spocjournal.com

BAB II Tinjauan Pustaka : Pengaruh Etika Confucius Terhadap Kewirausahaan, Kemampuan Usaha dan Kinerja Usaha Pedagang Eceran Etnis Tionghoa di Surabaya

Oleh : Js.Drs.Ongky Setio Kuncono, MM, MBA


Manajemen Strategis
Strategi sebagai sebuah kosa kata pada mulanya berasal dari bahasa Yunani, yaitu ’strategos’.  Kata ’strategos’ berasal dari kata stratus yang berarti militer dan ‘ag’ yang artinya pemimpin (Purnomo dan Zulkieflimansyah, 2005:8 dalam Triton, 2011:13).
Oxford English Dictionary memperkuat pernyataan bahwa strategi dalam konteks bahasa lebih dekat dengan bidang kemiliteran. Strategi menurut Oxford English Dictionary mengandung arti sebagai ‘the art of commander-in-chief: the art of projecting and directing the larger military movements and operationsof a campaign” (seni seorang panglima tertinggi: seni memproyeksikan dan mengarahkan gerakan-gerakan yang lebih besar dari militer dan pengoperasian suatu kampanye). Arti kata disini menunjukkan relasional yang lemah dengan penggunaannya dalam bisnis dan manajemen.

Amstrong (2003:39-42) dalam Triton (2011:16) menambahkan setidaknya terdapat tiga pengertian strategi, yaitu: Pertama, strategi merupakan deklarasi maksud yang mendefinisikan cara untuk mencapai tujuan, dan memperhatikan dengan sungguh sungguh alokasi sumber daya perusahaan yang penting untuk jangka panjang dan mencocokkan sumberdaya dan kapabilitas dengan lingkungan ekternal. Kedua, strategi merupakan perspektif dimana isu krisis atau faktor keberhasilan dapat dibicarakan, serta keputusan strategis bertujuan untuk membuat dampak yang besar serta jangka panjang kepada perilaku dan keberhasilan organisasi. Ketiga, strategi pada dasarnya adalah mengenai penetapan tujuan (tujuan strategis) dan mengalokasikan atau menyesuaikan sumber daya dengan peluang (strategi berbasis sumber daya) sehingga dapat mencapai kesesuaian strategis antara tujuan strategis dan basis sumber dayanya.
Strategi merupakan pilihan kritis untuk perencanaan dan penerapan serangkaian rencana tindakan dan alokasi sumber daya yang penting dalam mencapai tujuan dasar dan sasaran, dengan memperhatikan keunggulan kompetitif, komparatif, dan sinergis yang ideal berkelanjutan, sebagai arah, cakupan, dan perspektif jangka panjang keseluruhan yang ideal dari individu atau organisasi.
Strategi memperhatikan dengan sungguh-sungguh arah jangka panjang dan cakupan organisasi. Strategi juga secara kritis memperhatikan dengan sungguh-sungguh posisi organisasi itu sendiri dengan memperhatikan lingkungan dan secara khusus memperhatikan pesaingnya. Strategi memperhatikan secara sungguh-sungguh tentang keunggulan kompetitif, yang secara ideal berkelanjutan sepanjang waktu, tidak dengan manufer teknis, tetapi dengan menggunakan perspektif jangka panjang secara keseluruhan.

Adapun manajemen strategis menurut David (2009:5) dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintas-fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuannya. Sebagaimana disiratkan oleh definisi ini, manajemen strategis berfokus pada usaha untuk mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi.
Robinson (2009:5) mendefinisikan manajemen strategis (strategic management)  sebagai satu set keputusan dan tindakan yang menghasilkan formulasi dan implementasi rencana yang dirancang untuk meraih tujuan suatu perusahaan. Selanjutnya Robinson mengelompokkan manajemen strategis menjadi sembilan tugas penting, yakni : 

  1. Merumuskan misi perusahaan, termasuk pertanyaan yang luas mengenai maksud, filosofi, dan sasaran perusahaan.
  2. Melakukan suatu analisis yang mencerminkan kondisi dan kapabilitas internal perusahaan.
  3. Menilai lingkungan eksternal perusahaan, termasuk faktor persaingan dan faktor kontekstual umum lainnya.
  4. Menganalisis pilihan-pilihan yang dimiliki oleh perusahaan dengan cara menyesuaikan sumber dayanya dengan lingkungan eksternal.
  5. Mengindentifikasikan pilihan paling menguntungkan dengan cara mengevaluasi setiap pilihan berdasarkan misi perusahaan.
  6. Memilih satu set tujuan jangka panjang dan strategi utama yang akan menghasilkan pilihan paling menguntungkan tersebut.
  7. Mengembangkan tujuan tahunan dan strategi jangka pendek yang sesuai dengan tujuan jangka panjang dan strategi utama yang telah ditentukan.
  8. Mengimplementasikan strategi yang telah dipilih melalui alokasi sumberdaya yang dianggarkan, dimana penyesuaian antara tugas kerja, manusia, struktur, teknologi, dan sistem penghargaan ditekankan.
  9. Mengevaluasi keberhasilan proses strategis sebagai masukan pengambilan keputusan di masa mendatang.

Sebagaimana diindikasikan oleh sembilan tugas tersebut, manajemen strategis mencakup perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengendalian atas keputusan dan tindakan terkait strategi perusahaan. Strategi diartikan bagi manajer adalah rencana yang memiliki skala besar, dengan orientasi masa depan, guna berinteraksi dengan kondisi persaingan untuk pencapaian tujuan perusahaan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Strategi merupakan rencana permainan perusahaan (taktik perusahaan). Meskipun tidak merinci seluruh pemanfaatan SDM, keuangan, dan material di masa depan. Rencana tersebut menjadi kerangka bagi keputusan manajerial. Strategi mencerminkan pengetahuan perusahaan mengenai bagaimana, kapan, dan dimana perusahaan akan bersaing dengan siapa perusahaan sebaliknya bersaing dan tujuan apa perusahaan harus bersaing.

Jauch dan Glueck (1999) mengatakan manajemen strategik (strategic management) merupakan arus keputusan dan tindakan yang mengarah pada perkembangan suatu strategi, atau strategi-strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan. Proses manajemen strategis ialah cara dengan jalan mana para perencana strategi menemukan sasaran dan membuat kesimpulan strategis. Keputusan strategis (strategic decision) merupakan sarana untuk mencapai tujuan akhir. Keputusan ini mencakup definisi tentang bisnis, produk dan pasar yang harus dilayani, fungsi yang harus dilaksanakan dan kebijaksanaan utama yang diperlukan untuk mengatur dalam melaksanakan keputusan ini demi mencapai sasaran.
Gunigle dan Moore (1994) mengatakan manajemen strategis berkaitan dengan keputusan kebijakan yang akan mempengaruhi seluruh organisasi, mempengaruhi seluruh sasaran sehingga menempatkan organisasi untuk mengatasi lingkungan secara efektif. 

Manajemen strategik diartikan sebagai usaha manajerial menumbuh-kembangkan kekuatan perusahaan untuk mengeksploitasi peluang bisnis yang muncul guna mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah ditentukan. Pengertian ini membawa implikasi bahwa perusahaan berusaha mengurangi kelemahannya, dan berusaha melakukan adaptasi dengan lingkungan bisnisnya serta berusaha mengurangi efek negatif yang ditimbulkan oleh ancaman bisnis.
Strategi sebagai suatu rencana dasar yang luas dari suatu tindakan organisasi untuk mencapai suatu tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Dengan demikian, dapat disimpulkan strategi adalah suatu kesatuan rencana perusahaan yang menyeluruh, lengkap (komprehensif), dan terpadu yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangkan manajemen strategik adalah suatu tindakan manajerial yang mencoba untuk mengembangkan potensi perusahaan di dalam mengeksploitasi peluang bisnis yang muncul guna mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan berdasarkan misi yang telah ditetapkan. Implikasi dari pengertian tersebut adalah perusahaan berusaha meminimalkan kekurangan (kelemahan), dan berusaha melakukan adaptasi dengan lingkungan sekitar, baik mikro maupun makro. Definisi tersebut juga menunjuk bahwa perusahaan berusaha untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh ancaman-ancaman bisnis sehingga perusahaan akan bisa berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

1. Manajemen Strategik Sebagai Proses

Proses manajemen strategi terdiri atas tiga tahap, yaitu: perumusan strategi, penerapan strategi, dan penilaian strategi. Perumusan strategi mencakup pengembangan visi dan misi, identifikasi peluang dan ancaman eksternal suatu organisasi, kesadaran akan kekuatan dan kelemahan internal, penetapan tujuan jangka panjang, pencarian strategi-strategi alternatif, dan pemilihan strategi tertentu untuk mencapai tujuan. Isu-isu perumusan strategi mencakup penentuan bisnis apa yang akan dimasuki.

Keputusan perumusan strategi mendorong suatu organisasi untuk komit pada produk , pasar, sumberdaya, dan teknologi spesifik selama kurun waktu yang lama. Strategi menentukan keunggulan kompetitif jangka panjang.
Manajemen strategik sebagai suatu proses mengandung beberapa implikasi penting. Pertama, suatu perubahan pada sembarang komponen akan mempengaruhi beberapa atau semua komponen yang lain. Kebanyakan tanda panah dalam model ini menunjuk ke dua arah, mengisyaratkan bahwa arus informasi biasanya ulang-alik. Sebagai contoh, kekuatan-kekuatan dalam lingkungan ekstern dapat mempengaruhi sifat misi perusahaan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi lingkungan ekstern dan mempertajam persaingan di medan operasinya (Robinson 2009:20). 
Lingkungan ekstern telah mempengaruhi misi perusahaan, dan misi ini mengisyaratkan adanya kondisi persaingan tertentu dalam lingkungan. Kedua, dari memandang manajemen strategik sebagai suatu proses bahwa penurunan dan implementasi strategi terjadi secara berurutan. Proses dimulai dengan pengembangan atau re-evaluasi misi perubahan. Langkah ini berkaitan dengan pembuatan profil perusahaan dan penilaian terhadap lingkungan eksternal. Kemudian mengikuti secara berurutan: pilihan strategik, penetapan sasaran jangka panjang, rancangan strategi umum, penetapan sasaran jangka pendek, rancangan strategi operasional, pelembagaan strategi, serta tinjauan dan evaluasi.

Proses yang tampaknya kaku ini perlu dijelaskan. Pertama, sosok strategik suatu perusahaan mungkin perlu di re-evaluasi sebagai reaksi terhadap perubahan-perubahan pada faktor-faktor penting yang menentukan atau mempengaruhi kinerjanya.
Kedua, tidak setiap komponen proses manajemen strategik menerima perhatian yang sama pada setiap kali kegiatan perencanaan dilakukan. Perusahaan yang berada dalam lingkungan yang sangat stabil mungkin tidak perlu melakukan penilaian situasi secara mendalam setiap lima tahun. Perusahaan seringkali sudah puas dengan rumusan misi semula meskipun usianya sudah berpuluh-puluh tahun dan hanya menggunakan sedikit waktu untuk membahas soal ini. Selain itu, meskipun perencanaan strategik formal mungkin hanya dilakukan lima tahun sekali, tetapi sasaran dan strategi mungkin diperbaharui setiap tahun, dan penilaian kembali yang diteliti pada tahap-tahap awal perencanaan strategik jarang sekali dilakukan pada kesempatan itu.

Ketiga, akibat memandang manajemen strategik sebagai suatu proses adalah perlunya umpan balik dari pelembagaan, tinjauan ulang (review), dan evaluasi terhadap tahap-tahap awal proses. Umpan balik (feedback) didefinisikan sebagai kumpulan hasil pasca-implementasi untuk memperkokoh pengambilan keputusan di masa yang akan datang. Karenanya, seperti ditunjukkan pada gambar, manajer strategik harus menilai dampak strategi yang diimplementasikan terhadap lingkungan ekstern. Jadi perencanaan yang akan datang dapat mencerminkan setiap perubahan yang disebabkan oleh tindakan tindakan strategik. Manajemen strategik menganalisa dampak strategi terhadap kemungkinan perlunya modifikasi perusahaan.

Keempat, bagaimana memandang manajemen strategis sebagai proses adalah kebutuhan untuk menanggapi manajemen strategis sebagai sistem yang dinamis. Istilah dinamis (dynamic) menggambarkan kondisi perusahaan  secara terus menerus yang mempengaruhi aktivitas strategis yang saling bergantung dan berkaitan.


2. Komponen Manajemen Strategik

Suwarsono (1996) dalam Welsa (2009:24) mengatakan bahwa komponen Manajemen Strategik adalah :

  1. Analisis lingkungan bisnis yang diperlukan untuk mendeteksi peluang dan ancaman bisnis.
  2. Analisis profil perusahaan untuk mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan.
  3. Strategi bisnis yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan memperhatikan misi perusahaan.

Hubungan lingkungan bisnis dan profil perusahaan memberikan indikasi pada apa yang mungkin dapat dikerjakan (what in possible). Dari sini posisi perusahaan di pasar dapat diketahui. Sedangkan keterkaitan antara analisis lingkungan bisnis, profil perusahaan, dan misi perusahaan menunjukkan pada apa yang diinginkan (what is desired) oleh pemilik dan manajemen perusahaan. 

3. Tahap Penyusun Strategi Manajemen 

Penyusunan strategi adalah individu-individu yang paling bertanggungjawab bagi keberhasilan atau kegagalan sebuah organisasi. Penyusunan strategi membantu sebuah organisasi mengumpulkan, menganalisis, serta mengorganisasi informasi. Mereka melacak kecenderungan-kecenderungan industri dan kompetitor, mengembangkan model peramalan dan analisis skenario, mengevaluasi kinerja korporat dan individual, mencari peluang-peluang pasar, mengidentifikasi ancaman terhadap bisnis, dan mengembangkan rancangan aksi yang kreatif. Para perencana strategis umumnya berperan sebagai pendukung atau staf. Para penyusun strategi berbeda-beda dalam hal sikap, nilai-nilai, etika, kesediaan untuk mengambil resiko, memperhatikan tanggungjawab sosial, keuntungan, tujuan jangka pendek versus tujuan jangka panjang, dan gaya manajemen.

a. Visi Perusahaan

Banyak organisasi dewasa ini mengembangkan suatu pertanyaan visi untuk menjawab pertanyaan, ”Kita ingin menjadi seperti apa?“ Mengembangkan visi sering dipandang sebagai langkah pertama dalam perencanaan strategis, bahkan mendahului pembuatan pernyataan misi (David, 2009:16).
Visi manajemen merupakan suatu perspektif gambaran besar yang diinginkan tentang : siapa kita ini sebenarnya (who we are), apa yang kita kerjakan (what we do) dan kemana kita akan pergi (where we are headed) (Hariadi, 2003 dalam Welsa 2009:30).
Visi merupakan gambaran perubahan pada masa datang yang ingin kita ciptakan. Sedangkan, misi adalah jalan yang perlu ditempuh (the chosen track) agar visi dapat tercapai. Misi berfungsi sebagai peta dalam perjalanan organisasi untuk mencapai cita-cita yang diharapkan tercapai pada masa akan datang. Setiap organisasi harus berusaha merumuskan misi dan visi dalam hidupnya agar mampu menciptakan keyakinan (core beliefs) pada setiap anggota organisasi akan kebenaran cita-citanya serta nilai-nilai mulia (core values) yang terkandung didalamnya.
Suatu visi strategi yang baik dalam pikiran merupakan syarat untuk menjalankan kepemimpinan strategis yang efektif (efective, strategic, leadership). Seorang pemimpin harus punya konsep mengenai apa yang harus dilakukan organisasi dan yang tidak perlu dilakukan untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Seorang pemimpin yang baik mampu mengungkapkan realita sebenarnya yang dihadapi organisasi berupa kekuatan yang dimiliki, kelemahan yang diatasi, peluang terbuka yang harus diraih, dan ancaman yang dapat menggagalkan rencana organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

b. Misi Perusahaan

Misi perusahaan (company mission) adalah peryataan luas mengenai niat suatu perusahaan. Misi ini mencakup filosofi dari para pengambil keputusan strategis perusahaan, menyatakan citra yang ingin diproyeksikan oleh perusahaan, mencerminkan konsep diri perusahaan, dan mengindikasikan bidang produk atau jasa utama perusahaan, serta kebutuhan utama konsumen yang berusaha untuk dipenuhi oleh perusahaan.
Menurut Robinson (2009:32) misi umumnya menggambarkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

  1. Mengapa perusahaan berada dalam bisnis ini?
  2. Apa saja yang menjadi sasaran ekonomis perusahaan?
  3. Apakah filosofi operasi perusahaan dalam hal kualitas, citra, serta konsep diri perusahaan?
  4. Apakah kopetensi inti dan keunggulan kompetitif perusahaan?
  5. Apakah yang dilakukan oleh pelanggan perusahaan dan apakah perusahaan dapat melayani mereka?
  6. Bagaimana perusahaan memandang tanggungjawabnya  terhadap pemegang saham, karyawan, masyarakat, lingkungan, masalah sosial, dan pesaing?

Bisnis pada umumnya dimulai dengan keyakinan, keinginan, dan aspirasi seorang pengusaha. Misi seseorang pemilik sekaligus manajer tersebut biasanya didasarkan pada keyakinan dasar sebagai berikut :

  1. Produk atau jasa perusahaan yang memberikan manfaat paling tidak sesuai dengan harganya.
  2. Produk atau jasa perusahaan dapat memuaskan kebutuhan konsumen dari segmen pasar tertentu yang saat ini belum terpuaskan secara memadai
  3. Teknologi yang digunakan dalam produksi atau menghasilkan produk atau jasa yang kompetitif dari segi biaya maupun kualitas.
  4. Dengan kerja keras dan dukungan pihak lain, perusahaan tersebut tidak hanya dapat bertahan melainkan juga akan tumbuh dan menghasilkan laba
  5. Filosofi manajemen perusahaan akan menghasilkan citra publik yang menguntungkan serta menyediakan manfaat keuangan dan psikologi bagi mereka yang bersedia menginvestasikan tenaga dan uangnya untuk membantu perusahaan meraih keberhasilan.
  6. Konsep diri pengusaha mengenai bisnis tersebut dapat dikomunikasikan kepada dan diadopsi oleh para karyawan dan pemegang saham.

Pernyataan misi ini akan menyatakan jenis produk atau jasa dasar yang akan ditawarkan, pasar atau kelompok pelanggan utama yang akan dilayani: teknologi yang digunakan dalam produksi atau distribusi, pandangan utama perusahaan mengenai kelangsungan hidupnya melalui pertumbuhan dan profitabilitas; filosofi manajerial perusahaan; citra publik yang diinginkan oleh perusahaan; serta konsep diri yang harus dimiliki oleh para pihak yang terkait denggan perusahaan.

c. Sasaran Jangka Panjang

Tujuan dapat didefinisikan sebagai hasil-hasil spesifik yang ingin diraih oleh suatu organisasi terkait dengan misi dasarnya. Jangka panjang berarti lebih dari satu tahun. Tujuan sangat penting bagi keberhasilan oeganisasional sebab menyatakan arah; membantu dalam evaluasi; menciptakan sinergi; menjelaskan prioritas; memfokuskan koordinasi; dan menyediakan landasan bagi aktivitas perencanaaan, pengorganisasian, pemotivasiaan, serta pengontrolan. 
Para manajer strategik menyadari bahwa maksimasi laba jangka pendek jarang sekali merupakan cara terbaik untuk melestarikan pertumbuhan dan kemampulabaan perusahaan. Tujuan perusahaan yang pokok adalah kelangsungan hidup melalui pertumbuhan dan profitabilitas yang harus menjadi kriteria utama dalam pengambilan keputusan strategis.  Pertumbuhan suatu perusahaan sangat terikat dengan kelangsungan bisnis serta profitabilitasnya. Para manajer strategis mengakui bahwa memaksimalkan laba jangka pendek jarang menjadi pendekatan terbaik untuk mencapai pertumbuhan dan frofitabilitas berkelanjutan perusahaan.
Robinson (2009:250) memberikan ilustrasi bahwa lebih baik memberi pancing dari pada ikan. Jika orang miskin diberi makanan, mereka akan memakan makanan itu dan tetap miskin. Jika diberi pancing serta umpan dan diajari cara memancing, mereka dapat memperbaiki kondisi mereka secara permanen. Pilihan serupa yang dihadapi oleh para pembuat keputusan strategis adalah :

  1. Apakah mereka sebaiknya menjual pancing dan umpan yang diberikan guna memperbaiki gambaran laba jangka pendek serta membayar deviden dalam jumlah besar yang diperoleh dari tindakan tindakan penghematan biaya seperti menghentikan pekerja selama periode permintaan yang rendah, menjual habis persediaan,atau mengurangi anggaran pengembangan dan penelitian?
  2. Apakah mereka sebaiknya mulai melemparkan tali pancing yang sudah diberi umpan ke sungai untuk memperoleh imbalan jangka panjang dengan cara menginvestasikan kembali laba pada peluang pertumbuhan, membuat komitmen atas sumberdaya untuk pelatihan karyawan, atau menambah pengeluaran iklan?

Bagi kebanyakan manajer strategis, solusinya adalah mendistribusikan sejumlah kecil laba saat ini tetapi menanamkan kembali sebagian besar dari laba tersebut untuk meningkatkan kemungkinan perolehan laba dalam jangka panjang. Inilah alasan yang paling sering digunakan dalam memilih tujuan.
Robinson (2009:251) mengatakan untuk mencapai kemakmuran jangka panjang, para perencana strategis umumnya menetapkan tujuan jangka panjang dalam tujuh bidang yaitu :

1. Profitabilitas 

Kemampuan dari perusahaan untuk beroperasi dalam jangka panjang bergantung pada tingkat perolehan laba yang memadai. Perusahaan yang dikelola secara strategis pada umumnya memiliki tujuan laba, yang biasanya dinyatakan dalam laba per saham atau tingkat pertumbuhan atau ekuitas.

2. Produktivitas

Para manajer strategis secara terus menerus mencoba meningkatkan produktivitas sistem mereka. Perusahaan yang dapat memperbaiki hubungan input-output pada umumnya dapat meningkatkan profitabilitas. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan hampir selalu menyatakan suatu tujuan produktivitas. Tujuan produktivitas yang umum digunakan adalah jumlah barang yang diproduksi atau jumlah jasa yang diberikan per unit imput. Namun tujuan produktivitas kadangkala dinyatakan dalam bentuk penurunan yang diinginkan. Misalnya, tujuan dapat diterapkan untuk mengurangi produk cacat, keluhan pelanggan yang mengarah pada litigasi, atau lembur. Pencapaian atas tujuan semacam ini meningkatkan profitabilitas jika jumlah unit output yang dihasilkan tetap.

3. Posisi Kompetitif

Salah satu ukuran keberhasilan adalah dominasi relatifnya di pasar. Perusahan-perusahaan yang lebih besar pada umumnya menetapkan tujuan dalam hal posisi kompetitif, seringkali menggunakan penjualan total atau pangsa pasar sebagai ukuran posisi kompetitifnya. Tujuan yang berkaitan dengan posisi kompetitif dapat mengindikasikan prioritas jangka panjang perusahaan.

4. Pengembangan karyawan   

Karyawan menghargai pendidikan dan pelatihan, sebagian karena hal tersebut mengarah pada kopensasi dan jaminan kerja yang lebih tinggi. Menyajikan peluang semacam itu seringkali meningkatkan produktivitas dan mengurangi perputaran karyawan. Oleh karena itu, para pembuat keputusan strategis seringkali memasukan tujuan pengembangan karyawan dalam rencana jangka panjangnya.

5. Hubungan dengan karyawan

Apakah terikat dengan kontrak serikat pekerja atau tidak, perusahaan-perusahaan secara aktif mencoba mengembangkan hubungan baik dengan karyawannya. Bahkan, langkah langkah proaktif dalam mengantisipasi kebutuhan dan harapan karyawan merupakan karakteristik dari manajer strategis.  Para manajer strategis yakin bahwa produktivitas berhubungan dengan loyalitas karyawan dan apresiasi atas perhatian manajer terhadap kesejahteraan karyawan. Oleh karena itu mereka menetapkan tujuan untuk memperbaiki hubungan dengan karyawan. Beberapa tujuan itu mencakup program keselamatan kerja, perwakilan pekerja dalam komite manajemen, dan rencana kompensasi berbasis saham.

6. Kepemimpinan Teknologi

Perusahaan harus memutuskan apakah akan menjadi pemimpin atau hanya menjadi pengikut di pasar. Setiap pendekatan dapat berhasil, tetapi masing-masing membutuhkan postur strategi yang berbeda. Oleh karena itu, banyak perusahaan menyatakan suatu tujuan berkaitan dengan kepemimpinan teknologi.

7. Tanggungjawab kepada masyarakat

Para manajer memahami tanggung jawab mereka terhadap pelanggan dan masyarakat secara umum. Bahkan, banyak perusahaan mencoba memenuhi tanggung jawab sosialnya terlampaui persyaratan pemerintah. Perusahan-perusahan tersebut bukan hanya untuk mengembangkan reputasi sebagai produsen dari produk dan jasa dengan harga yang layak, melainkan juga menjadi warga negara yang bertanggungjawab.

d. Filosofi Perusahaan

Pernyataan mengenai filosofi suatu perusahaan, seringkali disebut kredo perusahaan (company creed), biasanya menyertai atau muncul dalam pernyataan misi. Kredo perusahaan mencerminkan atau menspesifikasikan keyakinan, nilai, aspirasi, dan prioritas filosofi dasar yang menjadi komitmen para pengambil keputusan strategis dalam mengelola perusahaan. Untungnya, filosofi ini hanya sedikit bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Pemilik dan manajer secara implisit menerima suatu etika perilaku umum, yang tidak tertulis namun mengikat, yang mengatur tindakan bisnis serta memungkinkan tindakan bisnis tersebut untuk mengatur diri sendiri. Namun, pernyataan filosofi perusahaan seringkali sederhana dan terlalu umum sehingga lebih mirip publikasi humas, bukan komitmen terhadap nilai yang merupakan tujuan awalnya.

e. Jati Diri Perusahaan

Penentu utama keberhasilan suatu perusahaan adalah sejauh mana perusahaan tersebut dapat berelasi secara fungsional dengan lingkungan eksternalnya. Untuk memperoleh posisi yang layak dalam situasi yang kompetitif, perusahaan harus secara realitis mengevaluasi kekuatan dan kelemahan kompetitifnya. Gagasan ini bahwa perusahaan harus mengenal dirinya sendiri merupakan inti dari konsep diri perusahaan.  Pemikiran ini tidak terlalu terintegrasi dengan teori manajemen strategis, meskipun arti pentingnya bagi individu telah diakui sejak lama (Robinson, 2009:39).  Akibatnya, beberapa kasus, perusahaan memiliki kepribadiannya sendiri. Sebagian besar perilaku di perusahaan berbasis organisasi. Hal ini berarti suatu perusahaan bertindak atas nama anggotanya dengan cara yang berbeda dari interaksi individual. Dengan demikian, perusahaan merupakan entitas yang kepribadiannya lebih penting dibandingkan kepribadian anggotanya.
Secara sederhana, jati diri merupakan refleksi inti strategi. Ada perusahaan yang menyatakan diri sebagai perusahaan terdiversifikasi, berkemampuan kewirausahaan yang unggul, dan memiliki banyak unit usaha yang otonom. Dengan bekal tersebut perusahaan bersaing dengan perusahaan lain. Ada juga perusahaan yang menyatakan diri sebagai perusahaan yang selalu siap bersaing dengan cara memberikan keleluasaan penuh pada manajemen dan karyawan untuk mengembangkan energi kreatif yang dimiliki. Ada juga perusahaan yang bersaing dengan cara unggul dalam teknologi. Oleh karena itu perusahaan memberikan tekanan pada strategi diferensiasi. Harga bukan merupakan faktor yang amat diperhatikan. Ada pula perusahaan yang mengandalkan mutu pelayanan yang diberikan dengan memberikan jaminan kepuasan kepada konsumen. 

f. Analisis dan Pilihan Strategis

Welsa (2009:39) mengatakan bahwa analisis dan pilihan strategis merupakan langkah dalam proses manajemen strategik yang dilakukan manajer untuk mempertimbangkan alternatif-alternatif strategi dan pemilihan mana yang akan digunakan perusahaan. Langkah-langkah ini biasanya berupa pemilihan bidang usaha (bisnis) yang akan diterjuni perusahaan dan kemudian pemilihan strategi bersaing yang akan digunakan oleh masing-masing kegiatan bisnis. Analisis dan pemilihan strategik setiap korporasi berbeda-beda menurut kompleksitas ketertiban bisnis dari keseluruhan perusahaan. Bagi perusahaan yang berada dalam satu lini bisnis, strateginya berkaitan dengan keputusan apakah akan berkonsentrasi hanya pada lini bisnis tersebut atau melibatkan diri dalam lini bisnis yang lain, baik yang terkait ataupun yang tidak terkait. Bagi perusahaan yang sudah terlibat dalam beberapa lini bisnis, strateginya berkaitan dengan keputusan apakah akan menambah atau mengurangi keterlibatan dalam suatu lini bisnis dan apakah akan melibatkan diri dalam lini bisnis lain baik yang terkait ataupun tidak. Salah satu cara untuk menentukan analisis dan pemilihan strategi adalah melihat pada evolusi strategi dimana yang lazim perusahaan perusahaan kebanyakan mulai dari satu lini bisnis. Strategi ini menawarkan keuntungan yang menarik, memperkuat kesatuan tujuan di seluruh perusahaan. Strategi ini biasanya dipimpin oleh manajer puncak yang telah merangkak dari bawah dan sangat mengetahui apa yang membuat perusahaan berhasil. Strategi ini membuat perusahaan-perusahaan peka terhadap perubahan-perubahan kebutuhan pelanggan dan kondisi industri lain. Oleh karenanya perusahaan berpeluang membangun keunggulan bersaing yang tangguh. 

g. Sumber Daya Perusahaan

Amirullah dan Cantika (2002) dalam Welsa (2009: 41) mendefinisikan sumber daya perusahaan adalah merupakan input proses produksi perusahaan seperti halya barang modal, kemampuan pekerja, paten, keuangan, pemasaran, produksi, serta manajer yang berbakat. Sumber daya dapat dikelompokkan menjadi dua macam. Pertama, sumberdaya yang berwujud (tangible) yang merupakan aktiva perusahaan yang dapat dilihat, disentuh dan dihitung. Kedua, sumber daya yang tidak berwujud (intangible) yang meliputi hak properti intelektual seperti paten, merk dagang, hak cipta hingga sumberdaya manusia dalam kaitannya sebagai bagian dari masyarakat dan subyektif seperti jaringan kerja, budaya organisasi, dan reputasi perusahaan.
Dalam kerangka kajian manajemen sumber daya manusia (SDM) disamping kualitas inti, fleksibilitas dan integritas strategis perlu dikaji secara seksama tentang komitmen yang tinggi dalam rangka sukses organisasi. Sejalan dengan itu beberapa organisasi yang sukses secara menakjubkan di dunia modern telah mengakui bahwa motivasi dan komitmen pekerja merupakan senjata yang paling kompetitif dan ampuh.

h. Kemampuan Perusahaan

Amirullah dan Cantika (2002) dalam Welsa (2009:42) mengatakan bahwa kemampuan perusahaan adalah kapasitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya yang terintegrasi untuk mencapai apa yang diharapkan. Sejumlah pengetahuan manusia dan modal merupakan salah satu kemampuan perusahaan yang paling signifikan dan merupakan akar dari segala keunggulan bersaing. Pengetahuan manusia dipandang sebagai penjumlahan segala sesuatu yang diketahui setiap orang dalam perusahaan yang memberikan perusahaan tersebut memiliki kemampuan bersaing dalam pasar.


Sumber dari : disertasi Js.Drs.Ongky Setio Kuncono, MM, MBA, Pengaruh Etika Confucius Terhadap Kewirausahaan, Kemampuan Usaha dan Kinerja Usaha Pedagang  Eceran Etnis Tionghoa di Surabaya.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:245 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:894 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:115 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:240 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:135 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:404 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:298 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:234 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:176 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:719 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 26 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com