spocjournal.com

BAB VI Pembahasan : Hubungan Antar Variabel Penelitian


Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, Drs, MM

1. Etika Confucius memiliki hubungan  signifikan terhadap Kewirausahaan

Pengaruh Etika Confucius secara signifikan terhadap Kewirausahaan dapat dilihat dari hasil penelitian dimana nilai  P-Value < 0.05 atau 0.000<0.05. Diketahui bahwa etika Confucius mendorong Kewirausahaan dalam menciptakan sikap dan ethos disiplin, bekerja keras, jujur dan konsisten dalam menjalankan bisnis. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Rarick yang menghubungan antara Lima Hubungan Confucius dengan Lima Kebajikan Confucius (Ren, Yi, Li, Zhi dan Yong) dengan Etos Kerja Confucius (kerja keras, hemat, tekun, disiplin, ulet, loyal, setia). Sikap-sikap tersebut akan mempengaruhi jiwa kewirausahaan. Begitu pula dengan pedagang eceran etnis Tionghoa yang dibentuk oleh sikap-sikap bekerja keras, hemat, suka menabung, tidak putus asa, jujur dan konsisten dalam menjalankan bisnisnya. Pengaruh etika Confucius terhadap Kewirausahaan tampak bagaimana Kewirausahaan dibentuk dan berkembang melalui jalur Guanxi. Hubungan erat antara  sesama pedagang serta komunikasi yang harmonis yang didukung oleh sistem kekeluargaan yang tinggi menjadikan kekuatan membangun bisnis secara kuat. Melalui ajaran Confucius, mereka belajar bahwa orang malas lebih buruk dibandingkan orang bodoh. Kemalasan sangat ditentang oleh Confucius dan itu menjauhkan dari jiwa Kewirausahaan. Justru dengan ajaran Confucius yang mendorong agar tiap orang bisa melakukan lebih dari orang lain termasuk menjadi Wirausaha yang tangguh dan terus berkembang. Hal ini sesuai dengan teori Kilby dimana nilai-nilai berpengaruh dalam menjalankan usaha. Khususnya nilai-nilai dari etika Confucius berpengaruh terhadap jiwa kewirausahaan dalam menjalankan bisnisnya. Begitu pula teori Hofstede (1990) yang mengatakan nilai-nilai budaya mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertindak. Nilai-nilai Etika Confucius juga mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertindak dalam menjalankan usahanya.

Dari deskripsi penerapan etika Confucius sebagaimana hasil penelitian ini, dimana 88% pedagang eceran etnis Tionghoa menjadikan etika Confucius sebagai way of life dalam berbisnis. Etika Confucius yang menekankan kekeluargaan dengan Ren (Cinta Kasih) yang selalu berjiwa penolong kepada pengusaha yang baru saja berdiri, menjadikan tumbuhnya jiwa-jiwa Kewirausahaan. Kewirausahaan yang dijiwai dengan nilai-nilai Confucius (Ren, Yi, Li, Ti, Xin) akan menjadi Wirausaha yang berlandaskan etika moral dalam menerapkan bisnisnya.       

Pedagang etnis Tionghoa dalam bisnisnya menerapkan etika Confucius sehingga mereka selalu memiliki semangat Cinta Kasih (Ren) dalam menerapkan bisnis, baik kepada supplier maupun pelayanan sehingga tercipta hubungan yang harmonis diantara mereka. Mereka menerapkan bisnis berdasarkan kepercayaan (Xin). Bisnis yang didasarkan pada Xin atau nilai-nilai moral akan sukses dalam jangka panjang. Seperti pendapat Fred Kied (2005), It Pin (2006) mengatakan perusahaan-perusahaan yang memiliki pimpinan yang menerapkan standar etika dan moral yang tinggi terbukti lebih sukses dalam jangka panjang.

Menurut penelitian Wenzhong Zhu & Yucheng Yao (2008) etika Confucius Ren, Yi, Hee, Zhong, Xin dan Qing (Kebersihan) sangat berhubungan dekat dengan filsafat budaya dan praktek manajemen bisnis kontemporer. Hal tersebut menunjukkan ada hubungan signifikan  antara etika Confucius dengan Kewirausahaan. Penelitian Young Hack Song (1998) menyatakan etika Confucius berpengaruh terhadap nilai-nilai manajemen bisnis di Korea. Penelitian Po Keung Ip (2009) menyebutkan etika Confucius, khususnya kolektivisme keluarga dipraktekkan dalam bisnis di Taiwan, Hongkong dan Singapura. Begitu pula pedagang eceran etnis Tionghoa dari hasil penelitian ini didapat gambaran bahwa ada hubungan yang signifikan antara etika Confucius dengan Kewirausahaan. Etika Confucius melalui pimpinan perusahaan membentuk budaya perusahaan dan budaya perusahan membentuk karakteristik karyawan dan pada akhirnya mencerminkan jiwa kewirausahaan. Hal ini menunjukkan perusahaan-perusahaan etnis Tionghoa memiliki ciri khas hubungan kekeluargaan yang harmonis dengan baik antar karyawan juga terjalin hubungan harmonis dengan supplier maupun pelanggan. Hubungan harmonis tersebut sebagai bagian dari pengaruh etika Confucius yang diterapkan oleh pimpinan perusahaan (manajer perusahaan).

Mengingat pedagang eceran etnis Tionghoa memiliki kekuatan Guanxi dalam berbisnis, maka pengaruh Guanxi terhadap  jiwa Kewirausahaan mendorong terbentuknya koneksi antar pengusaha, juga antar pengusaha dengan pelanggan. Hal ini yang mendorong pengusaha sukses. 


2. Etika Confucius berpengaruh signifikan terhadap Kemampuan Usaha

Pengaruh Etika Confucius secara signifikan terhadap Kemampuan Usaha bisa dilihat dari hasil penelitian dimana P-Value < 0.05, yakni 0.000 < 0.05. Etika Confucius (Ren, Yi, Yong, Xin, Zhi, Guanxi dan Yin Yang) menjadikan seseorang memiliki kemampuan mengelola, memanajemen unsur-unsur manajemen 6 M (method, materials, man, machines, money, marketing) untuk mencapai tujuan perusahaan. Hubungan yang real antara etika Confucius dengan Kemampuan Usaha, misalnya marketing yang sukses tidak bisa lepas dari seorang marketer yang menerapkan  etika Ren (Cinta Kasih) kepada pelanggan. Begitu pula seorang marketing yang sukses harus didukung oleh marketer yang memiliki guanxi yang tinggi kepada pelanggan dan pemasok. Melalui Li (kesusilaan) dengan sopan santun kepada pelanggan maka akan menarik simpati pelanggan. Melalui Xin (Kejujuran) maka akan mendapatkan reputasi dalam berbisnis. Melaui Yong (keberanian) akan mendorong baik pimpinan maupun karyawan dalam bertindak dengan cepat.


3. Etika Confucius berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Usaha

Pengaruh Etika Confucius secara signifikan terhadap Kinerja Usaha bisa dilihat dari hasil penelitian dimana P-Value < 0.05, yakni 0.042 < 0.05. Berdasarkan teori Farid Elashmawi dan Philip R Harish (1996) bahwa perilaku dalam menjalankan bisnis dipengaruhi oleh kepercayaan agama dan nilai-nilai norma atau etika yang berpengaruh terhadap Kinerja. Begitu pula dengan Thesis Weber yang menghubungkan antara Etika dengan keberhasilan bisnis dan kajian tentang hubungan moralitas dalam sumbangsihnya menunjang kebahagian dan kesejahteraan bisa dilihat dari beberapa tulisan Pengaruh Motivasi Spiritual Karyawan Terhadap Kinerja Religius : Studi Empiris di Kawasan Industri Rungkut Surabaya (SIER) oleh Muafi. Juga Pengaruh Etos Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawan oleh Irwan Badu dan juga Analisa Pengaruh Locus of Control Terhadap Kinerja Dengan Etika Kerja Islam Sebagai Variabel Moderating oleh Soraya Eka Ayudiati (www.spocjournal.com). Tulisan-tulisan tersebut telah mengkaitkan nilai moralitas keagamaan dalam hubungannya dengan pencapaian kinerja atau kesuksesan bisnis. Berbagai penelitian yang mengkaitkan hubungan nilai-nilai agama dengan kinerja.
Sejalan pemikiran di atas tidak terlalu jauh bila mengkaitkan hubungan antara etika Confucius dengan Kinerja Usaha. Etika Confucius (Ren, Yi, Li, Yi, Yong, Gaunxi, Yin Yang) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Usaha. Hal ini bisa dilihat dari penelitian John Kidd dan Xue Lie (2007) dimana  Xin (kepercayaan) merupakan faktor penentu dalam kemakmuran usaha di Cina. Sebab itu pedagang etnis Tionghoa dalam berbisnis menjalin hubungan yang harmonis antara supplier dan pelanggan dengan etika moral sehingga mereka memiliki jalinan (Guanxi) yang kuat, memiliki kepercayaan.   


4. Kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Usaha

Pengaruh signifikan Kewirausahaan terhadap Kinerja Usaha bisa dilihat dari hasil penelitian dimana P-Value < 0.05, yakni 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa Kinerja Usaha dapat ditingkatkan melalui spirit Kewirausahaan yang baik. Prinsip-prinsip Kewirausahaan yakni visi yang tajam, perencanaan yang matang, memiliki motivasi yang baik, memiliki ide-ide untuk menciptakan peluang dengan percaya diri, berani mengambil resiko dan beradaptasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh variabel Kewirausahaan terhadap Kinerja Usaha.

Kewirausahaan dilihat dari segi perencanaan mempunyai dampak terhadap Kinerja Usaha untuk masa depan. Hal ini dibuktikan dengan penelitian ini dimana pedagang eceran etnis Tionghoa di Surabaya selalu memiliki perencanaan pembelian dan penjualan tahun berikutnya (sering 41%, selalu 38%) dan membuat rencana setelah mengevaluasi yang mendalam atas masalah-masalah dan kesempatan yang ada (setuju 54%, sangat setuju 32%) serta membuat perencanaan yang disesuaikan dengan sumber daya yang ada (setuju 43%, sangat setuju 55%). Perusahaan yang tidak memiliki perencanaan akhirnya gagal, sehingga diperlukan perencanaan karena merupakan kerangka dalam pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu Kewirausahaan dari segi perencanaan sangat diperlukan untuk kelangsungan proses usaha.

Semangat seorang wirausaha yang dapat menyesuaikan usaha terhadap situasi yang terus berubah-ubah karena mereka selalu memiliki perencanaan dalam menjalankan usahanya. Untuk pedagang eceran, perencanaan yang matang mutlak diperlukan, tanpa perencanaan yang baik mungkin kondisi tertentu akan sulit dihindari. Membuka usaha harus memiliki target yang hendak dicapai, strategi apa yang akan diterapkan, bagaimana mengantisipasi kemungkinan hambatan yang muncul secara tiba-tiba, serta cara atau strategi untuk mengatasinya. Rencana sebenarnya ibarat sebuah peta yang menunjukkan jalan-jalan yang akan dilalui dan gambaran secara keseluruhan liku-liku yang dihadapi, sehingga perencanaan yang matang merupakan tuntutan mencapai sasaran yang diharapkan dari usaha yang dilakukan.   

Kewirausahaan dilihat dari segi motivasi diperlukan untuk sebagai pendorong dalam mencapai tujuan perusahaan. Hasil penelitian ini, pedagang eceran etnis Tionghoa memiliki motivasi yang kuat untuk kemajuan usaha (setuju 41%, sangat setuju 56%) dan selalu belajar dari pengalaman kegagalan maupun keberhasilan (setuju 43%, sangat setuju 55%). Pentingnya motivasi sebagai faktor pendorong seseorang (karyawan) untuk melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan tertentu (Kristanto, 2009). Senada dengan The Liang dimana motivasi sangat penting sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer dalam memberikan inspirasi, semangat dan dorongan kepada karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan.

Hasil penelitian ini mendukung ungkapan yang dikatakan oleh Meredith et.al. (1989) bahwa para wirausahawan merupakan individu yang kreatif dan berorentasi kepada tindakan bermotivasi tinggi serta berani mengambil resiko dalam upaya mencapai tujuan. Usaha yang sukses dan mampu bertahan lama, akan banyak dipengaruhi oleh motivasi yang dimiliki pimpinan wirausaha. Pedagang eceran etnis Tionghoa dalam memberikan motivasi tidak hanya memberikan komando atau perintah, mereka secara langsung ikut terjun bersama-sama karyawan menyelesaikan pekerjaan. Sikap ketauladanan tersebut merupakan ciri khas dari mereka sebagai ajaran Confucius bahwa seorang Junzi adalah pelopor (memberikan ketauladanan).

Dari hasil penelitian ini, pedagang eceran etnis Tionghoa di Surabaya dimana memotivasi karyawan oleh pimpinan (setuju 43%, sangat setuju 42%) hal tersebut menunjukkan peranan pimpinan dalam memberikan motivasi kepada karyawan sangat tinggi.   Oleh karena itu, untuk menjadi wirausaha yang berhasil diperlukan seseorang yang berbakat dan mempunyai motivasi untuk menciptakan sesuatu yang baru sesuai dengan keinginan. Hal ini seperti yang dikatakan Welsa (2009) bahwa motivasi merupakan semangat dan wawasan yang akan membuat seseorang bekerja keras untuk melakukan pembentukan idea atau gagasan baru. Sehingga akan membuat kinerja usaha menjadi lebih menguntungkan dengan meningkatnya semangat untuk mengembangkan usaha. Menurut James (2001) tanpa motivasi seseorang baru menggunakan 20-30% dari kemampuan yang sebenarnya dimilikinya. Karyawan dengan motivasi akan lebih meningkatkan kemampuan yang ada melebihi dari kemampuan yang dimilikinya.

Kewirausahaan dilihat dari segi peluang diperlukan untuk keuntungan usaha di masa yang akan datang. Temuan penelitian ini adalah pedagang eceran etnis Tionghoa di Surabaya selalu mencari informasi peluang untuk dikembangkan (sering 65%, selalu 26%). Peluang atau kesempatan tidak datang berulang tapi hanya sekali dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu perlu dilakukan antisipasi dan waktu yang tepat untuk melihat berbagai peluang yang ada dan mengatur serta memperkirakan setiap peluang yang timbul. Seperti yang dapat dilihat, yaitu banyak kasus bisnis membuktikan antisipasi yang ada dapat membawa kesuksesan dalam usaha, misalnya peluang pertumbuhan potensi laba. Pendirian suatu usaha harus diimbangi dengan sikap atau perilaku untuk berhati-hati mengevaluasi peluang sebelum memilih pasar sasaran.
Kewirausahaan dilihat dari segi percaya diri yang berkaitan dengan sikap seorang pemimpin atau pemilik usaha diperlukan agar dapat mengembangkan usaha. Sikap kepercayaan diri seorang pedagang, berdasarkan temuan penelitian ini, mereka menerapkan kiat-kiat khusus untuk bersaing dan sukses dalam berusaha. Setiap pedagang dituntut untuk tanggap dan beradaptasi terhadap perubahan dari waktu ke waktu agar bisnis yang dijalankan dapat terus hidup, tumbuh, dan berkembang, serta memenangkan persaingan dalam kegiatan usaha.

Dari hasil penelitian ini pedagang eceran etnis Tionghoa di Surabaya telah menerapkan kiat-kiat khusus dan percaya diri untuk dapat mengatasi persaingan bisnis (sering 43%, selalu 42%). Mereka percaya akan kemampuan dan segala tindakannya (setuju 71%, sangat setuju 22%). Mereka melaksanakan keyakinan tentang bisnis tanpa ada keraguan (setuju 62%, sangat setuju 30%). Pedagang eceran etnis Tionghoa juga melaksanakan keyakinan tentang bisnis tanpa ada keraguan (setuju 62%, sangat setuju 30%).

Sifat kepercayaan diri pada wirausahawan menentukan jalannya kinerja usaha, hal ini dikarenakan jika seseorang wirausahawan memiliki kepribadian yang mantap, tidak mudah dipengaruhi oleh pendapat orang lain, memiliki optimisme yang tinggi atas keputusan yang diambilnya, maka orang tersebut akan mampu mengarahkan usahanya sendiri sesuai inisiatif atas ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Kewirausahaan dilihat dari segi pengambilan resiko tentunya harus ada unsur berani seperti yang dikatakan Cantillon bahwa wirausaha harus berani mengambil keputusan bisnis termasuk menanggung resiko. Menurut Wirasmita (1994) seorang wirausaha yang berani mengambil resiko adalah orang yang selalu ingin menjadi pemenang dan memenangkan dengan cara baik. Namun pengusaha yang berani mengambil resiko mereka tidak takut menjalani pekerjaan selama mereka telah mempertimbangkan akan berhasil mengatasi resiko. Mereka menyadari bahwa prestasi besar hanya mungkin dicapai jika mereka bersedia menerima resiko sebagai konsekuensi terwujudnya tujuan memperoleh penjualan yang tinggi. Wirausahawan tidak takut menjalani pekerjaan dengan resiko besar selama mereka telah memperhitungkan akan berhasil mengatasi resiko itu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pedagang eceran etnis Tionghoa sering mencoba menjual produk baru (sering 49%, selalu 11%) hal tersebut menunjukkan mereka berani mengambil resiko. Mereka juga sering mencoba cara penjualan baru (sering 43%, selalu16%). Mereka juga berani mengambil resiko terhadap keputusan yang diambil dan memiliki tanggungjawab atas kelancaran usaha (sering 64%, selalu 30%).

Kewirausahaan dilihat dari segi adaptasi diperlukan proses penyesuaian diri terhadap perkembangan yang ada. Pedagang etnis Tionghoa mampu beradaptasi dengan lingkungan dimana dia tinggal termasuk mengikuti bahasa dan dialek baru di lingkunan bisnis dimana dia berada.


5. Kemampuan Usaha memiliki hubungan tidak  signifikan terhadap Kinerja Usaha

Kemampuan Usaha memiliki hubungan tidak  signifikan terhadap Kinerja Usaha. Hal ini bisa dilihat dari hasil penelitian dimana P-Value > 0.05 yakni 0.158 > 0.05.  Hasil penelitian secara deskriptif diperoleh tanggapan responden positif dimana kemampuan manajer dalam memanfaatkan unsur-unsur manajemen men, materials, money, machines, method, marketing-6M (tool of management) dalam mencapai tujuan yang meliputi kemampuan menyediakan barang, kemampuan tenaga kerja,   menguasai teknologi, penerapan harga yang kompetitif, dan kualitas pelayanan yang baik. Hal tersebut sebagai pandangan maupun tanggapan dari pemimpin perusahaan. Pemimpin perusahan telah melakukan upaya-upaya yang maksimal dalam mendidik karyawanya agar memiliki kemampuan kerja yang optimal. Namun demikian hasil dari perhitungan penelitian dimana kemampuan usaha tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kinerja Usaha , hal ini disebabkan adanya suatu kelemahan-kelemahan yang terjadi pada pedagang eceran etnis Tionghoa. Tanggapan responden merupakan perspektif pimpinan perusahaan  melihat kemampuan karyawan, bahkan telah dilakukan upaya yang maksimal oleh pimpinan perusahaan sesuai dengan kiat-kiat yang dimiliki, tetapi  karyawan pedagang eceran etnis Tionghoa tidak memiliki cukup kemampuan melaksanakan pekerjaaan sehingga meningkatkan Kinerja Usaha.
Ada beberapa alasan mengapa Kemampuan Usaha tidak memiliki hubungan signifikan terhadap Kinerja Usaha dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kemampuan Usaha disini adalah kemampuan pemimpin atau manajer perusahaan dalam menjalankan fungsi manajemen dan mendaya-gunakan sebaik-baiknya unsur-unsur manajemen (tool of management) baik man, maney, materials, machines, methode dan market/marketing. Dalam kata lain Kemampuan Usaha adalah kemampuan manajer dalam mengatur anak buahnya sehingga memiliki kemampuan dalam menyediakan barang, mampu mendapatkan tenaga kerja yang tepat dan berkemampuan, menguasai teknologi, kemampuan memberi harga yang murah, kemampuan menyediakan kualitas pelayanan.
  2. Meskipun semua kemampuan itu didapatkan oleh perusahaan dan kemampuan ini diakui oleh pedagang eceran etnis Tionghoa, namum umumnya pedagang eceran etnis Tionghoa tidak pernah melakukan pembelajaran Kewirausahaan atau memberikan training kepada karyawan sehingga mereka bisa secara mandiri melayani dan menghadapi konsumen. Kebanyakan karyawan pedagang eceran etnis Tionghoa tidak memiliki otonomi dalam pengambilan keputusan. Hal ini berbeda dengan manajemen ala Barat yang lebih memberikan keleluasaan kepada anak buah dalam pengambilan keputusan.
  3. Menurut Suparyanto (2012: 55) umumnya pengusaha kecil, dimana semua aktifitas mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pngendalian dikerjakan dengan bertumpu pada kemampuan sendiri (semua tugas dilakukan sendiri) sehingga ini menjadi faktor kelemahan pengusaha kecil termasuk pedagang eceran etnis Tionghoa pada umumnya semua pekerjaan dikerjakan sendiri, sehingga mengapa Kemampuan Usaha ini sangat lemah dan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Usaha.
  4. Menurut  penelitian  Rakip (2008: 989) faktor pembelajaran wirausaha berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha kecil. Faktor pembelajaran disini pendidikan dan pelatihan, pengalaman, dan mentoring. Berpijak pada penelitian diatas pedagang eceran etnis Tionghoa tidak pernah melakukan pembelajaran melalui pendidikan dan pelatihan sehingga mengapa dalam penelitian ini Kemampuan Usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Usaha. 
  5. Etika Confucius dan kebiasaan yang dilakukan oleh pedagang eceran etnis Tionghoa tidak bersifat personal melainkan bersifat kolektif maka kemampuan yang dimiliki karyawan kadangkala harus disesuaikan dengan kolektifitas sehingga mengapa kemampuan usaha tersebut tidak signifikan terhadap Kinerja Usaha.
  6. Umumnya pedagang eceran etnis Tionghoa dalam merekrut karyawan berdasarkan pada hubungan kekeluargaan serta kepada orang-orang yang dikenal melalui referensi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa kadang-kadang kemampuan karyawan tersebut terabaikan.
  7. Sementera pengambilan keputusan pimpinan perusahaan atau pedagang eceran etnis Tionghoa berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Usaha, baik secara langsung maupun melalui Kewirausahaan. Hal tersebut disebabkan karena pimpinan perusahaan (didalamnya terkandung ethos/etika Confucius sangat kental) secara langsung memberikan dorongan dalam meningkatkan Kewiraushaan serta Kinerja Usaha.
  8. Meskipun Hubungan antara Kemampuan Usaha dengan Kinerja Usaha tidak signifikan, maka dimungkinan melalui Kemampuan Usaha, pengaruh etika Confucius berperan sehingga ada hubungan antara Kemampuan Usaha terhadap Kewirausahaan dan selanjutnya Kinerja Usaha.

Untuk itulah diharapkan kepada peneliti yang akan datang bisa meneliti hubungan Kemampuan Usaha terhadap Kewirausahaan. Mengingat keterbatasan waktu dan kelemahan penelitian ini, maka disarankan agar disempurnkan pada penelitian selanjutnya.

Berkaitan dengan Kinerja Usaha pedagang eceran etnis Tionghoa, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  ada pertambahan pelanggan dalam satu tahun terakhir dari pedagang eceran etnis Tionghoa (setuju 60%, sangat setuju 12%). Pedagang eceran etnis Tionghoa juga ada peningkatan penjualan pada setahun terakhir (sering 53%, selalu 31%). Pedagang eceran etnis Tionghoa juga adanya peningkatan keuntungan pada setahun terakhir (setuju 58%, sangat setuju 20%). Hal ini sesuai dengan pendapat Bachrum (2011) yang mengatakan indikator kuantitatif kemajuan perusahaan bisa diperoleh dari empat parameter umum, yaitu keuntungan, pertumbuhan, kesinambungan dan daya saing. Menurut Kaplan dan Norton (1996), Dalimunthe (2002), Welsa (2009) pengukuran kinerja dapat dilihat dari (a) pertumbuhan, (b) pengukuran akuntansi, (c) pendekatan stakeholder, (d) pendekatan present value, (c) pelanggan, (f) proses bisnis secara internal, dan (g) pembelajaran.  

Sumber dari : disertasi Dr. Ongky Setio Kuncono, Drs, MM Pengaruh Etika Confucius Terhadap Kewirausahaan, Kemampuan Usaha dan Kinerja Usaha Pedagang  Eceran Etnis Tionghoa di Surabaya

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:160 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:171 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:101 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:643 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:595 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:110 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:190 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:176 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 50 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com