spocjournal.com

Filsafat Hukum Menurut Xun Zi (Bagian 3)

Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

7. Pembagian Ruang Pribadi dan Ruang Publik   

Menurut Xun Zi, penegakan hukum itu amat penting dalam penyelenggaraan negara. Pengawasan terhadap individu akan terbiasa dan tidak mengganggu kebebasan selama yang bersangkutan tidak mempunyai niat jahat. Orang baik tidak merasa takut dinilai orang lain atau diawasi karena dia bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri.


Xun Zi telah memisahkan ruang pribadi dan keluarga dengan  ruang publik yang menyangkut urusan bangsa dan negara. Menurut Xun Zi, ruang pribadi dan  ruang publik tidak dapat dicampur aduk. Timbulnya kekacauan dalam masyarakat karena kedua ruang ini tidak dipisahkan dengan jelas. Contohnya, seseorang yang mempunyai jabatan tinggi, jabatannya adalah jabatan negara, yang tidak dapat digunakan untuk kepentingan pribadi. Ia tidak boleh sombong dan sewenang-wenang seolah-olah jabatannya itu sudah melekat pada dirinya. Pejabat berbuat korupsi antara lain juga karena tidak dapat memisahkan ruang pribadi dan  ruang publik yang telah dimilikinya. Apabila ada pengawasan yang sistematis terhadap para pejabat segala bentuk korupsi dapat dicegah.

a. Ruang pribadi
Manusia mempunyai kehidupan pribadi yang tidak perlu diketahui orang luar, mungkin memalukan, mungkin memang tidak ingin diketahui orang. Dalam ruang pribadi dibuka kesempatan untuk saling berbeda, misalnya berbeda dalam kreativitas, berbeda dalam keyakinan, berbeda dalam selera, dan berbeda dalam hobi. Apabila dalam ruang pribadi ini tidak ada kebebasan untuk berbeda dan berkreasi, akibatnya seseorang merasa tertekan dan menjadi tidak percaya diri. Bisa juga seseorang merasa tidak berguna untuk keluarganya. Biasanya orang yang tidak mempunyai kebebasan sebagai pribadi akan mencari kompensasi di luar, di  ruang publik. Orang yang merasa gagal di ruang pribadi lalu masuk ke  ruang publik, tidak akan banyak manfaatnya. Siapa saja akan aman apabila dia tidak melakukan pelanggaran hukum. Orang yang melakukan pelanggaran hukum di mana saja pasti dicabut kebebasan pribadinya, misalnya dia dipenjara.

Mengenal batas wilayah ruang pribadi dengan  ruang publik amat penting. Contohnya, masalah keyakinan agama setiap orang bisa berbeda, namun tidak perlu diungkapkan di depan umum, akibatnya bisa menjadi konflik agama. Setiap orang berhak mempunyai keyakinan agamanya sendiri sesuai dengan ajaran guru agamanya.

Cerita drama di Tiongkok  banyak menggambarkan ketidakadilan yang diciptakan oleh penguasa. Contoh, kisah Sampek Engtay, yang menceritakan penindasan terhadap wanita dan orang miskin. Demikian juga drama “Impian Paseban Merah “, yang menceritakan penindasan terhadap wanita dan orang miskin oleh penguasa feodal. Drama semacam ini sangat digemari rakyat Tiongkok sampai sekarang karena ceritanya menyentuh perasaan semua orang. Ketidakadilan yang dilakukan sebuah sistem yang tidak benar selalu menyakitkan hati manusia. Cerita drama macam ini masuk  ruang publik karena mengkritik sebuah sistem, meskipun kisahnya percintaan. Xun Zi setuju bahwa kesenian menjadi alat komunikasi antar generasi dan antar kelompok masyarakat yang berbeda kepentingan. Mengritik kelompok lain dengan seni drama tidak menyakitkan hati, tetapi sudah dapat menggugah orang untuk memperbaiki kesalahan. Konsep yang dipegang Konfusianisme yaitu seni untuk menyempurnakan hidup, segala sesuatu akan indah dan menyenangkan apabila dikemas dalam karya seni yang bagus (Okakura, 1970).  

b.  Ruang publik
Ruang publik  merupakan ruang formal yang bebas dari emosi dan kepentingan pribadi. Dalam  ruang publik ini hanya ada kepentingan umum yang dikendalikan oleh negara. Semua kepentingan pribadi yang merugikan kepentingan umum harus disingkirkan. Pada waktu Nabi Kongzi menjadi menteri kehakiman, suatu hari datang dua orang yang mempunyai hubungan bapak dan anak. Mereka berdua bercekcok saling menyalahkan, lalu minta keadilan dari Nabi Kongzi. Oleh Nabi Kongzi kedua orang itu langsung dimasukkan penjara selama seminggu. Setelah mereka mendekam di penjara selama seminggu baru diadili perkaranya. Saat mereka akan diadili, masing-masing merasa bersalah dan mencabut tuduhannya. Mereka menjadi sadar setelah dipenjara bersama selama seminggu (Zhang, 1993: 654).

Nabi Kongzi mengajarkan kepada dua orang itu untuk menyelesaikan masalah keluarga mereka sendiri karena masuk wilayah ruang keluarga atau ruang pribadi. Peristiwa tersebut menunjukkan apabila semua orang dapat mengerti batas antara ruang pribadi atau keluarga dan umum, urusan di pengadilan dapat dikurangi. Hal yang lebih penting apabila semua individu dapat mengendalikan diri untuk tidak memperbesar masalah, tidak menjadikan masalah kecil menjadi masalah besar.

Wilayah  ruang publik permasalahannya sangat banyak dan terus berkembang. Permasalahan yang pokok antara lain masalah politik, masalah ekonomi nasional, masalah pertahanan dan keamanan negara. Ilmu pengetahuan modern dan teknologi modern diterima oleh orang Tionghua karena untuk mengisi  ruang publik. Ideologi Komunis juga dapat masuk ke Tiongkok karena sesuai dengan kebutuhan  ruang publik saat itu. Dalam  ruang publik yang berlaku adalah pemahaman makna dan standarisasi, bukan yang nyentrik dan unik. Kesenian yang berkembang di Tiongkok juga bukan yang unik dan nyentrik, tetapi yang dapat dinikmati semua orang. Filsafat masuk ruang publik, karena bersifat universal dan membicarakan berbagai masalah yang cakupannya luas, dan dapat diperdebatkan tanpa menimbulkan konflik sosial dan politik.    
        

c. Wibawa hukum tampak dalam ketertiban masyarakat
Negara tidak dapat diatur tanpa ada hukum yang jelas dan tegas karena kebanyakan manusia hanya mencari keuntungan untuk dirinya sendiri dan menghindari kesulitan. Para pejabat yang mengurusi negara dan rakyat jelata wajib diberi pendidikan dan kesadaran untuk menjaga ketertiban yang berdasar norma susila. Comtohnya, semua orang sebaiknya berpakaian pantas, enak dipandang dan tidak menimbulkan kesan merndahkan pada yang melihatnya. Pakaian itu bukan hanya pembungkus badan untuk mencegah kedinginan, tetapi sebagai penjaga kehormatan dan pelindung moralitas. Raja berpakaian khusus untuk raja supaya dia dikenal sebagai raja dan dihormati oleh rakyatnya sepanjang jalan, dan juga melindungi dirinya untuk berbuat yang tidak pantas (Zhang,1993: 439).

Ketertiban itu tidak hanya tampak dari pakaian, tetapi juga dari musik dan lagu. Musik atau Yue ( 樂 atau 乐 ) adalah bersifat Yang sedangkan ketertiban susila atau Li ( 禮 atau 礼 ) bersifat Yin. Kesusilaan dan musik tidak dapat dipisahkan karena terkait sifat Yin dan Yang.  Cabang kesenian yang lain juga tidak dapat di pisahkan dari kesusilaan. Hidup ini akan menjadi kering dan menjemukan apabila tidak ada kesusilaan dan musik atau kesenian  Kesusilaan adalah bentuk maka bersifat Yin, musik adalah isi nya maka bersifat Yang.

Menurut Xun Zi, kesusilaan dan undang-undang negara perlu ada “musiknya“ artinya  ada penghayatan oleh masyarakatnya. Masyarakat menerima undang-undang itu seharusnya bersuka cita seperti saat mendengarkan musik yang merdu. Sebaliknya, undang-undang yang tidak dihayati oleh masyarakat hanya sama dengan etalase kosong (Zhang, 1993: 442).

Kesenian, musik, dan tarian, perlu diatur sebab sangat berpengaruh pada gaya hidup masyarakat. Kesenian yang kasar atau tidak sopan akan memperngaruhi generasi muda untuk berbuat tidak susila. Kesenian yang baik berfungsi juga mendidik dan menyatukan rakyat. Musik yang baik dapat dinikmati oleh semua golongan masyarakat, tua, muda, laki-laki, dan perempuan. Kesenian adalah kebutuhan manusia untuk memuaskan perasaan, ibarat perut manusia membutuhkan makanan, perasaanpun membutuhkan makanan yaitu keindahan dari kesenian.. Masyarakat yang kurang menikmati kesenian yang baik mutunya mudah menjadi emosional, mudah marah dan mudah sedih. Kesenian yang bermutu bermanfaat untuk mengarahkan emosi kearah perbuatan yang positif, misalnya semangat bekerja sama (Zhang,1993: 437).

Kedisiplinan, ketaatan kepada hukum, kerukunan hidup dalam masyarakat, dan kerja sama yang membawa kesejahteraan masyarakat ibarat musik yang dimainkan dengan kesungguhan hati dan menghasilkan lagu yang indah. Undang-undang, norma masyarakat, dan peraturan itu ibarat instrumen musiknya. Apabila dalam masyarakat terdapat warga yang tidak mengerti posisi dan tugasnya maka kontribusinya terhadap kehidupan bermasyarakat itu menjadi negatif. Penempatan posisi bagi setiap warga disesuaikan dengan kemampuannya.  Hal itu penting untuk diperhatikan, bukan bermaksud diskriminasi atau nepotisme, melainkan bertujuan agar tercapai hasil yang terbaik, sesuai konsep the right man on the place.

Xun Zi mengajarkan agar dibuat undang-undang yang mengatur jalannya pemerintahan.  Juga dibuat undang-undang untuk mengatur perilaku semua anggota masyarakat dalam  beraktivitas. Semua aktivitas masyarakat sebaiknya tidak menghalangi program pemerintah. Xun Zi mengumpamakan pemerintah sebagai dirigen dalam kelompok paduan suara, rakyat sebagai anggota paduan suara yang menyanyi. Nyanyian rakyat itu disesuaikan dengan aba-aba dari sang dirigen (Zhang, 1993: 441).       


8. Putusan Pengadilan Berkebajikan  dan  Berkeadilan

Menurut Xun Zi, keputusan hakim di pengadilan seharusnya bukan keluar dari pikiran hakim itu sendiri karena keadilan itu sudah ada secara objektif di dalam masyarakat. Tugas hakim hanyalah menggali rasa keadilan yang sudah ada dalam hati rakyat dan merumuskan keputusan yang adil. Menurut hasil penelitian para ahli filsafat hukum Neo Positivisme abad XX, keputusan hakim dalam memutuskan perkara di pengadilan dilatarbelakangi berbagai unsur yang ada dalam pemikiran hakim itu karena hukum adalah bagian dari kebudayaan masyarakatnya.  Keputusan hakim di pengadilan yang dapat diterima oleh masyarakat sebagai keputusan yang adil apabila sesuai dengan nilai budaya masyarakatnya (Hujbers, 1982).

Menurut Xun Zi, peraturan negara sebaiknya selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman, mengikuti kemajuan peradaban manusia. Sumber budaya Tionghua selain kitab Klasik juga kecerdasan masyarakat itu sendiri atau Zhi ( 智  ) dan hati nurani manusia atau Lu ( 慮 ). Menurut Xun Zi, dengan menggunakan kitab Klasik Nabi Kongzi dan kecerdasan para penegak hukum dapat terwujud negara yang adil dan sejahtera. Peran hakim dalam memutuskan perkara di pengadilan sangat penting, oleh karena itu, para hakim sebaiknya orang cerdas dan memiliki hati nurani agar keputusannya memberi rasa keadilan kepada masyarakat. Zaman sekarang keputusan hakim juga sebaiknya memenuhi rasa keadilan (Bismar, 1996: 3).

Negara hukum menurut Xun Zi bukan sebagai penjaga malam yang menangkap penjahat lalu diproses di pengadilan menurut hukum yang berlaku. Menurutnya, negara dengan kekuatan hukumnya membina rakyat. Negara mengatur rakyat dengan membuat undang-undang agar rakyat mau bekerja sama mewujudkan kehidupan sejahtera. Xun Zi mengajarkan bahwa untuk mewujudkan negara hukum dia tidak menyarankan menambah jumlah polisi sebanyak-banyaknya, dan bukan mengangkat hakim dan jaksa dalam jumlah banyak. Penegakan hukum itu memerlukan kader intelektual dan bermoral yang memahami ajaran Konfusianisme untuk membina rakyat agar dapat memberdayakan dirinya. Masyarakat memerlukan orang yang pandai, berbudi luhur, dan membimbing orang menjalankan kehidupan yang baik. Ajaran Xun Zi ini di Jepang diwujudkan dengan membentuk Samurai.

Hukum dan undang-undang bukan untuk membuat rakyat takut, tetapi sebagai rambu-rambu agar perilaku mereka tidak melanggar kepentingan orang lain, dan kepentingan umum. Nabi Kongzi mengingatkan agar hukum tidak membuat manusia kehilangan harga diri karena ketakutan. Agar semua orang dapat bekerja sama dalam mengatasi masalah hidup perlu aturan yang jelas, antara lain aturan membagi hasil usaha. Supaya orang tidak melanggar peraturan, orang yang tidak pernah melanggar peraturan harus dianggap sebagai prestasi dan dihormati. Sebaliknya, orang yang sengaja melanggar peraturan untuk mendapatkan keuntungan dianggap tidak punya harga diri, dan dianggap sebagai orang tidak bermoral.   

Dalam masyarakat berbudaya, orang yang sering melanggar hukum dipandang rendah, misalnya para penjudi, para pemabuk, para pencuri, penipu, dan pelanggar kesusilaan. Dalam masyarakat yang kebudayaannya mulai mengendor, tidak mempunyai kekuatan lagi untuk memotivasi warganya berbuat baik, akibatnya segala kejahatan merajalela. Aparat negara sebagai kekuatan penegak hukum akan sia-sia apabila budaya masyarakatnya tidak membantu penegakan hukum tersebut.

Orang yang memiliki harga diri pasti menghormati hukum. Orang yang tidak mempunyai harga diri merasa bangga bila dapat melanggar hukum, tetapi lolos dari hukuman. Sekarang ini di Indonesia, banyak pemuda pelajar yang naik kereta api tidak membeli karcis, mereka membayar sekedarnya bila ada pemeriksaan karcis. Para pemuda ini tidak malu menceritakan perbuatannya yang memalukan itu kepada orang lain. Banyak pengusaha membayar pajak sangat minim, mereka menyuap kepada petugas pajak tiap kali ada pemeriksaan pajak. Mereka juga tidak malu menceritakan perbuatannya itu kepada orang lain. Contoh di atas membuktikan bahwa banyak orang sudah tidak mengerti apa yang disebut kehormatan dan harga diri. Keadaan ini hanya dapat diperbaiki apabila ada pembinaan yang serius oleh negara kepada warganya. Yang perlu dibina bukan hanya rakyatnya, tetapi juga para pegawai negerinya (Zhang, 1993: 299).

Di negara-negara miskin penghuni penjara terlalu banyak, melebihi kapasitas penjara, padahal, keadaan di penjara sangat buruk. Di negara yang masyarakatnya menjunjung tinggi budaya, merasa malu melakukan perbuatan yang melanggar hukum, penghuni penjara sedikit, meskipun perlakuan terhadap nara pidana sangat baik. Mempunyai harga diri dan mempunyai rasa malu sebagai penjahat atau pelanggar hukum perlu ditanamkan kepada anggota masyarakat sebagai nilai budaya. Dalam ajaran Delapan Kebajikan agama Khonghucu, kebajikan yang ke delapan adalah tahu malu.  

Sumber dari Disertasi Xs. Dr. Oesman Arif M.Pd yang berjudul : Penyelenggaraan Negara menurut Filsafat Xun Zi.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:160 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:171 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:101 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:643 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:595 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:110 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:190 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:176 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 47 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com