pada memperoleh keuntungan. Rugi selama beberapa waktu tidak apa, serasa berusaha merebut pasar melalui produk atau jasa-jasa yang dapat di andalkan. Kebajikan tersebut di ambil hikmahnya dari sabda Confucius “Seorang yang hanya mengejar keuntungan saja, niscaya banyak yang menyesalkan “Lun Yu IV :12)

4. Sifat menjaga mutu dan nama
Dalam hidup perekonomian mereka selalu menjaga mutu  jangan sampai cacat, berarti tidak menemui kewajiban “meluruskan nama” atau berbuat sesuai dengan fungsinya “seorang yang berperi-cinta kasih rela menderita lebih dahulu dan membelakangkan keuntungan” (Lun Yu VI:22)

5. Sifat semangat bersaing
Dalam kehidupan perekonomian meraka bersaing keras di antara mereka sendiri untuk merebut pasar, dan pengalaman ini membuat mereka tangguh dan ulet. Kebajikan ini mengambil hikmah dari sabda Confucius “Bila melihat orang yang bijaksana, berusahalah untuk menyamainya, dan bila melihat orang yang tidak bijaksana, periksalah dirimu sendiri” (Lun Yu IV :17) “Seorang Junzi lambat bicara, tapi tangkas bekerja” (Lun Yu IV : 24).

Dalam buku The Key of Harmonious life, penulis merinci beberapa pokok penting dalam bisnis orang Tionghoa :

1. Konsep Ying Yang
Konsep Ying Yang adalah Konsep yang dimana ada langit pasti ada bumi, ada pria pasti ada wanita, ada siang pasti ada malam. “Bila matahari sudah mncapai rembang maka turunlah ia, dan bila bulan menjadi purnama, susutlah ia, bila dingin pergi, panas datang, dan bila panas datang dingin pergi”
Konsep di atas menjadikan orang Tionghoa selalu optimis dalam menghadapi kehidupan yang akan datang. Apabila saat sekarang masih belum sukses, ia akan berusaha dan sekuat tenaga tanpa putus asa dengan harapan suatu saat mereka akan berhasil. Sebaliknya ketika orang Tionghoa telah mencapai kesuksesan hidup, mereka selalu berhati-hati dan jangan sampai mereka salah langkah sehingga jatuh dari kejayannya. Keyakinan adanya pasang surut dalam dunia bisnis tersebut menjadikan orang Tionghoa berpikir kedepan dan lebih antisipasi.

2. Konsep Zhong = Chung = Tiong (Tengah)
Konsep tengah adalah konsep yang tidak berlebihan dan tidak berkekurangan. Seorang yang manajer  jangan sampai terlalu takut dan juga jangan terlalu berani atau “gambling”. Mereka yang terlalu gambling akan membahayakan bisnis walaupun kadang kala dengan gambling dapat meraih keuntungan yang maksimal. Sebaliknya manajer  yang terlalu takut, tidak  memiliki inovasi, tidak memiliki keberanian untuk mencapai  kemajuan dalam bisnisnya. Konsep Zhong lebih meberikan pendidikan kepada manajer agar dalam pengambilan keputusan bisnis dipikirkan secara matang dan dijalankan secara sungguh-sungguh. Hanya dengan cara ini  maka kesuksesan akan nampak dengan sendirinya.

3. Konsep Keseimbangan
Keseimbangan dan keserasian sangat penting dalam setiap aktifitas bisnis bahkan dalam mengatur organisasi perusahaan. keseimbangan pemasukan dan pengeluaran, keseimbangan modal kerja dengan hutang harus dijaga, keseimbangan biaya operasi dan volume penjualan dst.Seperti Ajaran Confucius sebagai berikut  “Mengurus hartapun ada jalannya yang besar, bila penghasilan lebih besar dari pada pemakaian dan bekerja setangkas mungkin sambil berhemat, niscaya harta benda itu akan terpelihara” (DaXue X : 19).
Seorang manajer yang bisa menjaga keseimbangan dalam pegertian luas, mereka akan mampu menjalankan bisnis secara stabil baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

4. Semangat maju dan Sukses
Orang Tionghoa tidak pernah diam, melainkan selalu berusaha untuk mengubah hidupnya dengan bekerja keras, semangat maju untuk mencapai cita-citanya. Mereka tidak duduk ditempat, melainkan selalu belajar dan memperbaharui dirinya kearah lebih baik. Mereka bekerja secara sempurna dan selalu ingin berlomba kearah yang lebih positif. 
“Bila orang lain dapat melakukan hal itu dalam satu kali, diri sendiri harus berani melakukan seratus kali, bila orang lain dapat melakukan dalam sepuluh kali, diri sendiri harus berani melakukan seribu kali” (Zhong Yong XIX : 20).
Seorang manajer yang memiliki sifat terus maju pantang mundur dengan semangat yang diimbangi usaha yang keras, maka sudah barang tentu akan memajukan perusahaan.

5. Membuat baru dan Modern
Inovasi baru, pengembangan produk, perbaikan sistem manajemen, penataan SDM, menambah pelanggan, melakukan penelitian dan pengembangan ( meniti hakekat tiap perkara ), merupakan langkah-langkah baru yang membuat suksesnya perusahaan. Seorang  manajer yang selalu memperbaharui diri sepanjang hari merupakan seorang manajer yang terus meningkatkan kinerjanya atau produktifitasnya.
“Bila suatu hari dapat memperbaharui diri, perbaharuilah dan jagalah agar baharu selama-lamanya” (Da Xue II : 1).

Masih banyak lagi nilai-nilai Confucius yang mendorong kearah sukses dalam berbisnis misalnya bisnis harus di landasi kepercayaan (Xin), kebenaran (Yi ), keadilan, kebijaksanaan( Zhi), nilai-nilai ini sudah ada pada diri manusia sejak lahir. Untuk itulah  manusia wajib menggali nilai-nilai pemberian Tuhan itu untuk di gunakan sebaik mungkin dalam kehidupan, pergaulan maupun dalam hubungannya dengan bisnis. Mengingat kesuksesan adalah hasil upaya yang terus menerus belajar dan memperbaharui diri agar sikapnya berubah menjadi baru, sedangkan menjadi insan yang berbudi mulia ( Junzi )adalah cita-cita tertinggi mereka yang menganut ajaran Confucius. Sebelum mengatur keluar tugas utama manusia adalah mampu mengatur dirinya sendiri (manajemen diri ), seseorang harus mampu meluruskan hati, menegakkan tekad, melengkapi dirinya dengan pengetahuan membina orang lain. Confucius percaya bahwa masyarakat yang makmur dapat dibentuk oleh mereka yang memiliki tekad, berpengetahuan luas, dan memiliki budi pekerti yang baik. Nilai-nilai agama inilah yang selalu di transfer oleh orang tua kepada anak cucunya sampai saat sekarang ini. Confucius selalu menggaris bawahi hubungan saling tergantung antara pemerintah dan keluarga. Hal itu disebabkan oleh masyarakat tradisional China, keluarga dianggap sangat berperan mengurangi kekacauan dalam intstitusi-institusi publik.  Maka, kewajiban bagi orang tua, untuk selalu menekankan keteraturan social dan kesejahteraan bagi setiap anggota keluarga. Ikatan persaudaraan merupakan motor penggerak dalam politik idieologi kekeluargaan China. Implikasi politik dari sistem ini adalah dalam membangun ekonomi China yang di tekankan adalah jaringan( guanxi), sebuah relasi untuk saling tolong menolong. Prinsip jaringan kekeluargaan ini menjadi pilar cara pandang dalam kerangka kerja ekonomi China. Selain itu yang mengakibatkan China mampu menguasai perekonomian secara global adalah etos kerja yang menekankan keuletan dan kerajinan.


Penutup dan  refleksi kedepan Indonesia
Sebagai warga Negara Indonesia yang lahir di Indonesia, dan telah lama menyatu dengan alam Indonesia bahkan telah menjadi bagian dari nasionalis Indonesia, walau kami semua menganut agama Khonghucu, tetapi ingin menjadi bagian bangsa Indonesia secara total. Ingin mengorbankan tenaga dan pikiran untuk Indonesia tercinta.

Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama tentunya memiliki etos kerja yang baik pula. Sebagai umat beragama Khonghucu, tentunya tidak hanya bangga dengan agamanya, melainkan turut aktif dalam mengisi pembangunan ini. Setidaknya nilai-nilai apapun yang baik dan datangnya dari manapun harus kita ambil pelajarannya untuk kemajuan bersama. Khonghucu khususnya di Indonesia memiliki ciri khusus ke-Indonesia-an yang apabila kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat tidak akan merugikan kita semua. Berkaitan dengan masalah di atas, tentunya mengapa Indonesia suatu Negara yang kaya raya ternyata rakyatnya miskin. Semuanya terjadi karena, tidak ada niatan dari kita semua untuk menjalankan pembangunan yang mementingkan rakyat banyak. Masih banyak hal yang perlu di perbaiki dalam hal ini, masalah korupsi yang tidak di tangani dengan benar. Ada kata bijak yang perlu kita  ambil dalam hal ini, Xun Zi mengatakan “Hukum tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya pelaksanaan yang berkemanusiaan”. Peraturan atau sistem sebaik apapun tetap harus di kelola oleh orang yang berkemanusiaan dan bijak agar  dapat berjalan dengan baik. Maka etos kerja bagaimanapun baiknya harus di tunjang oleh kemauan dan upaya baik agar bisa terlaksananya kemajuan dan perbaikan masa depan Indonesia. Tidak ada cara yang baik membangun negara ini kalau tidak di awali dengan membangun diri kita. Hanya dengan membangun diri kita masing-masing dengan baik, maka akan terciptalah tatanan ekonomi yang baik bagi masyarakat bahkan negara itu sendiri.

Daftar Pustaka
Ciputra,Dr.Ir, 2008,Quantum Leap,Bagaimana Entrepreneurship Dapat Mengubah masa Depan Anda dan Masa Depan Bangsa, PT.Elex Media Komputindo, Jakarta.

Kosasih Wardoyo,1995, Pengaruh Konfusianisme Pada Perilaku Berekonomi Etnis Cina,Seri Dian III Tahun II,Interfidei,Yogyakarta.

Mochtar Riady, Dr, 2008, Filsafat Kuno Dan Manajemen Modern,PT.Bhuana Ilmu Populer,Kelompok Gramedia, Jakarta

Pete Engardio, 2008, Chindia Strategi China dan India Menguasai Bisnis Global, PT.Bhuana Ilmu Populer, Jakarta


Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana Program Doctoral Universitas 17 Agustus 1945 juga Mahasiswa Fakultas Hukum Universita Kartini Surabaya (Semester 7). Direktur PT. Merak Jaya Transport dan Konsultan Feng Sui .

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:186 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:179 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:112 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:651 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:601 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:111 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:191 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:178 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 26 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com