spocjournal.com

Tujuan dan Fungsi Letter of Credit

Oleh : Ir. Leny Poernomo, SH, MH

Letter of Credit pada umunya digunakan untuk membiayai kontrak penjualan barang jarak jauh antara pembeli dan penjual. Dengan kata lain, letter of credit digunakan untuk membiayai transaksi perdagangan Internasional. Letter of Credit bukan merupakan garansi (quarantee) atau surat berharga yang dapat dipindah tangankan (negotiable instrument). Letter of Credit pada umumnya cenderung di tujukan untuk kepentingan eksportir dan sebagai akibat eksportir akan mendesak importir agar menerbitkan letter of credit guna kepentingannya sebelum pengapalan barang terjadi. Sementara itu, dalam artikel 2 UCPDC 500 menyatakan bahwa letter of credit adalah janji dari bank penerbit untuk melakukan pembayaran atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima atas penyerahan dokumen-dokumen yang sesuai dengan persyaratan letter of credit. Inti dari pengertian letter of credit menurut UCPDC 500 adalah letter of credit merupakan janji pembayaran. Bank penerbit melakukan pembayaran kepada penerima baik langsung ataupun melalui bank lain adalah atas instruksi pemohon yang berjanji membayar kepada bak penerbit.
Letter of Credit sebagai alat pembayaran sangat disukai secara Internasional karena unsur janji pembayaran yang ada pada instrumen ini. Penerima yang menjual barang kepada pemohon merasa aman dibayar dengan cara letter of credit, karena adanya janji pembayaran dari bank penerbit kepadanya. Sebaliknya, pemohon juga merasa aman membeli barang dengan cara letter of credit, karena akan menerima dokumen-dokumen yang dikehendakinya sebab pemenuhannya merupakan syarat pembayaran letter of credir. Bank penerbit pada umumnya tifak langsung melakukan pembayaran kepada penerima, tetapi melalui bank lain yang diberinya kuasa dalam letter of credit untuk melakukannya. Bank lain ini bertindak sesuai kuasa yang diterimanya dari bank penerbit. Jika bank lain dimaksudkan bertindak di luar batas kuasanya, maka bank tersebut bertanggung jawab sendiri atas resiko yang mungkin timbul. Tetapi, jika bank lain tersebut bertindak sesuai kuasa yang diterimanya dari bank penerbit, maka bank lain berhak mendapatkan penggantian dari bank penerbit atas pembayaran yang telah dilakukannya kepada penerima. Selanjutnya, bank penerbit berhak pula menerima penggantian ini dinamakan pembayaran kembali (reimbursement).

Letter of credit merupakan surat perintah membayar, atau surat pembayaran. Letter of credit adalah perikatan antara bank yang menerbitkan letter of credit dengan eksportir yang menikmati manfaat letter of credit. Letter of credit merupakan alat pembayaran. Pembayaran letter of credit dilakukan oleh bank penerbit kepada penerima jika semua persyaratan letter of credit dapat dipenuhi oleh penerima Dengan demikian letter of credit adalah suatu janji pembayaran bersyarat.

Bank-bank umum di indonesia dalam praktik mengikuti definisi letter of credit menurut UCPDC. Hal ini dikarenakan dalam masa berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1970 tentang Penyempurnaan pelaksanaan ekspor, impor dan lalu lintas devisa, Bank Indonesia mengeluarkan himpunan ketentuan-ketentuan prosedur lalu lintas devisa, sebagai ketentuan pelaksanaan yang mengharuskan letter of credit yang diterima dari luar negeri maupun yang diterbirkan dari indonesia ke luar negeri tunduk pada UCPDC yang berlaku, yaitu, UCPDC Nomor 290 yang mulai berlaku 1 Oktober 1975. Peraturan pemerintah ini kemudian dicabut oleh Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1982. Kemudian sebagai ketentuan pelaksanannya, Bank Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 17/14/LN, tanggal 29 September 1984 yang mewajibkan letter of credit yang diterbitkan bank devisa di Indonesia tunduk pada UCPDC yang berlaku, yaitu, UCPDC 400 yang mulai berlaku 1 Oktober 1984. UCPDC 400 menggantikan UCPDC 290. Kemudian, surat Edaran Bank Indonesia Nomor 17/14/ULN, tanggal 17 December 1993 yang mengatur mengenai pemindahan letter of credit pada UCPDC 500 yang mulai berlaku 1 Januari 1994. UCPDC 500 menggantikan UCPDC 400. Berbeda dengan ketentuan sebelumnya, Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 26/34/ULN tersebut memberi pilihan kepada Bank Devisa untuk menentukan letter of credit yang diterbitkannya tunduk atau tidak pada ICPDC 500. Dalam praktek, ternyata Bank Devisa masih tetap menundukkan diri letter of credit pada UCPDC 500. Bank Indonesia mendukung UCPDC dijadikan sebagai ketentuan letter of credit. Bank Indonesia dalam Surat Edaran Nomor 26/34/ULN, tanggal 17 Desember 1993 mengatur bahwa letter of credit yang diterbitkan Bank Devisa di Indonesia untuk menentukan sikap. Isi surat Edaran Bank Indonesia tersebut dilatarbelakangi status UCPDS yang bukan sebagai produk hukum yang memiliki kekuatan hukum mengikat. Jika Bank Indonesia dalam Surat Edaran dimaksud secara eksplisit mengharukan letter of credit yang diterbitkan Bank Umum tunduk pada UCPDC, ini berarti Bank Indonesia menjadikan UCPDC bagian dari hukum nasional dan mempunyai kekuatan hukum mnegikat.

Dalam hal letter of credit ingin tunduk dibuat pada UCPDC, maka agar UCPDC mempunyai kekuatan hukum mengikat atas letter of credit bank penerbit harus melakukan suatu tindakan, yaitu, mencantumkan suatu klausul dalam letter of credit yang menyatakan bahwa letter of credit tunduk pada UCPDC. Lebih lengkapnya dapat dilihat dalam Articel 1 UCPDC 500 yang menyatakan :

The Uniform Customs and Practise for Docomentary Credits, 1993 Revision, ICC Publiction Nomor 500, shall apply to all Documentary Credits (Including to the extent to which they are incorporated into the text of the Credit. They are building on all parties there to, uless other wise expressly stipulated in the Credit.

UCPDC merupakan komplikasi kebiasaan dan praktek internasional mengenai letter of credit. UCPDC merupakan kondifikasi praktik UCPDC bertujuan pedoman dalam pelaksanaan letter of credit, sehingga sejauh mungkin dapat dihindari berjangka (acceptance letter of credit, article 10); letter of credit negoisasi (negotiation letter of credit, article 6, 8); letter of credit yang dibayar kemudian (defered payent letter of article 6); letter of credit yang dikofromasi (konfiomed letter of credit, article 9b)’ letter of credit yang diaktifkan (transferable letter of credit, article 48); dan letter of credit yang hasil pembayarannya dapat dialihkan (assigment letter of credit, article 49). Terhadap semua jenis letter of credit ini, UCPDC mengatur pelaksanannya terutama berkenann dengan hak dan kewajiban pelaku letter of credit, khususnya bank penerbit dan kuasanya. Sementara untuk jenis letter of credit sebagai alat pembayaran yang dirumuskan doktrin pelaksanannya didasarkan pada kebiasaan Internasional dengan tetap mengindahkan UCPDC. Contohnya adalah letter of credit yang dipakai berulang-ulang (revolving letter of credit). Letter of Credit sebagai alat penjalin yang dinamakan stanby letter of credit pengaturannya ada dalam UCPDC.

Revocable letter of credit adalah letter of credit yang dapat diubah atau dibatalkan oleh bank penerbit setiap saat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada penerima (article 8a). Akan tetapi, menurut UCPDC bank penerbit kepada melakukan pembayaran kembali kepada bank yang ditunjuk yang telah melakukan pembayaran letter of credit kepada penerima atas dasar dokumen-dokumen yang diajukan yang sesuai dengan persyaratan letter of credit, dan tidak menerima pemberitahuan perubahan dan pembatalan letter of credit sebelum dilakukan pembayaran dimaksud. Penyelesaian pembayaran letter of credit tersebut dapat dilakukan dengan perbedaan atau kesalahan penafsiran di antara para pihak dalam melaksanakan letter of credit.

Letter of credit adalah kontrak antara Bank Penerbit dan Penerima. Letter od Credit diterbitkan oleh Bank Penerbit atas permintaan pemohon. Pemohon mengajukan kepada Bank Penerbit permintaan penerbitan letter of credit dan jika Bank Penerbit menyetujinya letter of credit di terbirkan. Permintaan penerbitan letter of credit yang disetujui Bank Penerbit merupakan kontrak antara pemohon dan bank penerbit Kontrak ini adalah sumber penerbitan letter of credit yang merupakan kontrak tersendiri atau berdiri sendiri. Permintaan penerbitan letter of credit terdiri dari 2 (dua) dokumen formal (formulir) permintaan penerbitan letter of credit dan perjanjian jaminan kerugian (Secirity Agreemnet).

Letter of redit sebagai alat pembayaran diatur dalam UCPDC 500, tetapi pada umumnya pengaturannya tidak rinci. Oleh karena itu, pengaturan UCPDC tersebut harus dipindahkan degan konsepsi yang berkembang dalam transaksi perbankan Internasional bank yang berasal dari rumusan para pakar, putusan pengadilan maupun kebiasaan dan praktek letter of credit.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:217 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:883 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:114 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:240 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:134 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:402 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:297 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:232 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:174 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:718 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 43 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com