spocjournal.com

BAB VI Pembahasan : Pembahasan Variabel Kemampuan Usaha & Variabel Kinerja Usaha

Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, Drs, MM

Pembahasan Variabel Kemampuan Usaha

Kemampuan atau kecakapan dalam mengatur anak buah  sangat penting bagi pedagang eceran etnis Tionghoa di Surabaya. Hal ini sesuai dengan ajaran Confucius yang meletakkan kecakapan di atas segalanya, termasuk kedudukan. Dalam hal ini Confucius mengatakan: ”Janganlah khawatir tiada kedudukan, berkhawatirlah kalau tidak mempunyai kecakapan (kemampuan) untuk suatu kedudukan; janganlah khawatir tiada orang yang mengetahui dirimu, tetapi berusahalah agar mempunyai kecakapan yang patut diketahui“ (Lun Gi Jilid IV:14,halaman 128-129).

Dalam hubungan ini kemampuan pedagang eceran etnis  Tionghoa dalam  mengelola dan mendayagunakan unsur-unsur manajemen baik Man, Materials dan Marketing sangat penting dalam mencapi tujuan perusahaan. 

1. Kemampuan menyediakan barang

Pedagang eceran etnis Tionghoa mampu mencari pemasok (supplier) baru dengan harga dan kualitas yang bagus. Hal ini dapat dilihat dari tanggapan responden yang memberikan jawaban sering mencari pemasok sebanyak 117 responden (49%). Kemampuan menyediakan barang-barang baru juga ditunjang oleh ketekunan dalam menjalin hubungan (guanxi) melalui semangat Ren (Cinta Kasih). Mereka juga mampu menyediakan barang dengan cepat ketika dibutuhkan oleh pembeli. Pedagang eceran etnis Tionghoa dalam hal ini tidak mau menunda pekerjaan. Kalau pekerjaaan itu bisa cepat dikerjakan hari ini, mereka tidak mau menunda hingga esok hari. Hal ini dapat dilihat dari tanggapan responden yang memberikan jawaban sering menyediakan barang dengan cepat sebanyak 149 responden (28%). Mereka juga menjalin hubungan yang baik dengan supplier sehingga dengan mudah mendapatkan barang. Hal ini dapat dilihat dari tanggapan responden yang menyatakan sering sebanyak 137 responden (57%).
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan pedagang eceran etnis Tionghoa selalu menjalin hubungan dengan supplier sehingga barang-barang yang akan mereka jual senantiasa tersedia cukup.  


2. Tenaga Kerja

Pedagang eceran etnis Tionghoa sering memperoleh tenaga kerja dan mampu mendidik mereka sesuai dengan kebutuhan. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang menatakan sering sebanyak 130 responden (54%). Mereka juga mampu memilih tenaga kerja yang jujur dan giat bekerja. Hal ini dapat dilihat dari tanggapan responden yang menyatakan sering sebanyak 138 responden (58%). Selain itu mereka juga mampu mendorong karyawan untuk terus menerus meningkatkan kemampuannya dalam pengenalan terhadap jenis-jenis produk atau barang yang dijualnya maupun menarik simpati para pembeli. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang menyatakan selalu sebanyak 133 responden (55%).

Di sisi lain pedagang eceran etnis Tionghoa mampu memberikan sistem upah yang memadai serta sarana kerja yang bisa mendorong karyawan bekerja dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang menyatakan setuju sebanyak 129 responden (54%).

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan pedagang eceran etnis Tionghoa memiliki kemampuan memperoleh karyawan dan selalu mendorong karyawannya untuk terus menerus meningkatkan kemampuannya dalam pengenalan produk-produk atau barang yang dijualnya serta memilih karyawan yang memiliki karakteristik yang baik dan jujur dalam mencapai tujuan perusahaan.   


3. Teknologi

Pedagang eceran etnis Tionghoa di Surabaya yang berbisnis elektronik, HP, komputer, kamera dan sejenisnya bahwa teknologi baru sangat dibutuhkan. Dalam hubungan ini pedagang eceran etnis Tionghoa memiliki kemampuan mengoperasikan dan mampu menjelaskan kepada konsumen tentang barang-barang dengan teknologi baru. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang menyatakan jawaban sering sebanyak 86 responden (36%). Hal ini sesuai dengan ajaran Confucius yang mengatakan: ”Banyak banyaklah belajar, pandai-pandailah bertanya, hati-hatilah memikirkannya, jelas-jelaslah menguraikannya dan sungguh-sungguhlah melaksanakannya” (Tiong Yong Bab XIX : 19, halaman 69). “Maka seorang Junzi menjalankan sifat suka belajar dan bertanya. Luas dan besarlah pengetahuannya sehingga dapat memahami apa yang lembut dan rahasia; dengan mempelajari yang kuno ia dapat memahami yang baru…….”  Tiong Yong Bab XXVI: 6, halaman 79).
Ajaran Confucius tersebut menjadikan pedagang eceran etnis Tionghoa selalu belajar hal baru untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi baru. Mereka juga memiliki karyawan yang bisa dikembangkan dalam arti mampu mengikuti perkembangan teknologi. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang menyatakan sering sebanyak 126 responden (53%). Selain itu pedagang eceran etnis Tionghoa memiliki kemauan untuk belajar dan berlatih hal-hal baru. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang menjawab sering sebanyak 110 reponden (46%).
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan pedagang eceran etnis Tionghoa di Surabaya selalu belajar dan menerapkan kepada karyawannya untuk selalu mengikuti kemajuan teknologi agar bisa memberikan penjelasan kepada konsumen akan produk atau barang-barang baru. 


4. Kualitas

Pedagang eceran etnis Tionghoa memiliki kemampuan mengirim barang kepada konsumen dengan cepat.  Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang menyatakan sering sebanyak 149 responden (62%). Mereka berusaha unttuk memperpendek jarak order dengan pengiriman barang. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang menyatakan setuju sebanyak 136 responden (57%). Selain itu mereka mem-packing barang yang dikirim dengan aman agar tidak rusak. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatakan setuju sebanyak 110 responden (46%).
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan pedagang eceran etnis Tionghoa di Surabaya selalu menjaga agar kecepatan menyediakan barang serta kecepatan pengiriman barang kepada konsumen terjaga dengan baik sehingga para konsumen puas akan pelayanannya.


5. Harga

Pedagang eceran etnis Tionghoa di Surabaya mampu memberikan harga yang bisa bersaing dengan perusahaan lain. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatakan setuju sebanyak 110 responden (46%). Mereka juga mampu menurunkan harga atau memberikan potongan harga (discount) kepada pembeli. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatakan setuju sebamyak 110 responden (46%). Mereka juga menentukan harga yang pantas bagi pembeli. Hal itu dapat dilihat  dari tanggapan responden yang mengatakan setuju sebanyak 137 responden (57%).
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan pedagang eceran etnis Tionghoa di Surabaya memiliki kemampuan untuk bersaing dan memiliki kemapuan memberikan harga yang bagus kepada konsumen. Hal ini sesuai dengan ajaran Confucius bahwa menjual barang dengan harga yang pantas atau layak tetapi menguntungkan. Salah satu murid Confucius Cu-Khong bertanya,” Kalau seorang mempunyai sebuah batu giok yang indah, sebaiknya disimpan di dalam almari saja, atau lebih baik dijual?”. Confucius menjawab, ”Dijual! Dijual! Tetapi nantikanlah harga yang layak“ (Lun Gi Jilid IX:13, halaman 186).  Harga yang layak tersebut tentu saja yang bisa bersaing dan dalam batas keuntungan yang memadai atau wajar.


Pembahasan Variabel Kinerja Usaha


1. Jumlah Tenaga Kerja Relatif

Pedagang eceran etnis Tionghoa memiliki tenaga kerja yang sudah sesuai dengan kebutuhan. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatakan setuju sebanyak 169 responden (70%). Mereka memiliki tenaga kerja yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa lembur. Hal itu bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatakan setuju sebanyak 141 responden (58%). Selain itu, mereka juga membagi tugas kepada karyawannya sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka masing-masing. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatakan selalu sebanyak 117 responden (48%).

Pembagian tugas sesuai dengan bidang dan kemampuan sangat penting agar pekerjaan terfokus dan efisien. Hal ini sesuai dengan yang diajarkan Confucius, ”Pemimpin hendaknya dapat menempatkan diri sebagai pemimpin, pembantu sebagai pembantu, orang tua sebagai orang tua dan anak sebagai anak” (Lun Gi Jilid XII: 11,ayat 2, halaman 228-229). Selain itu Confucius mengatakan ”Tempatkan orang-orang sesuai dengan kecakapannya; maafkan kesalahan-kesalahan kecil, dan angkatlah orang-orang bijaksana” (Lun Gi Jilid XIII:2, halaman 237).


2. Produktifitas Tenaga Kerja

Pedagang eceran etnis Tionghoa di Surabaya beserta karyawan memiliki motivasi kerja dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatakan sangat setuju sebanyak 140 responden (58%). Pedagang eceran etnis Tionghoa dan karyawannya sama-sama disiplin dan efisien dalam bekerja. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatakan sangat setuju sebanyak 148 respondn (61%). Mereka juga merasa puas akan prestasi kerja karyawannya. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatkan sering sebanyak 148 responden (61%). Hal tersebut sesuai dengan ajaran Confucius bahwa ”Seorang Junzi lambat bicara tetapi tangkas bekerja” (Lun Gi Jilid IV:24, halaman 131). 


3. Pertumbuhan Penjualan

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pertambahan pelanggan dalam setahun terakhir. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatakan setuju sebanyak 148 responden (61%). Begitu pula responden menyatakan ini setuju adanya peningkatan penjualan pada setahun terakhir. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatakan sering sebanyak 129 responden (53%).  Mereka juga mengakui adanya peningkatan keuntungan setahun terakhir. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan responden yang mengatakan setuju sebanyak 141 responden (58%).

Sesuai dengan ajaran Confucius, keuntungan didapat dari  selisih antara pendapatan dengan biaya. Untuk menekan biaya maka Confucius menganjurkan agar hidup hemat dan bekerja keras. “Mengurus harta pun ada Jalannya Yang Besar; bila penghasilan lebih besar dari pada pemakaian dan bekerja setangkas mungkin sambil berhemat, niscaya harta benda itu akan terpelihara” (Thai Hak Bab X : 19, halaman 31). Selain itu, Confucius mengatakan: “Seorang Junzi, makan tidak mengutamakan kenyangnya; bertempat tinggal tidak mengutamakan enaknya, ia tangkas di dalam tugasnya dan hati-hati di dalam kata-katanya.” (Lun Gi Jilid I : 14, halaman 101).


Sumber dari : disertasi Dr. Ongky Setio Kuncono, Drs, MM Pengaruh Etika Confucius Terhadap Kewirausahaan, Kemampuan Usaha dan Kinerja Usaha Pedagang  Eceran Etnis Tionghoa di Surabaya


You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

19-06-2018 Hits:25 Berita Foto

Silaturahmi Pengurus Matakin Di Hari Idul Fitri 1439 H Selama Tiga Hari

Bagi umat Islam, hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki arti yang berkaitan...

Read more

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

19-06-2018 Hits:104 Berita Foto

Matakin Prov. DKI melaksanakan sembahyang Duan Yang di Kelenteng Kongmiao TMII

Tanggal 5 bulan 5 Yinli (Kongzili) tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juni 2018. Umat Khonghucu dari wilayah prov. DKI...

Read more

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:214 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:293 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:353 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:295 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:167 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:135 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:151 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:169 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 37 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com